NovelToon NovelToon
EX'S Secret Child

EX'S Secret Child

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:15.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lautan Biru

Arabella harus menelan kekecewaan dan pahitnya kenyataan saat dirinya mengetahui jika pria yang selama dua tahun ini menjadi kekasihnya akan bertunangan dan menikah dengan wanita yang sudah dijodohkan dengan pria itu.


Arabella pikir dirinyalah wanita satu-satunya yang dicintai pria itu, tapi ternyata dirinya hanyalah sebagai pelampiasan selama wanita yang dijodohkan berada di luar negeri.


"Bagaimana jika aku hamil? apa kau memilih ku dan membatalkan perjodohan mu?"


"Aku tidak mungkin mengecewakan kelaurga ku Ara."

Jawaban Maher cukup membuat hati Arabella seperti ditikam benda tajam tak kasat mata. Sakit, terlalu sakit sampai dirinya lupa bagaimana melupakan rasa sakit itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baby girl

Bu Hani dan pak Hisyam tidak bisa menyembunyikan rasa syukur dan harunya, mereka sempat tak percaya jika putri yang sudah satu bulan tidur dengan nyaman kini membuka matanya.

Bu Hani mendekat setelah dokter memeriksa keadaan Arabella yang menunjukan perkembangan yang sangat baik.

"Ara." Tubuh Bu Hani bergetar memeluk putrinya yang masih diam, mungkin Arabella juga masih syok bangun-bangun kok ada keluarganya.

"Ibu." Setelah beberapa saat diam, kini Arabella baru menangis dan memanggil ibunya.

"Iya sayang, ini ibu." Keduanya berpelukan dengan Isak tangis mewarnai ruangan perawatan Arabella.

Pak Hisyam juga ikut mendekat dan memeluk kedua wanita yang berharga dalam hidupnya.

Di ambang pintu Samuel mengusap sudut matanya yang basah, dirinya juga terharu melihat adik perempuannya yang sudah bangun dari tidur panjangnya.

"Bagaimana?"

Suara dibelakang Samuel membuat pria itu menoleh, di belakangnya ada Cahya yang sedang menggendong baby.

"Sini biar aku saja." Samuel megambil Baby yang ada di gendongan Cahya.

Karena tidurnya merasa terusik, bayi itupun menangis kencang, membuat atensi orang yang didalam menatap kearah sumber suara.

Samuel tersenyum kaku, pria itu berjalan pelan mendekat ranjang Arabella.

"Dia ini kalau tidur tidak bisa di ganggu, suaranya bikin orang-orang panik." Keluh Samuel saat bayi itu tak berhenti menangis.

Bu Hani tersenyum haru dengan air mata yang masih membasahi wajahnya.

"Sini sama nenek." Diambilnya bayi yang masih menangis dari gendongan Samuel.

Sedangkan Arabella masih mematung dengan tatapan nanar pada bayi mungil yang menangis dengan keras itu.

"Mau ketemu Mama, iya. Kamu rindu Mama kan." Bu Hani dengan suara bergetar membawa bayi Arabella mendekat.

Arabella menatap haru dengan air mata yang mengalir deras, dirinya tidak menyangka akan melihat bayinya selamat.

"Anakku." Tangis Arabella pecah saat tangannya menyentuh bayi yang menangis itu, dipeluk dan di ciumannya kulit kerah karena menangis itu.

"Maafkan Mama sayang, maafkan Mama." Lirihnya dengan perasaan sesak menderanya.

Arabella ingat terakhir dirinya sebelum jatuh tak sadarkan diri, saat akan masuk ke toilet, tiba-tiba tubuhnya terhuyung karena merasakan dorongan kuat dari belakang, beruntung dirinya tidak jatuh tengkurap yang akan semakin membahayakan kandungannya.

"Maafkan Mama yang tidak bisa menjagamu saat itu." Isaknya dengan penuh rasa bersalah.

Jika dirinya hati-hati mungkin kejadian itu tidak akan terjadi, bayinya tidak akan terlahir sebelum waktunya.

"Dia cantik seperti ibunya." Bu Hani mengusap rambut putrinya dengan lembut.

Arabella tersenyum dalam tangisnya, ya bayinya memang cantik, hanya saja Arabella merasakan sesak saat melihat perpaduan dirinya dan Maher menjadi satu di wajah putrinya.

Bayi Arabella berjenis kelamin perempuan, wajahnya mewarisi kedua gen orang tuanya, wajah dan bibirnya memang mirip dengan Arabella, tapi hidung dan mata bayi itu persis seperti Maher.

"Kenapa harus ada dia, bagaimana aku bisa membenci pria itu jika putriku saja mengingatkan ku padanya."

Arabella tersenyum miris, sebegitu bencinya kah dirinya sampai putrinya harus memiliki sebagian garis wajah Maher, pria yang sudah mencampakan dirinya setelah dirinya hancur. Membenci pria itupun tak akan membuat hidupnya kembali seperti semula, tapi dengan cara itu Arabella membangun tembok yang kuat agar tidak goyah.

Rasa sakit yang sudah lama terpendam kini hadir kembali melihat putrinya, entah harus sedih atau bahagia, Arabella jelas membenci Maher.

Tinggalkan jejak kalian sayang 😘😘

1
Aida Hafied
ARAbela & MAheer,,
wiwin winarti
gaya hot dog🤣
wiwin winarti
aduh amara bener-bener
Anita Candra Dewi
masa anak sma sumpahin kek gitu, kaya sdh paham saja🤣
Lies Atikah
manusiawi sih merasa kasihan sama Maher menikah gak jadi terus sakit parah jodoh takan kemana
Lies Atikah
tetap kuat Ara jangan kembali sama si berengsek Maher biar kan dia menyesal dan hancur
Bungafitriyani
dari awal cerita sampai akhir banyak typo nya kk
wiwin winarti
sosweet
wiwin winarti
darah memang lebih kental daripada air
wiwin winarti
cepat pertemukan mereka kaka othor sudah gak sabar ini
wiwin winarti
semoga ara cepat ketmu maher
wiwin winarti
ternyata wanita ular di karina
wiwin winarti
apapun kesalahan anak orangtua pasti akan memaafkan
wiwin winarti
kasihan tapinakibat kehilafan yang berulang
wiwin winarti
memang penyesalan datangnya di akhit
wiwin winarti
satu kata untuk maher yaitu MENYESAL
wiwin winarti
gabung kaka baru nemu novel kaka
Siti Aisyah
tau dong ...pasti nya nama 2 wanita yg dicintai nya ..ara dan amara 💝
Siti Aisyah
waah gawaat...apa bener ara sdh menghapus semua nya tanpa sisa...jd gak ada yg namanya kesempatan kdua dong utk maher...
Siti Aisyah
betul...segala sesuatu nya tidak murah dan mudah ..harus ada yg mendanai biar semua nya lancar jaya..termasuk cinta pun hrs pake tenaga...🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!