NovelToon NovelToon
Hiraeth

Hiraeth

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di sebuah mansion megah di perbukitan Bel-Air, nama Leonor Kaia hanyalah sebuah bisikan yang memudar, sebuah kesalahan statistik dalam silsilah keluarga Gonzales yang terobsesi dengan Anak Laki-laki.

"Kau lihat dia, Leonor?" suara dingin itu menghentikan langkah Leonor di bordes tangga.
Sang Ayah, David Gonzales berdiri di sana, menyesap wiskinya. Pria itu adalah pengusaha terkaya nomor empat di Los Angeles, namun di mata Leonor, dia hanyalah pria tua yang jiwanya telah membusuk oleh patriarki.

"Ethan adalah masa depan perusahaan. Dia adalah apa yang seharusnya kau jadikan cermin."

David Gonzales tidak pernah memanggilnya putriku. Baginya, Leonor adalah pengingat akan kegagalan kedua. Setelah istri pertamanya hanya memberikan seorang anak perempuan, David mengira menikahi "gadis miskin yang dia pungut" begitu istilah kejam keluarga besarnya, akan memberinya keberuntungan berbeda. Namun, Leonor lahir. Seorang bayi perempuan dengan mata yang terlalu mirip ibunya, lembut, namun tajam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#31

Ruang Aula pagi itu terasa lebih gerah dari biasanya, bukan karena pendingin ruangan yang mati, melainkan karena atmosfer kompetitif yang selalu dibawa oleh para calon penguasa ekonomi masa depan.

Di barisan tengah, Edgar duduk dengan kaki menyilang, menatap layar laptopnya yang menampilkan grafik bursa saham yang sedang menghijau tajam.

Di sekelilingnya, Clark, Jackson, dan Ethan sedang berdebat panas tentang investasi kripto dan pergerakan suku bunga. Namun, Edgar tampak tidak berminat. Ia justru terlihat sibuk mengetik sesuatu di ponselnya dengan senyum kecil yang tidak pernah hilang dari bibirnya.

"Ed, kau lihat indeks pasar pagi ini? S&P 500 melonjak drastis. Ini waktu yang tepat untuk masuk ke sektor teknologi," seru Clark sambil menyenggol lengan Edgar.

Edgar mendongak sejenak, lalu kembali menatap ponselnya. "Saham? Ah, ya. Tapi kau tahu apa yang lebih menarik dari kenaikan indeks pasar hari ini?"

"Apa? Akuisisi baru?" tanya Jackson antusias.

"Bukan," jawab Edgar dengan nada sangat serius, seolah sedang membocorkan rahasia negara.

"Istriku tadi pagi meminta dibelikan stroberi segar karena katanya anak-anakku di dalam perutnya ingin makan yang asam-asam. Grafik kebahagiaannya jauh lebih penting daripada grafik bursa saham pagi ini."

Keheningan seketika melanda meja mereka. Clark, Jackson, dan Ethan saling pandang dengan tatapan horor.

"Edgar Sudah Gila"

"Edgar, demi Tuhan!" Ethan akhirnya bersuara, suaranya setengah berbisik karena malu. "Berhenti membicarakan istri dan anak fantasi itu. Setelah ini Kita akan ke kelas Manajemen Strategis, bukan di seminar parenting!"

"Kau tidak mengerti, Ethan," sahut Edgar tenang, ia menyandarkan punggungnya dengan santai. "Mengelola portofolio itu mudah. Tapi memastikan nutrisi untuk anak-anak di rumah agar tetap sehat itu butuh strategi tingkat tinggi. Kemarin mereka minta pijat, hari ini minta buah. Aku merasa seperti sedang mengelola perusahaan dengan ribuan karyawan yang semuanya sedang mengidam."

"Dia sudah gila," gumam Jackson sambil menggelengkan kepala. "Sepertinya bursa saham yang naik terlalu cepat membuat otaknya sedikit bergeser. Dia membayangkan dirinya menjadi seorang Daddy di usia 22 tahun!"

Tepat saat itu, Jannet, mahasiswi primadona fakultas bisnis yang sudah lama menaruh hati pada Edgar, lewat di samping meja mereka. Mendengar kata anak dan istri, telinganya langsung tegak. Ia tidak percaya pria setampan dan sekaya Edgar sudah terikat, jadi ia berasumsi itu hanya candaan para pria.

Jannet pun ikut nimbrung, mencoba masuk ke dalam percakapan dengan senyum paling menawannya. "Hai Edgar, aku dengar kau sedang bicara soal istri dan anak? Sejak kapan seorang Edgar Martinez jadi punya imajinasi liar seperti itu? Apa itu strategi baru untuk menolak gadis-gadis?"

