NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Yuxin terdiam mendengar itu. Dia berpikir, apakah mungkin ada ingatan masa lalu yang tertinggal pada Shen Yifan, atau mungkin hanya kebetulan Shen Yifan pernah melihatnya di suatu tempat sebelum dia datang ke kediaman keluarga Lin.

"Mungkin di jalanan," jawab Yuxin akhirnya, memilih kalimat yang aman, "karena dulu aku ikut berjualan untuk membantu keluarga yang membesarkanku. Mungkin Tuan Muda pernah melewati pasar tempat aku biasa berjualan."

Shen Yifan mengerutkan kening, seperti mencoba mencocokkan potongan ingatan yang tidak lengkap. "Mungkin," ucapnya pelan, meski nada suaranya terdengar tidak sepenuhnya yakin dengan jawabannya sendiri.

Hening sejenak menggantung di antara mereka, hanya suara angin yang menggoyangkan pepohonan di sekitar gerbang.

"Kalau begitu, aku permisi dulu, Nona Lin," Shen Yifan akhirnya membungkuk sopan, kembali menaiki kudanya. "Semoga pesta penyambutanmu berjalan lancar."

Yuxin membalas dengan anggukan kecil, mengawasi kepergiannya dalam diam. Tapi tepat sebelum kudanya melaju pergi, Shen Yifan menoleh sekali lagi, matanya menatap Yuxin dengan tatapan yang jauh lebih dalam dari sekadar rasa penasaran biasa.

"Nona Lin," ucapnya, suaranya nyaris tertelan angin, "berhati-hatilah. Aku dengar, akan ada tamu tak terduga di pesta penyambutanmu nanti."

Sebelum Yuxin sempat bertanya lebih lanjut, kudanya sudah melaju pergi, meninggalkan debu tipis yang berputar di udara dan pertanyaan besar yang menggantung di benak Yuxin.

Tamu tak terduga? Siapa yang dia maksud?

Seingat dia, di pesta penyambutannya pada kehidupan yang lampau, tidak ada tamu istimewa. Yang ada justru teman-teman Ruoxi, yang membuat Yuxin jadi bahan tertawaan seluruh tamu karena ulah mereka.

Kalau begitu, siapa tamu tak terduga yang dimaksud Shen Yifan?

Yuxin menatap kepulan debu yang ditinggalkan kuda Shen Yifan, alisnya berkerut dalam. Ada dua kemungkinan yang berputar di kepalanya: entah kali ini takdir sudah mulai bergeser dari jalur yang dia kenal atau ada sesuatu yang sengaja disembunyikan darinya sejak awal, sesuatu yang bahkan di kehidupan sebelumnya pun tidak sempat dia ketahui sebelum ajal menjemputnya.

"Nona?" suara Xiao Yan memecah lamunannya. "Kita jadi ke pasar sekarang?"

Yuxin menoleh, memaksakan senyum tipis. "Ya. Mari berangkat sekarang!"

Tapi sepanjang perjalanan menuju distrik pertokoan, pikirannya terus melayang pada kalimat terakhir Shen Yifan dan pada satu pertanyaan yang tidak bisa dia singkirkan.

Kalau kehidupan ini sudah berbeda dari yang aku ingat... apa lagi yang akan berubah tanpa sepengetahuanku?

***

Distrik pertokoan siang itu ramai oleh pedagang yang berteriak menawarkan barang dagangan mereka. Yuxin dan Xiao Yan berjalan berdampingan menyusuri deretan kios kecil yang menjual aksesoris rambut, tusuk konde berukir bunga, pita sutra warna-warni, giok kecil yang berkilau ditimpa cahaya matahari.

"Nona, lihat yang ini!" Xiao Yan berseru girang, menunjuk sepasang tusuk konde berbentuk kupu-kupu, sayapnya dihiasi manik-manik kecil berwarna biru muda.

Yuxin tersenyum tulus, senyum yang jarang muncul akhir-akhir ini. "Cocok untukmu. Ambil dua, satu untuk pesta nanti."

"Nona, ini terlalu mahal untukku..."

"Anggap saja hadiah," potong Yuxin lembut, sudah lebih dulu menyerahkan uang pada pedagang. "Kau sudah menemaniku sejak hari pertama. Aku ingin kau juga tampil cantik di pesta itu."

Xiao Yan menatap tusuk konde di tangannya dengan mata berbinar, pipinya sedikit merona. "Terima kasih, Nona! Aku akan menjaganya baik-baik."

Mereka berpindah dari satu kios ke kios lain, tawa kecil sesekali terlepas dari bibir Yuxin, momen langka yang membuatnya merasa hampir seperti gadis biasa, bukan seseorang yang membawa beban dua kehidupan sekaligus. Dia memilih sepasang anting giok untuk dirinya sendiri, lalu sehelai pita merah muda yang diam-diam dia sisipkan ke keranjang belanjaan Xiao Yan tanpa sepengetahuannya.

