NovelToon NovelToon
Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Dark Romance
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Menikahi ku atau melihat ayahmu membusuk di penjara?"

Elena tidak punya pilihan. Demi melunasi utang yang dijebak oleh Arkan—pria masa lalunya yang kini menjadi penguasa angkuh—ia setuju menjadi istri di atas kertas. Namun, di balik kemewahan rumah Arkan, Elena bukanlah nyonya, melainkan budak. Ia dijambak, diludahi, bahkan dipaksa melayani selingkuhan suaminya sendiri.
​Setiap hari adalah neraka, hingga Arkan melampaui batas dengan menyentuh satu-satunya alasan Elena untuk hidup.

​Di saat Elena hampir menyerah, sosok pria dari masa lalu yang menghilang selama lima tahun kembali. Ia bukan lagi pemuda desa yang miskin, melainkan putra mahkota dinasti mafia yang haus darah.

​"Siapa pun yang menyentuh milikku, hanya punya satu tempat: liang lahat."

​Pembalasan dendam dimulai. Ketika Sang Mafia menjemput ratunya, istana emas Arkan akan berubah menjadi abu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Di Depan Kamera Kita Sempurna

Sinar lampu dari meja rias yang begitu terang membuat mata Elena perih. Pagi ini, tidak ada kain pel atau sikat cucian di tangannya. Sebagai gantinya, dua orang penata rias profesional sibuk memoles wajahnya, mencoba menyamarkan lingkaran hitam di bawah matanya dan rona pucat di pipinya yang tak lagi memiliki gairah hidup.

​Arkan berdiri di ambang pintu kamar, bersedekap sambil memperhatikan proses transformasi itu. Arkan mengenakan setelan jas berwarna abu-abu arang yang dijahit khusus, tampak begitu berwibawa dan mempesona. Siapa pun yang melihatnya akan mengira Arkan adalah pangeran dalam dongeng.

​"Pastikan dia terlihat sempurna," ucap Arkan pada penata rias itu dengan nada memerintah. "Aku tidak ingin ada satu pun kolega bisnisku melihat bekas lelah di wajahnya. Hari ini adalah peluncuran yayasan baruku, dan Elena harus menjadi simbol istri yang dicintai."

​Elena hanya diam, membiarkan kuas-kuas halus itu menyapu kulitnya. Rasanya seperti sedang dipersiapkan untuk menjadi manekin di toko perhiasan.

​"Pakai ini," Arkan meletakkan sebuah kotak beludru merah di depan Elena. Di dalamnya ada sebuah kalung berlian yang sangat besar. Berkilau, tapi terasa sangat berat saat Arkan sendiri yang memakaikannya di leher Elena.

​Tangan Arkan menyentuh kulit leher Elena, dan seketika bulu kuduk Elena berdiri. Bukan karena cinta, tapi karena ngeri. Arkan menunduk, berbisik di dekat telinganya sehingga para penata rias tidak bisa mendengar.

​"Ingat, Elena. Di sana nanti akan banyak wartawan. Kamu harus tersenyum. Kamu harus menggandeng lenganku seolah aku adalah duniamu. Kalau aku melihatmu menunjukkan wajah sedih sedikit saja... kamu tahu siapa yang akan menanggung akibatnya di desa nanti."

​Elena menelan ludah yang terasa seperti kerikil.

"Iya, Tuan."

​"Panggil aku 'Sayang' di depan mereka," koreksi Arkan dengan cengkeraman halus tapi kuat di bahu Elena. "Jangan buat aku malu."

​Beberapa jam kemudian, mereka tiba di sebuah hotel mewah. Kilatan lampu kamera langsung menyambut saat pintu mobil dibuka. Arkan keluar lebih dulu, lalu dengan gerakan yang sangat sopan dan manis, Arkan mengulurkan tangannya untuk membantu Elena keluar. Senyum Arkan begitu lebar, begitu tulus, hingga Elena sendiri hampir tertipu jika saja dia tidak ingat bagaimana tangan yang sama menjambak rambutnya kemarin.

