NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Mantan

Terpaksa Menikah Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tianse Prln

TERPAKSA MENIKAH DENGAN MANTAN—BALIK LAGI! SKUY BACA!

~•••~

Bagi Risa, Juna adalah pria yang tidak seharusnya ada di bumi ini. Selama sisa hidupnya, Risa berharap tidak pernah bertemu dengan Juna lagi.

Tapi, apalah daya Risa ketika takdir berkata lain. Ternyata ayah Risa dan ayah Juna adalah teman dekat, kedua pria paruh baya itu membuat sebuah perjanjian yang teramat kuno di jaman modern ini.

Sebuah perjanjian yang menjadikan Risa sebagai korban perjodohan.

Perjodohan, dimana Risa harus menikah dengan mantan pacar yang sangat di bencinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tianse Prln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Sebelum Pernikahan (bagian dua)

“Ck, akhirnya ketemu juga.” ucap Juna setelah ia sampai dihadapan seorang pria yang beda umur dua tahun darinya.

Juna berhenti tepat di hadapan Aro, kakak dari mantan pacarnya dan juga calon istrinya dalam hitungan beberapa jam kedepan.

“Ada apa mencariku?” tanya Aro, tidak ada basa-basi lagi.

“Bukan aku yang mencarimu. Tapi orangtuamu.” kata Juna.

“Orangtuaku?” tanya Aro yang tidak paham dengan maksud Juna.

“Maaf ya kak, Aku ini bukan tipe orang yang suka jelasin sesuatu dengan panjang lebar.” ujar Juna.

“Oh, kalau gitu katakan saja intinya. Aku juga bukan tipe orang yang suka mendengarkan suatu penjelasan dengan panjang lebar, itu buang-buang waktu.” balas Aro, tidak kalah sinis.

Dalam diam, Juna menggerakkan gigi-giginya, merasa kesal dengan pria yang lebih tua dua tahun darinya itu.

Sialan. Sabar, kamu harus sabar Juna. — batin Juna.

“Coba kak Aro buka handphone, terus jawab panggilan dari orangtua kakak. Jangan sampai aku harus susah payah lagi mencarimu.” kata Juna dengan raut wajah kesalnya.

Aro mengabaikan tatapan kesal yang calon adik iparnya itu lemparkan padanya. Aro memilih untuk segera mengambil ponselnya yang ia simpan di dalam saku jubah dokternya.

“Loh, kok mati?!” ucap Aro yang tampak menatap ponselnya dengan raut wajah herannya.

“Ck, pantes aja enggak bisa dihubungi. Ya udahlah, aku katakan saja langsung. Risa, gadis itu enggak mau makan kalau salah satu dari kalian enggak pulang, itu kata mama kamu.” ujar Juna.

“Ha?”

“Ssss... hell! Ngeselin banget responnya.” desis Juna.

“Keparat, makanya kamu itu kalau jelasin yang bener, maksudnya gimana? Risa kenapa sampai enggak mau makan cuma karena aku enggak pulang? Biasanya juga walaupun aku enggak pulang ke rumah selama seminggu, dia masa bodoh aja. Kenapa sekarang jadi gini?” tanya Aro.

“Itu karena dirumah calon kakak— ”

“Eh tunggu tunggu, bisa enggak kamu stop manggil aku calon kakak ipar terus. Sakit telinga aku dengernya.” ujar Aro.

Brengsek! Kalau aja dia enggak lebih tua dari aku, dan juga bukan calon kakak iparku, udah aku pastiin mulutnya itu enggak bakal bisa dibuka lagi karena bakalan aku jahit pakai benang operasi. — batin Juna yang kesal.

“Dokter Alvaro yang terhormat. Risa enggak mau makan karena orangtua anda dan juga anda, tidak ada satupun dari kalian yang pulang ke rumah. Padahal besok kan hari pernikahannya.” ujar Juna, menahan emosinya.

“Oh iya, kamu kan sama Risa besok udah nikah. Tapi— kenapa kamu masih ada dirumah sakit? Kamu masih kerja ya?! Enggak ada niat buat ambil cuti?! Padahal besok udah mau nikah sama Risa?! Tapi enggak ambil cuti libur buat quality time sama istri. Kamu jadi pria kejam banget sih.” kata Aro.

