NovelToon NovelToon
Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shafira Azzahra, tidak menyangka laki-laki yang dulu selalu baik dan royal berubah ketika dirinya sudah menikah dengan Aris Permana. Aris, suaminya menunjukkan sifat aslinya yang pelit dan perhitungan dengannya. Apalagi sikapnya yang lebih mengutamakan keluarganya dibandingkan dirinya yang sebagai istri.

Setiap hari Shafira akan dikasih jatah belanja 20 ribu sehari oleh suaminya, Aris. Setiap hari Shafira harus memutar otak, harus dibuat apa dengan uang 20 ribu rupiah. Jika lauk tak enak, Sharifa'lah yang akan mendapatkan makian dari mulut julid keluarga suaminya.

Akhirnya Shafira memanfaatkan waktunya dirumah dengan menulis novel dan berjualan online dengan nama pena dan nama tokonya memakai nama samaran agar suami dan keluarganya tidak tahu kalau Sahfira juga memiliki penghasilan.

Suatu hari Shafira tidak sengaja melihat sang suami sedang jalan dengan seorang wanita. Karena mencium bau bau perselingkuhan, Shafira pun mulai masa bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Satu

Kini pak Agus sedang menunduk malu karna istrinya tidak henti-henti memarahinya. Setelah kekacauan yang istrinya buat dibalai desa, karna bu Ratna yang datang-datang langsung mengamuk dan bahkan sampai menampar Siska, selingkuhan dari pak Agus.

Akibat amukan bu Ratna, ijab kabul yang rencananya langsung dilakukan terpaksa ditunda, rencananya ijab kabul akan dilaksanakan besok pagi.

"Puas kamu pak sudah menghancurkan keluarga kita. Tega-teganya kamu selingkuh sama seorang janda sampai membuat dia hamil. Apa kamu gak ingat umur? Kamu gak ingat anak-anak kamu yang sudah besar-besar ini. Apa kamu gak malu dengan kelakuan kamu yang seperti ABG ini!" semprot bu Ratna menatap tajam pada suaminya yang hanya bisa menunduk.

"Maafin bapak bu, bapak khilaf." cicit pak Agus.

"Khilaf sampai membuat dia hamil? Pantas aja kamu semangat sekali pergi malam-malam. Alasan ngeronda, ternyata ngeronda dirumah seorang janda." sarkas bu Ratna sinis.

Anak-anaknya hanya terdiam menyaksikan bapaknya diomeli habis-habisan oleh sang ibu. Mereka juga tidak menyangka pak Agus, seorang ayah yang mereka anggap pendiam bisa melakukan ini semua.

'Bagaimana kalau aku juga sampai ketahuan punya hubungan sama om Bram, apa aku akan dipaksa menikah dengan aki-aki itu juga?' batin Tia yang malah mengingatkan dirinya yang sama seperti Siska, mempunyai hubungan dengan seorang bapak-bapak.

'Tapi kenapa om Bram sekarang gak pernah hubungan aku lagi ya? Apa lagi sibuk sama bisnisnya?' batinnya lagi yang merasa kehilangan sumber uangnya.

Tak jauh berbeda dengan Tia, Aris pun termenung melihat satu persatu kehancuran keluarganya. Dari mulai dirinya yang terpaksa kehilangan istrinya yang masih ia cintai, disusul dengan kehilangan pekerjaannya yang selama ini ia bangga-banggakan. Sampai membuat dirinya merasa menjadi orang yang paling hebat dan berakhir selingkuh dengan rekan kerjanya.

Tapi kehidupan rumah tangganya yang sekarang justru terasa hambar, ia tidak merasakan kebahagiaan yang sama saat masih menjadi suami dari Shafira, mantan istrinya itu. Dan sekarang, bapaknya juga ketahuan selingkuh dan menghamili seorang janda muda.

'Apa ini karma atas perbuatan ku selama ini sama kamu Ra? Apa kamu menyumpahi kehancuran keluarga mas? Apa kamu tidak bisa kembali lagi sama mas Ra, mas masih sayang sama kamu Shafira.' batin Aris bertanya-tanya. Sungguh ia merindukan mantan istrinya itu.

