NovelToon NovelToon
Menyusui Bayi Mafia

Menyusui Bayi Mafia

Status: tamat
Genre:Kriminal dan Bidadari / Pernikahan rahasia / Ibu Pengganti / Mafia / Duda / Konflik etika / Tamat
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Adrina salsabila Alkhadafi

Di mansion mewah yang terasa seperti penjara berlapis emas, Aruna terjebak dalam dilema mematikan:
Menyelamatkan ibunya dengan tetap menjadi bagian dari dunia berdarah ini.
Atau melarikan diri sebelum ia benar-benar jatuh cinta pada sang bayi—dan ayahnya yang iblis.
"Dia memintaku memberikan hidup bagi anaknya, tanpa menyadari bahwa akulah yang sedang sekarat dalam genggamannya."
kepoin di malam Minggu, bikin malam Minggu mu lebih bermakna dengan sosok aruna dan dante

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina salsabila Alkhadafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Percikan di Balik Gaun Merah

​Pagi di Sanatorium biasanya tenang, namun hari ini ada ketegangan yang merayap di sela-sela pilar marmernya. Sebuah undangan fisik berbahan beludru hitam dengan ukiran emas murni tergeletak di atas meja makan. Itu adalah undangan perayaan ulang tahun ke-50 Valerius Group, sebuah acara formal yang akan dihadiri oleh seluruh relasi bisnis, petinggi politik, dan tentu saja, keluarga besar Valerius yang selama ini menganggap Aruna sebagai "orang asing" yang tak kasat mata.

​Aruna menatap kartu itu dengan perasaan waswas. Selama tujuh tahun, ia selalu disembunyikan. Dante menjaganya di dalam sangkar emas, jauh dari sorotan kamera dan lidah berbisa kaum elite. Namun kali ini, Dante ingin Aruna hadir.

​"Kau tidak perlu merasa tertekan," suara Dante memecah lamunan Aruna. Pria itu baru saja selesai berlatih tanding dengan Marco di sasana bawah tanah. Keringat membasahi kaus singlet hitamnya, dan napasnya masih menderu pelan.

​"Dante, mereka semua akan ada di sana. Orang-orang yang menganggapku hanya sebagai 'ibu asuh' bayaran untuk Leonardo," bisik Aruna, jemarinya mengusap pinggiran kartu undangan yang tajam.

​Dante melangkah mendekat, ia mengambil kartu itu dari tangan Aruna dan melemparkannya ke meja seolah itu adalah sampah yang tak berarti. Ia mencengkeram lembut dagu Aruna, memaksa wanita itu menatap matanya yang sedingin es namun penuh gairah.

​"Kau akan datang sebagai wanitaku. Siapa pun yang berani berbisik di belakangmu, mereka akan berurusan dengan senjataku. Aku ingin dunia tahu bahwa takhta di sampingku bukan lagi milik bayangan masa lalu, tapi milikmu."

​Kemunculan Sang Masa Lalu

​Malam perayaan itu tiba. Hotel Grand Valerius dihias sedemikian rupa hingga menyerupai istana Eropa. Lampu kristal raksasa menggantung di langit-langit, memantulkan cahaya pada gaun-gaun mahal dan setelan jas mewah.

​Aruna turun dari limosin hitam dengan gaun sutra berwarna merah darah yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna. Gaun itu memiliki belahan tinggi di paha, namun tetap terlihat sangat elegan—pilihan Dante yang ingin menunjukkan sisi provokatif sekaligus berkelas dari Aruna. Dante berdiri di sampingnya, mengenakan setelan tuksedo yang membuatnya tampak seperti kaisar modern.

​Saat mereka memasuki ballroom, keheningan sesaat terjadi. Ratusan pasang mata menatap Aruna—wanita misterius yang selama ini menjadi desas-desus di balik kesuksesan Dante dalam membesarkan Leonardo.

​Namun, di tengah kerumunan itu, seorang wanita berdiri dengan segelas sampanye di tangannya. Namanya Bianca Valery, putri dari salah satu mitra bisnis utama mendiang ayah Dante. Bianca adalah wanita yang dulu hampir dijodohkan dengan Dante sebelum Dante memutuskan untuk menikahi ibu kandung Leonardo.

​Bianca melangkah maju dengan anggun, gaun peraknya berkilauan. "Dante... sudah lama sekali. Kau tampak sangat luar biasa malam ini."

​Dante hanya mengangguk kaku, lengannya semakin erat merangkul pinggang Aruna. "Bianca."

​Mata Bianca beralih pada Aruna, menatapnya dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan meremehkan yang disamarkan oleh senyuman manis. "Dan ini... oh, aku ingat. Pengasuh Leonardo, bukan? Luar biasa sekali pengabdianmu, Sayang. Dari ruang bayi hingga ke lantai dansa... sebuah pencapaian karier yang sangat cepat."

​Aruna merasakan darahnya berdesir. Ia merasakan dorongan untuk membalas, namun tangannya yang gemetar justru digenggam kuat oleh Dante.

