NovelToon NovelToon
Balas Dendam Pengantin Pengganti

Balas Dendam Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu / Balas dendam pengganti / Chicklit
Popularitas:52.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

“Aku hanya pengganti, bukan?” Suara Yura bergetar, namun matanya tak lagi memohon.
Arga Lingga Pradipta tak menjawab. Sejak awal, pernikahan itu memang tak pernah tentang cinta. Yura hanyalah bayangan dari wanita lain, dinikahi karena wajah, dipertahankan karena kesepakatan.

Empat tahun hidup sebagai istri tanpa nama, satu malam hampir mengakhiri segalanya. Saat kontrak pernikahan tinggal menghitung bulan dan wanita yang dicintai Arga kembali, Yura memilih berhenti terluka.

“Aku tak butuh cintamu,” katanya pelan.
“Aku hanya ingin kau menyesal.”

Saat tunangan asli kembali dan kontrak tinggal hitungan bulan, Yura bukan lagi istri yang patuh. Diam-diam, ia bangkit sebagai musuh paling berbahaya bagi keluarga Pradipta.

Bagaimana kisahnya? Yuk, simak di sini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Gelas itu kembali didorong ke bibir Yura.

“Ayolah, sedikit lagi,” bujuk salah satu wanita sambil tertawa, tangannya menekan bahu Yura agar tak mundur.

“Biar adil, Putri sudah minum, masa kamu nggak?” sahut yang lain.

“Aku … tidak minum,” suara Yura melemah. Kepalanya sudah terasa ringan, pandangannya sedikit berkunang. Namun, penolakan itu tak berarti apa-apa.

Salah satu pria meraih gelas dari tangan Putri, lalu tanpa peringatan menekannya ke mulut Yura. Cairan pahit itu tumpah, membasahi bibir dan dagunya.

“Uhuk!” Yura tersedak, mencoba memalingkan wajah, tetapi tangan-tangan itu terlalu banyak.

“Jangan manja.”

“Minum aja, sok suci amat sih.”

“Toh kamu cuma pengganti.”

Tawa mereka pecah. Kepala Yura semakin berat. Kakinya goyah, tangannya berusaha menepis, namun tenaga itu kalah oleh dorongan ramai-ramai.

Beberapa pria mulai mendekat dan terlalu dekat. Satu tangan menyentuh punggungnya, seolah membantu menahan tubuhnya agar tak jatuh. Tangan lain menyentuh lengannya, lalu lebih rendah.

Ada yang tertawa pelan di dekat telinganya.

“Wanginya enak juga.”

“Pantesan Tuan Arga mau.”

“Jangan … sentuh aku,” Yura berusaha bicara, tetapi lidahnya terasa berat, suaranya tak lagi tegas. Ia menepis satu tangan, tapi tangan lain datang menggantikan. Tak ada yang peduli dan tak ada yang menghentikan.

Di sudut ruangan, Putri tersenyum puas, dia mengangkat ponselnya.

Kamera diarahkan tepat ke wajah Yura yang memerah, matanya setengah terpejam, rambutnya sedikit berantakan, gaunnya kusut. Suara tawa dan musik menjadi latar.

“Lihat, teman-teman,” ucap Putri manis ke kamera, “ini nih istri kontrak Tuan Arga Pradipta. Katanya lemah lembut, ternyata begini.”

Putri memiringkan kamera sedikit, menangkap tangan seorang pria yang terlalu lama berada di pinggang Yura.

“Ups,” katanya berpura-pura kaget. “Aku lupa, dia memang dibayar kan?”

Yura nyaris tak mendengar lagi suara-suara itu. Dadanya sesak, dunia terasa berputar. Ia ingin berteriak, tapi tenggorokannya terkunci.

Di tempat lain, jauh dari kebisingan pesta, Shasmita menatap layar ponselnya. Wajahnya memucat. Live itu terpampang jelas, judulnya mencolok, jumlah penonton terus naik, dann di tengah layar ada Yura.

Shasmita berdiri mendadak dan kursinya tergeser keras.

“Putri gila,” desisnya, tangannya bergetar saat menekan nomor Hans.

Tak ada jawaban.

