NovelToon NovelToon
MODEL RAHASIA TEMAN KAKAK

MODEL RAHASIA TEMAN KAKAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Hayden menghentikan langkahnya tepat di tepi podium. Tatapannya menelusuri tiap lekuk tubuh Aluna. Pria itu mengulurkan tangannya, seolah-olah hendak membenarkan letak kain selendang yang tersingkap di atas paha Aluna.

Namun, gerakan jemari Hayden tidak berhenti di sana. Jemarinya yang dingin dan kasar bergeser perlahan, sengaja menyapu permukaan kulit halus Aluna, bergerak semakin naik menyentuh area yang tertutup selendang putih tipis itu.

Sentuhan asing dan lancang itu seketika meletupkan amarah Aluna.

"Jangan sentuh!"

Aluna menepis tangan Hayden dengan kibasan keras. Dalam sekejap, gadis itu menarik kain selendang untuk menutupi dadanya, merapatkan kedua kakinya, dan mundur ke sudut podium. Matanya yang sembab menatap Hayden dengan kilatan amarah yang membara.

"Jaga tanganmu, Hayden!" bentak Aluna dengan suara bergetar hebat, napasnya memburu cepat oleh kombinasi rasa takut dan murka. "Aku di sini cuma jadi model lukisanmu! Aku menjual posisiku sebagai model untuk melunasi _

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Pintu kamar mahoni tebal itu terhempas keras, menyisakan gema dentuman yang mengunci Aluna dalam ketakutan mutlak. Hayden langsung membanting tubuh Aluna ke atas kasur berukuran king-size, lalu mengungkungnya dari atas. Deru napas pria itu membakar, matanya merah padam dikuasai cengkeraman obat yang makin beringas.

​"Hayden, sadar! Sadarlah, Hayden!" jerit Aluna histeris. Kedua tangannya mendorong dada bidang Hayden yang terasa sepanas tembaga membara. Air mata keputusasaan menetes deras membasahi pipinya. "Aku Aluna! Aku adik Romeo, sahabatmu sendiri! Tolong, sadar!"

​Napas Hayden memburu berat, rahangnya mengetat hebat. Pendengarannya bagai tertutup kabut tebal. Senyum tipis yang liar dan berbahaya terukir kaku di bibirnya. "Aku tidak peduli siapa dirimu malam ini..." bisiknya serak, jemarinya yang kekar mencengkeram kedua pergelangan tangan Aluna lalu menguncinya di atas kepala.

​"Lepaskan aku! Aku datang ke sini untuk menyelesaikan masalah tagihan itu, bukan untuk menyerahkan diriku padamu! Kau manusia iblis!" Aluna memekik seraya berontak liar, menghentakkan kakinya dan mencoba menggigit lengan Hayden. Namun, perbedaan tenaga di antara mereka terlalu jauh. Tubuhnya yang rapuh terkunci rapat tanpa celah.

​"Diam, Aluna!" bentak Hayden dengan nada rendah yang amat bergetar. Keringat dingin mengucur deras di pelipisnya saat ia berjuang keras melawan gairah membakar yang menggerogoti akal sehatnya. "Obat ini membuatku gila... Aku tidak bisa menahannya lagi!"

​"Sadarlah, Hayden! Kau membantuku dan Kak Romeo, tapi kenapa kau harus merusakku seperti ini?!" tangis Aluna pecah, dadanya naik turun diimpit rasa takut luar biasa. "Kumohon... letakkan harga dirimu... jangan lakukan ini padaku..."

​Hayden mendekatkan wajahnya, menatap lurus ke dalam iris mata Aluna yang berair. Di balik tatapan liarnya, ada pergulatan batin yang amat menyiksa, namun efek racun di darahnya menang mutlak. Ia menunduk, merapatkan bisikannya tepat di samping telinga Aluna yang bergetar.

​"Dengar baik-baik, Aluna..." ujar Hayden parau, intonasinya penuh penekanan yang tak tertolak. "Menurutlah padaku malam ini."

​"Tidak! Sampai kapan pun aku tidak mau!" tolak Aluna tegas di sela isak tangisnya.

​"Jika kau menurut," potong Hayden cepat, suaranya terdengar bagai bisikan iblis yang menawarkan perjanjian terlarang, "aku akan membebaskanmu sepenuhnya setelah ini. Seluruh biaya rumah sakit, perawatan intensif, hingga fisioterapi Romeo sampai dia benar-benar sembuh dan bisa berjalan lagi... aku yang menanggung Semuanya."

​Aluna mematung, tubuhnya mendadak kaku mendengar tawaran itu.

​Hayden makin mengikis jarak, cengkeramannya di jemari Aluna menyalurkan panas yang kian membakar. "Bukan cuma itu... seluruh biaya kuliahmu hingga lulus, semua kebutuhan hidupmu dan kakakmu, akan aku penuhi tanpa sisa. Kau tidak perlu bekerja setengah mati di kafe itu lagi. Kau dan Romeo akan hidup tenang."

​"K-kau... kau memanfaatkan keadaan ini untuk memaksaku..." bisik Aluna dengan suara yang hancur berkeping-keping.

​"Ini bukan pilihan, Aluna. Ini penawaran terakhirku sebelum aku benar-benar kehilangan seluruh kesadaranku," desis Hayden dingin. Pria itu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Aluna, menatap gadis itu dengan tatapan mengunci. "Serahkan dirimu malam ini, dan aku pastikan masa depanmu dan Romeo terjamin selamanya."

​Aluna memejamkan mata rapat-rapat. Air matanya mengalir kian deras, membasahi bantal di bawah kepalanya. Bayangan wajah Romeo yang tersenyum lega saat bisa pulang melintas cepat di benaknya, bertabrakan dengan kenyataan pahit bahwa malam ini, ia harus mengorbankan kehormatannya demi kesembuhan sang kakak.

​"Kau... sangat kejam, Hayden..." bisik Aluna pasrah, membiarkan tubuhnya berhenti berontak saat Hayden mulai menguasainya sepenuhnya dalam kegelapan malam.

*

*

*

1
Mita Paramita
🔥🔥🔥
Mia Camelia
Hayden makin gak bisa melepaskan Aluna nih🤭
𝐀⃝🥀Weny
baru aja baca, udah disuguhin Bombay banyak sama othor😭
Mia Camelia
siap thor 😁penasaran nih visual ny gimana😂
diga pues
+21☻️☻️☻️
diga pues
☻️☻️☻️
diga pues
serigala☻️
diga pues
ugh☻️
Mia Camelia
hayden obsesif banget ini mah ke aluna🤭
sukaa banget nih sama modelan ky hayden 😁
diga pues
ugh🌚
Ita Putri
haduuhh
bahaya Aluna
sudah dong Hayden kasihan aluna
Mia Camelia
lanjut thor😁
Mita Paramita
Thor nih novelnya sampai tamat kn? gak kayak novel kemarin yang dihapus? padahal lagi seru cerita ny
Mita Paramita: siap Thor 🔥🔥🔥🔥
semangat Thor 🔥🔥🔥
total 2 replies
Mia Camelia
seru banget thor😁😁😁
MissSHalalalal: terimakasih kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!