Di puncak kesendirian yang tak tertandingi, Kaelen, sang Monarch Primordial, telah menguasai semua hukum alam di alam semestanya. Namun, kemenangan terasa hampa. Justru pada detik ia menyentuh puncak, sebuah segel kuno terpecah dalam jiwanya, mengungkap ingatan yang terpendam: ia bukanlah manusia biasa, melainkan "Fragmen Jiwa Primordial" yang tercecer dari sebuah ledakan kosmik yang mengawali segala penciptaan.
Dicetak ulang melalui ribuan reinkarnasi di dunia yang tak terhitung jumlahnya, setiap kehidupan adalah sebuah ujian, sebuah pelajaran. Tujuannya bukan lagi sekadar menjadi yang terkuat di satu dunia, tetapi untuk menyatukan semua fragmen jiwanya yang tersebar di seantero Rimba Tak Berhingga — sebuah multiverse yang terdiri dari lapisan-lapisan realitas, mulai dari dunia rendah beraura tipis, dunia immortal yang megah, hingga dimensi ilahi yang penuh dengan hukum alam purba.
Namun, Kaelen bukan satu-satunya yang mencari. Para Pemburu Fragmen, entitas dari zaman sebelum waktu,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Guraaa~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7: Awan dan Rahasia
Hidup sebagai murid luar Sekte Azure Cloud adalah rutinitas yang ketat dan kompetitif. Fajar diawali dengan meditasi kelompok di Lapangan Awan, di mana ratusan murid luar duduk bersila, berusaha menyerap energi aura yang lebih kental di wilayah sekte. Dilanjutkan dengan kelas teori tentang dasar-dasar kultivasi, pengenalan spiritual herbs dan beast core, serta sejarah sekte. Sore hari diisi dengan latihan fisik, sparing, dan tugas-tugas yang diberikan, seperti merawat kebun herbal atau membersihkan area pelatihan.
Kaelen dengan cepat beradaptasi. Kemampuannya untuk memahami prinsip-prinsip dasar membuatnya menonjol dalam kelas teori, meskipun dia sengaja menyembunyikan sebagian besar pengetahuannya. Dalam latihan fisik, dia tampak kompeten tapi tidak luar biasa, selalu berada di peringkat tengah. Tujuannya adalah untuk menjadi rata-rata yang tidak mencolok.
Namun, perhatian yang tidak diinginkan datang dari dua sumber: Arlan dan wanita bermata ungu.
Arlan, yang berada di peringkat lebih tinggi, sering kali menggunakan statusnya untuk menekan Kaelen secara tidak langsung—mengambil tempat meditasi yang lebih baik, menantangnya dalam sparing dengan "maksud baik" untuk melatih, atau menyebarkan rumor bahwa keberhasilan Kaelen hanya karena keberuntungan belaka. Kaelen selalu menanggapi dengan tenang dan menghindari konflik langsung, yang justru membuat Arlan semakin kesal.
Wanita bermata ungu itu, yang diketahui bernama Lin Xia, adalah murid inti dan salah satu bintang terkemuka di generasinya. Dia adalah murid langsung dari Elder Song, kepala departemen Formasi. Kabarnya, dia memiliki bakat langka dalam persepsi spiritual, mampu melihat aliran energi dan bahkan noda pada jiwa seseorang. Dia belum mendekati Kaelen secara langsung, tetapi dia sering muncul di tempat yang sama dengannya—di perpustakaan, di kelas teori formasi dasar, bahkan sekali di kebun herbal. Setiap kali, tatapan ungunya yang menusuk akan menyapu ke arahnya sebelum dia pergi dengan tenang.
Kaelen merasa gelisah. Apakah Lin Xia bisa melihat fragmen jiwanya? Atau apakah dia merasakan sisa energi parasit? Dia harus lebih berhati-hati.
Seminggu setelah bergabung, kesempatan pertama untuk mengakses perpustakaan utama tiba. Sebagai murid luar, aksesnya terbatas ke lantai dasar, yang berisi manual dasar, sejarah umum, dan catatan geografi. Itu sudah lebih dari cukup untuk memulai.
Perpustakaan Azure Cloud adalah bangunan megah bertingkat tujuh, setiap lantai dijaga oleh formasi yang semakin kuat. Lantai dasar saja seluas lapangan bola, dengan rak-rak tinggi yang penuh dengan gulungan dan buku. Kaelen langsung menuju bagian geografi dan sejarah.
