Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Vira tidak perduli Miranda mau menerima atau tidak kamar itu, jika dia tidak mau maka dia bisa pergi dari rumah ini dengan tangan kosong. Vira tidak akan memberikan barang- barang nya begitu saja, karena semua barang- barang yang di bawa oleh Miranda di beli dengan uang yang di ambil dari perusahan milik orang tua nya Vira.
"Mas, aku tidak mau menempati kamar itu. Kamar nya tidak layak huni!" Miranda mengadukan tentang kamar nya pada Bayu.
"Sudah lah Miranda, terima saja kamar itu. Sekarang yang terpenting kita bisa tinggal di rumah ini, menganai hal yang lain nya kita akan fikir kan nanti!" Bayu berusaha membujuk istri kedua nya agar tidak ngambek.
"Mas, kok kamu nurut saja apa yang di katakan oleh Vira. Kamu ini kepala keluarga, jadi kamu harus tegas, jangan mau di kendalikan oleh Vira!" Miranda mengingat kan posisi Bayu di rumah ini.
Bayi terdiam sesaat memikirkan apa yang di katakan oleh Miranda, benar juga apa yang Miranda katakan. Bayu tidak bisa terus seperti ini, Vira adalah seoarang istri dan sudah sewajib nya dia patuh pada suami nya.
"Kamu benar juga Mir, Rumah ini adalah milik ku. Jadi Vira yang harus patuh pada ku, bukan nya aku!" Bayu mengepal kan tangan nya dengan geram.
"Ayo mas, kita ke kamar atas. Aku ingin beristirahat dengan tenang!" Ajak Miranda pada Bayu.
"Ayo!" Kedua sejoli itu bergandengan tangan menuju ka lantai atas di mana kamar Vira berada.
Sedang kan saat ini Vira sedang menemani anak - anak nya di dalam kamar nya Queen. Vira tidak menyadari bahwa kedua parasit itu sudah masuk ke dalam kamar nya.
"Wah, kamar nya luas sekali dan desain nya juga bagus!" Miranda mengagumi kamar Vira yang luas ketika dia tiba di dalam.
Miranda takjub melihat isi kamar nya Vira, semua barang - barang yang ada di dalam nya tampak mewah dan berkelas. Miranda segera membaring kan tubuh nya di atas kasur empuk milik Vira.
"Enak saja dia tidur di kamar mewah seperti ini, sedang kan aku harus tidur di kamar yang sumpek dan pengap itu!" Ujar Miranda sambil tersenyum.
Sebentar lagi, waktu magrib akan tiba. Vira segera keluar dari kamar anak nya, di ruang tamu Vira tidak melihat kedua manusia tidak tahu diri itu.
'Mungkin mereka sudah kembali ke kamar nya!' Batin Vira sambil tersenyum.
Vira bergegas melangkah kan kaki nya ke lantai atas, tapi Vira merasa heran dari ketika tiba di lantai atas dia melihat pintu kamar nya terbuka.
'Bukan kah tadi pintu nya tertutup, kenapa sekarang jadi terbuka. Jangan - jangan manusia tidak tahu diri itu masuk ke dalam nya!' Batin Vira di dalam hati.
Vira bergegas melangkah kan kaki nya menuju ke kamar nya, tapi alangkah terkejut dah geram nya Vira ketika dia melihat 2 manusia tidak tahu diri itu sedang bermesraan di atas tempat tidur nya.
"Kurang ajar, berani nya kalian memasuki kamar ku!" Teriak Vira dengan lantang.
Kedua nya menghentikan aktifitas nya, Miranda memandangi Vira dengan tetapan penuh dengan ejekan.
"Aku ini istri nya mas Bayu juga, rumah ini milik mas Bayu. Jadi aku berhak tinggal di kamar manapun yang aku mau!" Balas Miranda dengan tak kalah ketus.
"Kau bilang rumah ini milik mas Bayu, asal kau tahu mas Bayu cuma punya isi celana nya saja!" Balas Vira dengan geram.