Bukannya menghindar atau tertawa kaku, Edgar justru menoleh pada Jannet dengan mata berbinar. Seolah ia baru saja menemukan penonton baru untuk drama rumah tangganya yang rahasia.

"Oh, Jannet. Ini bukan imajinasi," ucap Edgar dengan semangat yang membuat teman-temannya ingin menghilang dari muka bumi. "Kau tahu, menjadi suami itu luar biasa. Istriku... dia sangat cantik, tapi galaknya minta ampun kalau aku telat menjemputnya. Dan anak-anak kami? Wah, mereka sangat aktif. Tadi pagi saja mereka menendang-nendang seolah ingin ikut kuliah bisnis bersamaku."

Jannet melongo. Senyumnya membeku. "Menendang? Edgar, kau bicara seolah-olah istrimu benar-benar sedang hamil besar. Bukankah kau selalu berada di kampus?"

"Itulah keajaibannya!" Edgar terkekeh, suaranya cukup keras hingga beberapa mahasiswa lain menoleh. "Meskipun mereka masih berupa butir pasir atau benih kecil, koneksi batin antara seorang Daddy dan anak-anaknya itu nyata. Aku bisa merasakan kalau mereka merindukanku sekarang. Mungkin mereka ingin Daddy-nya segera pulang dan tidak membahas saham yang membosankan ini."

Clark memukul dahinya sendiri. "Jannet, jangan diladeni. Dia sedang dalam fase delusi tingkat akut. Dia pikir bursa saham yang menghijau itu adalah tanda kesuburan atau semacamnya."

"Tidak, Clark!" balas Edgar cepat. "Ini soal aset masa depan! Anak-anak adalah investasi terbaik. Istriku adalah pemegang saham mayoritas dalam hidupku. Jika dia senang, maka seluruh duniaku berada dalam kondisi bullish. Jika dia merajuk, duniaku langsung crash lebih parah dari krisis 2008."

Jannet akhirnya mundur perlahan dengan wajah bingung, mengira Edgar sedang mengalami tekanan mental akibat beban kuliah. Sementara itu, dari barisan belakang Aula, Leonor yang mendengar seluruh percakapan itu hanya bisa menyembunyikan wajahnya di balik buku teks tebal.

Wajah Leonor sudah semerah tomat. Ia merasa antara ingin membunuh Edgar saat itu juga atau menciumnya karena kegilaan yang manis itu. Ia segera meraih ponselnya di bawah meja.

Leonor: Edgar Castiel Martinez! Tutup mulutmu atau aku akan membuat duniamu crash benaran malam ini! 'Menendang'? 'Investasi masa depan'? Kau benar-benar sudah kehilangan akal sehatmu di kelas bisnis!

Edgar merasakan ponselnya bergetar di saku celana. Ia membacanya, lalu menoleh ke arah barisan belakang, tepat ke arah Leonor. Di tengah tatapan bingung teman-temannya dan Jannet, Edgar justru memberikan kedipan nakal pada Leonor.

"Lihat itu," ucap Edgar pada teman-temannya sambil menunjuk layar ponselnya. "Istriku baru saja mengirim pesan. Katanya dia sangat merindukan Daddy-nya. Maaf teman-teman, saham teknologi memang penting, tapi menjaga perasaan pemegang saham utama jauh lebih krusial."

Ethan hanya bisa menghela napas panjang, menatap Edgar yang sedang tertawa geli.

"Sepertinya kita harus benar-benar menanyakan pada Mommy Isabella, apa yang sebenarnya terjadi pada Edgar belakangan ini. Dia benar-benar sudah tidak tertolong."

Pagi itu, kelas bisnis tidak lagi membahas tentang profit dan rugi bagi geng Edgar. Bagi mereka, Edgar sudah resmi hilang dari dunia rasional. Namun bagi Edgar, setiap candaan konyolnya adalah caranya merayakan rahasia indah yang ia miliki. Biarlah seluruh kampus menganggapnya gila karena bursa saham, asalkan hanya ia yang tahu betapa indahnya menjadi seorang Daddy bagi wanita yang paling ia puja di dunia ini.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Nasi Goreng
Luar biasa
Endang Sulistia
mampir
Triana Oktafiani
Ga bisa berkata2 lagi, semua karyamu luarrrrr biasa 👍
ros 🍂: Ma'aciww, Terharu kak😍
total 1 replies
Dian Erawati
👍👍👍❤️
Dian Erawati
👍👍👍💞
Dian Erawati
👍👍👍/Heart/
Amiera Syaqilla
artistik💕🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!