Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari tiri nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.
Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 3 : Anak Angkat
Episode 3: Anak Angkat
Happy Reading 🤗
.
.
.
Suara derit pintu kayu yang sudah tua mengejutkan Xiao Xiao dari lamunannya. Mao kembali dengan membawa baskom berisi air hangat yang uapnya mengepul tipis, kontras dengan suhu udara kamar yang menusuk tulang.
"Nona, mari saya bersihkan luka-lukanya," bisik Mao dengan mata sembap. Jemarinya yang gemetar memeras kain, lalu perlahan menyentuh bahu Xiao Xiao yang membiru.
Xiao Xiao meringis kecil. Rasa perih itu nyata. Ini bukan mimpi. Ia benar-benar berada di tubuh seorang gadis malang yang hanya dianggap sebagai 'ban serep' oleh keluarga Jenderal Liu.
"Mao," panggil Xiao Xiao tenang, matanya menatap lurus ke arah jendela yang tertutup salju. "Kapan pernikahan itu akan dilaksanakan?"
Tangan Mao terhenti. Ia menunduk dalam, butiran air mata jatuh ke dalam baskom. "Tiga hari lagi, Nona. Nyonya Besar sudah memesan gaun merah yang indah... tapi semua orang tahu, gaun itu adalah jerat leher bagi Anda. Pangeran Keempat, Pangeran Wang Zhi Chen, konon wajahnya rusak akibat kutukan dan perang. Tabiatnya pun kabarnya sangat kejam."
"Biarkan saja," gumam Xiao Xiao. "Lebih baik menikah dengan pangeran yang dianggap monster daripada tetap tinggal di rumah yang penuh dengan iblis berwajah malaikat."
Tiba-tiba, pintu kamar ditendang terbuka dengan kasar.
BRAK!
Seorang wanita paruh baya dengan pakaian sutra mewah dan konde emas yang mencolok melangkah masuk. Di belakangnya, seorang gadis cantik dengan wajah angkuh—Liu Xiu—mengekor sambil menutup hidung dengan sapu tangan sutra, seolah udara di kamar Xiao Xiao sangat busuk.
"Baguslah kau sudah sadar, Anak Tak Tahu Untung!" seru Nyonya Liu Yu dengan suara melengking.
Xiao Xiao tidak bergeming. Ia hanya melirik dingin ke arah ibu angkatnya itu. Tatapan matanya yang tajam dan berwibawa—membuat Nyonya Liu sempat tertegun sejenak. Xiao Xiao yang lama biasanya akan langsung bersujud memohon ampun, tapi gadis di depannya ini terlihat sangat berbeda.
"Ibu," sahut Xiao Xiao pendek.
"Jangan panggil aku Ibu dengan mulut kotor itu!" bentak Nyonya Liu.
"Dengar, Xiao Xiao. Kau harus bersyukur. Meski kau hanya anak petani yang kami pungut dari selokan, kami masih memberimu kehormatan untuk menjadi istri seorang Pangeran. Kau akan menjadi Putri, posisi yang bahkan tidak pernah diimpikan oleh leluhurmu!"
Liu Xiu melangkah maju, menatap Xiao Xiao dengan pandangan menghina. "Benar, Kakak. Pangeran Wang Zhi Chen mungkin sedikit... berbeda. Tapi setidaknya kau tidak akan kelaparan. Lagipula, wajahmu yang membosankan itu sangat cocok bersanding dengan wajah rusaknya. Kalian pasangan yang serasi."
Xiao Xiao bangkit berdiri perlahan. Meski tubuhnya masih lemas, ia berdiri tegak dengan dagu terangkat. Ia berjalan mendekati Liu Xiu hingga jarak mereka hanya beberapa senti.
"Jika posisi itu begitu terhormat, mengapa kau tidak mengambilnya sendiri, Adikku yang cantik?" tanya Xiao Xiao dengan nada rendah yang mengintimidasi.
Liu Xiu tersentak mundur, wajahnya memucat karena terkejut melihat keberanian Xiao Xiao. "K-kau! Beraninya kau melawan!"
"Cukup!" Nyonya Liu menampar meja kayu di dekatnya. "Keputusan sudah bulat. Kau akan masuk tandu pengantin tiga hari lagi. Jika kau mencoba melarikan diri atau merusak rencana ini, nyawa pelayan kecilmu ini yang akan menjadi taruhannya!"
Nyonya Liu menunjuk Mao yang langsung bersujud ketakutan di lantai.
Setelah melemparkan ancaman itu, kedua wanita tersebut pergi dengan langkah angkuh. Kamar kembali hening, menyisakan Xiao Xiao yang mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Paman Ping...kenapa aku bisa disini?"Ia menuntut penjelasan. Menatap langit langit kamar yang penuh jaring laba-laba.
Xiao Xiao beralih ke telapak tangannya. Di sana, samar-samar muncul tanda lahir berbentuk garis biru kecil yang bercahaya redup lalu menghilang. Ia tahu, mulai saat ini, ia bukan lagi Xiao Xiao yang lemah. Ia adalah Shen Kuo Yu yang pernah memimpin bisnis bernilai milyaran.
"Pangeran Buruk Rupa, ya?" Xiao Xiao menyeringai.
***
[Bersambung ke Episode 4]
Happy Reading 🤗
Mohon Dukungan untuk:
● Like
● Komen
● Subscribe
● Ikuti Penulis
Terimakasih 🥰
Kalo banyak yang suka, lanjut sampe tamat. komen ya...