Bima Arka Pradipta , anak dari keluarga sederhana di pinggiran Manado. Keras kepala, tidak banyak bicara di luar lapangan tapi meledak-ledak di dalam lapangan. Hamstring putus , pensiun umur 34 tahun. Dikenal karena tendangan bebas melengkungnya dan loyalitasnya sama tim. Dari anak kampung yang main bola pakai kaki ayam -> ditolak akademi karena dianggap terlalu emosional -> bangkit setelah cedera parah di musim hujan -> jadi kapten yang mengangkat tim degradasi jadi juara.
"Bukan tentang seberapa keras kau terjatuh, tapi seberapa lama kau tetap berdiri di tengah hujan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SelToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 7 ANAK CEWEK GAGAL AKHIRNYA BISA TENDANGAN SINTA
Bulan Februari 2043. 1 bulan setelah PSSI ditolak Rp 500 juta.
Bima berjanji ajar 7 anak cewek yang gagal itu Tendangan Sinta gratis.
Masalahnya tendangan Sinta itu bukan teknik , itu emosi. Tidak bisa diajar pakai cone.
Bima coba pada minggu pertama : suruh Mira , Lala , Putri , Nia , Caca , Dinda , dan Sari tendang keras + melengkung. Semuanya gagal. Bola cuma lurus , atau cuma keras tapi tidak berbelok , atau berbelok tapi pelan.
Sinta melihat teman - temannya frustasi. Dia berkata ke Bima "Om , dulu saya bisa karena marah sama kak Ronald. Mereka tidak punya kakak cowok untuk dimarahi."
Bima paham. Dia ganti metode.
Metode Bima umur 34 tahun yang pensiun jadi nelayan : Metode Marah.
Pada hari Senin : Bima suruh 7 anak cewek itu tulis di kertas , siapa yang mereka benci.
Mira tulis : "Kakak saya yang bilang cewek tidak bisa main bola."
Lala tulis : "Bapak saya yang suruh saya jaga warung terus."
Putri tulis : "Guru saya yang bilang saya bodoh."
Nia tulis : "Cowok - cowok yang ketawain jilbab saya."
Caca , Dinda , dan Sari tulis hal yang sama : "Kami marah karena gagal seleksi."
Pada hari Selasa : Bima bawa 7 kertas itu , tempel di tiang gawang bambu Tikala. Suruh mereka tendang kertas itu.
Mira pertama. Dia melihat kertas "kakak saya". Tendang keras.
DUAR. Kena tiang. Belum gol , tapi sudah melengkung sedikit.
Lala kedua. Melihat kertas "Bapak suruh jaga warung". Tendang. Melengkung.
Pada hari Rabu , hujan besar. Tikala jadi kolam lumpur yang paling parah. Bima sengaja latihan pada jam 4 sore pas hujan , sama seperti final Liga Tikala.
Sinta pimpin. "Bayangkan bola itu orang yang bikin kalian marah! Tendang!"
7 anak cewek itu , jilbab yang penuh lumpur , sepatu sekolah yang menjadi sepatu bola yang penuh lumpur , tendang 1 per 1.
Putri yang tulis "Guru bilang saya bodoh", tendang dari 20 meter. Bola keras , melengkung telat , masuk. Gol pertama Tendangan Sinta selain Sinta.
Putri menangis di lumpur. Bukan karena gol , karena marahnya keluar.
Nia , Caca , Dinda , dan Sari menyusul. 1 per 1 , dalam hujan , semuanya bisa. Tidak sempurna seperti Sinta 30 meter , tapi 15 - 20 meter sudah bisa keras + melengkung.
Mira yang terakhir. Dia yang tulis "kakak saya". Dia menangis 10 menit di lumpur sebelum tendang. Tendangan terakhir pada hari Rabu , jam 5 sore, hujan masih turun.
Mira tendang 22 meter. Bola melengkung , kena lumpur , masuk gawang bambu yang sudah miring karena hujan.
7 anak gagal , sekarang bisa Tendangan Sinta. Versi mereka sendiri.
