Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Bukan ibu dari Pelayanmu
"Zhang Lan, saat itu kau hanya lah sarjana miskin, putri ku jatuh cinta padamu meski tak setuju, kami tetap membiarkan dia menikahi mu, kami selalu memberikan dukungan agar kau bisa cemerlang di pengadilan dan membangun karir yang menjanjikan, tapi mengapa, saat karir mu naik bukan putri ku yang menikmatinya?, putri ku hanya memiliki satu anak perempuan dan kau, apa yang kau lakukan padanya? Kau memperlakukannya dengan kejam, jangan mengira jika kepicikan mu tak di ketahui orang, memanjakan selir dan menindas keturunan keluarga Hu ku, putri ku melakukan banyak hal untuk mu, apakah ini balasan yang kau berikan atas pengorbanan putri ku selama ini?" Ia menatap Zhang Lan dengan tatapan nyalang
Saat ini mereka sudah berada di aula, Liu Yan mengirimi surat istana putri agung dan tentunya datang pada orang yang tepat,
Melihat surat yang di berikan tentu saja membuat Putri Agung marah saat membaca itu, ia mencintai putrinya dan cucunya akan tetapi siapa sangka jika cucunya di aniaya di kediaman ayahnya sendiri.
"Putri Agung , dia gadis kejam yang menganiaya saudaranya dengan kejam" Selir Ming menyahuti,
Memangnya mengapa? Putri Agung datang, memangnya mengapa memiliki gelar Hua, Liu Yan memiliki sifat yang kejam juga kenyataan, membunuh saudara sendiri bukan hal yang baik, putrinya yang malang telah dianiaya oleh gadis jalang ini
"Kau dan putri mu juga seorang pelayan, apakah dia pantas menjadi saudara cucu ku yang berharga?, Ming Rao sebelumnya kau hanya anak malang yang telantar di jalan, hati putri ku begitu baik dan menjadikan mu pelayannya, siapa sangka kau adalah serigala bermata putih dan sangat tidak tau cara berterimakasih, budak hanya bisa menjadi budak, begini cara mu memperlakukan putri tuan mu"
Ming Rao, saat itu masih berusia 9 tahun, putrinya yang baik hati membawa gadis ini ke kediaman putri agung, berkata ingin menjadikannya pelayan pribadi,
Saat muda Ming Rao nampak patuh dan penurut, namun siapa sangka ia memiliki keinginan serakah hingga berangan ingin memiliki suami dari tuannya sendiri
"Putri Agung, hamba memang pelayan saat itu, akan tetapi tuan mencintai saya dan nyonya juga setuju" Ming Rao membantah, ia memang hanya berasal dari status yang rendah, tapi saat ini ia sudah menjadi selir di kediaman bangsawan, bagaimana mungkin bisa di hina begitu saja
"Jika kau tidak menaiki ranjang, suami putri ku saat dia mabuk apakah kau yakin ia akan membiarkan mu?, Saat itu putri ku sedang hamil tua, sebagai pelayan dan penggoda suami orang, apakah kau layak bersuara di sini?"
"Ini" Ming Rao dengan cepat menutup mulutnya rapat, itu kenyataan, yang di katakan putri agung memang kenyataan, meski memiliki seribu dalih hal ini tak akan pernah bisa ia menyangkal.
"Putri ku sangat sayang dan selalu perduli pada mu, memperlakukan mu layaknya saudara perempuan, siapa kau menjadi dalam duri dalam pernikahan putri ku" Ucap Putri Agung tajam
Ming Rao hanya pelayan kecil sebelumnya, di bawa ke kediaman Zhang saat putrinya menikahi Zhang Lan akan tetapi siapa sangka akan ada orang serakah, dan setiap hari berfikir untuk merebut suami tuannya
"Keluarga Zhang sangat menghormati yang mulia, akan tetapi kami juga tak akan diam saat keluarga Zhang kami di tindas, Sudah bertahun tahun, jika bukan karena dirinya yang cerdas, bagaimana mungkin semua bisa berjalan begitu muda" Saat itu keduanya jatuh cinta, dengan perbedaan status Hu Xuan bersikeras menikahinya
Jadian saat itu hanyalah kecelakaan, Hu Xuan juga sudah menerima Ming Rao sebagai selirnya
"Bagus bagus sekali, bahkan tuan Zhang masih harus di wakili seorang selir untuk bicara, benar benar hebat" Putri agung mengejek dengan santai, sedari tadi Zhang Lan hanya diam.