“Angkat, Hans!” Shasmita berteriak frustasi, menekan panggilan ketiga, tetap nihil tak ada jawaban, dia tahu, Hans sedang sibuk.

Shasmita mengumpat pelan, lalu menoleh tajam ke arah Sky yang sejak tadi berdiri di dekat jendela.

“Kak,” katanya tegas, menunjukkan layar ponsel. “Kalau kamu masih anggap aku adikmu, hentikan ini, sekarang!”

Sky hanya butuh satu detik. Begitu melihat wajah Yura di layar, mata kosong, tubuh limbung, tangan-tangan asing menyentuhnya, rahang Sky mengeras.

Tatapan itu berubah dingin dan berbahaya.

“Di mana?” tanyanya singkat.

“Rumah Wijaya. Ruangan samping aula utama.”

Sky sudah mengambil jasnya.

“Kali ini,” ucapnya pelan namun penuh ancaman, “mereka salah memilih mangsa.” Ia melangkah pergi, langkahnya cepat dan pasti.

Sementara, di layar ponsel Shasmita, live itu masih berjalan. Jari Shasmita gemetar saat menekan nomor Arga. Nada sambung terdengar satu kali, dua kali dan lalu langsung diangkat.

“Shas?” suara Arga terdengar lembut, nyaris terkejut.

“Kenapa nelpon?”

Shasmita menarik napas, memaksa suaranya terdengar manis.

“Aku kangen,” katanya ringan, seolah tak ada badai apa pun yang sedang terjadi.

Di seberang sana, Arga tersenyum tanpa sadar. Ia menjauh sedikit dari kerumunan.

“Kamu lagi ngapain?”

“Aku?” Shasmita pura-pura berpikir. “Lagi nggak ngapa-ngapain, kamu?”

“Aku di acara ulang tahun adiknya Tuan Hans,” jawab Arga santai.

Jantung Shasmita berdetak keras.

“Yura juga di sana?” tanyanya, berpura-pura penasaran.

“Iya, dia ikut denganku,” jawab Arga. “Kayaknya sekarang lagi di ruang reuni SMA bareng teman-temannya.”

Shasmita memejamkan mata sejenak. Menahan amarah, menahan panik.

“Arga,” ucapnya kemudian, nada suaranya dilembutkan, “aku mau bicara sebentar sama Yura. Aku mau nanya sesuatu tentang kamu … aku lagi nyiapin kejutan kecil.”

Arga tertawa kecil. “Serius? Ya sudah, aku panggilin dia.”

Telepon ditutup.

Di dalam aula reuni SMA, Yura sedang berada di neraka kecilnya sendiri.

Tubuhnya sudah hampir tak bisa berdiri tegak. Dunia terasa berputar, suara tawa terdengar seperti gema yang jauh. Kepalanya berat, dadanya sesak.

“Udah cukup … tolong,” Yura memohon, suaranya serak.

Namun, tangan-tangan itu tak berhenti. Satu pria menahan lengannya, yang lain berdiri terlalu dekat. Ada yang tertawa, ada yang bersiul rendah.

“Ayolah, satu lagi.”

“Katanya kuat? Masa segini aja udah mabuk.”

Yura berusaha mendorong, tapi kakinya lemas. Ia hampir jatuh jika tak ditahan, atau lebih tepatnya, dijerat oleh mereka.

Panik mulai merayap, dengan sisa kesadarannya, Yura mencoba meraih tasnya. Tangannya gemetar, jari-jarinya meraba ponsel di dalam.

Namun, sebelum ia sempat menyentuh ponsel itu, tas itu ditarik paksa dari tangannya. Yura terhuyung, menoleh cepat. Putri berdiri tepat di depannya. Tatapan mereka bertemu. Mata Putri tajam, dingin, penuh dendam yang nyaris meluap.

“Kau sengaja,” gumam Yura pelan, tapi cukup jelas untuk Putri dengar.

"Kau..."

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, tubuhnya ditarik lagi. Yura berusaha bangkit, menahan diri dengan meja di sampingnya. Seseorang menarik kasar bagian belakang gaunnya.

Kain itu terulur, robek sedikit, memperlihatkan punggung Yura yang putih di bawah cahaya lampu.