Sedangkan Fela? Jangan ditanya. Ia hanya cuek bebek dengan drama dikeluarga ini. Ia sudah muak dengan segala kejadian dirumah suaminya. Apalagi setiap hari ia dipaksa mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, niat menjadi ratu malah berujung menjadi babu. Apes sekali!

Sedangkan ditempatnya, Shafira sedang tersipu, karna Kenzo tidak henti-henti memuji masakannya.

Setelah tahu Shafira mempunyai usaha makanan, ia setiap pulang kantor selalu menyempatkan untuk mampir makan ditempat kateringan Shafira. Apalagi setelah tahu, kalau Shafira adalah seorang janda cerai. Membuat Kenzo semakin getol ingin mendekati wanita incarannya itu. Baginya janda tidak lah masalah, yang penting bukan istri orang.

Dan tentu saja kabar Shafira yang seorang janda diketahui dari Satria, yang saat ini juga sedang dekat dengan Nita.

"Apa benar pak Kenzo yang pemilik perusahaan besar suka sama aku yang seorang janda ini? Aku tidak boleh mudah luluh, Aris yang biasa-biasa aja bisa selingkuh, apalagi orang seperti pak Kenzo yang memiliki segalanya. Apa kata orang kalau pernikahan kedua ku juga gagal sama seperti pernikahan yang pertama. Orang-orang pasti mikir kalau aku yang bermasalah." ujar Shafira termenung sendiri.

Ia memikirkan ucapan-ucapan kedua sahabatnya yang mengatakan kalau semua lelaki tidak sama seperti mantan suaminya itu. Jujur saja ada rasa trauma untuk memulai hubungan lagi.

Shafira mengerti kenapa kedua sahabatnya itu menyarankan dirinya untuk mencoba mengenal Kenzo lebih dekat. Itu karna kedua sahabatnya tidak ingin ia sendiri seperti sekarang ini. Karna dirinya yang sebatang kara, tidak memiliki keluarga. Meskipun ia mempunyai sahabat, tapi keduanya tidak bisa selalu ada untuknya, mengingat mereka juga memiliki keluarga dan kesibukan sendiri.

"Nanti aja dipikirkan lagi, masa iddah juga masih sebulan lagi. Fokus sama usaha dulu aja, supaya bisa berkembang dan bisa buka banyak cabang, hehe." gumamnya nyengir.

Ditengah lamunannya, ia dikagetkan dengan berita yang ia dapatkan dari tetangganya dulu ketika masih tinggal dirumah bu Ratna.

Mak Tati dan beberapa ibu-ibu yang lain mengirim video tentang pak Agus yang ketahuan menghamili seorang janda muda, dan bagaimana bu Ratna yang mengamuk dibalas desa.

Karna Shafira masih menjadi bagian dari grub gibah yang dibuat oleh ibu-ibu dikampung mantan suaminya dulu. Mereka juga selalu menanyakan kabar Shafira yang sekarang setelah bercerai dari Aris. Shafira dulu dekat dan begitu akrab dengan para ibu-ibu disana, mereka juga selalu baik, mereka menyayanginya selayaknya anak. Mereka juga menyayangkan sikap bu Ratna yang menyia-nyiakan menantu sebaik dan serajin Shafira.

"Gak nyangka pak Agus bisa sampai selingkuh. Ternyata memang benar, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Tinggal menunggu si Tia aja, bagaimana pun mereka menyembunyikan kelakuan buruk mereka, pasti akan ketahuan juga." ujar Shafira yang tidak memberi komentar apa-apa pada grub chat yang menandainya.

Shafira juga tidak berpikir kalau mungkin ini karma, karna dulu bu Ratna tidak pernah menegur putranya ketika tahu Aris mempunyai selingkuhan, bahkan sangat mendukung Aris menikah dengan Fela, dan malah mendesak anaknya untuk menceraikan dirinya yang selalu dihina mandul, tidak bisa memberikan Aris anak.

Shafira justru ikut prihatin dengan bu Ratna, bagaimana pun juga ia pernah merasakan sakitnya dikhianati suami.