Dia menghabiskan berjam-jam mempelajari peta provinsi dan catatan tentang daerah terpencil. Dia menemukan beberapa referensi tentang "Punggung Naga Tidur", digambarkan sebagai pegunungan berbahaya yang dihuni beast level tinggi dan cuaca ekstrem. Ada juga legenda tentang "Cahaya Berdansa" yang muncul setiap seratus tahun, yang mungkin merujuk pada Portal Celestial. Tapi tidak ada detail tentang lokasi pasti atau cara membukanya.
Frustasi, dia beralih ke bagian teori formasi dasar, berharap bisa menemukan petunjuk tentang portal antardunia. Di sinilah dia bertemu Lin Xia untuk kedua kalinya.
Wanita itu berdiri di depan rak tentang teori ruang, dengan santai membaca sebuah gulungan tua. Saat Kaelen mendekat, dia menutup gulungan dan menoleh.
"Murid baru. Kaelen, bukan?" suara Lin Xia halus namun berisi otoritas.
Kaelen membungkuk hormat. "Senior Lin. Ya, saya Kaelen."
"Kau sering terlihat di bagian geografi dan sekarang formasi. Mencari sesuatu yang spesifik?" Tatapan ungunya yang tajam seolah menembusnya.
"Banyak belajar, Senior. Saya ingin memahami dunia kita dengan lebih baik," jawab Kaelen dengan sopan.
"Banyak belajar..." Lin Xia mengulang, lalu mendekat beberapa langkah. Aura halusnya menyelimuti Kaelen, sebuah sensasi seperti embun dingin di kulit. "Energimu... sangat murni untuk murid luar. Dan ada... resonansi aneh. Seperti ada lapisan lain di bawah permukaan."
Kaelen menjaga napasnya tetap tenang. "Saya tidak mengerti, Senior."
Lin Xia memandangnya beberapa saat, lalu tiba-tiba tersenyum, sebuah ekspresi yang tidak mencapai matanya. "Mungkin aku salah. Teruslah belajar, Kaelen. Tapi ingat, di sekte ini, terkadang pengetahuan yang salah bisa berbahaya." Dengan itu, dia berbalik dan pergi, meninggalkan Kaelen dengan perasaan tidak enak.
Pertemuan itu mengkonfirmasi bahwa Lin Xia merasakan sesuatu. Apakah dia ancaman? Dia tidak terasa jahat seperti Pemburu, tapi dia pasti penasaran, dan penasaran bisa sama berbahayanya.
Kaelen memutuskan untuk lebih berhati-hati. Dia mulai menggunakan teknik penyembunyian energinya yang dia pelajari dari Lio, menyamarkan resonansi jiwanya dengan lapisan aura normal Qi-nya.
Beberapa hari kemudian, kesempatan tak terduga muncul. Seorang elder dari departemen tugas mengumumkan bahwa sekte membutuhkan sekelompok murid luar untuk misi pengumpulan bahan di pinggiran Hutan Bayangan Berdenging, tidak jauh dari kaki Gunung Naga Tidur. Tugas itu berisiko—hutan itu dihuni beast level satu dan dua (setara dengan Qi Gathering)— tetapi juga menawarkan imbalan poin kontribusi yang tinggi, yang bisa ditukar dengan teknik atau pil. Bagi Kaelen, ini adalah kesempatan untuk mendekati lokasi tujuan dan mungkin menemukan petunjuk di lapangan.
Dia mendaftar, bersama dengan sekitar dua puluh murid luar lainnya, termasuk Jek dan—tidak mengejutkan—Arlan, yang melihat ini sebagai kesempatan untuk "membuktikan" dirinya.
Misi tersebut dipimpin oleh seorang murid inti senior, yang ternyata adalah Lin Xia. Alasannya, dia sedang meneliti formasi alam di hutan tersebut dan membutuhkan pengawalan.
Perjalanan ke Hutan Bayangan Berdenging memakan waktu dua hari dengan kereta angkutan sekte. Sepanjang perjalanan, Lin Xia tetap terpisah, mempelajari peta dan catatannya. Arlan mencoba mendekatinya beberapa kali, tapi hanya mendapat anggukan singkat. Kaelen berusaha tetap tidak mencolok, mengobrol dengan Jek dan murid lain.