​"Dia bukan pengasuh, Bianca," suara Dante menggelegar pelan namun cukup untuk membungkam orang-orang di sekitar mereka. "Dia adalah Aruna Salsabila. Pemilik hatiku. Dan jika kau masih kesulitan mengingat namanya, mungkin aku harus meminta Marco untuk menghapus namamu dari daftar tamu kehormatanku."

​Wajah Bianca memucat seketika. Ia hanya bisa tersenyum kaku sebelum berbalik pergi dengan penuh kemarahan yang tertahan.

​Meskipun Dante membela Aruna, sepanjang malam itu Bianca tidak berhenti mencoba menarik perhatian Dante. Ia sengaja mendekati Dante saat Aruna sedang pergi ke toilet, membicarakan kenangan masa kecil mereka di depan relasi bisnis.

​Saat Aruna kembali, ia melihat Bianca sedang tertawa kecil sambil menyentuh lengan Dante. Sesuatu di dalam dada Aruna terbakar—rasa cemburu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Selama ini Dante-lah yang selalu cemburu pada Reno atau siapa pun di sekitar Aruna. Sekarang, Aruna baru menyadari betapa sakitnya melihat pria yang ia cintai dikelilingi oleh "hantu" dari masa lalunya.

​Aruna tidak mendekat. Ia justru berbalik menuju balkon luar yang sepi. Angin malam Jakarta yang lembap menerpa wajahnya.

​"Aku pikir kau tidak akan pernah tahu rasanya cemburu."

​Suara Dante terdengar di belakangnya. Aruna tidak menoleh. "Dia sangat cantik, Dante. Dia memiliki sejarah denganmu. Sementara aku... aku hanya datang dari sebuah kontrak satu miliar rupiah."

​Dante memutar tubuh Aruna, menyudutkannya ke pagar balkon yang dingin. Ia menatap Aruna dengan tatapan yang sanggup meluluhkan es di kutub utara. "Kontrak itu menyelamatkan nyawa ibumu, tapi hatiku bukan bagian dari transaksi itu, Aruna. Hatiku jatuh padamu karena kau adalah satu-satunya wanita yang berani menantangku saat aku sedang berada di puncak kekejamanku."

​"Tapi dia menyentuhmu..." bisik Aruna, matanya berkaca-kaca.

​Dante tertawa kecil, suara rendah yang begitu dalam. Ia mengambil tangan Aruna dan meletakkannya di dadanya, tepat di mana jantungnya berdegup kencang. "Rasakan ini. Jantung ini hanya berdetak secepat ini untukmu. Bianca hanyalah masa lalu yang tak berarti. Kau adalah masa depanku."

​Dante menunduk, mencium Aruna dengan penuh penguasaan. Itu adalah ciuman yang menandakan kepemilikan mutlak. Aruna membalasnya, menyadari bahwa ketidakamanan di hatinya hanyalah bayangan semu. Pria kejam ini telah benar-benar takluk padanya.

​Saat mereka kembali ke dalam, acara mencapai puncaknya. Dante naik ke panggung untuk memberikan pidato. Namun, saat ia baru saja akan bicara, pintu besar ballroom terbuka.

​Seorang pria paruh baya masuk dengan langkah yang lambat namun penuh wibawa. Seluruh petinggi Valerius Group tersentak. Bahkan Marco langsung memasang posisi siaga.

​Pria itu adalah Adrian Salsabila. Ayah Aruna.

​Seluruh ruangan menjadi sunyi senyap. Aruna nyaris jatuh pingsan jika Dante tidak segera turun dari panggung dan menangkapnya.

​"Ayah...?" bisik Aruna tak percaya. Ayahnya yang dikira sudah meninggal bertahun-tahun lalu, kini berdiri di depan matanya dalam keadaan hidup dan tampak sangat bugar.

​Adrian tersenyum tipis ke arah Aruna, lalu beralih pada Dante. "Kau sudah menjaga 'proyekku' dengan sangat baik, Dante Valerius. Tapi sekarang, saatnya bagi putriku untuk mengetahui kebenaran yang sesungguhnya."

​Situasi romantis malam itu berubah menjadi ketegangan yang mencekam. Dante berdiri di depan Aruna, melindunginya dengan tubuhnya yang besar. "Kau seharusnya sudah mati, Adrian."

​"Kematian hanyalah konsep bagi mereka yang tidak menguasai sains, Dante," sahut Adrian dingin.

​Aruna menatap ayahnya, lalu menatap Dante. Sebuah rahasia besar tentang darahnya, enzim biometrik, dan alasan sebenarnya kenapa Dante memilihnya tujuh tahun lalu akan segera terungkap. Dan kali ini, cinta mereka akan diuji oleh kebenaran yang jauh lebih gelap daripada dunia mafia mana pun.