Juna menghela nafasnya, pria itu tampak mengusap wajahnya kasar. Ternyata sang kakak lebih merepotkan daripada adiknya, pikir Juna.

“Emangnya aku ini kelihatan kayak orang yang lagi mau kerja? Lihat apa yang aku pakai? Aku enggak ada pakek baju dokter atau pakaian formal. Aku kesini juga cuma mau ngasih tau ke dokter Alvaro yang terhormat untuk segera pulang ke rumahnya.” kata Juna dengan senyum yang dipaksakan ramah.

“Makanya lain kali itu handphone di charger sampai penuh, biar enggak ngerepotin orang lain yang harus dateng jauh-jauh kesini cuma nyuruh dokter Alvaro yang terhormat ini untuk pulang.” sambungnya lagi.

“Oh.” jawab Aro singkat, membuat Juna terdengar menghembuskan nafas kesalnya, menahan diri untuk tidak meledak saat itu juga.

“Kamu kan calon suaminya, besok malam, Risa juga udah jadi tanggung jawab kamu. Kenapa enggak kamu aja yang dateng ke rumah kami terus bujuk dia?” kata Aro.

“Cih, kakak macam apa yang dengan sukarela ngasih adeknya ke raja singa.” cibir Juna.

Aro menanggapinya dengan decihan, ia menatap Juna dari atas sampai ke bawah, seperti seorang juri fashion yang sedang menilai penampilan pesertanya.

“Apa lihat-lihat?” tanya Juna, merasa tidak nyaman dengan cara pandang calon kakak iparnya itu.

“Kamu bilang dirimu itu singa? Ck, singa apanya. Kamu itu lebih mirip kucing jantan yang liar, deketin betina sana sini tapi enggak mau tanggung jawab, dasar gak tahu malu.” ujar Aro yang kemudian berbalik dari hadapan Juna, dan kembali fokus pada pasiennya.

“Ku—kucing jantan?! Liar?! Gak tahu malu?! Sialan, heh! Dok— ”

“Sssttt... mending kamu cepetan pergi ke rumah kami, terus bujuk Risa. Kalau enggak aku laporin ke ayah kamu loh. Kamu emang mau kena hukuman dari ayah kamu yang notabenenya pimpinan rumah sakit ini?” tanya Aro dengan ancamannya.

Astaga! Lama-lama aku bisa mati stress kalau terus ada di dekat pria ini. Mulutnya itu tajem banget, lebih tajem dari adeknya. Sumpah ngeselin. — batin Juna.

“Kenapa masih diem aja? Aku laporin sekarang loh.” ucap Aro.

“Persetan dengan tukang adu seperti anda ini. Lagian yang di suruh bujuk Risa itu anda, bukannya saya. Saya disini hanya sebagai pembawa pesan saja, anda paham? Kalau begitu, saya pergi.”

“Ya, pergi saja kalau enggak percaya aku bakal laporin kamu ke om Henry.” kata Aro yang spontan langsung membuat Juna menghentikan langkahnya.

“Oke oke, aku pergi ke rumah kalian, puas?!” ujar Juna yang mampu membuat semua orang di bagian sisi kiri unit gawat darurat itu mendengar perkataannya.

“Bagus.” ucap Aro lirih, sembari tersenyum lebar memandangi punggung Juna yang perlahan lenyap dari pandangannya.

•••

“Nona Risa, ayo dong buka pintunya. Sebentar lagi nyonya sama tuan pulang kok, jadi nona jangan ngurung diri di dalam kamar lagi ya. Ayo nona, bibi mohon, nona buka pintunya.” ujar bi Asih, masih belum menyerah untuk membujuk Risa.

“Bi Asih udah deh, bibi nyerah aja, Risa enggak akan mau keluar. Biarin Risa di dalem sini sampai tua terus mati disini.” kata Risa yang hanya asal bicara.

“Ya ampun nona Risa, nona jangan ngomong gitu dong, bibi jadi khawatir.” ujar bi Asih yang semakin menggedor pintu kamar Risa.

“Risa, kamu kalau mau mati ya mati aja, tapi jangan buat orang lain panik sampai kayak gini, kasian pembantu rumah tangga kamu ini." kata seseorang yang Risa yakini itu adalah suara dari pria yang paling ia benci di muka bumi ini.

