NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Barikade Mayat Hidup dan Runtuhnya Kesombongan Iblis

​Angin dingin berhembus menyapu Jembatan Karma, membawa bau busuk mayat yang menyengat dari arah gerbang pualam putih. Belasan mayat hidup yang dibalut perban berlumuran darah kental menggeram rendah, formasi mereka menutup rapat satu-satunya jalan masuk menuju Istana Inti.

​Di tengah barikade mengerikan itu, Gui Ming tertawa pongah. Ia mengangkat lengan kanannya yang kini telah diganti dengan lengan iblis berwarna hitam legam, dipenuhi sisik bergerigi dan memancarkan kabut racun hijau pekat.

​"Kau terkejut, Tikus Kecil?" ejek Gui Ming, matanya menatap Lin Xuan dengan dendam yang membakar. "Lengan yang kau patahkan di oase... Guruku menggantinya dengan Lengan Iblis Mayat Besi! Kekuatannya kini setara dengan monster Pembentukan Fondasi tingkat 9! Hari ini, aku akan mencabut jantungmu hidup-hidup dan menjadikannya camilan peliharaanku!"

​Mu Qingxue melangkah maju hingga sejajar dengan Lin Xuan. Udara di sekitarnya seketika membeku. Bunga-bunga teratai es kecil mulai bermunculan dan melayang di udara, siap ditembakkan.

​"Boneka Mayat Darah dari Sekte Darah Bayangan sangat sulit dibunuh. Tubuh mereka kebal terhadap rasa sakit dan senjata biasa," bisik Mu Qingxue serius, matanya mengunci barisan mayat hidup itu. "Jembatan ini terlalu sempit. Jika kita terkepung, racun mayat mereka akan meresap melalui pori-pori. Biar aku yang membekukan mereka dari jarak jauh, kau cari celah untuk menghabisi Gui Ming."

​Namun, Lin Xuan hanya terkekeh pelan. Ia mengangkat tangannya, menghentikan Mu Qingxue.

​"Nona Mu, tahukah kau aturan pertama saat menghadapi sampah yang mendaur ulang mayat?" Lin Xuan menoleh sedikit, senyum menyeringai terbentuk di sudut bibirnya. "Jangan repot-repot membekukannya. Bakar saja hingga menjadi abu."

​Di dalam Dantiannya, Sang Demon Venerable mendengus geli. "Bocah ini benar. Yin dan kematian adalah santapan paling renyah bagi Hukum Kekacauan. Biarkan pedangmu makan besar!"

​Lin Xuan melangkah maju seorang diri, meninggalkan Mu Qingxue di belakangnya. Tangan kanannya bertumpu santai pada gagang Pedang Pembelah Kekacauan di punggungnya.

​Melihat Lin Xuan maju tanpa pertahanan Qi yang terlihat, wajah pucat Gui Ming berkerut marah karena merasa diremehkan.

​"BUNUH DIA! CABIK DAGINGNYA!" raung Gui Ming, menunjuk lurus ke arah Lin Xuan.

​GRAAAARRR!

​Belasan Boneka Mayat Darah itu melesat maju secara serempak. Kecepatan mereka sangat tidak wajar untuk ukuran mayat, langkah kaki mereka membuat jembatan gantung itu berayun hebat. Kuku-kuku hitam panjang mereka yang meneteskan bisa mematikan terhunus, menargetkan setiap organ vital Lin Xuan.

​"Mati!"

​Tepat saat mayat pertama berjarak dua jengkal dari wajah Lin Xuan, pemuda itu akhirnya bergerak.

​WUSSS!

​Ia tidak menghunus Pedang Pembelah Kekacauan sepenuhnya. Ia hanya menariknya setengah keluar dari sarungnya, lalu menghantamkan gagang pedang raksasa itu ke depan dengan tenaga murni dua puluh ribu kati.

​BAM!

​Suara ledakan tumpul terdengar. Boneka Mayat Darah yang diklaim memiliki tubuh sekeras baja itu... dadanya meledak seketika! Kekuatan hantaman yang brutal itu mengirim sisa tubuh bagian atasnya melesat ke belakang, menabrak tiga mayat lain di belakangnya hingga mereka semua terpental keluar dari tepi jembatan dan jatuh ke dasar jurang tanpa dasar.