"Bagaimanapun tuan kami adalah pejabat yang di Lantik yang mulia, Putri Agung juga tidak bisa menggila di kediaman Zhang ini"
"Oh?, tak ada yang perlu di bicarakan lagi, kau sangat tak tau terimakasih, tak masalah karena sudah seperti ini aku hanya akan membawa cucuku ke istana ku, dia adalah keluarga kerajaan, putri yang di angkat kaisar terdahulu secara pribadi, putri yang bermartabat, tinggal di kediaman Zhang bagai penghinaan baginya"
"Ibu, bagaimanapun semua bisa di bicarakan dengan baik"
"Tak perlu di bicarakan lagi, seluruh maskawin yang di bawa oleh putri ku akan di antar, dan jangan lupakan hadiah pertunangan dari sang pangeran, yang milik putri dan cucu ku meskipun satu sen juga tak akan di berikan pada keluarga Zhang kalian"
"Ibu"
"Tuan Zhang, kau Mentri, pejabat di Lantik oleh yang mulia secara langsung, harta yang di bawa putri Hu kami kau masih ingin? Bukankah itu serakah" ia menatap dengan tatapan ejek,
Saat itu Zhang Lan pria sangat patuh dan baik hati, demi menjaga wajahnya putri anggung membiarkan putrinya masuk ke keluarga Zhang, di lihat dari manapun ia sangat mencintai Hu Xian oleh karena itu ia mempercayakan putri satu satunya pada Zhang Lan, akan tetapi siapa sangka jika perasaan berubah seiring waktu.
"Liu Er akan memasuki istana dalam waktu dekat, ini akan membuat masyarakat menertawakan kita" Jika ia melepaskan Liu Yan hari ini maka ia akan di rugikan, semua orang akan tau jika ia memperlakukan putri sah dengan buruk.
"Kau berani berbuat jahat tapi takut di tertawai, maskawin dan cucu ku aku ingin semuanya, jika kalian tak menyiapkannya maka aku tak akan keberatan untuk mengeluh dan yang mulia akan memberikan keadilan untuk ku" ia menatap dengan tatapan tajam, Putri Agung sangat di hormati oleh kaisar saat ini, Zhang Lan tak akan sanggup menyinggung
"Ibu, ini tak pantas"
Mengeluh, itu hanya ucapan manis, kaisar tak mungkin menolak keinginan bibinya, jika itu terjadi maka semua usaha yang ia lakukan selama ini akan menjadi sia sia, ia sudah berjuang sejauh ini, hanya dengan satu ucapan putri agung semua hal yang ia capai hari ini bisa hilang
Ia bukan berlebihan hingga menganggap putri agung begitu tinggi, namun putri agung memang begitu di hormati kaisar, saat itu putri agung lah yang menjadi wali kaisar dan mendukung kaisar sejak pertama kali menduduki tahta
"Mentri Zhang, putri ku sudah lama meninggal dunia, dan aku bukan ibu dari pelayan mu, jadi tak perlu memanggil ku ibu" Putrinya sudah meninggal 16 tahun lamanya,
Ia menghormati Zhang Lan sebagai pria yang di cintai oleh putrinya, dan ayah dari kedua cucunya, tapi siapa yang menyangka jika Mentri Zhang bahkan tak menghargai perasaan lama
"Ini" Ming Rao merasa sangat terhina mendengar ucapan sarkas Putri Agung.