Vira sangat geram melihat kejadian itu, dengan cepat Vira menarik rambut panjang Miranda yang di biar kan tergerai. Miranda yang tidak menyangka Vira akan berbuat demikian, menjerit kesakitan dan meminta tolong pada Bayu.
"Au, sakit. Mas, tolong aku mas. Tolong aku dari wanita gila ini!" Ujar Miranda papa Bayu.
"Vir, lepas kan Miranda, dia bisa mati!" Bayu berusaha menghentikan Vira.
Tapi karena emosi yang sudah meluap, Vira pin menendang Bayu tepat pada benda pusaka nya. Bayu meringis kesakitan sambil memegangi Junior nya.
Vira dengan sekuat tenaga nya menyeret Miranda dari atas tempat tidur milik nya, Vira terus menyeret Miranda hingga keluar dari dalam kamar nya.
"Rumah ini milik ku, bukan milik Mas Bayu. Jadi aku yang menentukan kau tinggal di mana, berani nya kau memasuki kamar ku!" Vira mendorong tubuh Miranda dengan kasar hingga Dia terjerembab ke lantai.
Dengan langkah tertatih, Bayu pun menyusul kedua istri nya yang sudah berada di luar kamar.
"Vir, aku ini adalah pemilik rumah ini. Jadi aku yang berhak menentukan tempat nya Miranda!" Bayu berkata sambil meringis kesakitan dan masih memegangi Junior nya.
"Apa kau punya bukti jika rumah ini milik mu? Di mana sertifikat nya yang membuktikan bahwa kau adalah pemilik nya?" Tanya Vira dengan geram.
Bayu terdiam mendengar kata - kata Vira, memang benar dia tidak punya sertifikat rumah ini. Rumah ini adalah hadiah yang di berikan oleh orang tua nya Vira setelah mereka menikah.
Vira berjalan masuk kembali ke dalam kamar nya, dan dia mengambil salinan surat kepemilikan rumah ini. Vira kembali keluar dan melempar kan kertas itu tepat di wajah nya Bayu.
"Baca ini dengan baik, apakah di sini kau pemilik nya?" Bentak Vira dengan garang.
Bayu memungut kertas itu dan membaca tiap kata yang tertulis di dalam nya, mata Bayu membulat dengan sempurna saat melihat nama siapa yang tertera sebagai pemilik nya.
Nama yang tertera di sana adalah nama Mama nya Vira, Bayu sangat syok melihat nya.
"Bagai mana bisa, kan rumah ini adalah hadiah pernikahan kita. Seharus nya di sini tertera nama ku?" Bayu masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Sekarang kau sudah melihat nya siapa pemilik rumah ini. Keluar kalian dari rumah ku!" Usir Vira dengan kasar.
"Vir, maaf kan aku Vira. Jangan usir aku dari sini!" Bayu berlutut di hadapan Vira.
Dada Vira naik turun menahan emosi, bagai mana bisa baru beberapa menit yang lalu Bayu berjanji untuk mematuhi semua ucapan Vira. Tapi sekarang dengan mudah nya dia ingkar janji dan berani membawa Miranda memasuki tempat yang menjadi ranah pribadi nya.
Bayu tidak ingin keluar dari rumah ini, bisa jatuh harga diri nya di hadapan semua orang jika dia keluar dari rumah ini. Wajah nya memucat, kini amarah Vira sudah memuncak.
"Mas, kenapa bisa seperti ini?" Miranda keheranan setelah dia membaca sendiri kertas yang tadi di lempar kan oleh Vira.
"Sekarang kau tahu kan, siapa pemilik rumah ini. Laki - laki yang menikahi mu ini hanya punya isi celana nya saja, yang lain nya tidak ada!" Tegas Vira pada Miranda.
Seketika wajah Miranda langsung pias, niat nya ingin menguasai semua nya tapi malah menemui kegagalan.
tinggal usir mereka... ato jual rmhmu....
kadang cerai bukan buat anak trauma tp mntelamat kan mental. semakin berbohong nnti kl anak tau mlh tambah bikin anak gk sehat secara psikis.
🤣🤣🤣.
makane di selingkuh I krn nyatanya gk berani cerai Dr bayu kan. anak anak cm alesan bagi wanita bucin.