NovelToon NovelToon
Bumil Barbar Di Mansion Megah

Bumil Barbar Di Mansion Megah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Aurelia baru saja akan menikmati masa mudanya sebagai gadis single yang bebas, sampai sebuah kecelakaan menyeret jiwanya ke tubuh Nadia Atmaja. Saat terbangun di ranjang rumah sakit, hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit kepala, melainkan beban berat di bagian perutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23

***

Pagi itu, atmosfir di Mansion Hadiwinata terasa jauh lebih dingin daripada biasanya. Bukan karena pendingin ruangan, melainkan karena aura yang terpancar dari Nadia. Jiwa Aurelia yang berada di dalam tubuh bumil itu sedang dalam mode siaga satu. Ia tidak akan membiarkan seekor ular kecil mengotori wilayah yang sudah susah payah ia jinakkan.

Nadia berdiri di depan cermin besar, menatap pantulan dirinya. Ia mengenakan maternity dress berbahan sutra premium berwarna emerald green yang menonjolkan kulit putih susunya. Rambutnya ditata wavy sempurna, dan riasannya dibuat lebih tegas namun tetap elegan. Di lehernya melingkar kalung berlian pemberian Raditya, seolah menegaskan statusnya sebagai satu-satunya Nyonya Hadiwinata yang sah.

"Bi Sum, siapkan kotak makan siang paling mewah. Isi dengan hidangan yang baunya sangat menggoda," perintah Nadia sambil memakai antingnya.

"Ibu benar-benar mau ke kantor? Tapi Ibu masih sering mual," ucap Bi Sum cemas.

Nadia tersenyum miring, sebuah senyuman yang terlihat begitu berkelas sekaligus mematikan. "Mual saya akan hilang setelah saya 'menyemprot' hama di sana, Bi."

**

Sekitar pukul sebelas siang, sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan lobi utama. Nadia turun dengan langkah mantap, mengabaikan resepsionis yang langsung membungkuk hormat. Ia sudah tidak perlu lagi berdebat di lobi semua orang sudah tahu bahwa wanita ini adalah pawangnya sang CEO.

Nadia langsung menuju lantai 60. Begitu pintu lift terbuka, ia melihat meja sekretaris yang kini ditempati oleh Vanya. Wanita itu tampak sibuk dengan dokumen, namun begitu melihat Nadia, Vanya langsung berdiri dengan senyum yang dipaksakan.

"Selamat siang, Ibu Nadia. Pak Raditya sedang ada pertemuan internal, mungkin Ibu perlu menunggu di—"

"Saya tidak ke sini untuk bertemu suami saya, Vanya," potong Nadia telak. Ia berjalan mendekat ke meja Vanya, membuat sekretaris junior itu sedikit terintimidasi oleh wangi parfum floral mahal yang dibawa Nadia.

Nadia meletakkan tas bermereknya di atas meja Vanya, lalu menatap wanita itu dari ujung rambut hingga ujung sepatu. "Wah, parfum kamu hari ini... cukup tercium ya?"

Vanya sedikit tersentak, wajahnya berubah kaku. "Ah, ini... hanya parfum biasa, Bu."

Nadia tersenyum tipis, lalu mengeluarkan sebuah botol kecil dari tasnya. Botol itu tidak memiliki label, namun isinya adalah parfum dengan konsentrasi musk dan oud yang sangat menyengat—lebih tajam dari apa yang disemprotkan Vanya kemarin.

"Vanya, saya perhatikan selera parfum kamu sepertinya terlalu... murahan untuk ruangan sekelas CEO. Apalagi sampai menempel di jas suami saya," ucap Nadia dengan nada bicara yang sangat tenang, namun matanya menatap tajam bak elang.

"Maaf ibu, saya tidak bermaksud—"

"Sshhh..." Nadia meletakkan telunjuknya di bibir, membungkam Vanya. "Karena saya orangnya baik hati, saya berikan kamu hadiah. Supaya kamu tidak perlu repot-repot menyemprotkan parfum pria lagi ke jas suami saya agar terdeteksi oleh saya. Ini, saya kasih yang lebih mahal dan... tahan lama."

Pshhh! Pshhh! Pshhh!

Tanpa ragu, Nadia menyemprotkan parfum tersebut ke arah pakaian Vanya dan ke sekitar meja kerja wanita itu. Baunya begitu kuat hingga beberapa staf yang lewat di koridor sampai menoleh dan menutup hidung.

Vanya mematung, wajahnya pucat pasi karena malu dan sesak oleh aroma yang menusuk itu. "Ibu ! Apa yang Anda lakukan?!"

"Saya sedang membantu kamu, Vanya," ucap Nadia sambil merapikan dress sutranya yang sedikit bergeser karena perut buncitnya.

"Baunya akan hilang dalam tiga hari. Selama itu, setiap kali kamu mencium bau ini, ingatlah... jangan pernah mencoba menandai wilayah orang lain dengan trik murahan. Mengerti?"

Nadia mengambil kembali tasnya, lalu melangkah menuju ruangan Raditya tanpa menoleh lagi, meninggalkan Vanya yang kini menjadi pusat perhatian dan bahan bisikan staf lainnya.

**

Nadia membuka pintu ruangan Raditya dengan sedikit bantingan. Ia langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa kulit yang empuk, sambil mendumel tidak jelas. Raditya, yang tadinya sedang fokus pada tabletnya, mendongak. Ia sudah tahu apa yang terjadi di luar karena pintu ruangannya tidak sepenuhnya kedap suara jika seseorang berteriak.

"Sudah puas?" tanya Raditya datar, namun ada nada geli di suaranya.

"Mas! Mas tahu nggak si sekretaris baru itu beneran ulat keket?!" Nadia mulai mengomel sambil mengipasi wajahnya dengan tangan.

