NovelToon NovelToon
Wanita Kesayangan Pilot Angkuh

Wanita Kesayangan Pilot Angkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elzaluza2549

Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.

Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan

Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.

Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata Salah Paham

pada Pagi harinya Bara turun ke bawah untuk bersiap-siap melakukan sarapan pagi di ruang makan karena pagi ini juga ia ada jadwal penerbangan.Saat dia masuk ke ruang makan, mama sudah duduk di kursi makan. "Morning Bara.”kata mamanya dengan nada yang santai. Bara tersenyum, "Yah Pagi ma”

Sementara pembantu rumah tangga nya tenga menyiapkan beberapa menu sarapan pagi di atas meja. “Silakan nyonya, tuan semua nya sudah lengkap” ujar pembantu itu yang perlahan mundur dari ruang makan.

“mama pulang jam berapa semalam..?”Tanya Bara mengintimidasi. membuat mamanya berhenti mengambil selai roti ketika mendengar pertanyaan Bara.

“Jam 11 malam..”jawabnya santai sambil melanjutkan mengambil selai kacang di atas roti.“Kenapa kamu nanyain mama pulang jam berapa, apa kamu khawatir?"

Bara menggeleng.“Mama jangan terlalu sering pulang malam soalnya akhir-akhir ini banyak sekali kejadian kriminal di luar sana”

“Yah mama kan di antar supir Bar, jadi santai saja.Kamu juga jadwal penerbangan mu yang terlalu padat jadi kamu sangat jarang ngumpul sama keluarga, bahkan terkadang kamu jarang pulang”

“Aku kan pilot ma, jadi wajar aku jarang pulang."

“Oh iya Bar, ngomong-ngomong apa kamu dan Diva sering bertemu..?”Mama Bara bertanya dengan nada yang santai, tapi Bara tahu ada sesuatu di balik pertanyaan itu.

 "Hmm, tidak sering,”

“Yah mama berharap kamu dan Diva bisa menjadi pasangan serasi kedepan nya..?”

Bara sudah menduga mama akan berbicara seperti itu. mama dan kakek sama saja, selalu berbicara perihal jodoh nya membuat Bara lama-kelamaan menjadi bosan.

Bara tersenyum tipis, "Ma, aku tahu Mama mau bilang apa. tapi aku tidak tertarik untuk di jodohkan!”Ujar Bara dengan kalimat penekanan.“Kalau begitu aku pergi dulu!”Lanjutnya kembali dingin.

Sebelum memulai pekerjaan Aluza memandangi foto Ivan yang ada di ponselnya dan mencium wajah di balik layar itu dengan senyuman hangat.

“Ciee pacar kamu ya Za..?”Tanya Diana yang entah dari mana muncul di belakangnya.

“Dulu..”Balas Aluza.

Diana menautkan kedua alis.“Mantan maksud kamu?”

“Ini pacar aku waktu 3 tahun yang lalu tapi dia udah gak ada di dunia ini, dia udah meninggal karena kecelakaan”

Suasana menjadi hening sejenak.“Astaga maaf yah Za aku gak tau, soalnya kamu gak cerita”

“Yaudah gak apa-apa, yaudah yah aku mau lanjut ngerjain tugas ku.”Ujar Aluza yang perlahan menjauh dari Diana.

****************

"Pak. Dokumen penting seperti biasa." Pak Andi mengangguk, "Terima kasih Aluza" ujarnya sambil tersenyum ramah.

“Sama-sama pak, setelah menyerahkan dokumen dan menunggu sejenak, "Apa ada lagi, Pak?"

Pak Andi tersenyum, "Tidak, terima kasih. Kamu bisa kembali bekerja."

Aluza mengangguk, "Baik Pak."

Aluza keluar dari ruang Pak Andi dan kembali ke mejanya, Dia duduk dan mulai memeriksa tugas berikutnya, "Apa lagi yang harus diselesaikan hari ini?" Tanya nya pada diri sendiri.

Aluza membulatkan kedua matanya melihat jadwal hari ini dan ingat, Jika Pilot Bara ingin bertemu untuk membahas tugas penting. Aluza terdiam kali ini ia memegang dadanya sendiri.

detak jantung nya menjadi tak stabil, keringat dingin mulai bercucuran, bodohnya dia baru ingat bahwa dia lah pilihan Pilot bara untuk bekerja di bawah pengawasan nya.

Tapi karena kemarin jadwal pilot Bara yang sangat Padat jadinya Aluza tak sempat bertemu langsung dengan pilot Bara.

