NovelToon NovelToon
Wajah Lain Di Balik Topeng

Wajah Lain Di Balik Topeng

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Putri asli/palsu / Fantasi Wanita
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Apa yang kalian pikirkan tentang putri tertukar? Sang putri asli menderita? Oh kalian salah tentang Aurora Bellazena, gadis cantik bermata Dark Hazel itu adalah putri kandung yang tertukar. Kesalahan pihak rumah sakit membuat Aurora tertukar dengan Anjani Harvey.
Kembali ke rumah keluarga asli tak membuat Aurora di cintai. Namun, apa ia peduli? Tentu tidak ia hanya butuh status untuk menutup sesuatu yang berbahaya dalam dirinya, siapa Aurora sebenarnya? Ikuti perjalanan gadis cantik bermata Drak Hazel itu dalam novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

  Setelah kejadian itu tak ada pembahasan berarti dan Aurora pun tidak ada niat untuk memulai pembicaraan.

  "Jani," panggilan datang dari Baskara.

  Pria paruh baya itu sudah selesai makan malam, dia menatap Anjani intens dan akhirnya membuka suara sebagai memulai obrolan di ruang makan.

  "Iya, Pa, ada apa?" tanya Anjani, dia meletakkan sendok dan garpunya sebab ia sendiri sudah selesai makan malam.

  "Ikut Papa ke ruang keluarga, sekarang!" ujarnya tegas, sambil bangun meninggalkan ruang makan yang masih di penuhi hidangan mewah nan menggugah selera.

  Tangan Anjani mengepal, dia menggeram pelan dan mengumpat dalam hati, sebab masalah yang di timbulkan kali ini karena kedatangan Aurora.‘Sialan!’

  “Kamu di panggil Papa Anjani, kenapa masih diam?” suara Kaynen menegur Anjani yang malah diam setelah Sang Papa berlalu sudah lebih dari lima menit yang lalu.

  “Maaf, Kak,” kata Anjani. Dia menunduk dan seperti merasa bersalah.

  Anjani bangun, wajahnya menunduk, dia pura-pura menyesal dan merasa tak enak. Walaupun dalam hati ia sebenarnya kesal.

  Anjani berlalu meninggalkan ruang makan untuk menuju ruang keluarga sesuai perintah dari Baskara.

  "Rora," panggilan dari Adeline membuat Aurora menoleh cepat.

  Di keluarga ini walaupun mereka seperti tak suka padanya. Tapi ya dirinya masih nampak beruntung sebab masih ada Baskara juga Adeline yang jelas menganggapnya sebagai putri kandung.

  "Iya, Mama," sahut Aurora, suaranya lembut, mendayu dan terdengar polos.

  "Makan yang banyak, kau tampak kurus," kata Adeline, wajahnya menunjukkan kesedihan.

  "Aku sudah kenyang, Ma, dan bolehkah aku kembali ke kamar?" izinnya.

  "Baiklah, kamu bisa kembali ke kamar!" Adeline setuju, dia mengerti perasaan Aurora yang seperti masih canggung di rumah ini.

  Kepergian Aurora di tatap oleh ketiganya, dengan pandangan yang berbeda-beda dan hati yang berbeda pula.

  "Habis makan langsung masuk kamar, dasar pemalas!" Aruna mencibir dan itu mengalihkan fokus Adeline juga Kaynen yang masih berada di sana.

  "Runa, jangan bicara sembarangan, kau tahu bagaimana pun dia adalah adik kandung mu!" Adeline memberikan peringatan telak. Dia tak suka mendengar ucapan seperti pilih kasih dari Aruna pada Aurora.

  "Dia memang pemalas, Ma, lalu apa aku salah? Dia kampungan," balasnya sinis, dia tak suka Aurora. Karena gadis itu nampak tak pantas masuk ke dalam rumah Harvey.

  "Dia adikmu, Runa, Mama tidak ingin kamu bicara buruk tentang adikmu. Apa kamu paham?" Adeline menegaskan dan Aruna hanya bisa pasrah walaupun ia enggan.

...****************...

Sedangkan di ruang keluarga.

  "Pa, ada apa sebenarnya?" tanya Anjani tak sabar, ini pertama kalinya ia di panggil secara pribadi oleh sang Papa.

  Sebelum menjawab pertanyaan Anjani. Baskara justru melirik dan melihat Aurora akan naik ke lantai dua, "Aurora, kemari!" panggilnya pelan.

  Aurora yang kakinya akan menapak tangga hanya bisa mengurungkan niatnya, dia akhirnya berjalan mendekat pada sosok kedua orang yang duduk berhadapan di depan meja kaca mewah ruang tamu milik Harvey.

  "Duduk Aurora!" perintah Baskara.

