"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. PERANG MEDIA DAN BONEKA KUNO
Terbangun di atas sofa ruang tengah dengan leher kaku bukan hal terbaik bagi seorang billionaire seperti Austin Vanderbilt. Nyeri di tenggorokannya akibat suapan bubur super Pedas Aleeza semalam masih menyisa.
Namun, hal yang membuat Austin benar-benar melonjak bangun dengan napas memburu adalah ketika tangannya menyenggol sebuah benda di atas meja coffee.
Sebuah boneka beruang tua bertelinga sebelah. Boneka kusam masa kecil milik Angeline yang sempat hilang bertahun-tahun lalu!
Bagaimana bisa boneka ini ada di atas mejanya ? Austin tersentak kaget. Ia ingat betul boneka itu tersimpan di lemari kaca kamarnya utama yang semalam direbut paksa oleh Aleeza.
Belum sempat otaknya memproses keberadaan boneka itu, ponsel mahal Austin di atas meja bergetar tanpa henti. Notifikasi Instagram dan media sosial miliknya meledak bertubi-tubi!
Austin meraih Ponselnya dengan dahi berkerut. Begitu membuka aplikasi, matanya hampir melompat keluar melihat postingan terbaru di akun Aleeza Wira yang menandai nama akun resminya!
"ALEEZA WIRA!!!" teriak Austin penuh amarah hingga urat lehernya menonjol.
Dengan menggenggam boneka tua di satu tangan dan ponsel di tangan lainnya, Austin bergegas menggedor pintu kamar utamanya secara brutal.
BANG! BANG! BANG!
"Aleeza! Keluar ! Sebelum kubakar pintu ini sampai jadi abu!" bentak Austin lantang.
Pintu kayu mahoni itu akhirnya terbuka. Aleeza berdiri santai mengucek matanya dengan kemeja kebesaran milik Austin yang menjuntai di tubuhnya.
"Bisakah kau tidak berteriak seperti pria kerasukan di pagi hari, Austin?" cetus Aleeza kusam.
"Siapa yang mengizinkanmu menyentuh boneka ini, huh?!" bentak Austin sambil menyodorkan boneka beruang tua itu tepat di depan wajah Aleeza.
Aleeza memutar bola matanya malas. "Serius, Mi Amor? Kau menggedor pintuku sampai mau roboh hanya demi boneka beruang lusuh ini? Kau benar-benar seperti bocah!"
"Dan apa-apaan postingan konyolmu di Instagram ini?!" tuntut Austin seraya mengacungkan layar ponselnya yang memamerkan foto tidurnya. "Kau menyebarkan foto privasiku tanpa izin!"
Aleeza terkekeh licik. "Bukankah kau sendiri yang melamarku di depan kamera kemarin? Aku hanya memberi followers-ku konten balasan yang setimpal."
"Hapus sekarang, atau ku hancurkan karir jurnalisismu detik ini juga!" ancam Austin tajam.
Mata Aleeza menyipit berbahaya. Tanpa peringatan, gadis itu menyambar ponsel flagship berharga puluhan ribu Euro dari tangan Austin, lalu melemparnya ke lantai dengan sekuat tenaga!
PRANG! CRASH!
Ponsel mewah itu hancur berkeping-keping menjadi sampah elektronik di atas marmer.
Austin membeku, matanya melongo menatap puing-puing ponselnya di lantai. " Kau benar-benar gila?!"
"Bukan aku yang gila, tapi KAU!" bentak Aleeza tak kalah garang, mendorong dada tegap Austin hingga pria itu mundur dua langkah.
Sebelum Austin sempat membalas, kaki Aleeza melayang cepat
PLAK! menendang kuat tepat di tulang kering kaki Austin!
"SHIT!" umpat Austin meringis kesakitan, refleks memegangi kakinya yang terasa ngilu luar biasa. "Kau menyerangku?!"
"Foto tidurmu di akunku sudah menembus 100.000 likes!" bentak Aleeza dengan wajah memerah tahan amarah. "Tapi foto tercantikku hanya dapat 40.000 likes! Kau mencuri panggung di akunku sendiri, Austin Vanderbilt!"
Austin melongo makin lebar, melupakan rasa sakit di kakinya. "Kau marah Padaku hanya karena jumlah likes foto tidurku lebih banyak dari fotomu?!"
"Aku membencimu! Kau musuh terbesarku!" teriakan Aleeza menggema.
Dalam satu gerakan kilat, Aleeza merampas boneka beruang dari tangan Austin, berbalik masuk ke dalam kamar, lalu membanting pintu tepat di depan hidung Austin!
BAM! KLEK! Pintu terkunci kembali dari dalam.
Austin berdiri membeku sendirian di lorong penthouse mewahnya.
Kakinya terasa ngilu bekas tendangan Aleeza, ponsel mewahnya hancur tak berbentuk di lantai, dan kini kamar utamanya direbut kembali oleh wanita iblis berparas cantik itu.
Austin merapikan rambut cokelat mewahnya yang berantakan dengan jemari yang bergetar frustrasi.
Seharusnya ia memanggil pengawal untuk menyeret Aleeza keluar. Seharusnya ia memasukkan wanita itu ke penjara detik ini juga. Tapi entah mengapa, bukannya amarah murni, sebuah senyuman tipis dan berbahaya justru perlahan terukir di bibir sang miliarder.
Austin menyandarkan punggungnya di pintu kamar yang terkunci, berbisik pelan dengan suara bariton yang dalam:
"Aleeza Wira Kau pikir kau sudah menang hari ini? Mari kita lihat seberapa bertahan kau saat aku menyeretmu ke altar pernikahan esok hari."
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!