​"Tuan Arkan! Nyonya Elena! Bisa menghadap ke sini?" teriak para wartawan.

​Arkan merangkul pinggang Elena, menariknya begitu dekat. Elena bisa merasakan jantungnya berdegup kencang karena takut. Elena memaksa sudut bibirnya terangkat, membentuk sebuah senyum yang dia latih di depan cermin selama berjam-jam.

​"Istri saya sedikit pemalu," ucap Arkan pada seorang reporter dengan nada bercanda yang sangat hangat. "Dia lebih suka berkegiatan sosial di balik layar. Itulah kenapa saya sangat mencintainya, dia memiliki hati yang sangat tulus."

​Mendengar itu, Elena merasa ingin muntah. Kata 'cinta' yang keluar dari mulut Arkan terdengar seperti penghinaan terhadap Tuhan. Bagaimana bisa seseorang bicara tentang cinta setelah baru saja meludahi wajah orang tersebut?

​Di tengah acara, Arkan terus menunjukkan kemesraan yang berlebihan. Arkan menyuapi Elena sepotong kecil kue, mengusap pipinya di depan kamera, dan membisikkan kata-kata "manis" yang sebenarnya adalah ancaman tersembunyi.

​"Tersenyumlah lebih lebar, Sayang. Kamu terlihat seperti sedang dipaksa, itu tidak bagus untuk citraku," bisik Arkan sambil tetap tersenyum ke arah kamera.

​Elena terus mempertahankan topengnya. Tapi, di tengah kerumunan orang-orang kaya itu, matanya menangkap sesuatu yang membuatnya membeku.

Di sudut ruangan, berdiri seorang pria berpakaian pelayan hotel yang sedang membawa nampan minuman. Pria itu memakai topi yang agak rendah, tapi tatapan matanya...

​Elena mengenal mata itu. Tajam, dalam, dan penuh dengan badai yang tertahan.

​Eros?

​Jantung Elena seolah berhenti berdetak. Dunia di sekitarnya menjadi sunyi, suara jepretan kamera dan obrolan kolega Arkan menghilang begitu saja.

Pria itu menatap Elena selama beberapa detik. Tidak ada senyum di wajahnya, hanya ada sorot mata yang seolah berkata: "Aku melihat segalanya, El. Aku melihat penderitaanmu."

​"Elena? Ada apa?" Arkan menyenggol lengannya, menyadari keganjilan istrinya.

​Elena segera membuang muka, mencoba menenangkan diri. "Tidak apa-apa... aku hanya sedikit pening karena lampu-lampu ini."

​"Bertahanlah. Sebentar lagi acara selesai," ucap Arkan, kembali berakting menjadi suami yang perhatian di depan seorang pengusaha properti yang mendekat.

​Elena mencoba mencari keberadaan pria itu lagi, tapi dia sudah hilang di balik kerumunan. Apakah itu hanya ilusinya? Apakah rasa rindunya sudah membuatnya mulai berhalusinasi?

​Acara berlanjut ke sesi pidato. Arkan naik ke atas panggung, mengumumkan donasi miliaran rupiah untuk yayasan panti asuhan.

Semua orang bertepuk tangan, memuji kedermawanan sang pengusaha muda. Elena berdiri di samping panggung, menjadi "hiasan" yang sempurna dalam balutan gaun seharga ratusan juta rupiah.

​Tiba-tiba, seorang pelayan mendekati Elena untuk menawarkan minuman. Saat Elena mengambil gelas itu, pelayan tersebut menyelipkan sebuah kertas kecil ke dalam genggaman Elena dengan gerakan yang sangat cepat dan profesional.

​Elena terkejut, tapi dia segera mengepalkan tangannya. Elena tidak berani membuka kertas itu di sana.

