Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.
Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.
“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”
Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Alih-alih terlihat khawatir, wajahnya justru memancarkan antusiasme nakal. Spencer sungguh tidak menyangka, sudah lima tahun berlalu Kay telah melupakannya kini Axlyn malah kembali dalam keadaan yang tidak bisa mereka tolak. Yaitu mengandung anak kembar keturunan Xavier.
“Jadi sekarang,” kata Spencer sambil berdiri dan berjalan mondar-mandir, “wanita yang dicari satu keluarga besar Xavier adalah wanita yang telah Kay lupakan selama lima tahun ini. Jadi pengawal adik kecilku. Dan lagi hamil kembar anaknya Kay.”
Nero ikut tersenyum. “Kalau keluarga Xavier tahu duluan tanpa persiapan, bisa meledak dan heboh.”
Spencer menepuk bahu Nero. “Bukan ‘bisa’. Pasti… sudah pasti keluarga Xavier akan sangat heboh. Bayangkan saja, wanita yang sudah Kay lupakan, tiba-tiba kembali muncul dengan membawa bibit kembarnya?”
Spencer membayangkan wajah Kay yang dingin berubah menjadi terkejut. Membayangkan Papah Luca dan Grandpa Rayden yang perfeksionis mengetahui pewarisnya akan memiliki dua cucu dari wanita yang pernah menjadi masa lalu Kay yang terlupakan.
“Tuan, apakah anda akan memberitahukan tentang ini kepada Tuan Kay?” tanya Nero sedikit penasaran apa yang akan dilakukan Tuannya setelah mengetahui identitas wanita yang Kay cari sudah ada di dekatnya sendiri.
“Tidak… untuk sementara waktu ini. Kau juga rahasiakan tentang ini dari siapapun,” jawab Spencer. “Sebelum aku memberitahukan tentang ini kepada Kay, aku ingin berbicara dulu dengan wanita itu.”
Baru saja dibicarakan, tiba-tiba layar ponselnya berdering menampilkan nama Noah dalam panggilan masuk. Spencer tidak langsung menerima panggilan tersebut, ia menatapnya sejenaknya sebelum ia menerimanya. Beberapa detik kemudian, wajah Noah muncul di layar. Tatapannya tajam, rahangnya tegas penuh wibawa yang sulit diabaikan.
“Ada apa?” suara Spencer rendah, terkendali, namun jelas tidak sabar.
Noah menelan ludah. “Kami baru saja diserang dalam perjalanan. Seperti yang kita duga, mereka menargetkan Hezlyn.”
Sorot mata Spencer berubah dingin dalam sekejap. “Lalu bagaimana keadaannya?”
“Selamat. Tidak terluka sama sekali. Sebab Axlyn dan Kay melindunginya dengan baik, bahkan Axlyn hampir mengorbankan dirinya sendiri untuk menahan tikaman musuh yang berniat melukai adikmu.”
Sunyi sesaat, namun Noah tahu badai sedang terkumpul di balik ketenangan itu. Dan benar saja, Spencer tidak menyangka Axlyn akan tetap melindungi adiknya dengan mengorbankan nyawanya sendiri. Seolah semua kejahatannya di masa lalu, lebih tepatnya di Kota Xennor tidak pernah terjadi dan menghancurkan kehidupan wanita itu.
Dalam hatinya berkata, “Dia bahkan tetap melindungi Hezlyn sampai sejauh itu. Apakah karena dia mengira Hezlyn adalah anak kandung Kay sungguhan?”
Sampai akhirnya Spencer teringat sesuatu, ia segera menjauhkan teleponnya. “Tunggu… bukankah saat ini dia sedang mengandung? Bagaimana bisa dia bertarung dalam keadaan seperti itu? Apakah dia tidak memikirkan keselamatannya sendiri dan juga bayinya”
“Hai! Haloo… Dispenser? Kau masih hidup ‘kan di sana?” Suara Noah seketika menyadarkan Spencer dari pikirannya sendiri.
“Beritahu tentang detail kejadiannya?” tanyanya menuntut penjelasan lebih.
“Mereka menutup jalan dengan truk. Sekitar lima belas orang atau mungkin lebih. Mereka jelas sudah terlatih sebagai anggota mafia dan sudah pasti target mereka adalah Hezlyn. Mereka mencoba menerobos formasi dan hampir berhasil.” Noah berhenti sejenak. “Salah satu dari mereka mengarahkan pisau. Nyaris mengenai Axlyn yang mencoba menghadang pisau… beruntung Kay bergerak cepat sehingga tidak ada yang terluka parah dalam penyerangan kali ini.”