1
Widia Aldiev
nggak buyar buyar Thor ceritone koyo Tante sepur wae 😭😭😭
putri lindung bulan: ya kk, akan ada kejutan di bab selanjutnya,baca aja dulu nanti kita akan di buat baper oleh mereka berdua
total 1 replies
Widia Aldiev
Dante kemampuan kau membawa Aruna dan Leonardo pergi pasti para iblis masih mengejar kalian
Widia Aldiev
sampai kapan perang ini akan terjadi Aruna bagaikan binatang buruan yg harus segera di tangkap dan di jadikan santapan liar para pemangsa 😭😭😭
Widia Aldiev
sebegitu mengerikannya dunia mafia kasihan Aruna dan Leonardo 😌😌
Widia Aldiev
mengandung bawang Bombay 😭😭😭😭 akhirnya mereka bersatu apakah Dante akan menikahi Aruna Thor agar mereka menjadi keluarga yg utuh,semoga setelah ini semua mereka hidup berbahagia tanpa ada embel" mafia 🤧😅
Widia Aldiev
WAWWWWW KEREEEEEN THOR 🔥🔥🔥❤️❤️❤️SUNGGUH IMJINASI YG SANGAT LUAR BIASA SEPERTI NONTON FILM LAGA DI BIOSKOP 🥳🥳🥳🥳
Widia Aldiev
dirimu pantas di sebut sebagai RATU VALERIUS Aruna karena kamu yg menyelamatkan Leonardo dan menjadi ibu baginya 🔥🔥🔥 tetap tegar dan terus berjuang demi masa depanmu dan Leonardo ❤️❤️❤️
Widia Aldiev
oooh Aruna semoga kalian selamat dan bisa hidup bebas juga bahagia 😌😌
Widia Aldiev
😤😤😤😤😪😪😪 kasihan si kecil Leonardo di usia yg masih bayi harus ikut berpetualang kedua orangtuanya
Widia Aldiev
semoga kamu g menyesal Aruna dengan semua yg kamu lakukan pada Dante 😌😌
Widia Aldiev
gmana g bimbbang si Aruna jika dia merasa hanya di manfaatkan saja...yg tegar Aruna dunia memang tak seindah yg di bayangkan..sekedar menghibur diri anggap saja simbiosis mutualisme dirimu dengan Dante 😌😌
Widia Aldiev
terlanjur basah ya sudah mandi sekali...itulah ungkapan yg menurutku pas buat Aruna hidup di dunia bawah yg penuh dengan kekerasan dan taktik tipu daya kalo g pinter" menguasai ya hanya akan berakhir jadi mangsa,lebih baik jadi pemangsa ya Aruna selamat menikmati kehidupan mu yg baru Aruna selamat datang di dunia tipu tipu 🔥🔥🔥
Widia Aldiev
yaaaaah adegan hot hot popnya menggantung di udara dan lenyap begitu saja padahal udah fokus banget ini bacanya berharap akan ada....😅🤣🤣🤣
Widia Aldiev
MANTAB teka teki mulai terjawab satu persatu dan Aruna makin tak bisa lepas dari Dante karena ia kunci dari semua drama mengerikan yg terjadi 🔥🔥🔥
Widia Aldiev
BODOH kamu Aruna cari mati namanya jika kau sayang ibumu menurutlah gadis kecil jngan buat Dante menjadi monster yg sesungguhnya lihatlah dia akan melahapmu mentah" 🔥🔥🔥
Widia Aldiev
serasa nonton film beauty and the best 😅😅Aruna hidup dengan monster seram tp menginginkannya sebagai pendamping dengan cara yg ekstrim...lanjut Thor ❤️❤️❤️
Widia Aldiev
lihatlah Aruna betapa Dante melindungi dirimu dari para musuhnya so jangan buat Dante naik pitam lagi ya...dapatkan hatinya dan nikmati semuanya yg ia berikan
Widia Aldiev
tak usah ambil pusing dengan kata" wanita yg tak bisa memiliki Dante seutuhnya,lakukan tugasmu Aruna nikmati jalani ingat sekejam" nya Dante dialah yg berjasa terhadap keselamatan ibumu Aruna jangan kau lupakan hal itu,anggap semua balas budimu terhadap Dante,urusan yg lain kamu tak perlu ikut campur,kalo bisa taklukkan Dante ingat seberbahayanya buaya pasti ada pawangnya 😄😄
Widia Aldiev
karyamu sungguh sangat luar biasa Thor ❤️❤️❤️q sampe ikut merasakan suasana di cerita ini merinding,takut, terintimidasi semua jadi satu, bagai jadi pemeran Aruna diri ini 🔥🔥😅😅🙏🙏
Widia Aldiev
semua ada konsekuensinya Aruna jika kamu patuh kamu akan selamat dan bisa melihat ibumu,kini setelah semua kebodohan yg kamu lakukan akhirnya kamu jadi tawanan sesungguhnya oleh Dante bahkan dirimu tak lagi leluasa menemui Leonardo yg menjadi pelita dalam hidupmu 😌😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!