NovelToon NovelToon
Terpaksa Kawin Muda

Terpaksa Kawin Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rani

Dijebak oleh kakak tiri dengan seorang pemuda pada malam ulang tahun teman. Siapa sangka, orang yang satu kamar dengan dia ternyata seorang tuan muda yang paling berpengaruh di kota itu.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Ikuti terus kelanjutan kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8

Sakit ... rasanya sungguh sangat sakit. Merlin menumpahkan semua rasa sakit yang ia tahan sejak tadi di balik pintu kamarnya. Rasa kecewa, juga rasa marah karena sikap sang papa membuat ia begitu membenci keadaan rumah ini.

"Mama ... maafkan aku yang tidak bisa menepati janjiku pada mama. Aku tidak bisa menjaga papa untuk mama. Karena papa tidak sebaik ketika bersama mama dahulu." Merlin berucap sambil menangis tertunduk dengan memeluk kedua lututnya.

Beberapa saat lamanya, bunyi ketukan di pintu menyadarkan Merlin yang sedang menangis.

Awalnya, Merlin ingin mengabaikan bunyi itu. Namun, ketukan itu semakin kuat saja. Membuat Merlin tidak bisa mengabaikan bunyi itu.

"Siapa?" tanya Merlin dengan suara serak.

"Non ... ini bibi. Bik Imah, nona Merlin. Buka pintunya, Non. Bibi mau bicara."

Dengan perasaan malas, Merlin bangun. Tak lupa ia seka air mata yang mengalir di pipinya barusan. Lalu, ia buka pintu kamar yang sebelumnya tertutup rapat.

"Ada apa, Bik?"

"Nona Merlin. Maafkan bibi yang tidak bisa membela nona. Tapi, bibi mohon nona jangan bertindak nekat, ya non."

"Aku gak akan bertindak nekat kok, Bik. Bibi tenang saja. Aku tidak akan melakukan apapun yang bisa merugikan aku. Karena aku tidak akan membiarkan orang yang menyakiti aku semakin berbahagia."

"Tapi ... barusan itu bibi dengar nona bilang ... nona akan meninggalkan rumah ini. Nona juga akan memutuskan hubungan keluarga dengan mereka. Jangan pergi nona Merlin. Nona tidak akan mampu bertahan di luar sana. Karena nona anak gadis yang masih bersekolah. Tidak akan ada batas aman untuk nona. Karena nona tidak punya siapa-siapa di luar sana, non."

Bik Imah terlihat begitu tulus mencemaskan keadaan Merlin. Terlihat dari wajahnya yang begitu sedih saat mendengar ucapan Merlin yang ingin meninggalkan rumah ini dan memutuskan hubungan keluarga dengan papanya barusan.

Merlin menarik senyum getir di sudut bibirnya.

"Bik Imah, tenang saja. Aku akan baik-baik saja menjalani hidup ini. Karena hidup hanya satu kali, jadi aku pasti akan memanfaatkan hidup ini dengan sebaik mungkin."

"Tapi non ... bibi mohon, biarkan bibi ikut dengan non Merlin ya. Bibi yakin, bibi pasti bisa membantu non Merlin nantinya. Bibi janji, bibi tidak akan menyusahkan non Merlin."

"Bi ... bibi butuh gaji untuk memenuhi kebutuhan keluarga bibi di kampung. Jika ikut dengan aku, mana mungkin aku bisa mengaji bibi. Karena aku saja tidak tahu, bagaimana kehidupanku nantinya di luar sana."

Bi Imah terdiam. Iya terlihat murung sambil menundukkan kepala. Guratan wajah sedih terlihat dengan sangat jelas di wajah bi Imah sekarang.

Bi Imah adalah asisten rumah tangga yang bekerja saat Merlin masih dalam kandungan mamanya. Hingga saat ini, ia masih betah bekerja di kelurga itu karena merasa berhutang budi. Kebaikan yang mama Merlin berikan semasa dia masih hidup, membuat bi Imah merasa punya tanggung jawab untuk menjaga Merlin sekarang.

"Non ... jika nona gak ada di sini, bibi juga gak akan bekerja di rumah ini lagi. Bibi bertahan di sini itu semata-mata hanya karena non Merlin. Jika tidak, bibi lebih baik pulang ke kampung dari pada bekerja di rumah ini, Non."

Tiba-tiba, Jenny datang. Dia langsung menimpali perkataan yang bi Imah ucapkan.

"Dia gak akan bawa kamu karena dia mau nikah dengan orang kaya, bi Imah. Dia gak akan mau berbagi hidup enak dengan kamu, tahu gak?"

"Nona Jenny?"

"Mau apa kamu datang ke sini? Apa masih belum puas bersandiwara?" tanya Merlin dengan sangat kesal.

"Ih ... nada bicara kamu selalu ketus padaku, Merlin. Aku datang ke sini hanya karena perintah dari papa. Jika tidak, mana mungkin aku sudi datang menemui kamu," ucap Jenny dengan nada tak kalah kesal dengan tangan yang dia lipat kan ke dada.

"Mau apa papa minta kamu datang ke sini?"

"Papa minta kamu ke ruang tamu. Calon mertua kamu datang soalnya. Eh ... entah calon mertua, entah kamu yang akan jadi pembantu di rumah mereka. Itu juga masih belum pasti sih sebenarnya."

