NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Transmigrasi / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Han Feng, seorang peneliti sejarah kuno dari Bumi, meninggal karena kecelakaan di situs penggalian. Jiwanya bertransmigrasi ke Benua Roh Azure, masuk ke dalam tubuh Tuan Muda Ketiga keluarga Han yang dikenal sebagai "sampah" karena meridiannya yang rusak.

Namun, Han Feng membawa serta sebuah Pustaka Ilahi di dalam jiwanya—sebuah perpustakaan gaib yang berisi semua teknik bela diri yang pernah hilang dalam sejarah. Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Han Feng menolak nasibnya sebagai sampah. Dia akan memperbaiki meridiannya, membantai mereka yang menghinanya, dan mendaki puncak Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Han Feng menimbang - nimbang koin perak dan botol obat yang sudah didapat di tangannya. Senyum tipis terukir di bibirnya.

"Dunia kultivasi memang brutal," gumam Han Feng sambil melanjutkan perjalanannya kembali ke gubuk. "Kebenaran hanya ada di dalam jangkauan kepalan tangan. Jika aku lemah, aku diinjak. Jika aku kuat, aku bisa mengambil apa pun yang aku mau. Hanya yang kuat yang tidak takut masalah"

Sesampainya di gubuk, Han Feng tidak langsung beristirahat. Han Feng duduk di tepi tempat tidur dan membuka salah satu botol obat rampasan tadi. Isinya adalah pil merah kecil berbau herbal wangi.

Han Feng menelannya. Energi hangat yang lembut menyebar, menyembuhkan sedikit kelelahan mentalnya.

"Pustaka Ilahi," panggil Han Feng dalam hati.

[Hadir.]

"Pertarungan tadi membuktikan satu hal," analisis Han Feng. "Kekuatan fisikku memang luar biasa, aku bisa menang dengan Brute Force (kekuatan kasar) melawan musuh kroco. Tapi jika aku melawan seseorang yang memiliki teknik bela diri tingkat tinggi atau senjata pusaka, mengandalkan tubuh saja akan membuatku jadi sasaran empuk."

Han Feng teringat bagaimana jari Han Tong hampir mengenainya. Jika Han Tong menggunakan pisau belati dan bukan tangan kosong, bahu Han Feng mungkin sudah terluka meskipun kulitnya keras.

"Aku butuh teknik bela diri ofensif. Sesuatu yang mematikan. Sesuatu yang cocok dengan Tubuh Dewa Naga ini."

Pustaka Ilahi bersinar di dalam kesadaran Han Feng. Halaman-halaman buku emas itu berbalik dengan cepat, mencari di antara ribuan teknik yang tersimpan di dalamnya.

[Pencarian Selesai.] [Berdasarkan kondisi fisik Tuan saat ini (Kekuatan besar, pertahanan tinggi, belum memiliki senjata), Pustaka Ilahi merekomendasikan tiga teknik bela diri kuno:]

Tinju Penghancur Gunung (Tipe: Serangan Keras/Ledakan)

Langkah Bayangan Naga (Tipe: Kecepatan/Gerakan)

Cakar Naga Pencabut Nyawa (Tipe: Pembunuhan/Lethal)

[Silakan pilih satu untuk dipelajari pada tahap ini. Sisanya akan terkunci hingga Tuan mencapai Tingkat 3.]

Mata Han Feng berkilat tajam. Pilihan ini akan menentukan gaya bertarungnya di tahap awal ini.

"Tinju terlalu lambat. Langkah kaki penting, tapi aku bisa menutupinya dengan kekuatan ledakan otot kaki untuk saat ini," pikir Han Feng cepat. "Aku butuh cara untuk membunuh atau melumpuhkan musuh secepat mungkin."

Pikiran Han Feng melayang pada momen saat dia mencekik Tikus Besi dan mematahkan tangan Zhao Si. Gaya bertarungnya secara alami condong ke arah yang lebih ganas dan langsung ke titik vital.

"Aku pilih yang ketiga," putus Han Feng tegas. "Cakar Naga Pencabut Nyawa."

[Pilihan diterima. Mentransfer esensi teknik...]

Seketika, bayangan seekor naga hitam yang mencabik langit muncul di benak Han Feng. Gerakan cakar yang rumit, cara mengalirkan tenaga ke ujung jari, dan titik-titik akupunktur mematikan pada tubuh manusia—semua pengetahuan itu terukir di otak Han Feng.

Han Feng mengangkat tangan kanannya. Jari-jarinya menekuk membentuk cakar yang kaku. Ujung jarinya memancarkan aura dingin yang samar.

"Turnamen keluarga satu bulan lagi..." Han Feng menatap ke luar jendela, ke arah aula utama Keluarga Han di kejauhan. "Han Lie, dan semua tetua yang menutup mata atas penderitaan pemilik tubuh ini... cucilah leher kalian. Aku datang."

