Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.
Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya karena takut tidak diterima atau di anggap tidak serius dalam akademik.
Karena, sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter di masa depan dan mengambilan pelajaran tentang kedokteran.
ia merasa dilema!!!
Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?
Atau memperdalam bakatnya dalam bidang seni...?
••《 Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!》••
☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.
●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author tidak sesuai dengan sejarah..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9. Nasi goreng spesial
"Iya selamat tidur juga! Akan aku tunggu kedatanganmu besok!" Ucap Inara lagi, setelah itu ia keluar dari obrolan chat dan meletakkan ponselnya diatas meja.
Esok harinya Inara sudah bersiap untuk pergi kesekolah, ia turun kebawah dengan seragam yang sudah lengkap.
Saat itu ia melihaat Kenzo sudah datang kerumahnya yang ikut sarapan bersama ayah dan bundanya.
"Pagi ayah, bunda, bang ken kamu sudah datang." Ucap Inara ia juga duduk disana untuk ikut sarapan.
"Cepatlah, Kenzo sudah menunggu dari tadi." Ucap Bunda Dewi kepada Inara, ia hanya menggoda Inara saja padahal Kenzo juga baru datang.
"Bunda, aku bukan anak kecil lagi, ini masih pagi, apa bang Kenzo datangnya dini hari." Ucap Inara santai.
karena ia tidak mungkin telat, saat sholat shubuh ia tidak tiduran kembali tetapi langsung bersiap mana mungkin dia telat.
Kenzo hanya tersenyum melihat keakraban Inara dengan kedua orang tuanya, mereka saling menggoda untuk mengekspresikan kasih sayang mereka.
Setelah selesai makan, Inara pergi kedapur tak lama setelah itu ia kembali sambil membawa beberapa kotak. Kotak pertama berisi onde-onde untuk para sahabatnya sedangkan kotak kedua berisi bekalnya.
Ya, saat memanaskan onde-onde ia membuat nasi goreng spesial untuk bekalnya siang nanti, yang ia membawa lebih untuk ia bagi pada Kenzo.
"Bang Ken, nanti datang kekelasku ya, soalnya aku banyak bawa camilan dan bekal siang nanti." Ucap Inara sambil memperlihatkan kotak-kotak tersebut.
"Baiklah, apa kamu sudah siap ayo berangkat." Ucap Kenzo, setelah itu mereka pergi kesekolah sebelum mereka pamit kepada bunda Dewi dan ayah Hendry lalu mengucapkan salam.
Tidak lama setelah itu mereka sampai disekolah, Kenzo mengantarkan Inara kekelasnya, setelah ia datang keruangan Osis karena untuk menjalani tugasnya sebagai ketua osis.
Waktu berjalan begitu cepat tidak terasa bel istirahat berbunyi, waktunya bagi anak-anak istirahat, semuanya berhamburan keluar menuju kantin untuk makan.
Kecuali Inara dan kawan-kawan, mereka kembali tidak kekantin, Inara mengeluarkan bekal dan onde-onde buatan bundanya.
"Tara...! silahkan makan, ini namanya onde-onde dari singkong buatan bunda Dewi, didalamnya ada isi kelapa parut dan gula merah, cobalah rasanya enak aku yakin kalian pasti suka." Ucap Inara lalu ia membuka kotak onde-onde, disana sudah ada lidi tusukannya.
Saat itu kenzo dan kawan-kawan juga dapat, mereka kembali membawa makanan kecuali Kenzo, sebelumnya Inara sudah memberitahunya bahwa inara bekal untuknya.
"Nah, ini dia nasi goreng spesial buatanku, piring pertama untuk bang Kenzo, piring kedua ketiga untuk Aira Naura, terakhir untukku." Ucap Inara, sedangkan Gilang dan Zayyan dari tadi sudah menunggu apakah mereka juga kebagian.
"Mana untuk kami, jadi kami tidak dapat ya." Ucap Gilang sambil melihat isi kotak Inara.
Inara hanya tersenyum lalu ia mengekuarkan kotak lagi.
"Ini untuk kalian bagilah." Ucap Inara sambil memberikan kotak tersebut kepada mereka, lalu ia melihat Hasna masuk kedalam kelas sambil tergesa-gesa, melatak buku-buku administrasi kelas diatas meja.
"Hasna kamu pasti belum makan, sinilah." Panggil inara lalu ia melihat Gilang dan Zayyan.