​"Keras kepalamu, tapi tubuh pasukanmu ternyata lebih rapuh dari tahu," cibir Lin Xuan. Ia kini menghunus pedang raksasa hitam legamnya sepenuhnya. Beban pedang diatur di angka lima puluh ribu kati—cukup ringan untuk diayunkan dengan satu tangan, namun cukup berat untuk meratakan sebuah rumah.

​"K-Kau... kekuatan fisik macam apa itu?!" Gui Ming mundur selangkah, matanya membelalak tak percaya. Boneka Mayat Darah tingkat 7 hancur hanya dengan hantaman gagang pedang?!

​"Jangan diam saja! Serang bersamaan!" perintah Gui Ming dengan nada panik.

​Sisa delapan mayat melompat dari berbagai sisi jembatan, mencoba menindih Lin Xuan.

​Namun, kali ini, mata Lin Xuan memancarkan cahaya kelabu. Api Kekacauan Primordial merembes dari telapak tangannya, menyelimuti bilah tumpul Pedang Pembelah Kekacauan. Besi hitam itu kini tampak seperti pilar besi yang baru diangkat dari tungku neraka.

​"Seni Pedang Bintang Jatuh Primordial: Sapuan Debu Kosmik!"

​Lin Xuan memutar tubuhnya, mengayunkan pedang raksasa yang menyala abu-abu itu dalam satu tebasan horizontal sejauh tiga ratus enam puluh derajat.

​WUUUUUSSSSHHHHH!

​Angin puyuh api abu-abu meledak menyapu seluruh lebar jembatan!

​Saat pedang tumpul bersuhu tak terhingga itu menghantam Boneka Mayat Darah, tidak ada suara dentingan logam atau daging yang terkoyak.

​Sssshhhh...

​Hanya suara desisan mengerikan yang terdengar. Api Kekacauan, yang melahap segala jenis energi fana, memakan Qi Yin dan racun mayat itu dengan rakus. Dalam sekejap mata, delapan mayat yang menyentuh lintasan pedang Lin Xuan langsung menguap menjadi abu abu-abu halus, bahkan sebelum mereka sempat menyentuh lantai jembatan!

​Tidak ada darah. Tidak ada sisa potongan tubuh. Semuanya dihapus dari eksistensi.

​Jembatan kembali sunyi. Mu Qingxue yang bersiaga di belakang mematung, menatap punggung Lin Xuan dengan napas tertahan. Ia baru menyadari, pemuda ini tidak pernah benar-benar serius saat melawannya di hutan malam itu.

​Di ujung jembatan, Gui Ming jatuh terduduk di depan gerbang pualam. Wajah pucatnya kini tidak memiliki setetes darah pun. Barisan mayat yang menjadi kebanggaannya musnah dalam dua tarikan napas!

​"Sekarang, giliran lengan mainan barumu itu," suara Lin Xuan terdengar sedingin dewa kematian saat ia berjalan perlahan mendekati Gui Ming. Pedang raksasa di tangannya diseret melintasi jembatan, membakar papan kayu yang disentuhnya menjadi arang hitam.

​"J-JANGAN MENDEKAT!" jerit Gui Ming histeris. Keputusasaan memicu kegilaan terakhirnya. Ia membakar esensi darahnya, menyalurkan seluruh sisa nyawanya ke dalam Lengan Iblis Mayat Besi miliknya.

​Lengan hitam itu tiba-tiba membesar dua kali lipat, memancarkan kabut racun Yin yang begitu pekat hingga menutupi cahaya keemasan dari gerbang pualam.

​"Cakar Hantu Pembelah Jiwa!"

​Gui Ming melompat ke udara, mengayunkan cakar iblis raksasa itu tepat ke arah kepala Lin Xuan, berniat menghancurkan jiwa pemuda itu bersama tubuhnya.

​Lin Xuan berhenti melangkah. Ia menatap cakar raksasa yang menukik ke arahnya tanpa emosi. Ia bahkan tidak repot-repot mengangkat pedangnya untuk menangkis.

​Alih-alih, Lin Xuan mengepalkan tangan kirinya. Api Kekacauan abu-abu meledak membungkus tinjunya, membentuk pusaran energi murni yang melahap cahaya di sekitarnya. Fisik primordianya beresonansi dengan Mutiara Kekacauan.

​Lin Xuan meninju lurus ke atas, menyambut Lengan Iblis Mayat Besi secara frontal!

​DUAAARRRR!

​Bentrokan antara tinju berlapis Api Kekacauan dan cakar iblis raksasa menghasilkan ledakan yang memekakkan telinga. Namun, hasilnya sudah bisa dipastikan sejak awal.

