NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kimmy Yummy

"Menikah muda adalah jalan ninjaku!"

‎​Bagi Keyla, gadis cantik kelas 3 SMA yang keras kepala dan hobi tebar pesona, cita-citanya bukanlah menjadi dokter, pengusaha, atau profesi mentereng lainnya. Impian terbesarnya hanya satu, menikah di usia muda. Sayangnya, belum ada satu pun pria seumurannya yang mampu menembus selera tingginya.

‎​Hingga suatu sore, hujan deras menahannya di sebuah halte bus. Di sanalah takdir mempertemukannya dengan Arlan—pria berusia 28 tahun berpenampilan klimis dengan setelan jas mahal, tatapan mata setajam silet, dan aura dingin yang sanggup membekukan suasana. Bagi Keyla, Arlan adalah definisi nyata dari kematangan, kemewahan, dan pria idaman yang selama ini ia cari. Cukup satu kali lirik, keputusan Keyla sudah bulat, Om Duda berkarisma ini harus jadi miliknya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kimmy Yummy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 7

Malam ini, kamar Keyla yang biasanya berantakan dengan baju-baju modis, tapi malam ini, pemandangannya berbeda. Meja belajarnya penuh dengan buku kalkulus, kumpulan soal UN tahun-tahun lalu, dan bergelas-gelas kopi yang sudah dingin.

"Akar kuadrat dari... ah, sial! Kenapa angka-angka ini nggak mau masuk ke otak gue sih?" Keyla mengacak rambutnya frustrasi.

Ia melirik ponselnya. Masih tidak ada balasan dari Arlan soal tawaran makan malam jika ia lulus ujian. Tapi bagi Keyla, diamnya Arlan adalah jawaban mungkin. Dan mungkin bagi seorang Keyla Abraham adalah lampu hijau untuk tancap gas.

"Gue harus pinter. Gue harus lulus dengan nilai bagus biar Om Arlan tau kalau gue bukan cuma modal tampang," gumamnya sambil kembali menekuni buku latihan.

Saat Keyla mulai fokus belajar, tiba-tiba, pintu kamarnya didobrak kasar. Keyla tersentak, hampir saja menjatuhkan tumpukan bukunya. Di ambang pintu, berdiri ayahnya, Pak Baskoro, dengan wajah merah padam. Di belakangnya, berdiri seorang wanita awet muda dengan pakaian sutra yang tampak angkuh—Riana, ibu tiri Keyla.

"Keyla, apa apaan ini?!" Pak Baskoro mengacungkan sebuah kertas yang sangat dikenali Keyla.

Keyla menghela napas panjang, mencoba bersikap sesantai mungkin. "Ya ampun, Papa. Masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu kali. Sopan santunnya mana?"

"Sopan Santun?!" teriak Baskoro. "Kamu bicara soal sopan santun setelah memakai kartu kredit Papa hampir sepuluh juta hanya dalam dua hari?! Untuk apa kamu daftar di gym mewah itu, Keyla? Kamu bahkan nggak pernah olahraga!"

Riana melipat tangan di dada, senyum sinis tersungging di bibirnya. "Mas, kan aku udah bilang. Keyla itu makin hari makin liar. Uang segitu harusnya bisa buat beli tas baru yang kemarin aku incar, eh malah dibuang-buang buat hal nggak jelas."

Keyla melirik ibu tirinya dengan tatapan tajam. "Oh, jadi itu masalahnya? Tante iri karena jatah belanja Tante berkurang?"

"Keyla! Jaga bicaramu pada Riana!" bentak Baskoro.

"Kenapa? Emang bener, kan?" Keyla berdiri, menghadapi ayahnya tanpa rasa takut. "Papa marah karena aku pake uang Papa? Daripada uang itu habis dipake Tante Riana buat foya-foya sama geng sosialitanya yang nggak berguna itu, lebih baik aku pake buat investasi kesehatan aku sendiri. Lagian, itu kan uang Papa, bukan uang dia."

"Kamu benar-benar keras kepala!" Baskoro menggebrak meja belajar Keyla. "Papa kerja keras buat masa depan kamu!"

"Masa depan yang mana, Pa? Masa depan di mana Papa lebih milih dengerin aduan istri baru Papa daripada nanya kenapa anak kandung Papa tiba-tiba rajin belajar?" Keyla menunjuk tumpukan bukunya. "Lihat itu. Aku lagi belajar buat ujian. Aku butuh gym itu buat buang stres. Papa mau aku gila karena tekanan di rumah ini?"

