NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara

Kultivator Pengembara

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Fantasi Timur / Balas Dendam / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:117.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

​Jian Feng, seorang anak haram dari keluarga bejat, dipaksa menikahi Lin Xue, gadis cantik namun cacat dan sekarat.

​Dipertemukan oleh takdir pahit dan dibuang oleh keluarga mereka sendiri, Jian Feng menemukan satu-satunya alasan untuk hidup: menyelamatkan Lin Xue. Ketika penyakit istrinya memburuk, Jian Feng, yang menyimpan bakat terpendam, harus bangkit dalam kultivasi. Ia berjanji: akan menemukan obat, atau ia akan menuntut darah dari setiap orang yang telah membuang mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15-Senyum Maniak dan Cerewet yang Disyukuri

​Jian Feng membawa Lin Xue ke sebuah taman indah yang penuh akan bunga, tempat yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk pertarungan tadi. Dia mendudukkan Lin Xue perlahan di sebuah bangku batu, memastikan punggungnya tersangga dengan nyaman.

​"Ulurkan tanganmu, Lin Xue." pinta Jian Feng, suaranya kembali lembut, kontras dengan raungan amarahnya saat bertarung.

​Lin Xue dengan cepat memperlihatkan luka di tangannya—goresan panjang yang memerah karena gesekan dengan lantai restoran. "Ini tidak terlalu sakit, kok. Lagi pula, luka ini bukan apa-apa bagiku." katanya, mencoba meremehkan rasa sakitnya.

​Jian Feng menggeleng, tatapannya tegas. "Jangan berbicara begitu! Sekecil apa pun lukanya, itu harus segera disembuhkan sebelum tambah parah. Kau adalah harta paling rapuh yang kumiliki; aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikit pun."

​Kata-kata Jian Feng yang sederhana namun sarat makna itu menyentuh hati Lin Xue. Ia sangat merasa bersyukur memiliki Jian Feng. Ia membiarkan Jian Feng mengobati lukanya.

​Sambil membersihkan luka dengan air bersih dari Cincin Penyimpanan, lalu memerban tangannya dengan kain bersih, Jian Feng memutuskan untuk menceritakan sedikit masa lalunya, mungkin untuk mengalihkan perhatian Lin Xue dari rasa perih.

​"Dulu saat aku kecil," Jian Feng memulai, suaranya rendah dan hampa, "aku pernah mencoba membunuh selingkuhan ibuku. Aku menyelinap ke kamar mereka dan hampir menggorok leher pria itu. Tentu saja, aku ketahuan oleh ibu, dan dia membesar-besarkan kejadiannya kepada ayah."

​Jian Feng mengikat perban dengan simpul yang sempurna. "Aku tahu mereka bukanlah orang tua yang baik. Tapi aku tidak dapat berkata bahwa mereka bukan orang tuaku. Mereka lah yang melahirkanku ke dunia. Rasa benci itu..." Ia berhenti sejenak.

​Lin Xue tampak sedih mendengar cerita Jian Feng. Ia tidak menyangka Jian Feng sudah hidup menderita sejak kecil. "Lalu kenapa kau ingin membunuh selingkuhan ibumu?" tanyanya hati-hati.

​"Aku membenci mereka! Aku benci sampah!" seru Jian Feng, kemarahan lama berkelebat di matanya. "Dan apa kau tahu ekspresi apa yang aku tampilkan saat akan menggorok leher pria itu?" Jian Feng selesai memerban luka Lin Xue. Tangannya kini terbalut rapi.

​Lin Xue menggeleng, ia tampak sangat penasaran. "Tidak tahu."

​"Aku tersenyum seperti maniak pembunuh!" jawab Jian Feng dengan datar.

​Lin Xue membayangkan bagaimana ekspresi Jian Feng yang biasanya kaku dan dingin jika menyeringai seperti itu. Ia justru tertawa, berpikir betapa absurdnya adegan itu di mata anak kecil.

​"Hahaha, coba kau senyum seperti yang diceritakan, aku mohon!" Lin Xue memohon, tawanya membuat bunga-bunga di taman terasa lebih cerah.