Di sisi lain layar, jari Spencer mengepal. “Kau tahu siapa pemimpinnya?” tanyanya.
“Kami belum dapat identitas pasti. Tapi simbol di lengan salah satu penyerang…” Noah memutar layar, menampilkan tangkapan gambar dari kamera dashboard mobil. Lambang harimau hitam dengan dua taring terbuka.
“Itu lambang klan Tiger Dark, Tuan!” celetuk Nero.
Tatapan Spencer semakin mengeras. “Mereka tidak lagi bersembunyi rupanya.”
Spencer berdiri dari kursinya dan berjalan ke papan besar di belakangnya. Di tengah papan terpampang lambang lama klan ayahnya sebuah lambang harimau hitam. Di sebelahnya, foto beberapa pria dengan tanda silang merah.
“Mereka dulunya orang-orang paling setia pada ayahku. Tidak, lebih tepatnya pada Kakekku—Revan Sam Joseph,” ucap Spencer pelan.
“Termasuk pria yang sekarang memimpin mereka, karena tidak suka melihat Papahku lebih memilih berdamai dengan keluarga Xavier.”
“Kau sudah mendapatkan petunjuk tentang mereka rupanya?” tanya Noah hati-hati.
Spencer mengangguk sekali. Ya, Spencer sudah menerima laporan dari Brian tentang identitas dari musuh yang tengah ia hadapi saat ini. Laporan itu diperkuat dengan keterangan yang Noah berikan dalam insiden penyerangan terhadap Hezlyn. Siapa sangka Pria yang dulu bersumpah setia, namun paling keras menentang keputusan damai Leon dengan keluarga Xavier.
Benar, ketika Leon memutuskan berdamai demi menghentikan perang berdarah yang telah berlangsung bertahun-tahun, sebagian anggota klan Tiger Dark memang menerimanya. Namun sebagian lain menganggap itu pengkhianatan terhadap darah dan kehormatan. Ditambah lagi Leon dan kedua anaknya dengan Hera juga menggunakan nama keluarga dari pihak ibunya yaitu keluarga Gustavo.
Dan orang itu berada di barisan paling depan penentang keputusan Leon. Orang itu bahkan mengajak banyak anggota klan Tiger Dark yang tersisa untuk berkhianat dan membangun klan Tiger Dark yang baru. “Mereka tidak pernah menerima perjanjian damai itu,” lanjut Spencer. “Bagi mereka, berdamai dengan keluarga Xavier sama saja menyerahkan kekuasaan.”
Spencer menatap langsung ke arah kamera. “Karena itulah, dia menyerang Papahku dan berusaha membunuhnya untuk memecah klan dari dalam. Aku mengusir mereka sebelum situasi makin buruk.”
“Dan sekarang mereka mendirikan klan sendiri,” gumam Noah menarik kesimpulan.
“Bukan sekadar mendirikan,” koreksi Spencer. “Mereka ingin mengambil alih semuanya, baik wilayah, pengaruh maupun nama besar keluarga kami.”
Noah terdiam, lalu berkata pelan, “Dengan menculik Hezlyn… mereka bisa menekanmu.”
“Bukan hanya menekan.” Mata Spencer menyipit. “Mereka bisa memaksaku maupun Papahku untuk menyerahkan kepemimpinan atas klan Tiger Dark yang kini digabungkan dengan klan Lion Dark yang dibangun Papahku. Atau mempermalukan ku dan Papahku di hadapan seluruh jaringan bawah tanah.”
Spencer menoleh pada papan investigasinya. Beberapa dokumen transaksi ilegal, peta jalur distribusi senjata, dan daftar nama pejabat korup terpampang di sana yang berhasil Brian dapatkan sebelumnya.
“Aku sudah lama menyelidiki pergerakan mereka. Mereka menyebut diri mereka Klan Tiger Dark yang sesungguhnya.” Bibirnya melengkung tipis tanpa humor.
“Dengan menyerang hari ini,” Kay tiba-tiba muncul dan berkata pelan, “mereka menyatakan perang terbuka.”
Bersambung ….
𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..
𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