NovelToon NovelToon
Penjelajah Ghaib [Perkumpulan Pawang Ghaib] ~ [SEASON 2]

Penjelajah Ghaib [Perkumpulan Pawang Ghaib] ~ [SEASON 2]

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Matabatin / Misteri / Tumbal / Hantu / Kumpulan Cerita Horror
Popularitas:49k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Setelah dokumentasi ekspedisi mereka melesat ke permukaan dan menjadi perbincangan dunia, nama "Gautama Family" bukan lagi sekadar nama keluarga biasa.

Mereka kini menjadi tujuan akhir bagi mereka yang sukmanya tersesat di tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh akal manusia.

Kelahiran Arka Kumitir Gautama, bayi yang lahir tepat di ambang batas kematian semalam, membawa aura baru sekaligus beban yang lebih berat bagi keluarga ini.

Namun, di balik kebahagiaan itu, sebuah panggilan pahit datang dari benua lain. Ada raga-raga yang terbaring kaku; tubuh mereka masih di sini, namun sukma mereka telah didekap habis oleh kegelapan alam sebelah.

.Kalian akan kembali mendengar suara teriakan, tangisan, dan jeritan dari sudut-sudut bumi yang paling sunyi. Ekspedisi ini akan terus berjalan hingga waktu memaksa mereka untuk berhenti.


[Saya sarankan baca Season 1, supaya lebih mengenal kemampuan dan karakter keluarga Gautama]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 030 : Black Eyed Children Hinterkaifeckt (Based On A True Story)

Langkah kaki Adio terdengar mantap di atas lantai kayu kedai kopi bernuansa kolonial di Malang itu.

Udara pegunungan yang sejuk menyusup lewat jendela-jendela besar, namun suasana di dalam ruangan terasa jauh lebih berat.

Adio mendorong kursi roda Rachel dengan penuh kehati-hatian, seolah setiap jengkal lantai yang tidak rata adalah ancaman bagi kenyamanan wanita di depannya.

Di pojok ruangan, Sarah berdiri dengan wajah yang mendadak cerah. Begitu Adio mendekat, tanpa aba-aba, Sarah langsung menghambur dan memeluk Adio dengan sangat erat untuk menyambutnya.

"Adio... aku merindukanmu. Sangat merindukanmu selama ini," bisik Sarah, memejamkan mata seolah ingin menghentikan waktu.

Adio tersentak. Ia segera mendorong bahu Sarah pelan untuk melepaskan pelukan itu, lalu mengangguk singkat sebagai tanda hormat yang berjarak. Tatapan Adio dingin, tidak ada binar kerinduan yang sama di sana.

"Apa yang membuat kamu repot-repot datang jauh kemari, Sarah?" tanya Adio langsung pada intinya.

Sarah tertegun, raut kecewa sempat melintas sebelum ia mengalihkan pandangannya ke arah Rachel.

Sarah kemudian berjongkok, mencoba menyamakan tingginya dengan Rachel yang duduk di kursi roda.

Rachel hanya menatapnya diam, wajahnya tenang seperti permukaan telaga yang dalam, namun penuh dengan tanda tanya yang tak terucap.

Ketika kedua telapak tangan Sarah menyentuh lutut Rachel untuk mencari simpati, sebuah ledakan penglihatan menghantam batin sang cenayang.

Namun, Rachel tidak tersentak seperti amatir. Ia membiarkan arus penglihatan itu mengalir: suara tangisan yang menyayat, sosok pria muda yang meringkuk ketakutan di sudut ruangan gelap, serta bayangan-bayangan hitam bermata pekat yang mengintai dari balik jeruji mental.

Begitu Sarah melepaskan tangannya, Rachel menatap Sarah lekat-lekat. Sorot matanya kini tajam dan menuntut jawaban.

"Ada apa?" tanya Rachel singkat. Suaranya rendah namun berwibawa.

Sarah tersentak, menyadari sorot mata Rachel yang berubah drastis padanya. Rumor tentang gadis Gautama yang bukan manusia biasa sepertinya memang nyata.

"Anda..." Sarah memulai dengan ragu.

"Sarah, bisa kita duduk dulu? Calon istriku tidak nyaman jika berada di sini. Mari kita berbicara setelah memesan kopi atau hidangan kecil!" tutur Adio tegas.