​Jian Feng tidak mengerti dengan Lin Xue. "Ada-ada saja kau ini. Aku tidak bisa melakukannya karena..." Jian Feng mengingat bahwa ia telah memisahkan sisi gelapnya, Feng, dan mengurungnya jauh di dalam dirinya. Senyum maniak itu adalah ekspresi murni dari Feng.

​"Sudahlah. Aku tidak ingin mengingat masa lalu yang buruk itu." Jian Feng berdiri lalu jongkok di depan Lin Xue.

​"Ayo naik. Aku akan membawamu kerja mencari uang." Lin Xue dengan ceria langsung naik dan memeluk leher Jian Feng.

​Ia tampak senang bersama Jian Feng. "Ayo! Tapi kerja di mana? Pekerjaan apa yang bisa kau dapatkan secepat ini? Apakah kau akan menyerang bandit lagi?" rentetan pertanyaan itu meluncur dari mulut Lin Xue tanpa jeda.

​"Di tempat Tuan Qin." jawab singkat Jian Feng.

​"Siapa Tuan Qin? Apa dia baik? Apakah dia seorang kultivator? Apakah dia menjual manisan? Kenapa kita tidak makan Tanghulu saja sebelum bekerja? Tadi kau bilang—"

​Jian Feng sampai pusing mendengarnya. Ia memutar bola mata, tetapi sebuah senyum kecil tak sengaja terukir di sudut bibirnya. Ia berkata dalam hati, "Dulu dia selalu diam dan tidak mau bicara. Tapi sekarang... dia cerewet sekali! Tapi tidak apa. Selama dia bahagia, biarkan saja dia mengomel."

​Dengan Lin Xue yang cerewet di punggungnya, Jian Feng melangkah keluar dari taman, menuju pekerjaan barunya. Mereka kini lebih dari sekadar suami istri; mereka adalah rekan seperjalanan, satu-satunya keluarga yang mereka miliki.

1
Daniel Simamora
Puluhan ribu, enggak myngkinlah.
Jangan terlalu hiperbola.
Bucek John
harta perang dibiarkan sia sia hambar sangat...
Halloo semuanya, mohon dukungannya ke karya saya yaaa😍🙏 mampir klik aja profil terimakasih 🤗
Bucek John
sayang sekali seribu sayang harta menang perang kantong penyimpanan sia sia tdk dimanfaatkan pemenang hambar sangat...!!
Bucek John
harta menang perang gak diambil sia sia cincin ruang tuan muda setidaknya ada 10 coin emas cukup tambahan biaya ...hambar sangat...
Luthfi Aamiin
122
Triyono
wah baru ada kultivator udah miskin udah sering bantai tetap miskin aja harusnya rampas yg di bantai
Luthfi Aamiin
111
👍👍👍👍👍
💪💪💪💪💪
y@y@
💥👍🏿🌟👍🏿💥
bob
rekomendasi novel " zaman para dewa" bagi yang suka novel fantasi timur👍👍👍
Agen One: /Doge/
total 1 replies
bob
baca juga novel " zaman para dewa" bagi yang suka novel fantasi timur 👍👍
Azka Ghazi Yansen
saya yakin pembaca akan malas kalo mc naif ,istri terlalu membebani
Azka Ghazi Yansen
picik dan bodoh ,MC Abal Abal
Andi Heryadi
MCnya msh lemah tp trus dibebani istri yg lumpuh dan skrg ditambah 10 anak2,hadeuh.....kuatkan MCnya thor💪
Agen One: pasti kuat kok
total 1 replies
Andi Heryadi
harta banditnya knp gak dikuras,pasti byk hartanya disarang bandit.
Andi Heryadi
mampus loe,mantap thor
Ilham Fuadi
terus berjuang💪
OldMan
mantapp Thor biar seru jadikan istri kedua
Herman Kleden
👍👍
Zainal Tyre
ceritax melarikan diri melulu, sampah
Agen One: di bab 50 baru gk lari. santai aja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!