“Juna? Itu kamu?!” tanya Risa, memastikan apakah dugaannya benar atau salah.

“Iya, kenapa? Seneng ya aku datengin kamu?” kata Juna dari luar kamar Risa.

“Seneng apanya?! Kedatangan kamu itu ibarat hantu, enggak di undang tapi asal dateng, bikin ngeri orang. Pergi sana!” ujar Risa.

Setelah Risa mengatakan kalimat itu, tidak ada lagi suara yang ia dengar. Bahkan bi Asih pun sepertinya sudah pergi.

Loh kok senyap? Udah pada pergi ya?! Atau lagi jebak aku? Biar aku penasaran terus keluar buka pintu? Tapi untuk apa jebak aku, enggak guna.

Beberapa menit berlalu, tapi tidak ada tanda-tanda orang yang mengetuk pintu kamarnya lagi. Risa pun semakin heran, tapi ia mencoba mengabaikannya. Lagipula, dengan begini, ia akhirnya bisa tidur dengan tenang.

Risa turun dari tempat tidurnya, berniat untuk mematikan sakelar lampu yang ada di dekat pintu kamarnya.

Setelah mematikan lampu kamar itu, Risa berjalan kembali ke arah tempar tidurnya. Namun kemudian, sebuah suara seperti jendela kamar yang di buka membuat Risa berjengkit kaget, ia pun segera mengambil posisi siaga.

Pikiran Risa hanya ada dua saat ini, kalau itu maling, ia akan bertindak dengan teknik silatnya, tapi kalau itu hantu, ia sudah bersiap diri untuk berteriak kencang.

“Siapa disana?” tanya Risa.

“Risa.” sebuah suara yang seperti bisikan sangat jelas terdengar dari arah belakangnya, membuat Risa merasa merinding disekujur tubuhnya.

“Huaaaaaaaa...” teriak Risa, sekuat mungkin, tidak peduli walaupun ia tahu kalau teriakkannya itu hanya seperti sebuah suara kentut yang tertahan, karena kamar Risa itu sebenarnya kedap suara.

Beberapa detik Risa berteriak, tak lama kemudian, lampu kamarnya tiba-tiba menyala, membuat Risa mau tak mau membuka matanya dan akhirnya berhenti berteriak.

“Berisik.” ucap Juna yang tampak berdiri di dekat sakelar lampu. Dialah orang yang telah menghidupkan lampu kamar Risa, dan dia pulalah yang seperti hantu masuk ke dalam kamar Risa melalui jendela.

💥 thanks for reading this novel. don't forget to favorite, like, comment and vote.💥

✍ Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi.✍

1
Evi Lusiana
dgr tuh kt² yoga jun,playboy suatu saat jg psti ngrasain sakit ati,karma
LaVoiser
kakak author ini kemana??? sudah lama ga kembali lagi🥺
Uswstun Chasanah
lanjut
Uswstun Chasanah
lanjut author
Haslinda
thor bab selanjutnya nyangkut di mna
Chosiah Cholil
mana lanjutan x
LaVoiser
lanjutin lg thor
LaVoiser
lanjutin thor
LaVoiser
kpan lanjut lagi thor
LaVoiser
kpn lanjut thor
Diana Susantie
udah 2022 ni Thor😭 kok gak pernah up lg
Yulia Mulyana
Risa nya terlalu gimana gitu ya...padahal Juna baik 🙄
cinta suci
soswweeeeettttt
cinta suci
Juna
cinta suci
semangat kk
Nenden Nuranisa
kaa di lanjut lagi kaa pleaseeeeee ❤❤❤🧡🧡🧡🧡
Nur Ridqa
Thorrr
Sri Wahyuni Iwwiee
q kcwa thor ending ny gini,q fikir tu risa hamil trus mlahir lan,aro dpat psgan,dan si chef mnikah gt thor

dr awal crita ny bgus bnget smpe part ini pun ttp bgus...yah apa emag crita ny dibikin gntung gni kli ya
Miftahul Alawiyah
suka bgt sama sikap Risa.. setelah marah2 pasti dia minta maaf tanpa melihat siapa yang salah duluan.
Haslinda
thor gak di isolasi di RSkan,,,masih dirumah ajakan,aman2 ajakan kok ampe 1 thn gak ad kabar kt para pembaca paniklah,paniklah,paniklah masa enggak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!