Tiga hari berlalu dengan cepat di dalam gubuk kayu reyot milik Han Feng.

Selama tiga hari ini, Han Feng hampir tidak pernah melangkah keluar dari halaman kecilnya. Han Feng mendedikasikan seluruh waktu dan tenaganya untuk melatih teknik bela diri pertamanya: Cakar Naga Pencabut Nyawa.

Di halaman belakang yang tertutup semak belukar tinggi, Han Feng berdiri menghadap sebuah batang pohon besi hitam—pohon liar yang kulitnya sekeras batu granit. Pohon ini biasanya digunakan oleh murid-murid keluarga Han untuk melatih kekerasan tinju mereka, dan bahkan kultivator Tingkat 3 Pembentukan Tubuh akan kesulitan meninggalkan bekas tinju yang dalam di batangnya.

Han Feng menarik napas dalam-dalam. Matanya terpejam sejenak, memvisualisasikan aliran Qi di dalam tubuhnya sesuai instruksi Pustaka Ilahi.

Di dalam lautan kesadaran Han Feng, bayangan naga hitam kembali meraung. Han Feng menyalurkan kekuatan murni dari otot-ototnya, memadukannya dengan sedikit Energi Qi yang berhasil dikumpulkannya, lalu memusatkannya ke ujung sepuluh jari tangannya.

"Hah!"

Mata Han Feng terbuka tiba-tiba, memancarkan kilatan dingin yang tajam.

Tangan kanan Han Feng melesat maju. Jari-jarinya menekuk dalam sudut yang aneh dan kaku, menyerupai cakar binatang buas purba. Udara di sekitar jari-jari Han Feng berdesis, seolah-olah terbelah oleh benda tajam yang tak terlihat.

Sreeeet!

Suara ngilu seperti logam yang digesekkan paksa terdengar.

Han Feng menarik tangannya kembali. Di batang pohon besi hitam yang keras itu, kini terdapat lima jalur guratan yang dalam dan memanjang. Serpihan kayu keras berhamburan ke tanah. Bekas cakaran itu begitu dalam hingga hampir menembus separuh diameter batang pohon tersebut. Pinggiran lukanya halus dan rapi, tanda bahwa serangan itu dilakukan dengan kecepatan dan ketajaman ekstrem.

Han Feng menatap hasil karyanya dengan napas sedikit terengah.

"Luar biasa," gumam Han Feng, menyeka keringat di dahinya. "Kekuatan fisik murni dari Tubuh Dewa Naga yang dipadukan dengan teknik Cakar Naga Pencabut Nyawa menghasilkan daya hancur yang mengerikan. Jika pohon ini adalah leher manusia, kepala musuhku pasti sudah menggelinding di tanah."

Namun, Han Feng segera menggelengkan kepala. Rasa puas diri adalah racun bagi seorang kultivator. Han Feng tahu, mencakar pohon yang diam itu mudah. Mencakar musuh yang bergerak, melawan, dan memiliki teknik pertahanan adalah cerita yang sama sekali berbeda.

"Aku butuh lawan latih tanding," pikir Han Feng. "Dan aku juga butuh sumber daya lagi. Pil rampasan dari Han Tong sudah habis kemarin, dan pil gagal dari Lembah Kabut Sisa semakin sulit ditemukan karena aku sudah membersihkan area pinggirannya."

Han Feng teringat tentang sistem Poin Kontribusi Keluarga.

Di Keluarga Han, setiap murid—baik dari cabang utama maupun cabang sampingan—bisa mendapatkan sumber daya kultivasi (pil, senjata, teknik) dengan menukarkan Poin Kontribusi. Poin ini bisa didapatkan dengan menyelesaikan misi klan atau... melewati ujian di Aula Boneka Kayu (Wooden Puppet Hall).

Aula Boneka Kayu adalah tempat di mana murid-murid menguji kemampuan tempur mereka melawan boneka mekanik yang digerakkan oleh formasi sihir. Semakin banyak boneka yang dikalahkan, semakin banyak poin yang didapat.

"Ini kesempatan bagus," putus Han Feng. "Aku bisa menguji kekuatan tempurku dalam situasi nyata tanpa harus membunuh orang, sekaligus mendapatkan poin untuk menukar Rumput Roh."

Han Feng segera membersihkan diri, mengganti jubahnya yang basah oleh keringat dengan jubah abu-abu bersih, dan berjalan menuju pusat kompleks Keluarga Han.

1
Gege
mantabbb...gass thorrr lagee
Bambang Purwanto
👍bagus sekali ceritanya
Roy Kkk
bagus/CoolGuy//CoolGuy/
King Salman
bagus
King Salman
go
ikyar
Terima kasih atas dukungannya
Sarndi Kurma
bagua tor ceritanya
Turki Salman
lanjutkan ceritanya tor
jamanku
lanjutkan tor
Raikuu 1
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!