NovelToon NovelToon
Bangkitnya Putri Terbuang

Bangkitnya Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Ruang Ajaib
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Seorang wanita ahli pengobatan dan racun tiba-tiba memasuki tubuh seorang gadis lemah bernama Feng Wu. Terbangun di tempat asing, ia sempat mengira semua itu hanyalah mimpi. Namun, tempat dan kehidupan baru yang dihadapinya ternyata benar-benar nyata.

Jika Feng Wu sebelumnya dikenal sebagai gadis bodoh dan lemah yang selalu diremehkan, maka kedatangan jiwa baru akan mengubah segalanya.

Mulai sekarang, Feng Wu bukan lagi gadis yang mudah ditindas.

Karena sudah masuk ke tubuh Feng Wu, maka wanita itu akan menuntut balas atas perlakuan buruk pada pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Hari-hari berlalu dengan ritme yang semakin padat. Setiap pagi Feng Wu berlatih pedang dan bela diri bersama Jenderal Xu, dan setiap sore ia menghabiskan waktunya menjelajahi hutan di sekitar benteng mencari tanaman obat, memeriksa kualitasnya, dan menyimpannya di dalam Ruangan Ajaib yang tersembunyi di balik cincin di jarinya.

Suatu sore, suasana di ruang perawatan benteng menjadi sangat tegang. Seorang prajurit muda bernama A Hu baru saja terluka parah saat latihan, luka sayat dalam di lengan kanannya, dan pergelangan tangannya terlihat bengkak tidak wajar. Tabib benteng yang sudah tua hanya bisa menggeleng pelan setelah memeriksanya.

"Uratnya terputus dan tulangnya retak," ucap tabib itu berat. "Maaf, Nak. Luka seperti ini... kau mungkin tidak akan bisa memegang pedang lagi. Lebih baik kau beristirahat dan pulang ke kampung halamanmu."

A Hu menunduk, air mata jatuh membasahi wajahnya yang pucat. "Tidak... saya ingin tetap di sini. Saya ingin membela perbatasan... Jenderal Wen menyelamatkan keluarga saya, saya berjanji akan berbakti padanya..."

Para prajurit yang hadir di sana ikut berduka, namun tak ada yang bisa dilakukan. Di dunia ini, urat yang putus dianggap tak bisa disambung kembali. Dan bagi seorang prajurit, kehilangan kemampuan memegang senjata sama saja dengan kehilangan seluruh hidupnya.

Di ambang pintu, Feng Wu yang baru saja selesai berlatih mendengar semuanya. Ia melangkah masuk dengan tenang, tatapannya tajam dan yakin.

"Biar saya yang mencoba mengobatinya," ucapnya pelan namun tegas, seketika membuat semua orang menoleh.

Tabib tua itu mengernyit. "Nona, ini bukan luka biasa. Ini urat putus dan tulang retak. Bahkan tabib kekaisaran pun belum tentu bisa menyembuhkannya. Jangan bercanda soal nyawa orang."

"Aku tidak bercanda," jawab Feng Wu tenang, berjalan mendekati tempat tidur A Hu. "Saya tahu betul dengan apa yang akan saya lakukan. Dan saya berjanji jika saya yang menangani, dalam tiga hari ia akan bisa menggerakkan tangannya lagi."

Keheningan menyelimuti ruangan.

Tiga hari? Itu mustahil! Bahkan Jenderal Xu yang datang karena mendengar keributan pun ragu, namun melihat tatapan Feng Wu yang begitu yakin dan tenang, ia akhirnya mengangguk.

"Biarkan dia mencoba," ucap Jenderal Xu. "Jika ada yang bertanggung jawab, biar saya yang menanggungnya."

Feng Wu tersenyum tipis berterima kasih. Ia meminta semua orang keluar, hanya menyisakan dirinya dan A Hu di dalam ruangan. Dengan gerakan cepat dan teratur, ia mulai bekerja.

Pertama, ia mengambil air dari mata air di Ruangan Ajaib, air yang murni dan mengandung energi penyembuh yang luar biasa. Lalu dari cincin itu pula, ia mengeluarkan ramuan yang ia racik sendiri campuran akar bintang, serbuk giok, dan tanaman langka lainnya yang hanya tumbuh di tempat berenergi tinggi.

Ia membersihkan luka itu dengan sangat teliti, lalu dengan ketepatan yang luar biasa menempelkan semacam salep hijau yang berbau harum dan menyegarkan. Setelah itu, ia menggunakan jarum-jarum halus dari perak menancapkannya di titik-titik saraf tertentu di lengan dan pergelangan tangan A Hu. Gerakannya begitu cepat dan presisi, seakan ia sudah melakukan ini ribuan kali sebelumnya.