​KRAAAAAK! PRANG!

​Lengan Iblis Mayat Besi—artefak buatan Tetua Darah Bayangan yang sangat ditakuti—hancur berkeping-keping layaknya kaca rapuh. Tinju Lin Xuan tidak berhenti, melesat terus menghantam langsung ke dada Gui Ming!

​"TIDAAAKKK—"

​BOOOM!

​Jeritan Gui Ming teredam seketika. Tubuhnya meledak menjadi kabut darah di udara. Api Kekacauan langsung menelan kabut darah beracun itu, membakarnya habis sebelum sempat mengotori udara suci di sekitar gerbang pualam.

​Hanya Cincin Penyimpanan milik Gui Ming yang tersisa, jatuh dengan dentingan pelan di atas lantai marmer di depan gerbang.

​Lin Xuan mengambil cincin itu dengan santai, mengibaskan debu fiktif dari lengan jubahnya. Ia menoleh ke belakang, menatap Mu Qingxue yang masih sedikit terpaku.

​"Barikadenya sudah kubersihkan, Nona Mu. Silakan," ucap Lin Xuan sambil membungkuk sedikit, memberikan isyarat dengan tangan kanannya.

​Mu Qingxue akhirnya tersadar dari keterkejutannya. Ia berjalan menyusul Lin Xuan, menelan ludah dengan susah payah saat melewati titik di mana Gui Ming lenyap tanpa sisa.

​"Kau... sungguh sebuah anomali, Lin Xuan," gumam Mu Qingxue, tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.

​Lin Xuan hanya mengangkat bahu. Ia berbalik dan bersama-sama Mu Qingxue melangkah melewati celah gerbang pualam putih raksasa tersebut.

​Begitu melangkah masuk, pemandangan berubah drastis. Mereka tidak lagi berada di koridor atau aula batu.

​Di dalam Istana Inti, terhampar sebuah dimensi saku yang menyerupai alam semesta kecil. Bintang-bintang bersinar di langit-langit yang tak terlihat batasnya. Di tengah "alam semesta" ini, terdapat sebuah altar raksasa yang terbuat dari kristal transparan.

​Dan di puncak altar tersebut... sebuah nyala api seukuran teratai mekar melayang dengan tenang. Api itu berwarna putih pucat, tidak memancarkan hawa panas, melainkan hawa dingin yang begitu absolut hingga ruang dan waktu di sekitarnya tampak membeku dan terdistorsi.

​"Itu... Api Es Tulang Pucat," bisik Mu Qingxue, suaranya bergetar penuh harap. Matanya terpaku pada harta karun tertinggi yang ia cari-cari.

​Namun, kegembiraannya hanya bertahan sesaat.

​Di bawah altar kristal tersebut, sesosok pria tua berjubah merah darah sedang duduk bersila, mengelilingi altar dengan formasi bendera-bendera hitam yang memancarkan aura busuk. Pria tua itu sedang merapal mantra yang mencoba mengikis pertahanan altar secara perlahan.

​Merasakan kehadiran Lin Xuan dan Mu Qingxue, pria tua itu berhenti merapal mantra. Ia perlahan menoleh. Sepasang mata merah menyala menatap mereka dari balik kerudungnya. Aura yang memancar dari tubuhnya jauh melampaui Pembentukan Fondasi... ia telah setengah langkah menembus Alam Inti Emas, ditekan secara paksa menggunakan seni rahasia agar tidak ditendang keluar oleh formasi makam!

​"Muridku yang bodoh itu bahkan tidak bisa menahan dua bocah ingusan selama satu jam?" suara serak pria tua itu bergema di seluruh dimensi, membawa tekanan mental yang membuat Mu Qingxue mundur selangkah. Itu adalah Tetua Sekte Darah Bayangan!

​"Sepertinya aku harus menguliti kalian sendiri sebelum mengambil Api Es ini." Pria tua itu berdiri perlahan, lautan darah ilusi mulai menggenang di bawah kakinya.

​Lin Xuan menyipitkan matanya. Ia menyilangkan Pedang Pembelah Kekacauan di depannya, senyum bersemangat kembali menghiasi wajahnya.

​"Akhirnya," gumam Lin Xuan. "Target yang layak untuk dipotong."

1
Nanik S
Pasti Lin Feng
Nanik S
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Nanik S
Mantap sekali tampar giginya rontok
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!