seorang pria kaya yang tak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang tak jelas asal usul nya kini menjalin sebuah asmara,namun hal yang tak terduga terjadi setelah pria tersebut tahu bahwa wanita yang ia cintai ternyata sudah hamil muda sebelum mereka bertemu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sudawirat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bramantyo
"Semoga kamu suka dengan masakan ku" ujar bram kepada sekar,sambil tersenyum tipis
"makanan ini sangat enak" balas sekar dengan senyuman diwajahnya.
Bram pun hanya tersenyum lalu duduk di kursi tak jauh dari sofa,menunggu sekar menghabiskan makanan nya,beberapa saat kemudian sekar pun selesai makan,setelah itu ia mengambil susu yang sudah agak dingin di atas meja untuk di minum,
" glek,,,glek,,,glek,,"
Setelah meminum susu,sekar meletakan gelas dan piring di atas meja,
" aku sudah selesai makan,sekarang bisakah kamu menceritakan bagaimana aku bisa berada disini dan apa yang terjadi padaku semalam?"tanya sekar pada bram,mendengar hal itu bram pun memandang wajah sekar,lalu bertanya;
" em,,apakah kamu benar-benar tak
mengingat apapun tentang semalam?",timpal bram kepada sekar,
sekar mencoba mengingat-ingat hal terakhir yang ia lakukan semalam lalu membalas perkataan bram;
" aku tak mengingat apapun,yang aku ingat aku sedang mencari penginapan semalam" timpal sekar kepada bram,bram yang mendengar hal itu pun sedikit terkejut,setelah itu bram memegang tangan sekar lalu berkata kepada nya;
" sebelum nya aku minta maaf yang sebesar-besar nya kepadamu,atas kejadian semalam,dan yang sebenarnya terjadi semalam ialah kamu sedang menyebrang jalan,dan aku menabrak mu,maafkan aku,aku mengemudi sambil melamun,aku sudah berusaha menghindar namun sudah terlambat,dan kecelakaan tersebut terjadi"ucap bram sambil menggenggam tangan sekar yang lembut.
Sejenak sekar terdiam setelah mendengar penjelasan dari bram,kini sekar dan bram saling bertatapan muka,namun kali ini dari jarak yang cukup dekat.Dan sesaat kemudian sekar berkata;
" tidak apa-apa,mungkin itu juga salah ku, aku juga kurang waspada,aku bingung mencari-cari penginapan semalam,mungkin aku menyebrang dengan terburu-buru lalu kamu menabrak ku",ujar sekar kepada bram,
sekar memanglah sosok wanita yang baik hati,padahal sekar bisa saja menuntut ganti rugi kepada bram atas apa yang terjadi kepada dirinya,namun sekar tak melakukan nya.
Dan bram pun sebenarnya bisa berbohong kepada sekar tentang apa yang terjadi semalam,Bram bisa mengaku bahwa ia menyelamatkan sekar dari tabrak lari agar terhindar dari masalah,namun bram adalah pria yang jujur,dan bertanggung jawab,di dalam hatinya tak ada niat buruk sedikitpun kepada sekar,
" apakah kamu mau menuntut ku,ganti rugi?" tanya bram kepada sekar,dengan tangan masih menggenggam erat tangan sekar,
" tidak perlu,aku baik-baik saja,aku ucapkan terima kasih padamu,telah merawatku saat aku sedang tak sadar diri,dan yaa,,,sekarang ini dimana,dan siapa namamu?" tanya sekar pada bram,bram pun melepaskan genggaman tangan nya lalu berkata;
"namaku bramantyo,biasa di panggil bram,dan sekarang kamu berada di rumah ku,oh iyaa namamu sekar arum kan" ujar bram kepada sekar,hal tersebut membuat sekar terkejut ,ia tak menyangka bahwa bram adalah pemilik rumah besar ini,ia pun juga terkejut mendengar bram menyebutkan nama nya,
" bagaimana kamu bisa tahu namaku" tanya sekar kepada bram dengan raut wajah nya yang penasaran,