Kedua tangannya sudah bersiap mendorong kursi roda Rachel menuju meja yang lebih privat.

Rachel tersenyum tipis mendengar kata "calon istri" yang diucapkan Adio dengan begitu lantang.

Itu adalah pernyataan wilayah yang tak terbantahkan. Sarah mendongak ke arah Adio, menaikkan salah satu alisnya seolah tak percaya.

"Calon istri?" tanya Sarah dengan nada yang sedikit bergetar.

Adio mengangguk mantap. Sarah kemudian menatap Rachel kembali, kali ini dengan sorot mata yang mengandung penilaian sinis.

'Sepertinya sudah terlalu lama aku meninggalkannya. Tapi, kenapa seleranya jatuh ke orang cacat?' batin Sarah getir, meski wajahnya dipaksakan untuk tetap terlihat prihatin.

Mereka bertiga akhirnya duduk mengelilingi meja kayu bundar. Setelah kopi dan hidangan kecil tersaji, Rachel tidak membiarkan suasana cair begitu saja.

Ia meminta izin untuk memegang tangan Sarah secara sengaja, dan begitu kulit mereka bersentuhan, Rachel membiarkan seluruh memori itu tersingkap melalui POV masa lalu Kevin yang terbawa dalam energi Sarah.

Rachel melihat Kevin, pemuda cerdas yang seharusnya menjadi dokter, sedang berada di hamparan salju Waidhofen, Jerman.

Ia melihat Kevin mengikuti jejak kaki anak-anak di tengah badai salju, masuk ke sebuah gudang tua, dan menemukan sosok anak laki-laki bermata hitam pekat yang meminta "izin" untuk masuk.

Rachel melihat bagaimana frekuensi radio yang digunakan Kevin untuk riset justru menjadi jembatan bagi entitas itu untuk menghancurkan kewarasannya.

Rachel melepaskan tangan Sarah dengan gerakan yang sangat halus. Ia memperbaiki posisi duduknya, tetap tenang dan berwibawa.

"Kevin bukan gila, Sarah," ucap Rachel, suaranya jernih dan datar.

"Dia terjebak dalam jebakan Black Eyed Children. Mereka menggunakan frekuensi riset adikmu sebagai 'kabel' untuk merambat masuk ke duniamu."

Sarah terpaku, matanya berkaca-kaca mendengarkan penjelasan yang terdengar seperti omong kosong medis itu.

"Lalu kenapa Kevin terus menyebut nama Adio?"

"Karena di dalam frekuensi itu, ada jejak memori tentang seseorang yang dianggap Kevin sebagai pahlawan," Rachel melirik Adio, lalu kembali menatap Sarah.

"Tapi sekarang, frekuensi itu sudah berubah menjadi umpan. Mereka ingin memancing kita ke sana untuk mendapatkan 'izin' masuk yang lebih permanen ke dunia manusia."

Sarah terdiam sejenak. Ia menaikkan salah satu alisnya, lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi dengan gestur skeptis.

"Sebenarnya aku tidak terlalu percaya hal sekonyol ini!" ujar Sarah ketus.

Pernyataan itu membuat Adio menyipitkan kedua matanya. Ia merasa heran, jika Sarah tidak percaya pada hal mistis, untuk apa dia jauh-jauh mencari Rachel yang jelas-jelas seorang cenayang?

Sarah mendongak kembali, menatap Rachel dan Adio bergantian.

"Aku sangat sayang sama Kevin, bisakah kalian menolongnya? Aku akan memberikan penerbangan gratis untuk kalian ke Jerman. Asalkan adikku kembali!" tutur Sarah penuh harap.

Rachel tersenyum tipis, sorot matanya mengandung kebijaksanaan yang melampaui usianya.

"Ada beberapa hal memang di dunia ini yang sama sekali tidak bisa dijelaskan oleh akal dan logika. Salah satunya adalah... Alam Sebelah," tutur Rachel.

Pertemuan itu berakhir setelah matahari mulai condong ke barat. Saat mereka tiba di parkiran kedai kopi, Rachel bersiap untuk masuk ke dalam mobil. Namun, Sarah tiba-tiba menyela dengan sikap yang kurang sopan.

"Boleh aku duduk di depan? Aku ingin berbicara dengan Adio," ujar Sarah tanpa memandang Rachel.

Rachel hanya mengangguk pelan, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan ketersinggungan.

