NovelToon NovelToon
Bangkitnya Pendekar Bintang

Bangkitnya Pendekar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reijii

mengisahkan perjalanan Liu Wei, seorang pemuda yang kehilangan desa dan keluarga karena serangan kelompok jahat Pasukan Bayangan Hitam. Setelah bertemu Chen Mei dari Sekte Bintang Penyusun, ia mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu dari enam Pendekar Bintang terpilih yang bertugas menjaga keseimbangan alam semesta.

Dengan membawa Pedang Angin Biru pusaka keluarga dan Kalung Panduan Bintang, Liu Wei harus mencari Pendekar lainnya sebelum Pasukan Bayangan Hitam yang dipimpin oleh Zhang Feng menangkap mereka semua dan mendapatkan Lima Batu Kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Perjalanan penuh bahaya menantinya, di mana ia harus menguasai kekuatan batinnya dan menyatukan kekuatan rekan-rekannya untuk menghadapi ancaman kegelapan yang semakin besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bencana Yang Datang Lagi

Setelah satu tahun berlalu sejak pembangunan desa Liu Wei selesai, dunia tampak semakin damai dan makmur. Setiap wilayah yang ditangani oleh Pendekar Bintang Penyusun menunjukkan perkembangan yang luar biasa—tanah yang tadinya tandus menjadi subur, konflik antar desa teratasi dengan damai, dan orang-orang mulai hidup dengan saling menghormati satu sama lain.

Liu Wei sedang duduk di halaman depan rumah barunya di desa, mengasah Pedang Angin Biru sambil mengamati anak-anak yang sedang bermain sepak bola di lapangan dekatnya. Xiao Ming yang kini berusia sembilan tahun menjadi pemimpin alami anak-anak itu, selalu memastikan bahwa permainan berjalan dengan adil dan tidak ada yang terluka.

“Liu Wei!” suara Chen Mei terdengar dari arah jalan masuk desa. Dia datang dengan membawa sebuah karung besar di belakangnya, wajahnya tampak sedikit khawatir. “Aku punya kabar yang tidak baik.”

Liu Wei segera berdiri dan membantu Chen Mei meletakkan karungnya. “Apa yang terjadi?”

Chen Mei mengambil sehelai peta dari dalam karung dan membukanya di atas meja kayu di halaman rumah. Peta itu menunjukkan wilayah yang luas dengan beberapa titik merah yang menyala terang. “Ini adalah laporan dari seluruh wilayah. Dalam beberapa minggu terakhir, fenomena aneh mulai terjadi—sungai yang tiba-tiba mengering, gunung yang mulai meletus tanpa sebab, tanah yang retak-retak dengan sendirinya, dan hutan yang terbakar dengan cepat.”

Liu Wei mengerutkan dahinya sambil melihat peta. “Ini bukan bencana alam biasa. Ada sesuatu yang menyebabkan semua ini.”

“Kamu benar,” ucap Chen Mei dengan serius. “Su Yin telah memeriksa Lima Batu Kekuatan di Kuil Bintang. Dia mengatakan bahwa batu-batu itu sedang bergeming dengan tidak biasa, seolah ada kekuatan lain yang mencoba mengganggu keseimbangan mereka.”

Tidak lama kemudian, Zhou Yu dan Wu Jing datang berlari ke arah mereka dengan wajah yang khawatir. “Kita baru saja menerima pesan dari Xie Lan,” kata Zhou Yu dengan napas tersengal-sengal. “Wilayah tengah mengalami gempa bumi yang sangat kuat. Banyak rumah yang hancur dan orang-orang terluka.”

“Dan wilayah utara juga mengalami badai salju yang sangat parah di musim panas,” tambah Wu Jing. “Ini benar-benar tidak masuk akal.”

Liu Wei segera berdiri dan mengambil mantelnya dari dinding rumah. “Kita harus segera pergi ke Kuil Bintang untuk bertemu dengan Su Yin dan yang lainnya. Ada sesuatu yang salah di sini—bencana alam ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan.”

Mereka segera berangkat menuju Pegunungan Awan Tinggi untuk bertemu dengan Yang Fei dan Chen Mei, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kuil Bintang. Setelah perjalanan selama dua hari, mereka akhirnya tiba di kuil yang masih berdiri megah dengan kubah kristalnya yang bersinar di bawah sinar matahari.

Di halaman kuil, Su Yin, Xie Lan, Huang Rong, dan Chen Long sudah menunggu mereka dengan wajah yang serius. Di dekat altar kuil, Lima Batu Kekuatan tampak sedang bersinar dengan sangat terang dan bergeming dengan kuat.

“Kamu akhirnya datang,” kata Su Yin dengan suara rendah. “Kita sudah menunggu kalian. Situasi ini semakin memburuk.”

Mereka masuk ke dalam kuil dan berkumpul di sekitar altar. Su Yin mulai menjelaskan apa yang telah dia temukan. “Setelah melakukan pemeriksaan mendalam pada batu-batu dan sejarah Bintang Penyusun, saya menemukan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan. Zhang Feng bukanlah satu-satunya yang mencoba menguasai kekuatan kegelapan.”