Sesampainya di pinggiran hutan, Lin Xia membagi kelompok menjadi empat tim kecil, masing-masing bertugas mengumpulkan herbal tertentu di sektor berbeda. Kaelen sengaja memilih sektor yang paling dekat dengan arah Gunung Naga Tidur, dan kebetulan, Arlan dan dua pengikutnya juga memilih sektor yang sama. Lin Xia, dengan mata tajamnya, menugaskan dirinya untuk "mengawasi" sektor itu, mengutamakan keamanan.
Hutan Bayangan Berdenging dinamai demikian karena suara angin yang melintasi daun-daun khususnya menghasilkan dengungan yang aneh, bisa mengganggu konsentrasi dan menarik beast. Tim Kaelen—dia, Jek, Arlan, dan dua pengikut Arlan (Boran dan Kilda)—masuk ke dalam dengan hati-hati.
Mereka berhasil mengumpulkan beberapa herbal tanpa insiden besar, hanya menghadapi beberapa beast kecil yang dengan mudah diusir. Namun, saat mereka mendekati sebuah ngarai kecil, Kaelen merasakan getaran aneh dari tanah—sebuah pola energi yang tidak alami, seperti formasi kuno yang rusak.
Lin Xia, yang berjalan di belakang, tiba-tiba berhenti. "Ada sesuatu di sini. Formasi kuno. Rusak parah, tapi masih aktif sebagian."
Dia maju, menyentuh udara di depan sebuah dinding batu yang tampak biasa. Sebuah pola cahaya biru pudar muncul, menunjukkan struktur formasi kompleks yang sebagian besar telah hancur.
"Formasi segel," gumam Lin Xia. "Sangat tua. Mungkin dari era sebelum sekte berdiri." Dia fokus, matanya berbinar dengan minat ilmiah.
Arlan, ingin menunjukkan kepandaiannya, mendekat. "Mungkin ada harta karun di baliknya, Senior! Kita bisa mencoba membukanya!"
"Bodoh," hardik Lin Xia tanpa menoleh. "Formasi segel yang rusak bisa memicu jebakan mematikan atau melepaskan sesuatu yang seharusnya tetap terkurung."
Tapi Arlan sudah terlalu bersemangat. Saat Linxia memeriksa pola, dia melihat sebuah kristal kecil yang tertanam di tanah, mungkin sumber energi formasi. Dengan cepat, dia menginjaknya, berpikir akan mematikan formasi.
BRRZZZT!
Formasi itu menyala dengan cahaya putih menyilaukan, dan sebuah gelombang energi memukul semua orang, melemparkan mereka ke belakang. Dinding batu itu bergetar, dan sebuah celah kecil muncul, mengeluarkan angin dingin yang berbau logam dan ozon.
Lin Xia bangkit dengan cepat, wajahnya marah. "Idiot! Kau memicu mekanisme daruratnya!"
Dari celah itu, sesuatu merayap keluar—bukan beast, tetapi sebuah konstruk energi, seperti ular yang terbuat dari kabut dan kilat, dengan mata bercahaya merah. Itu adalah Penjaga Formasi, sebuah sisa pertahanan otomatis.
Konstruk itu menyerang dengan kecepatan luar biasa, langsung menerjang Boran, salah satu pengikut Arlan. Cakar energi menyentuh bahunya, dan Boran menjerit saat lengan bajanya langsung membeku menjadi es, lalu retak seperti kaca.
Lin Xia bereaksi, mengeluarkan seperangkat bendera formasi dan menancapkannya ke tanah, membentuk perisai pelindung. "Semua, bertahan! Ini setara dengan beast level tiga puncak!"
Pertempuran sengit terjadi. Linxia dengan terampil mengendalikan bendera formasi, menahan dan menyerang konstruk itu. Arlan, ketakutan, bergabung dengan serangan namun kurang efektif. Kaelen dan Jek membantu sebisanya, dengan Kaelen sengaja menunjukkan keterampilan bertahan yang "beruntung", menghindari serangan dengan pas.
Tapi konstruk itu kuat. Satu serapan menghancurkan dua bendera Lin Xia, melemahkan pertahanan. Lin Xia terkunci dalam duel energi, wajahnya mulai pucat.
Kaelen tahu dia harus melakukan sesuatu. Jika konstruk ini membunuh Lin Xia atau anggota tim, misi akan menjadi bencana, dan perhatian yang tidak diinginkan akan datang padanya. Tapi jika dia bertindak terlalu mencolok, rahasianya terbuka.