​Setelah acara selesai dan mereka kembali ke dalam mobil, Arkan langsung melepaskan rangkulannya. Wajah manisnya hilang seketika, digantikan oleh ekspresi lelah dan dingin yang biasanya.

​"Bagus sekali, Elena. Kamu melakukan tugasmu dengan cukup baik hari ini," ucap Arkan sambil melonggarkan dasinya. "Berlian itu akan kusimpan lagi di brankas. Kamu tidak pantas memakainya di rumah."

​Elena tidak peduli dengan berlian itu. Pikirannya hanya tertuju pada kertas di tangannya. Begitu sampai di rumah dan Arkan masuk lebih dulu ke dalam rumah. Elena berjalan perlahan, dengan tangan yang bergetar Elena membuka lipatan kertas kecil itu.

​Hanya ada satu kalimat pendek, ditulis dengan tulisan tangan yang sangat Elena kenal. Tulisan tangan pria yang dulu sering menuliskan puisi cinta di atas daun-daun kering.

​"Jangan biarkan dia menghancurkan jiwamu. Malam ini, aku akan ada di jendela kamarmu saat lampu padam. -E"

Elena kembali berjalan cepat, sebelum Arkan menyadari dirinya yang lamban, Elena menutup mulutnya dengan tangan sekuat tenaga menahan agar isakannya tidak keluar.

Eros benar-benar ada di sini. Dia sudah masuk ke dalam lingkaran Arkan. Harapan yang tadinya hampir mati di dalam dirinya kini berkobar kembali, lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya.

1
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆ᴍᴜᴍᴜ
cetirinya menarik
gas up yng bnyk ka semoga makin sukses dikarya" nya aamiin 🤲
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
caeritanyabgus ka dan keren
smngat up kaka🤗
🧡⃟𝚉𝚑𝚘𝚞𝚔𝚎ͫ𝚌ᷴ𝚑ͫ𝚞ᷴ𝚗⁷
cerita bagus ka, penulisan juga rapi dan enak dipahami jdi gmpang kebawa isi novel
smngat up kaka🤗🤗
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
cerita luar biasa bagus ka
semangat cerita smpai pnjang dan semangat update juga kaka
novel kaka good
🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
bagus karyanya ,sukses selalu untuk kaka
semoga makin sukese disemua karya" nya
ceritanya bagus kak
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅͫᴏᷰᴜͫʙᷰᴇʟˢ🧡
ceritanya bagus, penulisan juga rapih
dan mudah dipahami
semangat kaka untuk update iya
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳
semoga Elena bisa selamat dari dendam msa lali wkwkwk
🍁🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏ❣️ѕ⍣⃝✰
aku mampir kak smeoga makin sukses skedepannya
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dan orang2 yg akan menghancurkan Eros bisa dikalahkan sama Eros .
Eve_Lyn: hehehe...nyaman bacanya bunda? baca novel aku yang judulnya gara2 biji kedondong aku menikahi tapir dong bund...itu komedi rumah tangga,,habis baca istri di atas kertas meluncur kstu sbgai penawar nya bund.hihihi
total 1 replies
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dari orang2 yg akan berbuat jahat pada Eros .
partini
penasaran lanjut Thor
Arin
Arkan ini sakit jiwa. Psikopat sebenarnya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
lanjut thor
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ni orang ya.. pengen ku lempar pakai kayu tuh mulut rasanya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ku tampol juga ya mulutmu arkan
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
sabar ya elena ngadepin arkan
Ma Em
Mampir Thor , tapi sepertinya ceritanya membuat hati sakit dan deg2 an dgn nasib Elena , semoga Elena bisa menghadapi cobaan dgn sabar tapi jgn diam Elena hrs bisa melawan .
Eve_Lyn: terimakasih Bunda...iya bund..alurnya bakalan berkembang kok..tapi aku bakalan bawa pembaca ngilu sama penderitaan elena dulu hehehe...sekali lagi makasih yaa bund..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!