“Maksudmu apa?” tanya Huang Rong dengan mata membesar.

“Kekuatan kegelapan yang dia panggil berasal dari dimensi lain yang disebut Dunia Gelap,” jelas Su Yin sambil menunjukkan sebuah lembaran batu kuno yang ada di dinding kuil. “Menurut catatan kuno, setiap seratus tahun, gerbang antara dunia ini dan Dunia Gelap akan terbuka sedikit. Jika ada yang menggunakan kekuatan untuk memperbesar gerbang itu, maka seluruh dunia akan terancam kehancuran.”

Chen Long mengerutkan dahinya. “Tapi kita sudah menutup gerbang itu saat melawan Zhang Feng, bukan?”

“Kita hanya menutup gerbang sementara waktu,” jawab Su Yin dengan wajah muram. “Zhang Feng telah berhasil memperbesar gerbang lebih dari yang kita kira. Sekarang gerbang itu mulai terbuka kembali dengan sendirinya, dan kekuatan dari Dunia Gelap mulai merembes ke dunia ini—menyebabkan bencana alam yang kita alami saat ini.”

Liu Wei melihat ke arah Lima Batu Kekuatan yang masih bergeming. “Bagaimana kita bisa menghentikannya?”

“Kita harus menemukan Sembilan Batu Penjaga yang tersebar di seluruh dunia,” kata Xie Lan sambil mengambil sebuah peta kuno dari bawah altar. “Batu-batu ini dibuat oleh Pendekar Bintang Penyusun yang pertama untuk memperkuat pembatas antara dunia ini dan Dunia Gelap. Namun batu-batu itu hilang selama berabad-abad dan sekarang kita harus menemukannya sebelum gerbang terbuka sepenuhnya.”

Yang Fei mengambil peta itu dan melihatnya dengan cermat. “Batu-batu ini tersebar di sembilan lokasi yang berbeda—beberapa di antaranya adalah tempat yang sangat berbahaya dan sulit dijangkau.”

“Kita tidak punya pilihan lain,” ucap Liu Wei dengan suara yang tegas. “Kita harus membagi diri dan mencari batu-batu itu secepat mungkin. Setiap hari yang kita tunda adalah bahaya yang semakin besar bagi dunia ini.”

Mereka segera membuat rencana untuk membagi tugas. Huang Rong dan Wu Jing akan mencari Batu Penjaga Api di Gunung Api Abadi di wilayah utara. Chen Long dan Zhou Yu akan mencari Batu Penjaga Air di Lautan Dalam di wilayah selatan. Xie Lan akan mencari Batu Penjaga Tanah di Guwa Tanah Dalam di wilayah tengah. Yang Fei dan Chen Mei akan mencari Batu Penjaga Angin di Puncak Angin Kencang di wilayah barat. Sedangkan Liu Wei dan Su Yin akan mencari Batu Penjaga Cahaya di Pulau Cahaya yang hilang di wilayah timur. Empat Batu Penjaga lainnya akan dicari setelah mereka menemukan yang lima pertama.

Sebelum mereka berangkat, mereka berkumpul di depan altar untuk memberikan semangat satu sama lain. Su Yin mengambil sebuah kalung kecil yang terbuat dari kristal bintang dan memberikannya kepada Liu Wei.

“Kalung ini akan membantu kamu menemukan Pulau Cahaya,” katanya dengan suara lembut. “Ini adalah pusaka dari Pendekar Cahaya yang pertama. Semoga memberimu perlindungan dan petunjuk dalam perjalananmu.”

Liu Wei menerima kalung dengan hati-hati dan mengenakannya di lehernya. “Kita akan berhasil. Kita telah melalui banyak hal bersama dan kita akan melalui hal ini juga. Kita tidak akan membiarkan dunia ini hancur.”

Mereka semua mengangguk dengan sepakat. Setiap pasangan segera berangkat ke arah tujuan masing-masing dengan hati yang penuh tekad dan harapan. Liu Wei dan Su Yin berdiri di depan kuil, melihat ke arah laut yang luas di kejauhan. Perjalanan baru yang lebih panjang dan berbahaya menantinya, namun mereka siap menghadapinya bersama-sama.

Di langit yang semakin gelap, pola Bintang Penyusun mulai bersinar dengan sangat terang. Sembilan bintang utama dan banyak bintang kecil lainnya tampak seperti sedang memberikan dukungan kepada mereka yang akan pergi mencari Batu Penjaga. Bencana alam yang sedang terjadi adalah peringatan bahwa bahaya besar akan segera datang, dan hanya dengan kerja sama dan tekad yang kuat mereka bisa menyelamatkan dunia sekali lagi.

1
sakau
nicee😘
beby
gas lanjuttt
beby
🫡🫡
tyson
💪💪💪
mamak
😘😘
ajanh
🫡🫡
andi
👌👌
andi
mantap
sambo
keren
lukman
uraa
lukman
joss
ciko
👍👍
bara
lanjut👍👍
jarot
lanjuty
andikubro
🫡🫡
andikubro
✊️✊️
bakacimpuang
lumayan bagus👍
bakacimpuang
shap
songcu
shap,lanjutkan
songcu
bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!