Yura menjerit tertahan.

“Jangan!”

“Lepaskan aku!”

Panik murni kini menguasai wajahnya. Tangannya mencoba menutup bagian gaun yang terbuka, tubuhnya gemetar hebat.

Tawa pecah lebih keras.

“Kalian lihat?”

“Punggungnya mulus juga.”

“Pantesan laku.”

Air mata Yura akhirnya jatuh. Bukan karena malu semata, tapi karena ia sadar, kali ini ia benar-benar sendirian. Di luar aula, Arga berjalan menyusuri lorong, memanggil namanya.

“Yura?”

Tak ada jawaban, dan di dalam aula itu, kamera masih menyala, live masih berjalan, dan Putri menatap Yura seolah sedang menikmati kemenangan yang sudah lama ia tunggu.

'Putri, kalau aku sampai berhasil lolos hari ini. Aku akan mengirim kamu ke neraka!' desis Yura dalam hati, tatapannya tajam menatap Putri, wanita itu hanya tertawa keras melihat kehancuran Yura di depan matanya.

1
Asyatun 1
lanjut
merry
cept tes hans,, klo cocok depak putri palsu itu umuknn siapa adikmu mky putri Arga gk brni ngusik yura lgg,, untuk Arga mngkin bulan nyesel tau yura ank konglomerat bangsawan dan org yg dh Nolongin dia 😄😄😄 putri gk bs berkutik klo seluruh ngeri tau yura adalh adik mu hans
Gadis misterius
Pertama yg harus disingkirkan dan ditengalamkan putri hans arga urusan blekangan krn putri membully yura dr zaman dia sekolah
Hanifah 76
apa kabar ka baru up lagi?sehat selalu
Arieee
semoga test dna positif Yura si putri yang hilang🤧🤧🤧🤧
Allea
semoga yura ga cepat2 memaafkan si hans
ken darsihk
Nggak sabar menunggu tnggl 10 , dan hasil tes DNA Yura & keluarga Wijaya
iqha_24
semoga positif, Yura Adik Hans
Eva Karmita
bukan kebahagiaan yang akan kamu dapatkan Arga tapi sebuah kehancuran, kebenaran yang sesungguhnya 🔥💪🥰
Oma Gavin
seharusnya kalau test DNA ini bener putri wajib didepak dari keluarga wijaya secara dia anak panti songong banget ngga cocok jadi keluarga wijaya
Naufal hanifah
ceritanya bagus
Aidil Kenzie Zie
peringatan untuk menjauhi Hans paling yang dimaksud Sky
merry
klo niat baik gpp klo niat buruk siap de demo ibu ibu kmu sky😄😄😄
Aisyah Alfatih: belum bisa double ini 😁 padahal pengen tak double terus biar tamat ... mungkin besok ya ...
total 1 replies
Ma Em
Alhamdulillah akhirnya Yura bebas dari jerat Arga , semoga Yura selalu bahagia setelah lepas dari Arga pasti Arga akan menyesal karena sdh menyia nyiakan Yura .
Eva Karmita
lanjut... pengen tau bagaimana Arga Tampa Yura disisinya, apa hidupnya akan bahagia atau sebaliknya jungkir balik ngk karuan .
Yulia Dhanty
menarik
ken darsihk
Setelah ini Arga akan menyesal parah , setelah dia tau siapa yng menolong dia sebenar nya
Dan setelah ini lo juga akan tau Arga siapa Shasmita 😂😂😂
Hanifah 76
bagus ceritanya ka semangat
Gadis misterius
Yura akan menghindari sky krn yura tau adeknya arga ada rasa ke sky...jngn kuatir ksu sky yura tdak akan menggangu hubungan hans dan adekmu yura itu anti laki2 sebelum blas dendamnya terblaskan
Sunaryati
Dengan membuang Yura berarti kau menyia- nyiakan perempuan yang pernah berjasa padamu, apalgi 4,5 tahun kau siksa fisik dan mentalnya dengan menyandra, setelah kau tahu, tapi keadaan kamu telah hancur. Kau tidak mendapatkan Yura atau tunangan kamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!