sudah 6 tahun Freya menikah dengan Abigail Maulana Ferdian, mereka telah di karuniai seorang putri yang sudah berusia 5 tahun.tapi Abi tidak pernah menganggap mereka karena Abi tidak mencintai Freya bahkan saat Freya mengandung dan melahirkan dia tidak perduli karena pernikahan mereka terjadi karena suatu insiden.
"5 tahun mas,,, selama 5 tahun apa pernah mas menggendong atau memperhatikan Dania? " tanya Freya yang mengangkat satu tangan nya.
"karena saya tidak Sudi menggendong anak itu!" ucap Abi.
"kenapa, apa karena Dania terlahir dari wanita miskin seperti ku dan bukan anak seorang model, ingat mas yang anak kandung mu adalah Dania bukan Sherin!" ucap freya.
"iya karena anak itu terlahir dari wanita kampung seperti mu!"ucap Abigail kejam setelah itu dia meninggalkan Freya yang mematung mendengar ucapannya.di saat Freya menangis sebuah tangan kecil menghapus air mata nya.apakah Freya akan bertahan sedangkan yang menjadi alasan nya bertahan sudah menyerah??
baca cerita selengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nouna Sagitarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3
"Kenapa ruangan seperti teather menangis.?"tanya Tante Tasya ketika melihat Freya sama Dania menangis.
Arsil yang mendengar suara mama nya menoleh dan mengangkat ke dua bahu nya, sementara Freya hanya melihat nya saja begitu juga dengan Cika.
"cucu Oma kok menangis.?tanya Tasya yang langsung menghampiri ranjang Dania.
"kamu kenapa?, mana yang sakit?" tanya Tante Tasya panik.
"dania tidak sakit Oma?"jawab Dania
Tasya menatap Dania intens lalu kembali bertanya.
"terus kenapa kamu menangis?"
"Dania nangis, karena lihat ibu menangis."jawab Dania dengan polos nya.
mendengar penjelasan Dania oma Tasya tertawa.
tidak terasa waktu cepat berlalu dan sekarang Dania sudah di perbolehkan ke luar.
Setelah menyelesaikan kan administrasi nya akhir nya mereka pulang tidak lupa di sana juga ada Abi.
"Dania ayah gendong ya?" tanya Abi
"Dania mau di gendong sama papa Arsil." ucap Dania yang menolak Abi.
"tapi, ayah mau gendong Dania, om Arsil suruh bawa tas Nia saja."
"kalau Nia nya tidak mau jangan di paksa!" berang Arsil yang langsung menggendong Dania.
Abi yang melihat kelakuan sepupunya itu ingin sekali menghabisi nya saat ini juga.
Akhir nya mereka semua meninggalkan rumah sakit.
setelah sampai di rumah,Freya turun duluan dan dia segera membuka pintu rumah.Di susul Arsil dan Cika.
"sini kak, Cika bantu." ucap Cika yang langsung mengambil barang bawaan Freya.
Sementara Abi nyusul belakangan.
"tunggu!" ucap Abi yang parkir sembarangan mobil nya.
"parkir dulu yang benar mobil nya,nanti di amuk oleh warga tau rasa." ucap Arsil yang sudah mengikuti langkah Cika.
Benar kata Arsil sebaik nya dia parkir dulu mobil nya dengan benar karena komplek tempat tinggal Freya bukan perumahan elit yang memiliki parkiran luas.
setelah sampai di ambang pintu Arsil menurun kan Dania karena Dania minta turun.
sementara para anak kos yang melihat Dania sudah ada di rumah segera mendekat dan menanyai kabar Dania.
Abi yang melihat rumah Freya yang penuh dengan anak-anak kos menjadi geram dan heran karena tadi dia merasa tidak ada orang terus dari mana orang-orang ini datang.
"tolong bisa menyingkir saya mau masuk!" mendengar suara bas seseorang para anak kos pun menoleh ke arah suara dan melihat seseorang yang berdiri di belakang mereka dengan pandangan tajam dan datar.
"maaf bapak siapa?" tanya salah satu anak kos yang rambut nya acak-acakan mungkin dia baru bangun tidur atau habis nyari kutu, biasakan anak kos kalau tidak ada kerjaan paling kalau tidak bergosip ya tidur.
mendapat kan pertanyaan itu Abi,menatap nyalang perempuan itu lalu kembali bersuara.