"oh iyaa,maafkan aku, jadi semalam aku mencari tahu identitasmu,aku mengambil kartu identitasmu yang ada di dompet,aku ingin mengantarmu pulang,namun rumah mu sangat jauh,dan sebelum nya aku juga sudah meminta bantuan dari sekitar tempat kejadian namun tak ada yang datang,dengan terpaksa aku membongkar tas milik mu,"ujar bram kepada sekar,
"ya sudah kalau begitu,ngomong-ngomong dimana semua orang?" tanya sekar lagi,
" aku tinggal sendirian di rumah ini" balas bram kepada sekar,dan sekar yang mendengar hal tersebut pun terkejut,
" apa,,,? kamu tinggal sendirian di rumah ini,kamu tidak macam-macam kan semalam ,saat aku sedang tidak sadar?" tanya sekar pada bram dengan wajah sedikit curiga,bram pun terkejut lalu tersenyum manis kepada sekar,
" tidak,aku bukan pria seperti itu,jadi tenang lah" balas bram kepada sekar sambil tersenyum,melihat itu sekar masih tak percaya dan kembali berkata;
"kamu tidak berbohong padaku kan?" tanya sekar lagi,
" sungguh,aku tak berbohong padamu,"balas bram kepada sekar,mendengar itu sekar terlihat lega,namun disisi lain ia juga merasa heran dengan bram,ia merasa tak percaya bram tinggal sendirian di rumah besar ini,
"syukurlah kalau begitu,ohh iya mengapa kamu tinggal sendirian,dimana keluargamu?" tanya sekar sedikit penasaran terhadap bram,bram yang mendengar pertanyaan sekar pun langsung menyandarkan badan lalu menghela nafas,
" heehh,,,orang tua ku sudah lama tiada" balas bram kepada sekar,dan sekar pun terkejut setelah mendengarnya,
"ohh maafkan aku, aku tak tahu"ujar sekar sedikit menyesal telah bertanya seperti itu kepada bram,
" tidak papa,oh iyaa,,mengapa kamu ada di kota ini,apakah kamu tinggal di daerah sini juga sekar?" tanya bram balik kepada sekar,sekar tampak sedih setelah mendengar pertanyaan yang dilayangkan bram,
" aku tidak tinggal didaerah sini,aku kesini untuk mencari pekerjaan,namun sudah seminggu aku berkeliling,aku tak kunjung mendapat pekerjaan"balas sekar dengan wajah yang tampak murung,
"jadi kamu sedang mencari pekerjaan ya,sepertinya aku bisa membantumu,namun sebelum itu,aku ingin kamu sembuh dahulu"
balas bram dengan senyuman di wajahnya,
" sungguh?,,,kamu mau membantuku?" sahut sekar ,tampak senang dan bahagia,raut sekar yang sebelum nya murung kini menjadi bahagia,setelah mendengar bram mau membantunya mencari pekerjaan,
" iyaa,aku pasti membantumu,namun setelah kamu sembuh dan bisa berjalan seperti biasa,
mendengar hal tersebut sekar pun langsung beranjak dari sofa dan mencoba untuk berdiri dan kali ini ia berhasil,hal tersebut seketika membuat bram ikut beranjak dari kursi,bram pun ikut berdiri takut sekar akan terjatuh
"heyy,,apa yang kamu lakukan"sahut bram kepada sekar,
"aku sudah sembuh,"balas sekar,kepada bram,namun tak bisa di pungkiri,sekar tampak menahan rasa sakit,
" jangan memaksa,wajahmu tak bisa berbohong padaku, kamu tampak kesakitan"
ujar bram kepada sekar.
Tak terima dengan itu kini sekar mulai mencoba untuk melangkah kan kakinya,
namun naas,ia tetap tak bisa memaksa dirinya untuk berjalan,seketika sekar ambruk setelah mencoba berjalan,namun untungnya ada bram yang langsung sigap,bram langsung mendekap tubuh sekar ketika hendak terjatuh,
" huuuuhh,,,,, aku sudah berkata padamu,jangan memaksa"ujar bram masih masih mendekap tubuh sekar,sementara itu sekar terdiam,ia tampak malu,sekaligus tersipu oleh sikap bram,bram pun kembali meletakan sekar di atas sofa,
dan di saat itu juga tiba- tiba ponsel milik bram yang masih berada di meja dapur berdering,tanda ada yang menghubunginya.