NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Kiamat Zombie

Terjebak Dalam Kiamat Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Hari Kiamat / Zombie
Popularitas:480
Nilai: 5
Nama Author: Jumarlin

Kiamat zombie mungkin itu hanya cerita film dan dalam buku. Tapi bagaimana jadinya jika itu terjadi?

Itu yang dirasakan oleh Hayden Vihaan pria berusia dua puluh lima tahun yang terjebak dalam kiamat zombie. Dia yang dari dulu di rawat oleh kakeknya seorang ilmuan sudah memang mempersiapkan semuanya. Kendaraan yang bisa di tumpangi enam orang di sulap menjadi mobil ajaib yang memiliki sistem pertahanan yang kuat. Tidak hanya mobilnya tapi villa yang memiliki bangker dan pertahanan sama kuatnya.

Bagaimana cerita selanjutnya yuk simak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumarlin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Hayden membuka matanya perlahan-lahan. Hal pertama yang menyambut penglihatannya adalah sosok gadis berambut nila yang sejak tadi setia menunggunya dengan raut cemas.

"Hayden! Akhirnya kamu sadar... Aku kira aku bakal kehilangan kamu," lirih Fiora seraya mengusap sisa-sisa air mata di pipinya.

Hayden mencoba bergerak, tetapi rasa nyeri tajam di perutnya memaksa pria itu menggeram pelan. "Apa yang... terjadi?"

"Setelah orang-orang jahat itu pergi, aku dan Leo keluar dari persembunyian. Kami menemukanmu sudah bersimbah darah di aspal," jelas Fiora dengan suara yang masih bergetar. "Kami berusaha sekuat tenaga menarikmu ke dalam mobil dan langsung mengobati lukamu. Beruntung aku lulusan kedokteran dan peralatan P3K di mobilmu sangat lengkap, jadi aku berhasil menjahit dan menutup luka tusukmu."

Hayden menunduk sejenak, melihat perban bersih yang terbebat rapi di balik seragam taktisnya yang telah digunting. Napasnya masih terasa agak berat, tetapi pendarahan hebat di perutnya jelas sudah berhenti.

Ia menatap Fiora dengan binar mata yang campur aduk antara terkejut dan bersyukur. "Dokter? Jadi nama keluarga Dominic itu..."

Fiora mengangguk pelan, seolah memahami arah pikiran Hayden. "Ayahku Dr. Aris Dominic, kepala tim peneliti virologi. Dialah yang mengajariku segalanya sebelum wabah ini menghancurkan laboratorium tempatnya bekerja."

Mata Hayden membelalak kecil. *Aris Dominic*. Nama yang tertulis di berkas rahasia kakeknya sebagai salah satu perancang utama vaksin 'Genesis'. Misteri nama belakang Fiora kini terjawab sudah.

"Terima kasih, Fiora. Kamu dan Leo baru saja menyelamatkan nyawaku," gumam Hayden tulus.

Namun, rasa lega itu hanya bertahan beberapa detik sebelum kenyataan pahit kembali menghantam pikirannya. Hayden mengepalkan tangannya di atas tempat tidur kabin *Armored Rover*, mengabaikan rasa nyeri yang menjalar di perutnya.

"Marcus... dia membawa tiga tabung 'Genesis'," desis Hayden dengan suara berat. "Tanpa vaksin itu, semua usaha ini sia-sia."

"Kita nggak bisa mengejarnya dalam kondisimu yang seperti ini, Hayden!" cegah Fiora cepat saat melihat pria itu berusaha menegakkan tubuhnya. "Luka tusukmu baru saja dijahit!"

"Kita tidak punya pilihan," potong Hayden tegas namun tenang. Ia melirik ke arah Leo yang tertidur lelap di sudut kabin belakang karena kelelahan. "Marcus pasti menuju bukit pemancar militer untuk mengamankan jalur evakuasi pasukan Aegis atau menghancurkan pemancar itu sekalian agar tidak ada yang bisa memanggil bantuan dari Oase."

Hayden mencengkeram lingkar kemudi *Armored Rover*, matanya menatap lurus ke arah bukit yang menjulang di kejauhan melalui kaca depan.

"Vaksin itu ada di tangannya, tapi dia butuh pemancar untuk menghubungi markas utamanya. Pertempuran ini belum selesai, Fiora. Kita pergi ke bukit pemancar militer sekarang."

"Kita akan pikirkan itu nanti, Hayden. Sekarang kamu harus beristirahat," potong Fiora tegas, memegang bahu Hayden agar pria itu tidak meMaksakan diri."Kita pergi ke vilaku dulu, di sana kita akan aman."

Hayden menatap Fiora sejenak, melihat kesungguhan di sepasang mata amber itu. Mengendarai *Armored Rover* membelah bahaya dengan luka jahitan yang masih basah memang hanya akan memperburuk keadaannya. Lagi pula, vila keluarga Dominic mungkin menyimpan informasi penting atau pasokan medis tambahan yang mereka butuhkan.

