NovelToon NovelToon
Gadis Barbar Kesayangan Ketos Dingin

Gadis Barbar Kesayangan Ketos Dingin

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Ketos / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Haris Wahyuni

kalau adaa yang salah atau enggk nyambung ceritanyaa maapp yaaaahhh soalnya baru pertama bikin cerita kayak ginii (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)


Siapa sangka gadis yang berisik, ceroboh, dan selalu bikin keributan itu justru jadi satu-satunya yang bisa meluluhkan hati ketua osis paling dingin, cuek, dan ditakuti seantero sekolah?


Dari yang saling tak suka, jadi tak bisa terpisahkan. Ini kisah gadis barbar yang mencuri hati ketos dingin yang tak pernah tersenyum pada siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUMAH PENUH KEJUTAN DAN KEKACAUAN MANIS.

Siapa bilang udah nikah berarti hidup tenang? Itu cuma omongan orang yang nggak punya sifat kayak gue! Pagi-pagi banget gue udah bangun, bertekad: Hari ini gue masak! Beneran! Nggak ada debu, nggak ada panci jatuh! dan enggak ada tepung yang berantakan!.

Tapi rencana itu kalah sama kenyataan…

Gue nyalakan kompor, taruh air, masukin mie — terus gue duduk nunggu, sambil main HP. Tahu-tahu bau asap! Gue meloncat lari ke dapur — airnya habis, mienya nempel di panci kayak lem! 😱

Arka masuk, batuk pelan sambil tutup hidung. "Luna… kamu lagi masak atau mau bikin kabut asap?"

Gue menunduk malu, jari telunjuk saling menyentuh. "Mienya… kenal sama panci kayaknya. mangkanya Nggak mau di lepas." 😅

Arka tertawa ngakak sampai pundaknya bergoyang. Dia deketin, ambil panci, cuci pelan. "Udah, biar giliran aku aja, sekarang kamu duduk aja di meja — dan janji, jangan pegang apa-apa ya?"

Gue cemberut. "Janji… tapi itu kursi goyang nggak dihitung kan?"

Dia geleng-geleng kepala sambil senyum. "Iya, kursi boleh."

Siangnya, keluarga datang — dan keramaian langsung pecah! Mama sama Mommy Amara sibuk atur lemari pakaian, Papa sama Daddy Daffa cek genteng, Abang Daniel bantu pasang gorden… dan gue? Gue jadi penanggung jawab keributan! 😂

"Eh Luna, gordennya terbalik!" teriak Daniel dari tangga.

Gue natap gorden yang udah gue pasang bangga. "Hah?! Terbalik? Padahal udah kelihatan bagus itu!"

Arka lewat, natap sebentar, lalu ketawa. "Luna… yang bagian lipatnya di belakang, bukan di depan kayak kerut dahi." 😂

Gue tepuk jidat. "Yah! Kirain model baru!"

Belum selesai, Raka sama Dito datang bawa kado — kotak besar, pita merah merona.

"Ini hadiah khusus!" seru Raka bangga. "Biar rumah tangga kalian lancar jaya!"

Gue buka dengan semangat — isinya satu set peralatan masak anti-gosong! 😂

Dito senyum lebar. "Khusus buat kamu, Luna. Biar Arka nggak kelelahan tiap pagi!"

Gue lempar bantal pelan ke arah mereka. "Ih kalian! Gue bisa masak kok! Cuma… hari ini lagi sial aja!"

Arka pegang bahu gue, senyum nahan ketawa. "Iya, bisa. Asal kompornya nggak kabur."

Sore itu kita semua makan bareng di teras — nasi, lauk, sambal, semuanya tumpah ruah di meja. Tiba-tiba Daddy Daffa batuk, minum air, lalu natap gue sambil senyum.

"Luna, sambal ini… pedasnya luar biasa ya?"

Gue senyum bangga. "Beneran?! Gue yang bikin!"

Papa mengangguk pelan, matanya berkaca-kaca. "Enak… bikin ingat masa muda, lari ke mana-mana tanpa takut apa-apa."

Abang Daniel langsung minum air dua gelas. "Enak… tapi bikin napas berhenti sebentar!" 😂

Semua orang tertawa. Gue ketawa paling kencang. Ternyata gue bikin sambal yang bikin semua orang menangis bahagia!

Malamnya, setelah semua pulang, kita berdua duduk di teras. Arka pegang tangan gue, tatapannya hangat.

"kamu tahu nggak?" tanyanya pelan. "Dulu aku pikir kebahagiaan itu tenang, hening, sepi. Ternyata salah. Kebahagiaan itu berisik, rame, kadang bikin pusing… kayak kamu."

Gue cubit pelan lengannya. "Hei! Itu pujian atau hinaan?!"

Arka tertawa, tarik gue pelan ke pelukannya. "Pujian terindah. kamu bikin hidup aku jadi penuh warna, Luna. Dan aku nggak mau berubah apa pun."

Gue sandarkan kepala ke bahunya. "Gue juga. Walaupun gue sering bikin kekacauan?"

"Kekacauan yang indah," bisiknya. "Kekacauan yang gue tunggu seumur hidup."

Tiba-tiba gue teringat sesuatu. "Eh, Arka… besok gue masak ya! Janji nggak gosong!"

Arka kecup kening gue sambil senyum tipis. "Oke. Tapi gue tetap bangun pagi, jaga-jaga kompornya nyala sendiri."

Gue tertawa. Malam itu indah banget — penuh tawa, penuh canda, penuh harapan. Dan gue tahu: ke depannya bakal banyak kekacauan lagi. Tapi selama kita hadapi bareng-bareng… semuanya bakal jadi kenangan yang indah.

 

JANGAN LUPA BUAT VOTE, LIKE, SUBSCRIBE DAN KOMEN YAHH😘😘😘

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!