Akhirnya pernikahan dadakan pak Agus dan Siska pun dilangsungkan di KUA, dengan disaksikan para warga. Pernikahan sangat sederhana, bahkan pak Agus hanya memberi mahar lima puluh ribu saja pada Siska. Bu Ratna tidak rela uang suaminya diberikan pada Siska. Bu Ratna pun sudah mengamankan semua uang simpanan suaminya itu, dan memberikan syarat kalau semua gaji pensiunan pak Agus akan ia pegang semua tanpa dibagi pada madu barunya itu.

"Awas kalau bapak coba-coba memberikan si janda gatal itu uang pensiunan bapak, ibu akan jual rumah ini dan pergi dari sini membawa anak-anak. Biarkan kamu diurus sama istri baru kamu itu. Ibu mau lihat apa si janda gatal itu mau mengurus kamu saat kamu sakit." ancam bu Ratna ketika mengajukan syarat.

Membuat pak Agus takut, dan tidak ingin ditinggal anak-anaknya. Pak Agus mempunyai gaji pensiunan, dan sehari-hari ia bekerja disawah orang. Ia memilih menyibukkan diri disawah setiap hari daripada mendengar istrinya yang setia hari mengomel, dan berteriak pada Shafira dulu, membuatnya tidak betah dirumah.

Pak Agus juga sebenarnya kasihan dengan mantan menantunya itu yang setiap hari mendapat omelan dari istrinya, tapi untuk membela ia juga tidak bisa. Ia tidak ingin istrinya justru balik memarahinya.

Bu Ratna datanya ketika ijab kabul sudah selesai, ia tidak sudi menyaksikan pernikahan kedua suaminya itu. Kedatangannya pun karna ingin memberi peringkat pada kedua pasangan pengantin dadakan itu.

"Heh janda gatal, kamu jangan mimpi ya buat tinggal dirumah ku. Kamu tetap tinggal dirumah kamu itu, dan jangan coba-coba menghalangi suami ku untuk datang kerumah ku. Aku ini istrinya, istri sahnya! Sedangkan kamu hanya istri siri. Nanti saat anak kamu itu sudah lahir, aku akan menyuruh suamiku ini langsung menceraikan kamu." sinis bu Ratna menunjuk-nunjuk muka Siska.

Siska yang sedari tadi hanya menunduk seketika menoleh, ia tidak terima dengan ucapan bu Ratna yang seenaknya sendiri.

"Heh nenek peyot! pak Agus ini juga suamiku ya, justru sebelum anak ini lahir aku akan meminta suamiku ini mengesahkan pernikahan kami." geram Siska.

"Kamu jangan mimpi! aku gak akan pernah mengizinkan suamiku mengesahkan pernikahan ini. Kamu akan aku buat jadi janda untuk yang kedua kalinya." sarkas bu Ratna yang emosinya mulai tersulut.

"Justru kamu yang akan jadi janda, nenek peyot!" balas Siska tidak mau kalah.

"Apa kamu bilang?" pekik bu Ratna dengan dada naik turun. Ia sudah mulai menyingsingkan lengan bajunya bersiap-siap menerjang madu barunya itu.

"Mau apa hah? mau ajak gelud? ayok!" Siska tak kalah ganas, Ia pun bersiap memberi pelajaran pada bu Ratna. Ia juga masih dendam karna semalam ia tidak bisa membalas tamparan yang dilayangkan bu Ratna pada kedua pipinya.

Brakk...

Semuanya terlonjak karna pak Burhan yang tiba-tiba menggebrak meja, ia sudah merasa jengah dengan keributan yang sedari semalam diulangi lagi.

"Kalau mau adu kekuatan, jangan disini! disini bukan ajang tempat pencarian bakat. Silahkan semuanya bubar!" usir pak Burhan lantang.

Ibu-ibu yang sudah menyiapkan kamera ditangan masing-masing pun merasa kecewa, karna tidak jadi menyaksikan kedua istri pak Agus gelud. Mereka pun bubar sambil bersorak.

Pak Burhan geleng-geleng kepala melihat warganya. Bukannya memisahkan, ini justru malah mau merekam. Apalagi dengan keadaan Siska yang sedang mengandung.

1
Desi Belitong
aku suka dia melawan bukan hanya bisa nangis💪💪
Aisyah Sabilla
THOR KAPAN UPDATE
Iry: kemungkinan bsk aku update langsung banyak yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!