Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. Rumah sakit
"Hah hanya keluar sedikit saja seperti itu padahal!" Niko saja kaget karena mereka sekarang sudah ada di jalan raya.
"Itu adalah hutan ghaib, siapa saja yang masuk kesana tanpa pengetahuan maka dia tidak akan pernah bisa keluar." jawab Sadewa.
"Jadi ini apa benar Yuli kena santet, Wa?" Farel ingin memastikan terlebih dahulu.
"Nanti kita bicarakan soal itu, yang penting bawa dia kerumah sakit." Sadewa menghampiri mobil dia yang terparkir di pinggir jalan.
"Kalau memang Yuli kena santet maka siapa yang sudah melakukan itu semua?" Niko juga bertanya-tanya karena dia sangat penasaran dengan pelaku.
"Ya nama nya kita tidak tahu apa yang di pikirkan oleh manusia lain, Bang." ujar Farel pula.
"Kan kadang aku berpikir bahwa dia ini tidak pernah keluar dan tidak pernah bertengkar dengan arah tetangga, jadi aku merasa bahwa dia tidak pernah membuat hati orang lain sakit." jelas Niko.
"Nanti setelah dia bisa diajak berbicara maka lebih baik kau tanyakan saja kepada dia." suruh Farel juga.
Niko mengangguk karena dia memang harus bertanya kepada Yuli itu sendiri apa yang telah terjadi dan mengingat apa saja yang telah dia lakukan kepada para tetangga, apa mungkin dia tanpa sengaja telah menyakiti hati orang lain dan kemudian terjadilah hal seperti ini.
Kadang kita juga tidak menyadari apa yang telah kita lakukan kepada orang lain sehingga kita tetap bersikap biasa saja tapi ternyata itu sangat menyakiti orang tersebut, namun kadang orang itu yang terlalu sensitif sehingga apa saja bisa membuat dia sakit hati lalu kemudian mengambil jalan nekat seperti santet ini.
Mereka hidup di kota dan bertetangga satu sama lain namun pasti ada rasa iri juga di dalam hati mereka ketika melihat ekonomi yang lain lebih baik lalu timbul rasa tidak terima di dalam hati, sebab yang namanya manusia maka sudah pasti akan ada rasa iri hati di dalam hati mereka.
Bisa juga kadang melihat rumah tangga Yuli yang terlihat begitu romantis dan tidak pernah ada masalah di sana, entah memang karena tidak ada masalah atau karena Yuli yang begitu pandai menyembunyikan itu semua sehingga dia tidak pernah berkeluh kesah dan mengatakan bagaimana tabiat Nando kepada semua tetangga yang ada di sekitar rumah.
Jadi tentu saja orang lain akan mengatakan bahwa hidup Yuli begitu enak dan tidak ada kendala sama sekali, sebab kadang manusia hanya bisa melihat dari luar saja tanpa menyadari di dalam bisa saja seperti neraka yang begitu pantas menyala karena kelakuan Nando juga bisa di katakan tidak seberapa baik.
Jadi siapa pelaku penyantetan ini masih belum bisa di telusuri dengan benar karena mereka hanya saling mempunyai firasat masing-masing, aku juga nanti bila asal bicara dan malah terjadi fitnah dan kemudian pertengkaran tidak akan bisa di elak lagi karena orang tersebut merasa tidak terima atas tuduhan yang di berikan kepada dia.
"Sudah berapa lama dia sakit seperti ini?" Sadewa menoleh menatap Niko yang sedang memangku Yuli.
"Dua bulan lebih dia mengalami sakit seperti ini, dokter bilang kalau dia terkena penyakit kulit." jelas Niko.
"Kalau dokter makan sudah pasti tidak akan mengetahui penyakit yang seperti ini, sebab mereka adalah orang medis." sahut Farel.
"Maaf bila aku bertanya lancang, tapi aku harus tahu sepak terjang dari wanita ini juga." Dewa berkata serius karena dia tidak ingin salah menolong.
"Yuli adalah tipe wanita yang baik dan dia tidak pernah berkerumun dengan para wanita lain untuk membicarakan orang, kebiasaan dia hanya di rumah dan mengurus suami serta anak." Farel yang menjelaskan kepada Sadewa.
Sadewa terdiam sesaat karena dia juga tidak tahu apa yang telah terjadi dan sekarang harus menelusuri dengan benar bagaimana tabiat Yuli ini, nanti dia sudah terlanjur meminta tolong kepada atasan tapi ternyata wanita yang dia tolong adalah orang yang salah sehingga sudah pasti Sadewa pasti akan kena amuk oleh atasan dia.
"Saya mohon dengan sangat tulus agar Mas Dewa mau membantu penyakit Yuli." Niko mau minta tolong.
"Nanti Saya akan membicarakan ini dulu kepada atasan saya, sekarang lebih baik Yuli di rawat dulu di rumah sakit ini." angguk Dewa.
"Alhamdulillah kita sudah sampai dengan selamat." Farel merasa lega karena mereka telah tiba di rumah sakit.
"Padahal jarak rumah sakit dan hutan itu memang tidak jauh ya." gumam Niko karena mereka sudah sampai dan tidak membutuhkan waktu lama.
"Ayo kita keluar sekarang karena darah dia nanti bisa habis." ajak Sadewa.
Mereka segera meminta tolong kepada pegawai rumah sakit itu agar membawakan ranjang agar bisa Yuli segera di bawa masuk ke dalam, Riko sudah penuh dengan darah namun dia tidak peduli karena dia memang tulus membantu adik ipar itu dengan sangat tulus dan dia juga kasihan kepada Yuli yang berjuang seorang diri seperti ini.
Mana masih kepikiran juga dengan Tina yang pulang sambil membawa Yudith, mungkin saja sang istri sudah sampai rumah sehingga Niko memutuskan untuk segera menghubungi sang istri saja agar dia bisa mendengar kabar apakah sudah sampai atau masih dalam perjalanan karena takut mereka berdua juga akan di ganggu oleh iblis lain.
"Sayang?" Niko langsung berteriak ketika Tina mengangkat panggilan dari dia.
"Aku sudah tiba di rumah dan sedang bersiap untuk menuju rumah sakit, kalian sudah di rumah sakit kan?" Tina bertanya dengan nada cemas karena takut bila ternyata Niko masih ada di dalam hutan.
"Ya Alhamdulillah kami sudah keluar dari hutan itu karena di tolong oleh seseorang." jawab Niko.
"Baik lah, aku akan segera datang bersama dengan Yudith." ujar Tina dengan nada yang lesu sekali.
"Nando sudah pulang belum? bila dia sudah pulang maka suruh segera datang ke rumah sakit ini untuk melihat keadaan Yuli." pinta Niko karena dia tidak tahu bahwa di rumah itu terjadi pertengkaran.
"Aku sedang tidak ingin berbicara dengan Nando, bila dia memang sadar diri maka tanpa aku suruh pasti akan segera mendatangi rumah sakit!" suara Tina terdengar begitu sengit.
"Apa kalian bertengkar lagi?" tanya Niko lembut agar Tina tidak semakin emosi.
"Ya!" jawab Tina dengan suara lantang.
Niko menghembuskan napas kasar Karena bila sudah ada seperti ini maka Tina pasti sudah emosi dengan sangat tinggi, pasti Nanda bersikeras dan mengatakan bahwa kejadian yang dialami ini semua hanya halusinasi, aku sudah paham dengan tabiat sang adik ipar sehingga dia bisa menebak dengan jelas apa yang telah terjadi.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...