"Jangan khawatir," bisiknya lembut kepada prajurit yang gemetar itu. "Aku tidak akan membiarkanmu kehilangan tanganmu. Tidurlah sebentar... saat kau bangun, rasa sakitnya akan hilang."

Keesokan harinya, saat pintu ruang perawatan terbuka, semua orang yang menunggu di luar terpaku tak percaya.

A Hu berjalan keluar dengan wajah berseri, tidak lagi pucat. Dan yang paling mengejutkan... ia menggerakkan lengan kanannya perlahan, menekuk pergelangan tangannya, lalu mengepalkan tangannya erat-erat. Tidak ada rasa sakit. Tidak ada kelumpuhan.

"Sembuh..." bisik A Hu tak percaya, matanya berkaca-kaca. "Sembuh total! Bahkan tidak terasa sakit sedikit pun!"

Tabib tua itu berlari mendekat, memeriksa luka yang tadinya menganga itu kini hanya menyisakan bekas halus yang samar. Bengkakannya hilang, dan denyut nadi di pergelangan tangannya kembali kuat dan teratur. Pria tua itu gemetar, menatap Feng Wu dengan tatapan kagum sekaligus takjub.

"Ilmu pengobatan seperti apa ini...?" gumamnya tak percaya. "Bahkan di istana kekaisaran pun, tidak ada tabib yang bisa melakukan hal seperti ini dalam waktu sesingkat itu!"

Berita tentang keajaiban itu menyebar seperti api ke seluruh benteng. Tidak hanya karena Feng Wu menyembuhkan luka yang dianggap tak bisa disembuhkan tetapi karena ia juga mulai membagikan ramuan yang ia buat sendiri kepada para prajurit.

Ramuan itu berwarna keemasan, beraroma segar. Mereka yang meminumnya merasa tubuhnya menjadi lebih kuat, tidak mudah lelah meski berlatih seharian, dan luka-luka kecil mereka sembuh jauh lebih cepat dari biasanya.

Dari mana gadis itu mendapatkan bahan-bahan langka itu? Dan bagaimana ia bisa meracik sesuatu yang begitu ampuh? Tak ada yang tahu. Namun satu hal yang pasti sejak hari itu, tidak ada satu pun prajurit yang meremehkannya. Bukan lagi sebagai cucu Jenderal Wen, melainkan sebagai Nona Feng Wu penyembuh mereka.

Malam harinya, di ruangan Jenderal Wen, kakek dan cucu itu duduk berhadapan. Jenderal Wen menatap cucunya dengan tatapan yang sulit dijelaskan, campuran antara rasa bangga, takjub, dan sedikit kekhawatiran.

"Kau menyembuhkan A Hu, dan membuat ramuan yang membuat seluruh pasukan merasa lebih kuat," ucapnya pelan. "Wu'er... dari mana kau mempelajari semua ini? Ilmu pengobatan yang bahkan tabib istana pun tidak miliki?"

Feng Wu tersenyum lembut, namun tidak menjawab secara langsung. "Kakek, ada hal-hal yang diberikan takdir kepadaku. Aku hanya menggunakan apa yang aku punya untuk membantu orang-orang yang baik, dan melindungi mereka yang butuh perlindungan."

Jenderal Wen mengangguk pelan. Ia tidak akan memaksa. Namun satu hal yang ia tahu cucunya bukan lagi gadis lemah yang ia temukan di gerbang benteng. Ia telah tumbuh menjadi seseorang yang luar biasa kuat dalam tubuh, bijaksana dalam pikiran, dan penuh kasih sayang dalam hatinya.

"Kau membuat Kakek semakin bangga setiap harinya," ucap Jenderal Wen tulus. "Tapi ingat, Wu'er, kekuatan seperti ini juga bisa membuat orang lain takut padamu. Hati-hati. Di masa depan, saat namamu mulai dikenal, akan ada yang ingin memanfaatkanmu... atau bahkan mencoba membunuhmu untuk mengambil ilmu-mu."

"Aku tahu, Kakek," jawab Feng Wu tenang, namun matanya menyala tajam. "Tapi aku tidak takut. Siapa pun yang datang, aku siap menghadapinya. Dan siapa pun yang ingin melukai orang-orang yang aku sayangi... aku tidak akan membiarkannya."

Di bawah cahaya lampu minyak yang temaram, Feng Wu terlihat begitu cantik namun sekaligus begitu berbahaya persis seperti racun.

1
Dian Utami
feng Wu terlalu egois thor dan bertindak sesuka hati, giliran di perhatikan dia kesel
ummu syafanah
lanjut thor
jenny
semoga wen qi tersadar dan gak perlu marah² ke su meng
Nonik Anda Swl
Thank you Thor, next please 🙏🌹
Nonik Anda Swl
next please🙏Thor, thank you 🌹
jenny
permainan segera dimulai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!