"Berapa jauh vilamu dari sini?" tanya Hayden akhirnya menuruti saran Fiora.

"Tidak jauh, hanya sekitar sepuluh menit dari rute utama ini," jawab Fiora lega. "Posisinya tersembunyi di lereng bukit, jadi pasukan Aegis atau kerumunan zombie tidak akan mudah menemukannya."

Hayden mengangguk pelan lalu menggeser tubuhnya ke kursi penumpang, memberikan alih kendali kepada Fiora. "Baiklah. Bawa kita ke sana, Fiora. Kita atur ulang rencana setelah lukaku sedikit membaik."

Fiora mengambil alih lingkar kemudi, menginjak pedal gas, dan memutar arah *Armored Rover* menuju tempat persembunyian baru mereka—menghimpun sisa tenaga sebelum merebut kembali vaksin 'Genesis' dari tangan Marcus.

"Hanya saja, ada satu masalah," potong Fiora dengan suara yang mendadak bergetar. "Di sana ada lebih banyak zombie... termasuk kedua orang tuaku yang kukurung di dalam. Aku nggak tega membunuh mereka."

Hayden menoleh menatap Fiora. Dilihatnya cengkeraman jemari mungil gadis itu menguat pada lingkar kemudi, memperlihatkan ketakutan dan rasa bersalah yang amat mendalam.

"Mereka yang pertama kali terinfeksi saat laboratorium ayah diserang," bisik Fiora lagi, air mata kembali merebak di sudut matanya. "Aku tidak sanggup mengakhiri hidup mereka, jadi aku hanya mengunci mereka di ruang bawah tanah vila sebelum melarikan diri."

Hayden menatap Fiora dengan tatapan melunak. Ia paham betul rasa sakit harus menyaksikan orang-orang tercinta berubah menjadi monster tanpa akal.

"Aku mengerti," ucap Hayden tenang seraya membetulkan posisi duduknya. "Kita tidak perlu membunuh mereka jika kamu tidak siap. Kita hanya perlu mengamankan area lantai atas untuk beristirahat dan menyusun rencana."

Fiora mengusap pipinya lalu menatap Hayden dengan rasa terima kasih yang mendalam. Dengan mengangguk mantap, ia kembali memfokuskan pandangannya ke jalanan terjal menanjak, memandu *Armored Rover* membelah pepohonan rindang menuju vila tersembunyi keluarga Dominic.

Mobil baja itu merayap naik menelusuri jalanan sempit yang tertutup dedaunan kering dan semak belukar. Di balik pepohonan pinus yang lebat, sebuah bangunan bergaya modern dengan dinding batu alam dan kaca tebal perlahan terlihat. Vila keluarga Dominic berdiri megah di lereng bukit, tampak terisolasi dari kehancuran kota di bawahnya.

Fiora memarkirkan *Armored Rover* tepat di samping garasi utama. Suasana sekitar terasa sunyi mencekam, hanya diisi desir angin malam dan cicit serangga hutan.

"Kita sampai," bisik Fiora seraya mematikan mesin.

Hayden memegangi perutnya yang dibebat erat, lalu perlahan membuka pintu mobil. Udara dingin pegunungan langsung menyengat lukanya, namun ia menahan rasa nyeri itu tanpa bersuara. Matanya yang tajam langsung mengamati setiap sudut teras dan pintu masuk vila. Tidak ada tanda-tanda pergerakan zombie di area luar.

Leo yang baru terbangun memeluk erat boneka beruang kusam di dadanya, mengekor di belakang Fiora dengan langkah gemetar.

Fiora memimpin jalan menuju pintu samping, memasukkan kode digital pada panel pintu yang berbunyi bip halus. Begitu pintu terbuka, bau lembap dan sedikit hanyir langsung menyapa indra penciuman mereka.

*GROOORRRR...*

Suara erangan berat dan cakaran kuku di atas pintu kayu tebal mendadak bergema dari arah lorong bawah tanah, membuat Leo tersentak kaget dan bersembunyi di balik tubuh Fiora.

"Mereka... ada di balik pintu basement itu," desis Fiora dengan bibir bergetar, menunjuk sebuah pintu besi berantai gembok di ujung ruang tengah.

Hayden melangkah pelan mendekati Fiora, meletakkan telapak tangannya di bahu gadis itu untuk menangkannya. "Pintu besinya cukup kokoh. Selama rantai itu terpasang, mereka tidak akan bisa keluar."

Hayden melirik ke sekeliling interior vila. Tempat ini memiliki persediaan listrik dari panel surya dan fasilitas medis dasar yang lengkap di ruang kerja Dr. Aris Dominic.

"Fiora, bawa Leo ke kamar atas dan amankan tempat itu," perintah Hayden seraya menyandarkan tubuhnya ke meja kayu. "Aku butuh beberapa jam untuk memulihkan kondisi. Besok pagi, sebelum fajar meletus, kita akan susun rencana untuk merebut kembali 'Genesis' dari Marcus."

1
Coco
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!