Dia memutuskan mengambil risiko terukur. Saat konstruk itu fokus pada Lin Xia, Kaelen mengamati pola energinya. Itu dipertahankan oleh sebuah inti kristal di dadanya, yang terhubung dengan formasi rusak di dinding batu. Dengan menggunakan pemahaman tentang Hukum Resonansi, dia mengambil batu biasa, menyalurkan sedikit Qi ke dalamnya, dan melemparkannya bukan ke inti, tapi ke titik di dinding batu di mana pola formasi rusak—titik yang, jika terganggu, akan menyebabkan ketidakstabilan umpan balik.
Batu itu mengenai tepat sasaran. Formasi di dinding berkedip liar, dan konstruk itu tiba-tiba bergetar, terhuyung-huyung. Lin Xia, melihat kesempatan, mengerahkan serangan terkuatnya, menghancurkan inti kristal itu.
Konstruk itu meledak menjadi percikan cahaya dan menghilang.
Keheningan yang tegang menyusul. Boran terluka parah, lengan beku-nya harus diamputasi nanti. Yang lain hanya terluka ringan.
Lin Xia menatap Kaelen, napasnya terengah-engah. "Lempengan batu itu... bagaimana kau tahu titik lemah formasi itu?"
Kaelen berpura-pura bingung. "Saya tidak tahu, Senior. Saya hanya melempar ke arah yang tampak aneh... keberuntungan lagi, mungkin."
Lin Xia mengamatinya dengan tatapan tidak percaya, tapi dia terlalu lelah untuk mengejar. "Kita harus segera kembali. Formasi ini rusak, dan ledakan energi mungkin menarik perhatian yang tidak diinginkan."
Mereka dengan cepat mengumpulkan Boran yang pingsan dan kembali ke base camp. Sepanjang jalan, Arlan diam, wajahnya pucat karena kesalahan dan rasa malunya.
Di base camp, Lin Xia melaporkan insiden itu kepada elder pendamping. Boran dirawat, dan misi diakhiri lebih awal. Sebelum kembali ke sekte, Lin Xia menarik Kaelen ke samping.
"Keberuntunganmu kadang-kadang terlalu tepat, Kaelen," katanya dengan suara rendah. "Aku tidak tahu apa yang kau sembunyikan, tapi hari ini kau menyelamatkan nyawa kita. Untuk itu, aku berhutang budi. Tapi ketahuilah, aku akan mengawasimu. Sekte Azure Cloud memiliki banyak rahasia, dan seseorang dengan kemampuan khusus sepertimu bisa menjadi aset... atau ancaman."
Kaelen membungkuk. "Saya hanya murid luar yang berusaha bertahan, Senior."
Lin Xia mengangguk, lalu pergi.
Dalam perjalanan kembali, Kaelen merenung. Misi ini hampir menjadi bencana, tetapi memberinya beberapa hal: pertama, dia sekarang punya hutang budi dari Lin Xia, yang bisa berguna. Kedua, dia melihat langsung formasi kuno yang terkait dengan Portal Celestial—formasi segel itu mungkin adalah sisa dari upaya untuk menutup atau mengontrol portal. Ketiga, dia sekarang memiliki alasan yang lebih kuat untuk meningkatkan kekuatannya—untuk bertahan dari bahaya seperti konstruk penjaga.
Tapi yang paling penting, saat dia melempar batu itu, dia merasakan sesuatu dari dalam formasi rusak itu—sebuah getaran yang sangat mirip dengan getaran fragmen jiwanya. Mungkin ada fragmen lain di balik segel itu, atau mungkin petunjuk menuju salah satunya.
Dia menatap ke arah puncak Gunung Naga Tidur yang jauh, yang tersembunyi di balik awan. Waktu terus berjalan. Kurang dari sembilan puluh hari lagi sebelum Portal Celestial terbuka. Dia harus menemukan cara untuk mencapai gunung itu dan memasuki portal, sambil menghindari Pemburu, Arlan, dan sekarang, pengawasan Lin Xia.
Sekte Azure Cloud, yang awalnya tampak seperti tempat perlindungan, sekarang terasa seperti sangkar emas dengan mata-mata di setiap sudut. Tapi di dalam sangkar ini, dia harus menemukan kunci untuk membebaskan dirinya dan melanjutkan perjalanan.