NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Naga

Kembalinya Sang Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Idwan Virca84

Puluhan tahun silam dunia persilatan mengalami kedamaian, Sembilan Master Naga berhasil membuat dunia menjadi lebih aman, para pendekar golongan hitam tidak ada yang membuat onar baik di dunia persilatan maupun di kerajaan yang di tinggali rakyat biasa. Namun semua itu kini tidak ada lagi, kini dunia persilatan mengalami kekacauan setelah sebuah partai golongan hitam muncul dan merajalela.
Wang Long yang hidup di sebuah desa bersama keluarganya juga mendapat perlakuan buruk dari anggota partai golongan hitam tersebut.
Semua keluarga dan orang-orang di desa Wang Long di bantai secara sadis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idwan Virca84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Lima Tahun yang Terasa Singkat, Bangkitnya Sang Pendekar Naga

Musim berganti tanpa suara.

Salju pernah menutupi Gunung Sunyi, lalu mencair menjadi aliran sungai. Hujan badai datang dan pergi. Matahari terik membakar lereng batu, kemudian digantikan kabut dingin yang menyelimuti malam.

Namun bagi dua sosok di gunung terpencil itu, waktu berjalan berbeda.

Lima tahun.

Bagi dunia persilatan, lima tahun adalah waktu yang cukup untuk bangkitnya sebuah sekte atau runtuhnya sebuah kerajaan kecil.

Bagi Wang Long… lima tahun terasa seperti satu tarikan napas panjang yang penuh darah dan keringat.

Tubuh yang Ditempa Waktu

Di bawah air terjun yang sama seperti lima tahun lalu, seorang pemuda berdiri tegak.

Namun ia bukan lagi pemuda desa yang gemetar oleh rasa takut.

Tubuhnya kini padat seperti baja. Otot-ototnya tidak menonjol berlebihan, namun setiap gerakannya mengandung tenaga yang terkendali. Rambutnya terikat sederhana, wajahnya tegas dan dingin.

Air terjun yang dahulu membuatnya hampir pingsan kini terasa seperti selimut tipis di punggungnya.

Shen Tianlong berdiri di tepi batu.

“Sudah cukup,” ucapnya pelan.

Wang Long melangkah keluar dari derasnya air. Tak ada satu pun bekas luka lama di tubuhnya, namun sorot matanya menyimpan kedalaman yang berbeda.

“Guru,” katanya sambil membungkuk hormat.

Shen Tianlong mengamatinya lama.

“Lima tahun,” gumamnya. “Darah sembilan naga dalam tubuhmu kini telah menyatu lebih dari setengahnya.”

Wang Long mengangguk.

“Saya bisa merasakan sembilan aliran itu tidak lagi saling bertabrakan.”

Shen Tianlong mendekat.

“Coba.”

Tanpa banyak kata, Wang Long menutup mata.

Ia mengangkat tangan kanannya perlahan.

Udara di sekitarnya bergetar.

Dalam satu tarikan napas—

Aura biru keemasan menyelimuti tubuhnya. Sembilan bayangan naga samar berputar di belakang punggungnya.

Tanah di sekelilingnya retak halus.

Shen Tianlong menghela napas panjang.

“Dalam lima tahun, kau telah melampaui diriku pada usia yang sama.”

Wang Long terdiam.

“Namun…”

Sang guru menatapnya tajam.

“Kekuatan bukan hanya tentang tenaga dalam. Bagaimana dengan hatimu?”

Wang Long memandang ke arah lembah jauh di bawah.

“Setiap malam, saya masih memimpikan desa itu.”

“Dan?”

“Sekarang saya tidak lagi ingin membunuh. Saya ingin menghentikan mereka.”

Shen Tianlong tersenyum tipis.

“Itulah perbedaan antara pendekar dan pembantai.”

Ujian Terakhir

Sore itu, Shen Tianlong membawa Wang Long ke sebuah lembah tersembunyi di sisi timur gunung.

Di sana berdiri sembilan pilar batu raksasa yang tersusun melingkar.

“Ini adalah Formasi Sembilan Naga,” ujar Shen Tianlong.

“Dahulu kami sembilan orang berlatih di sini.”

Wang Long melangkah masuk ke dalam lingkaran.

“Guru, apa yang harus saya lakukan?”

Shen Tianlong mengangkat kedua tangannya.

Energi besar memancar darinya, meski usianya kini semakin renta.

“Serang aku.”

Wang Long tertegun.

“Guru…”

“Jangan ragu!” suara Shen Tianlong menggelegar. “Jika kau tak mampu mengalahkanku, bagaimana kau akan menghadapi Partai Tengkorak Hitam?”

Angin berputar kencang.

Wang Long menghela napas panjang.

Ia mencabut Pusaka Naga Sembilan Langit.

Kilatan biru melesat dari bilahnya.

Dalam satu gerakan cepat—

Ia menghilang.

Shen Tianlong tersenyum samar.

“Langkah Naga Angin… sudah sempurna.”

Pedang Wang Long muncul dari samping, mengarah ke bahu sang guru.

Namun Shen Tianlong menggeser tubuhnya hanya setengah inci.

Serangan itu meleset.

“Masih kurang tajam!” bentaknya.

Wang Long berputar di udara, mengayunkan pedangnya kembali.

“Teknik Naga Api!”

Bilah pedang menyala merah menyala.

Gelombang panas menyapu tanah.

Shen Tianlong menepakkan telapak tangannya.

“Teknik Naga Air!”

Air dari udara sekitar terkumpul menjadi perisai cair, memadamkan api seketika.

Benturan energi membuat pilar-pilar batu bergetar.

Wang Long mendarat dengan ringan.

Matanya menyipit.

“Kalau begitu… Guru, maafkan saya!”