"Ups ... aku kecoplosan," ucap Jenny sambil menutup mulutnya dengan satu tangan. Seolah-olah, dia lupa dengan apa yang baru ia katakan.

"Eh tapi ... bohong."

"Aku berucap yang sebenarnya. Biar kamu ingat siapa kamu, dan siapa Dicky. Seharusnya kamu tidak lupa soal itu, Merlin. Karena di sekolah saja, sudah tahu bagaimana kedudukan Dicky."

"Bi ... aku ke bawah dulu. Gak papakan, kalau aku pergi sekarang?" tanya Merlin mengabaikan Jenny.

"Gak papa, Non. Nona bisa pergi sekarang."

"Baik, Bi."

Merlin langsung beranjak pergi meninggalkan Jenny. Melihat hal itu, Jenny semakin merasa kesal. "Ih ... Merlin sialan. Berani-beraninya kamu mengabaikan aku. Awas saja kamu nanti," ucap Jenny sambil menggenggam erat tangannya.

Ketika Merlin hampir sampai ke ruang tamu, dia dengan jelas mendengarkan pembicaraan papanya dengan seseorang.

"Apakah kalian benar-benar ingin memilih Merlin sebagai pasangan untuk tuan muda kalian?"

"Maksud pak Bondan apa ya?" tanya salah satu dari dua laki-laki yang ada di depan Bondan.

"Gini, aku punya dua anak gadis di rumah ini sekarang. Yang satu anak tiri ku, sedangkan yang satunya lagi, anak kandung. Cuman ... bagaimana ya aku ingin membicarakannya?"

"Maaf, pak Bondan. Kami tidak bisa memutuskan hal yang pak Bondan maksudkan itu. Karena kami hanya menjalankan tugas dari tuan besar dan tuan muda, kalau orang yang kami jemput saat ini itu namanya, nona Merlin."

"Ya-ya aku paham. Cuman ... kalian harus sabar jika putriku yang bernama Merlin ini sedikit kasar dan selalu berulah. Sangat jauh berbeda dengan putri tiri ku yang sangat lemah lembut dan penyayang."

Kedua utusan itu saling pandang. Kerena mereka tak habis pikir dengan apa yang Bondan ucapkan barusan. Dia menjelekkan anak kandung, tapi membanggakan anak tiri. Benar-benar membuat mereka salut akan sifat Bondan yang tak masuk akal sama sekali ini.

Sementara, Merlin. Dia yang mendengarkan ucapan itu semakin merasa hancur. Hatinya terasa sangat sakit. Namun, sepertinya air mata tidak mau tumpah lagi sekarang. Karena air mata sudah terkuras habis.

1
Santi
Luar biasa
Rani: makasih buanya💕💕💕🥰🥰🥰
total 1 replies
Uwie Yanti
cerita yg bagus buat remaja, Sama sekali tidak ada adegan fulgarnya.... cocok buat remaja. sesuai umur ceritanya....
Rani: uhuk.... makasih banyak yah
total 1 replies
Uwie Yanti
cih.... pengen ku bejek2 si Tora...😤😤😤😤😤
Uwie Yanti
jangan2 itu intan lagi si Mak mertuanya si Merlin...
Uwie Yanti
teman tidur Merlin.....
Uwie Yanti
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Qorie Izraini
roman2 ny kang Tio bakslan jd nech
nikah muda ny
dpt jodoh putri cengeng lagi 😁😁😁
Qorie Izraini
o..oo..
siapa dia...
Qorie Izraini
ingat batasan mu Inta..
wlu pun kau serang nyonya,
tapi kau terlalu Egois, ingin ter lalu mengatur hidup nak mu
Qorie Izraini
owalah Tora...
picik sekali pemikiran mu
toh yg buat kepurltusan dan bunuh diri kan adek mu sendiri.
tich dicky blom nogmong ke adk mu.
kenapa hrs dicky yg di salah kan atas kematian ny .
Qorie Izraini
holang kaya klu ngomong suka benar y..
uang 20 M, gak ada apa2 ny buat mereka...
ah..awaq wong misqin iki 100 rebu sdh sangat berarti 😁😁😁
Qorie Izraini
ngarep banget y ..
klu hdp Meelyn bakal sengsara
dasar emak sana anak sama aja.
sama2 gak tau diri
ini lg papa Merlyn kok bisa nuta y mata hati ny, pada anak kandung Sendiri
Qorie Izraini
kacian y...siluman eubah.
target ny salah sasaran ..😀😀😀
Dewi Ruli
baguuus...👍👍👍 bikin penasaran...semoga happy ending yaaa..😘🥰❤🌷
Ida Yato
ceritanya g monoton
pipi gemoy
waduh anak SMP Lo ini
malah bunuh diri 😱
Qaisaa Nazarudin
Kamu gak perlu merasa berdosa seperti itu Merlin,Orang seperti mereka itu mmg harus kamu lawan,Jangan jadi lemah..Ayo Merlin kamu pasti bisa..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus menyalahkan orang lain atas kekonyolan dan kebegoan adek kamu sendiri..!!🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Astaga hanya karena cinta ditolak dan hanya karena lelaki sampai segitunya,Kamu itu masih kecil dek,harusnya kamu itu mengejar impian dan cita2 kamu,Bukan malah mengejar cinta 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Noh ternyata bukan salah Dicky nih,udah ditolak secara halus,Tora dan adeknya yg ngenyel dan maksa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!