Riana mendengus. "Alasan saja. Paling-paling kamu cuma mau tebar pesona di sana, cari cowok kaya karena kamu tau Papa kamu sudah mulai membatasi uang jajanmu."

Keyla tertawa hambar. "Kalau iya kenapa? Seenggaknya aku cari yang sepadan, bukan kayak Tante yang cuma bisa nempel sama Papa demi kartu kreditnya."

"Cukup! Papa sita kartu kredit itu. Dan kamu, jangan harap bisa keluar rumah kalau bukan untuk sekolah sampai ujian selesai!"

"Sita aja, Pa. Ambil semuanya," Keyla melemparkan kartu kredit itu ke lantai dengan santai. "Tapi jangan harap aku bakal diem aja kalau Tante Riana mulai beli barang-barang aneh lagi pake akun Papa. Aku bakal pastiin tagihannya macet."

Baskoro menarik napas dalam, mencoba meredam amarahnya lalu keluar dari kamar Keyla diikuti Riana yang sempat memberikan tatapan sinis pada Keyla.

Setelah pintu tertutup, bahu tegap Keyla merosot. Ia kembali duduk di kursinya, menatap kartu kredit yang tergeletak di lantai. Matanya panas, tapi ia menolak untuk menangis. Hidup di rumah ini sejak ibunya meninggal memang seperti medan perang.

Ia mengambil ponselnya, satu-satunya pelariannya. Tanpa sadar, ia membuka room chat dengan Arlan.

Keyla: Om, hari ini aku dimarahin Papa. Gara-gara pake uangnya buat daftar gym demi ketemu Om.

Ia tidak berharap Arlan membalas. Namun, lima menit kemudian, sebuah pesan masuk.

Arlan: Kenapa kamu harus melakukan cara yang salah untuk sesuatu yang tidak pasti? Gunakan uang orang tuamu dengan benar.

Keyla tersenyum di balik rasa sedihnya.

Keyla: Ciee, Om perhatian ya? Takut aku jadi gelandangan? Tenang Om, kalau aku di usir Papa, aku bakal tinggal di depan kantor Om. Om mau kan kasih makan aku?

Arlan: Berhenti bicara omong kosong. Belajarlah. Jika nilaimu bagus, mungkin aku akan mempertimbangkan permintaan makan malam itu.

Keyla melompat dari kursinya, rasa sedihnya menguap begitu saja digantikan energi yang meledak-ledak. "Yes dia janji!"

Ia kembali duduk, membuka buku matematikanya dengan semangat baru. Rumus-rumus yang tadinya terlihat seperti bahasa alien, kini tampak lebih bersahabat.

"Matematika, sini lo! Gue bakal taklukin lo demi makan malam sama Om Arlan!"

Di tempat lain, Arlan menatap ponselnya dengan gelisah. Ia tidak tau kenapa ia mengetik pesan itu. Mungkin karena ia merasa kasihan, atau mungkin karena ia mulai terbiasa dengan gangguan kecil dari Keyla.

"Seharusnya aku tidak memberinya harapan," gumam Arlan. Ia meletakkan ponselnya, mencoba kembali fokus pada laporan keuangan, tapi untuk pertama kalinya, angka-angka di depannya kalah menarik dibanding bayangan seorang gadis SMA yang keras kepala.

1
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Kamsia
up gimana org judulnya tamat
Kamsia
di sing ker khan aj sih thor
Kamsia
kamu udh di incar vino.jgn sampe kamu kena tipu
Kamsia
wahh kayla ternyata oneng jg dia arlan ceo udh psti pny it bgs di kntrnys
Kamsia
udh ninggalin mntn suami mau balikan tapidgn cara yg gak bgt🙏🙏 💪💪 thor jgn kendor sm hama
Kamsia
wahhh saingan kayla tante mntan 💪💪💪 key
Kamsia
mungkin nnti om arlan lngsg bucin 😍😍😍
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
Evi Lusiana
agresif
Putri Lauren
lanjut double up Thor
Fauzianurul 08
up lagi dong
Reni Anjarwani
lanjut doubel up
Rifda Hanifah
double up thor
Rotib Peace
ceritanya bagus
Rotib Peace
jangan lama2 thor😭🙏
Kimmy Yummy: Nanti Up lagi ya Kak
total 1 replies
Putri Lauren
lanjutr thorr
Fauzianurul 08
ceritanya bagus up terus lanjutannya yah kak
Kimmy Yummy: syiap, Kak
total 1 replies
Fauzianurul 08
lanjuutt
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!