Bima tulis di buku absen Yudi yang sudah pakai arang
7 ANAK CEWEK GAGAL - SEKARANG BISA TENDANGAN SINTA VERSI MEREKA SENDIRI
MIRA - 22M - MARAH SAMA KAKAKNYA
LALA - 20M - MARAH SAMA BAPAKNYA
PUTRI - 20M - MARAH SAMA GURUNYA
NIA , CACA , DINDA , DAN SARI - 15 - 18M - MARAH KARENA GAGAL
Bulan Maret 2043. Turnamen Manado Cup Putri U-14 se Sulawesi Utara. Hadiah Rp 50 juta.
Daftar peserta : 16 tim. Semuanya pakai sepatu bagus , jersey bagus , dan lapangan rumput sintetis bagus di Manado.
Tim Tikala Putri yang daftar : Sinta no 10 + 7 anak cewek gagal. Total 8 orang. Tidak ada cadangan. Lawan mereka tim 12 orang.
Pelatih lawan tertawa melihat Tuminting datang pakai Avanza sewaan , Yudi bawa bola plastik bocor tambal 8 kali.
Pertandingan pertama : Tuminting Putri vs Akademi PSSI Manado
Di menit ke 5 , Akademi PSSI cetak gol. Skor 1-0. Main cantik , umpan pendek.
Di menit ke 23 , Sinta mendapatkan tendangan bebas 25 meter. Tendangan Sinta. Gol. Skor 1-1.
Di menit ke 44 , Mira mendapatkan bola. Ingat kertas "kakak saya". Tendangan Sinta versi Mira. Gol dari 22 meter. Skor 2-1 untuk Tikala.
Babak kedua , Lala , Putri , dan Nia semuanya mencoba Tendangan Sinta. Tidak semuanya gol , tapi kiper lawan takut. Bola keras melengkung telat , susah ditangkap di rumput sintetis.
Akhir pertandingan : Skor 4-2 untuk Tuminting Putri. 8 anak cewek jilbab lumpur masuk semifinal.
Semifinal menang lagi dengan skor 3-1. Mira cetak 2 gol Tendangan Sinta.
Final lawan Manado United Putri Senior , tim yang 3 level di atas mereka , umur 17 tahun , badan besar.
Final pada jam 3 sore , hujan. Lapangan sintetis jadi licin seperti Tikala.
Skor 2-2 sampai di menit ke 89. Sama seperti final Liga Tikala.
Di menit ke 89 , tendangan bebas 28 meter. Siapa ambil ? Bukan Sinta. Sinta cedera ringan.
Mira ambil. Dia melihat kearah bench : 6 orang temannya , Sinta , Bima yang pakai kemeja nelayan Kroasia , Joshua yang kakinya pincang , Yudi yang membawa buku absen.
Mira ingat kertas "kakak saya yang bilang cewek tidak bisa main bola". Kakaknya ada di tribun , menonton , dulu yang larang dia main bola.
Mira tendang. Tendangan Sinta versi Mira. 28 meter. Keras. Melengkung telat. Masuk pojok kiri atas.
GOL. Skor 3-2. Juara Manado Cup Putri U-14.
Hadiah Rp 50 juta.
Mira tidak membawa pulang Rp 50 juta untuk dirinya. Dia bagi 8. Masing - masing Rp 6,25 juta.
Sinta dapat Rp 6,25 juta. Pertama kali dalam hidupnya punya uang sendiri dari bola , bukan dari PSSI.
Malam harinya , di atas Sinar Bima , 8 anak cewek itu makan ikan bakar. Bima bertanya ke Mira "Mira , Rp 6,25 juta mau buat apa ?"
Mira menjawab , jilbabnya masih basah "Mau beli sepatu bola baru , Om. Bukan sepatu sekolah lagi. No 39 , yang pas , yang tidak kebesaran seperti punya om Bima dulu."
Bima tulis di buku kecilnya.
7 ANAK CEWEK GAGAL SEKARANG JUARA MANADO CUP U-14. HADIAH RP 50 JUTA DIBAGI 8. MIRA BELI SEPATU NO 39 PAS , TIDAK KEBESARAN. TENDANGAN SINTA TIDAK LAGI 1 ORANG YANG BISA , SEKARANG 8 ORANG BISA.
CATATAN : PSSI MAU BELI 1 TENDANGAN RP 500 JUTA , DITOLAK. SEKARANG 8 TENDANGAN GRATIS JUARA. LEBIH MAHAL.
#####################################
Cukup sampai disini dulu ya , besok lanjut lagi. Semoga suka , jangan lupa berikan saran , like , dan hadiahnya
Happy reading