Di tengah keramaian itu, saat Yuxin sedang mengamati seuntai kalung kecil di sebuah kios, seseorang tanpa sengaja menabrak bahunya dari arah berlawanan, membuat kalung yang sedang dia pegang terjatuh ke tanah.

"Maafkan aku, aku tidak melihat..."

Suara itu berhenti di tengah kalimat. Yuxin mendongak, dan mendapati seorang pria berjubah sederhana namun terjahit rapi dari kain berkualitas tinggi, wajahnya tampan dengan sorot mata tajam yang tidak biasa dimiliki rakyat jelata.

Pria itu berjongkok cepat, memungut kalung yang terjatuh, lalu menyerahkannya kembali dengan sopan. "Ini punyamu, Nona."

Yuxin menerimanya dan seketika itu juga, jantungnya berdegup lebih cepat.

Wajah itu. Meski hanya mengenakan jubah sederhana tanpa lambang kebesaran, meski menyamar sebagai bangsawan biasa di tengah keramaian pasar, Yuxin mengenalinya. Wajah yang seharusnya baru dia temui berbulan-bulan lagi, di istana, dalam suasana formal yang kaku dan penuh basa-basi.

Putra Mahkota Li Chen.

"Terima kasih," ucap Yuxin, memaksakan suaranya tetap tenang meski pikirannya berkecamuk keras.

Li Chen tersenyum tipis, matanya menatap Yuxin dengan cara yang aneh, seperti sedang menilai, atau mungkin, seperti sedang mengingat sesuatu. "Kau terlihat asing di sini. Bukan penduduk sekitar sini, kurasa?"

"Aku baru saja kembali ke kota ini," jawab Yuxin hati-hati, berusaha keras agar tidak menunjukkan bahwa dia tahu siapa yang sesungguhnya berdiri di hadapannya.

"Begitu rupanya," dia mengangguk, lalu membungkuk sopan. "Semoga harimu menyenangkan, Nona."

Dia berbalik pergi, menghilang di antara kerumunan pasar secepat kemunculannya. Xiao Yan yang sejak tadi sibuk memilih pita, baru saja kembali ke sisi Yuxin. "Nona? Ada apa? Wajah Nona pucat."

Yuxin menatap arah kepergiannya, masih berusaha menenangkan detak jantungnya sendiri.

Di kehidupan sebelumnya, pertemuan pertamanya dengan Putra Mahkota terjadi jauh setelah pesta penyambutan, dalam suasana istana yang penuh protokol dan jarak. Bukan seperti ini, tidak sengaja, di tengah pasar, tanpa siapapun tahu siapa dia sebenarnya.

Kenapa dia sudah bertemu denganku sekarang, jauh lebih cepat dari yang seharusnya?

"Nona?" Xiao Yan mengulang, semakin khawatir melihat Yuxin melamun.

Yuxin menggeleng pelan, memaksakan senyum. "Tidak apa-apa. Ayo, kita masih harus mencari beberapa hal lagi sebelum pulang."

Tapi di dalam hatinya, satu pertanyaan terus menggema, jauh lebih mengganggu dari sekadar tamu tak terduga yang disebut Shen Yifan tadi.

Kalau pertemuan ini saja sudah bergeser dari takdir yang seharunya... apa lagi yang akan berubah, tanpa pernah aku duga sebelumnya?

1
Adi Sudiro
lama" muak ama ni cerita drama yg di ulang ulang ujung " nya matanya pada picek menjijik kan wassalam lah ku kira cerita nya agak lain dari yg lain ternyata sama saja alurnya..
Dessy C: Maaf ya akak kalau tidak sesuai harapan 🙏... terimakasih atas masukannya nanti akan di perbaiki ke depan nya 🙏🥰
total 1 replies
Yeni Astriani
saya kecewa sama Li cen sbg Putra Mahkota yang tidak mampu melindungi Putri Mahkota dr persengkokolan jahat Permaisuri Xuan terlalu mudah kena tipu daya Gu Yueran
kymlove...
selalu diam dan mengamati, sehingga telat untuk membela diri.... entah kenapa yuxin ini mengamati situasi terlalu lama, seakan berhati-hati sekali, tapi dengan selalu lama dalam mengambil tindakan terkesan membiarkan masalah terlalu terlambat untuk di selesaikan!
Dessy C: makasih akak masukan nya 🙏🥰
total 1 replies
Adi Sudiro
perkumpulan wanita culas.... 🤭🤭🤭
Adi Sudiro
lah kan memang bukan putri keluarga lin... lawak nih tuan besar... 🤭🤭
Dessy C: makasih akak komemn nya 🙏🫰
total 1 replies
kymlove...
bagus!! jika ruoxi masih tak tau diri.. dan tetap gak sadar diri...!! emang bener 2 benalu abadi sih ini!!
kymlove...
bilang aja jujur yuxin kalau ruoxi memberi mu hanfu sampah!!!
kymlove...: semangat trz kk🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!