"Baunya itu lho! Dia sengaja banget nyemprotin parfum itu biar aku curiga. Untung aku pinter, kalau nggak udah aku jambak tuh rambutnya."

Raditya berdiri, berjalan mendekati istrinya. Ia duduk di sebelah Nadia, memperhatikan wajah cantik yang kini sedang cemberut maksimal itu. "Bukankah kamu sudah melakukan apa yang kamu mau, Nadia? Kenapa masih marah?"

"Iya, tapi masih sebel aja kalau inget wajah sok polosnya itu! Mana dia kalau ngomong sok lembut lagi. Hih!" Nadia bergidik ngeri sendiri. "Mas Radit jangan-jangan kepikiran ya sama dia? Secara kan dia langsing, nggak kayak aku yang jalan aja udah kayak pinguin keberatan beban."

Raditya menaikkan sebelah alisnya. Ia menarik dagu Nadia agar menatapnya langsung. "Kenapa kamu bisa menyimpulkan hal sekonyol itu?"

"Ya habis... dia cantik, tinggi, putih. Sementara aku?" Nadia melirik perut buncitnya dengan sedih. "Aku udah gendut, mual-mual terus, jelek lagi kalau baru bangun tidur."

Raditya menatap Nadia cukup lama, tatapannya yang biasanya dingin kini terasa sangat hangat dan tulus. Ia mengelus pipi Nadia dengan punggung jarinya.

"Nadia, dengerin saya," ucap Raditya dengan suara berat yang menenangkan. "Di mata saya, tidak ada wanita yang lebih sempurna dari kamu saat ini. Kamu sedang membawa pewaris saya, dan setiap perubahan di tubuhmu adalah bukti bahwa kamu adalah wanita paling kuat yang pernah saya temui."

Raditya mendekatkan wajahnya, hidung mereka bersentuhan. "Berhenti membandingkan dirimu dengan sekretaris yang bahkan namanya tidak akan saya ingat setelah hari ini."

Nadia terdiam, detak jantungnya mendadak liar. Ia merasa wajahnya jauh lebih panas daripada saat ia melabrak Vanya tadi. "M-mas... gombal ya?"

Raditya hanya tersenyum jahil—sebuah senyuman yang jarang diperlihatkan namun sangat mematikan bagi pertahanan Nadia. "Saya tidak gombal. Saya hanya bicara fakta bisnis. Kamu adalah aset paling berharga yang saya miliki."

"Ihhh! Kok aset sih! Aku manusia tahu!" protes Nadia sambil memukul pundak Raditya, namun wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa senang yang meletup-letup.

Raditya terkekeh pelan, lalu menarik Nadia ke dalam pelukannya. Aroma sisa parfum yang dibawa Nadia dari luar tercium olehnya, namun ia tidak peduli. Baginya, kegilaan Nadia hari ini justru membuat ia semakin yakin bahwa wanita ini memang ditakdirkan untuk berada di sampingnya.

"Nanti siang kita makan di luar. Saya akan minta Aldi menjadwalkan ulang semua pertemuan," bisik Raditya.

"Makan apa? Aku mau mie ayam gerobak tapi yang ayamnya banyak!"

Raditya menghela napas pasrah. "Apapun untukmu, Bumil Barbar."

***

Bersambung

1
Noey Aprilia
Hai kk....
aku udh mmpir....slm knal....
Aku syuka crtanya........tipe istri yg ga menye2,trs suami posesif.....mskpn d awl dia acuh,tp akhrnya jd bucin.....
d tnggu up'ny.....smngtt.....😘😘😘
Heresnanaa_: happy reading yaa 🫶
total 2 replies
MARWAH HASAN
aku suka yg cerita model begini
ehhhh
suka semua ceritamu deng🤣
Heresnanaa_: aaa maaciw kaka😍🤭😚🥹🫂
total 1 replies
partini
wah tumben mafia bermain dulu bisa sikat tebas biarpun itu ibu ayah sodara ga penting,keren bang Radit
partini
wow
aku
sangat jelas..... 🤣🤣🤣🤣
partini
ahhh ternyata mafia juga Thor,masih di dalam perut aja aktif luar biasa gimana kalau dah lahir bisa lebih sadis dari ayahnya tu baby
MOZZA AUDYA
sikattt trussssssssss Thor buat nyaaaa seru bat drama siang yang di buat nadia 🤭
partini
itu baru di semprot kalau pakai jurus 10 tinju dan tendangan apa ko langsung 😂
MOZZA AUDYA
lanjut thorrr.... gk sabar nih nunggu drama di kantor nyaaa🤭
partini
ulet kadut itu,ayo nak bantu mommy buat hempas uler kadut 😂😂
tunggu aksi luar biasa bumil thor
𝐀⃝🥀Weny
si kulkas jadi bucin😁
MOZZA AUDYA
wahhhhh nampak aada drama baru yang akan di main kn nihh🤭
partini
Thor sekali pakai lingerie bagus deh perut Belendung uhhhh
partini
see main masuk aja kata ga berani wkwkwk
partini
lah masa udah ketauan aja sih ,roh nya Nadia ganti yg tau orang lain pula 🤦
MOZZA AUDYA
aduhh nadia jiwa barbar nya gk bisa di tahan sihhh 🤭
partini
good story 👍👍👍👍👍
partini
lanjut Thor 👍👍👍👍
Heresnanaa_: stay tune beb 😚
total 1 replies
partini
Nemu juga novel kaya gini suka "❤️
Heresnanaa_: hai kaka🤭
happy reading yaa 🤭
total 1 replies
rara🍁🍃🦋
mo nangis tapi mallu
Heresnanaa_: diam diem aja author engga liat kok🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!