Aluza mengetuk pintu dengan hati-hati, "Permisi, Pak Bara. Saya Aluza."

Suara berat dari dalam ruangan menjawab, "cepat silakan masuk saja karena Waktu saya tidak banyak!"

Dengan hati-hati Aluza membuka pintu ruangan itu, lalu berjalan pelan menghampiri pilot yang wajahnya sangat mirip dengan Ivan itu tengah membelakangi nya.

“Apa kamu Aluza, ob baru yang akan bekerja di bawah pengamanan saya?”

“I iya pak saya Aluza,"Balas Aluza dengan suara yang gemetar.

Bara masih tidak menoleh. “Baik Aluza saya Bara. Mulai hari ini kamu akan bekerja di bawah pengawasan saya”Kata Bara yang mulai membalikan tubuhnya dan ia terlihat begitu syok ketika bertemu kembali dengan wanita yang di duga akan mencuri dompet miliknya.

“Kamu!"

Aluza memundurkan langkahnya di saat ia melihat pilot yang wajahnya sangat mirip Ivan itu marah besar.“Berani-berani nya kamu masih menampakkan muka di depan saya!”

“Tidak pak waktu itu anda hanya salah paham. Saya sama sekali tak berniat mencuri dompet bapak!"

Bara mulai mengeluarkan ponselnya.“Saya akan serahkan kamu ke polisi. Biar mereka yang memutuskan nasibmu!”

Aluza panik seketika ia langsung menangis dan memohon ampun.“Tidak pak jangan serahkan saya. Saya benar-benar tidak mencuri dompet bapak waktu itu”

“Tidak mencuri dompet?” tapi kemarin kamu hampir melecehkan saya dengan cara meraba-raba serta memeluk?”

“Pilot Bara ada apa ini..?”Tanya Pak Andi yang tiba-tiba datang. Aluza dengan cepat berdiri dan menghapus jejak air matanya.

“Loh Aluza kenapa kamu menangis?” tanya pak Andi dengan nada khawatir.“Pilot Bara apa anda membuat nya menangis?”z

Pak Andi bagaimana bisa sih anda meloloskan seorang pencuri seperti wanita ini..?”Tunjuk Bara pada Aluza.

Aluza apa benar kamu mau melecehkan pilot Bara?”Tanya Pak Andi.

“Saya hanya memeluk nya saja pak..karena pilot Bara begitu mirip dengan...”

Saya hanya memeluk nya saja pak..karena pilot Bara begitu mirip dengan...”Aluza menggantung kalimat nya bahkan ia tak kuasa menampung deras nya air mata di wajah cantiknya.“Pilot Bara sangat mirip sekali dengan pacar,tunangan, sekaligus calon suami saya yang sudah tiada”

“Ck.pembohong..”Bara tetap menyalahkan Aluza, baginya semua omongan Aluza hanyalah tipuan.

“Saya bisa membuktikannya..”Aluza mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pada mereka foto Ivan yang dahulu memakai seragam dokter.

Bara terkejut, tidak bisa mengalihkan pandangannya dari foto Ivan di ponsel Aluza. "Bagaimana... bagaimana bisa?" dia bertanya, suaranya terdengar tidak percaya.

Aluza memperhatikan Bara yang masih terkejut, "Saya juga tidak tahu, Pilot Bara. Saya hanya tahu bahwa Ivan adalah cinta saya, dan ketika saya melihat wajah Anda, saya merasa seperti melihatnya lagi."

“Pilot Bara wajah mu dan wajah orang ini benar-benar sama, lalu apakah pilot Bara ini memiliki saudara kembar?"

“Stop pak Andi saya sama sekali tak memiliki kembaran,Tapi tetap saja saya bukan Ivan, Dan kamu jangan pernah mengira saya ini mantan kekasih kamu mengerti!”

Aluza mengelap air matanya dan membuang napas perlahan, "Saya mengerti, Pilot Bara. Saya tidak akan pernah membanding-bandingkan Pilot Bara dengan Ivan lagi karena perbedaan kalian sangat jauh berbeda!

“Jelas saja berbeda,!”

Bara berlalu pergi, meninggalkan Aluza dan Pak Andi yang masih berdiri di tempat.Pak Andi menepuk pelan bahu Aluza.

“Mohon bersabarlah Bara memang begitu orang nya.”

1
anggita
mampir ng👍like sana iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Elzaluza2549: terima kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!