Ia memejamkan mata sesaat.

Ketika membukanya kembali—

Aura sembilan naga muncul bersamaan.

Udara menjadi berat.

Shen Tianlong terdiam sepersekian detik.

“Jadi kau sudah bisa menyatukan enam elemen sekaligus…”

Wang Long bergerak.

Pedangnya menari seperti kilat menyambar awan.

Api, angin, dan petir menyatu dalam satu tebasan melengkung.

Shen Tianlong menangkis, namun tubuhnya terdorong mundur tiga langkah.

Tanah retak di bawah kakinya.

Untuk pertama kalinya dalam lima tahun—

Wang Long membuat gurunya mundur.

Shen Tianlong tertawa keras.

“Bagus! Sekali lagi!”

Pertarungan berlangsung lebih dari seratus jurus.

Tanah hancur.

Pilar batu retak.

Langit di atas mereka bergemuruh.

Akhirnya, dalam satu gerakan cepat, pedang Wang Long berhenti tepat satu inci dari tenggorokan Shen Tianlong.

Sunyi.

Angin berhenti.

Wang Long terengah, namun tangannya stabil.

Shen Tianlong menatap ujung pedang itu.

Lalu tersenyum.

“Cukup.”

Wang Long segera menarik pedangnya dan berlutut.

“Guru, saya tidak bermaksud—”

“Kau telah lulus.”

Perpisahan yang Tak Terhindarkan

Malam itu, mereka duduk di depan api kecil.

Shen Tianlong terlihat lebih tua dari biasanya.

“Wang Long.”

“Ya, Guru.”

“Waktumu di gunung ini telah selesai.”

Wang Long terdiam.

Meski ia telah menunggu hari ini, hatinya terasa berat.

“Apakah Guru tidak ikut turun gunung?”

Shen Tianlong menggeleng perlahan.

“Darahku sudah terlalu tua untuk dunia yang akan kau hadapi.”

Sunyi beberapa saat.

“Partai Tengkorak Hitam kini semakin kuat,” lanjutnya.

“Pemimpinnya bukan orang biasa. Ia adalah bayangan dari masa lalu kami.”

Wang Long menggenggam pedangnya.

“Saya akan mencarinya.”

Shen Tianlong menatapnya dalam.

“Tidak.”

Wang Long tertegun.

“Dunia persilatan tidak bisa ditegakkan dengan satu pedang saja. Turunlah, lihatlah dunia, pahami manusia. Bangun sekutu.”

Ia berhenti sejenak.

“Dan ketika waktunya tiba… barulah kau berdiri sebagai King Master Naga.”

Wang Long menunduk hormat.

“Guru… tanpa Anda, saya sudah mati lima tahun lalu.”

Shen Tianlong tersenyum lembut.

“Tidak. Kau hidup karena takdirmu belum selesai.”

Ia berdiri perlahan.

“Besok pagi, kau turun gunung.”

Fajar Kebangkitan

Pagi itu, kabut Gunung Sunyi terasa berbeda.

Wang Long berdiri di tepi tebing, memandang dunia di bawahnya.

Desa-desa kecil tampak seperti titik-titik kecil di kejauhan.

Dunia luas menunggunya.

Shen Tianlong berdiri di belakangnya.

“Ingat,” katanya pelan,

“kau bukan Naga Kesepuluh.”

Wang Long mengangguk.

“Saya adalah pewaris sembilan naga.”

Shen Tianlong tersenyum bangga.

“Dan kelak… dunia akan memanggilmu King Master Naga.”

Wang Long membungkuk dalam.

“Guru, saya pergi.”

Tanpa menoleh lagi, ia melompat turun dari tebing.

Tubuhnya melayang ringan, seperti rajawali yang akhirnya mengepakkan sayapnya untuk pertama kali.

Di tangannya, Pusaka Naga Sembilan Langit berkilau lembut.

Angin menyambutnya.

Dunia persilatan belum tahu…

Bahwa badai yang akan mengguncang mereka kini telah benar-benar bangkit.

Di kejauhan, di sebuah istana gelap tersembunyi, seorang pria bertopeng perlahan membuka mata.

Aura samar yang ia rasakan lima tahun lalu kini jauh lebih kuat.

“Jadi kau akhirnya turun gunung…”

Senyumnya tipis dan dingin.

“Datanglah, pewaris sembilan naga.”

Dan demikianlah—

Legenda Sang Pendekar Naga benar-benar dimulai.

Bersambung...

1
rozali rozali
👍👍👍👍
Idwan Syahdani
siap, malam ini akan ada 2 - 3 bab ya...
rozali rozali
laaanjut lg thor.
Idwan Syahdani: tunggu ya malam ini kita tambah 2 - 3 bab..
total 1 replies
Nanik S
Kenapa tidak ada cincin ruang untuk menaruh pedangnya
Idwan Syahdani: ini bukan novel Kultuvator kakak.. ini novel silat klasik..
total 1 replies
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Hadir...cukup menarik
Nanik S
Wang Long ..dimana Mei Lin adiknya
Idwan Syahdani: nanti mereka bertemu saat sama-sama sudah jadi pendekar..
total 1 replies
Idwan Syahdani
aman kak, semua novel akan tamat kok, sabar ya...
Dian Pravita Sari
dlogok cerita kok gak da yg tamat kl blm siap jgn modal. janji dankejar kontrak makan duit pulsa aja di otak yang gak da rasa tanggung jenmenueledaikan cerita
Idwan Syahdani: semua novel akan saya tamatin kok kak... stay cun aja ya...
total 1 replies
anggita
like👍iklan☝, pertama untuk dukung novel barunya.
Idwan Syahdani: makasih kak... pa kabar, nggak ikut di n.v.a kak?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!