"Terserah apa kata Adio saja," jawab Rachel tenang.

Namun, Adio yang saat itu sedang memegang gagang pintu mobil tampak tak terima.

Ketika Rachel hendak memutar roda kursi rodanya untuk mundur dan memberikan jalan bagi Sarah, Adio dengan sigap menahan kursi roda itu. Ia menatap lurus ke arah Sarah dengan tatapan yang sangat tegas.

"Sudah sepantasnya jika Rachel duduk di depan bersamaku. Karena dia kekasihku!" ucap Adio telak.

Sarah tertegun, bibirnya terkatup rapat mendengar penegasan itu. Ia hanya bisa berdiri mematung saat melihat betapa lembutnya Adio memperlakukan Rachel.

Adio membungkuk, menggendong Rachel dengan sangat hati-hati, memasukkannya ke dalam mobil, dan memastikan posisi duduk kekasihnya itu sudah nyaman. Setelah dirasa sempurna, Adio menutup pintu mobil dengan pelan.

Ia lalu berbalik menatap Sarah yang masih berdiri getir.

"Silakan duduk di belakang, Sarah! Kami ke sini hanya memenuhi undanganmu dan ya, juga karena ingin memberikan bantuan padamu," ujar Adio singkat.

Adio beralih ke pintu sebelah, membukanya, lalu duduk di kursi pengemudi.

Sarah hanya bisa menelan kepahitannya, menuruti kata-kata Adio dan duduk di kursi belakang dengan perasaan yang berkecamuk.

1
Ela Jutek
uh seru seru buruan Hel, ada mainan baru loh
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Haduhh... Ikut dag dig dug aku, moga aja bantuan datang tepat waktu
🥑⃟ᄂ⃟ᙚRahma💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
semoga Rachel tiba tepat waktu. serem banget sih
PrettyDuck
biasanya aku gak terlalu engaged sama cerita horor.
tapi kisah ini beda. author pinter banget ngebangun suasana sampe pembaca ikut tegang dan gak bisa berhenti ngikutin tiap adegan bareng tokoh2nya.
keren banget torrr 👌
putri bungsu
bandel ini anak satu emang, sabar ya Adio
Peri Cecilia
sial, makin kesini makin kerasa😭
Peri Cecilia
kebaca dalam hati gapapa kan🗿
Jing_Jing22
sweet banget sihh🤧
Jing_Jing22
pasangan ter-favorite ku di cerita ini🫶🫶🫶
Jing_Jing22
ada aja celetuk nya pram😂😂😂
Bambang Hermanto
serem banget. saking banyaknya mayat bisa jadi tanah pijakan.
Bambang Hermanto
samudra mematuhi kehendakku
Bambang Hermanto
wihh ilusinya sama kuatnya kek karakter Huli Jing di novelku/Proud//Proud/
Bambang Hermanto
langsung refleks megang perut 😭😭
❤️⃟WᵃfᏞιͣҽᷠαͥnᷝαͣ༄⃞⃟⚡
wah gagal teguh mau hibernasi ehh ada tugas mendadak 🤭🤭
duh gemesin si arka tau2an Rachel ada didepan
❤️⃟WᵃfᏞιͣҽᷠαͥnᷝαͣ༄⃞⃟⚡
ngeri woii kalo jadi aelke jelas aja dia ketakutan.
untung yg hampir nabrak Aldo jadi seenggaknya kamu sedikit aman sekarang
❤️⃟WᵃfᏞιͣҽᷠαͥnᷝαͣ༄⃞⃟⚡
wkwkwk Adio ihh nyuri kesempatan lagi yaa 🤣🤣
❤️⃟WᵃfᏞιͣҽᷠαͥnᷝαͣ༄⃞⃟⚡
pas baca judulnya udh penasaran siapa lagi arwah nya , oh Bagus lah kalo ternyata orang tuamu tami
❤️⃟WᵃfᏞιͣҽᷠαͥnᷝαͣ༄⃞⃟⚡
yeee akhirnya cak Dika melakukan niatnya buat ngelamar rara🤭🤭
wah kemana pak dokter sama pasiennya 😄
etdah Tami kamu yaa blak2an banget
❤️⃟WᵃfᏞιͣҽᷠαͥnᷝαͣ༄⃞⃟⚡
aihh habis adegan tegang menegangkan plus serem dikasih yang manis2 gini meleleh lahh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!