  Aurora tak mengatakan apapun, dia berusaha menurut layaknya gadis baik yang perhatian.

  Keterdiaman Baskara membuat Anjani takut, tubuhnya agak gemetar kecil dengan jantung yang berdetak tak terkendali.

  Sedangkan Aurora hanya tenang, dia biasa saja dan patuh seperti gadis polos yang tak tahu apapun.

  Malam itu seperti tak ada bintang, semua gelap gulita dan cahaya tidak ada sedikitpun.

  "Aurora, Anjani!" panggil Baskara.

  Keduanya mendongak secara bersamaan. Baskara jelas melihat Aurora tenang, sedangkan Anjani seperti ketakutan.

  "Papa mau bicara apa?" tanya Anjani memberanikan diri.

  "Kamu tahu apa kesalahan kamu, Anjani?" Baskara bertanya tegas, penuh tuntutan agar Anjani jujur.

  "Iya, aku tahu," angguk Anjani,"Tapi jelas ini juga salah Aurora, Papa!" tudingnya dengan telunjuk mengarah pada sosok Aurora.

  "Kenapa jadi salahku? Jelas ini kan karena kamu sendiri yang mencari masalah," jawab Aurora, dia tak mau di salahkan, jangan pikir karena dia tinggal di kampung ia takut pada Anjani.

  "Papa lihatkan? Dia gadis kampung yang tak punya sopan santun!" kesal Anjani.

  "Aku memang kampung, tapi setidaknya aku lah putri asli dari Harvey! Sedangkan kau?" Aurora menelisik penampilan Anjani dari atas sampai bawah, "Tak lebih dari putri tertukar," imbuhnya.

  "Kamu ...?" tunjuk Anjani, wajahnya memerah menahan amarah.

  Aurora tak peduli, dia nampak acuh dengan jari-jari yang sibuk membersihkan kuku di tangan-tangan indahnya.

  "Sudah!" bentak Baskara.

  Anjani langsung diam, sedangkan Aurora tak lagi menyindir terus, Anjani pikir karena dia dari kampung maka ia bisa di hina terus menerus begitu? Jangan salah Aurora bukan orang yang mau di hina, karena bagaimana pun ialah putri asli dari Harvey.

  "Jika Papa tak ada niat untuk bicara, maka aku akan kembali ke kamar," pamit Aurora, dia bangun. Namun, Baskara mencegah cepat.

  "Duduk, Rora!" tegasnya tanpa mau di bantah.

  Sekarang di sana ada Adeline, Aruna dan Kaynen yang juga akan mendengar sesuatu yang akan sang papa bicarakan dengan Aurora dan Anjani.

  "Papa meminta kalian untuk duduk di sini karena ada yang mau Papa bicarakan!" suara Baskara mengalun tegas di ruang keluarga mewah kediaman Harvey.

"Papa mau bicara apa?" tanya Anjani, dia yang jelas penasaran.

"Papa akan memberikan fasilitas lengkap untuk Aurora," kata Baskara dan itu membuat Anjani mendelik.

  Dia ingin protes. Namun, jika ia lakukan itu maka dirinya yakin semua orang di rumah ini akan semakin marah dan berakhir ia di bedakan dari Aurora.

  'Sialan!' umpatnya dalam hati.

  "Sedangkan kabar kedua," Baskara kembali bicara.

  "Apa Pa?" kali ini Aruna yang jelas penasaran.

  "Besok malam keluarga Draco akan mengundang kita ke acara makan malam mewah untuk acara amal, dan Papa mau kalian persiapkan diri untuk acara itu!" tegas Baskara.

  Binar indah jelas terlihat di mata Anjani, dia sejak dulu memang berniat ingin masuk ke keluarga kelas Atas seperti Draco, dan jalan itu di permulus karena perjodohan antar keluarga, dia akan membujuk Papa dan Mamanya untuk membahas soal perjodohan itu saat acara makan malam amal.

  'Arion Draco harus aku dapatkan!' batin Anjani dengan penuh keteguhan dan rasa keinginan yang menggebu.

1
MataPanda?_
terus kak semangat trus..
selalu d berikan kesehatan😄
Senjaku02: Aamiin. terimakasih ☺️
total 1 replies
MataPanda?_
trus semangat kak up banyak"😄
Senjaku02: siap🫡
total 1 replies
Nadira ST
🥰🥰🥰🥰🥰🥰💪💪💪💪💪💪💪
Nadira ST
kereeennnn🥰🥰🥰🥰🥰🥰💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕
Allea
kirain mo bilang besok kamu akan dikembalikan ke keluarga kandungmu ternyata bukan
Allea
maaf thor drak hazel apa dark hazel
Senjaku02: dark hazel. maaf kalau typo😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!