"Ku lihat kalian tadi bawa makanan, nasi goreng pemberianku juga banyak, berbagilah pada Hasna, dia teman sekelasku." Ucap Inara lagi sambil menunjuk Hasna.
Mereka berdua setuju makanannya juga banyak tidak mungkin mereka bisa menghabiskannya.
Sedangkan Hasna sedang bingung, dia memang lapar karena itu ia tergesa-gesa datang untuk menaruh bukunya, tetapi siapa sangka dia bertemu dengan inara dan kawan-kawan dikelas.
"Mengapa diam saja, ayo cepat duduk sini sebentar lagi juga bel masuk berbunyi." Ucap Inara lagi, lalu ia menyuap nasi gorengnya.
"Bagaimana rasa nasi gorengku hari ini, bang ken?." Tanya Inara kepada Kenzo karena ia hanya melihat kenzo sibuk makan dengan lahap.
"Enak seperti biasanya, apapun masakanmu aku suka." Ucap Kenzo lalu ia kembali makan, saat ia mau minum ternyata air minumnya belum ada.
"Maaf! Aku lupa memberikanmu minum, ini minumlah!." Inara memberikan botol minum kepada Kenzo, lalu kenzo mengambilnya dan langsung minum.
Sedangkan Hasna duduk dekat Aira lalu ia mengambil pemberian dari Zayyan, dan mengucap terimakasih.
Ia tidak menyangka bisa bergabung dengan Inara dan yang lainnya untuk makan, ia makan dengan gugup.
Tidak lama setelah itu mereka sudah selesai makan, mereka beresin semua kotak-kotak kosong.
"Nanti pulang sekolah apakah kamu ada kegiatan." Ucap Kenzo lembut kepada Inara.
"Emm seperti aku piket kelas bersama yang lainnya!, apakah bang ken ada kegiatan nanti?." Ucap Inara menjawab dengan jujur lalu juga bertanya?
"Aku, Zayyan dan Gilang nanti latihan basket, karena dua minggu lagi akan ada lomba basket antar sekolah." Ucap Kenzo lagi.
"Bagaimana kalau kamu menungguku, dan aku mengantarmu pulang nanti!, kami latihannya tidak lama kok, sekitar dua jam sudah selesai." Ucap Kenzo kepada Inara, ia sangat ingin inara menunggunya.
"Emm kalau begitu nanti setelah selesai piket, aku langsung kelapangan basket menemuimu." Ucap inara ia juga setuju menunggu kenzo.
"Aku juga ikut melihat latihan kalian!, sekalian menemani Inara supaya tidak sendirian!." Ucap Aira dan Naura setuju karena ia juga ikut.
"Bolehkah aku juga ikut menontonnya." Ucap Hasna yang dari tadi diam, ia berbicara dengan gugup.
"Pasti datanglah, kamu gabung saja dengan mereka." Ucap Gilang dengan senang.
"Oh ya kita belum berkenalan, kamu Hasna kan kenalkan namaku Gilang, yang disampingku ini Zayyan, yang itu tidak perlu aku kenalin lagi." Ucap Gilang sambil menjabat taangan Hasna.
"Iya aku Hasna salam kenal, dari mana kamu tahu namaku." Ucap Hasna dengan malu-malu.
"Oh itu dari Inara!" Ucap Gilang santai lalu ia mengambil sampah-sampah bekas makan mereka untuk ia buang nanti saat keluar dari sini.
Sedangkan yang lainnya memperhatikan sesi perkenalan Gilang dengan Hasna mereka tidak ikut campur.
"Aku tunggu kamu dilapangan, kalau begitu aku kembali dulu kelasku!." Ucap Kenzo sambil mengelus kepala Inara lalu ia keluar dari kelas inara dan ikuti oleh Zayyan, Gilang sambil membawa sampah.
Setelah peninggalan mereka, Inara dan kawan-kawan kembali duduk untuk mencerna makanan yang telah mereka makan, kecuali Hasna dia masih berdiri dengan linglung.
"Dia rajin sekali buang sampah." Ucapnya pelan, tetapi karena kelas sunyi ucapannya terdengar keras dalam ruangan kelas tersebut.
"Siapa? Gilang dia memang seperti itu, sangat suka kebersihan." Ucap Naura kepada Hasna lalu melihat wajah malu-malu Hasna.
"Dia menyukai gadis yang menjaga kebersihan, dan kerapian, ku lihat kamu sama seperti dirinya yang suka menjaga kebersihan. " Ucap Naura dengan senyuman dibibirnya.
.
.
.
terima atau tidak masalah nanti?