"saya ayah nya." jawab nya singkat,sehingga para kerumunan pun memberi kan jalan.
"apa benar dia ayah nya Dania?" itulah bisik -bisik orang saat Abi melewati kerumunan orang itu.
"apa kalian perlu bukti bahwa aku adalah ayah Dania.?" ucap Abi datar dan jangan lupa tatapan datar dan dingin nya.
"tidak perlu kami percaya tuan." sahut salah satu anak kos yang pernah mendengarkan perdebatan Arsil dan juga Abi tempo dulu.
melihat para anak kos yang antusias menyambut Dania dia merasa terharu,tapi seketika dia menjadi dongkol karena melihat ada Abi di rumah nya.
"ya Allah Dania, Tante sedih mendengar kamu kecelakaan" ucap salah satu anak kos lalu di timpal sama yang lain.
"kalau Tante sedih, kenapa tidak menjenguk Nia?" kata Dania membuat para anak kos saling pandang.
melihat para anak kos yang saling lirik, Nia kembali bersuara.
"Nia becanda, Nia tau pasti Tante-tante tidak ada uang kan buat beli buah untuk Nia?"
Bukan cuma para anak-anak kos yang tercengang, Abi,Cika dan Arsil pun sama.
"kemarin om Denis ingin menjenguk Nia tapi om lupa." kata Denis yang memecah ke heningan karena jawaban Nia ada benarnya.
"itu bukan lupa!, tapi memang om Denis tidak niat jenguk Nia?, padahal kalau om Denis jenguk Nia hutang om Nia anggap lunas."
Glek
Denis seperti menelan biji kedondong mendengar perkataan Nia yang ada benar nya.
Sedangkan para anak kos yang tadi nya hening dan diam sekarang mereka tertawa mendengar ucapan Dania yang semuanya benar.
freya yang mendengar ucapan anak nya menggeleng -gelengkan kepala nya sambil tersenyum.
sementara Abi hanya terdiam melihat celotehan Nia yang tidak pernah dia lihat karena memang dia tidak pernah memperhatikan nya,seperti inikah anak yang dia abaikan selama ini dan anak yang tidak di akui nya.
Tapi berbeda dengan seorang pemuda yang dari tadi diam dan juga memperhatikan celotehan Nia, dia memandangi nia dengan pandangan yang sulit di artikan.
"sudah sekarang biarkan Nia istrahat dulu dan tolong kalian bubar." ucap Arsil yang tanpa ekspresi.
dan di setujui sama anak kos lalu mereka meninggalkan rumah Freya.
setelah para anak kos bubar, pandangan Arsil mengarah ke arah Abi yang sudah duduk dengan tenang.
"apa Abang tidak ada niatan untuk pulang?" tanya Arsil yang menatap Abi.
"kenapa?, saya kan ayah nya Nia." jawab Abi pongah.
"emang Nia mau mengakui Abang ayah nya?, seperti nya tidak!" kata Arsil yang membuat Abi naik pitam. Lagi-lagi adik sepupunya ini bertingkah.
"kanapa melihat ku seperti itu?" kembali Arsil bertanya.
"jangan keterlaluan kamu Arsil!" ucap Abi yang merasa geram dengan Arsil yang selalu membuat nya marah.
"benar kan?,Sudahlah bang, lagian kalian sudah menjadi mantan jadi tidak baik Abang lama-lama di rumah seorang janda?" terang Arsil yang lagi-lagi membuat Abi berang.
"jangan keterlaluan kamu Arsil!" kata Abi yang menekan kata-kata nya.
"berhenti!" kata Freya yang menengahi perdebatan sepupu itu,karena suara mereka terdengar sampai di dalam kamar.
"kalian keluar dari rumah ku dan terimakasih atas bantuan nya." kata Freya yang mengusir ke dua orang itu.
mendengar ucapan Freya Arsil pun langsung melangkah keluar dan menuju mobil nya yang dia parkir di samping kontrakan Freya.
sekarang tinggal Abi yang masih berdiri.
"keluar!" usir Freya
"Frey mas ingin_?"
"tolong keluar tuan!, jangan menimbulkan fitnah kita sudah tidak ada hubungan!" ucap Freya tanpa ekspresi
"frey_?" panggil Abi lirih.
"keluar,,,jangan sampai aku melakukan sesuatu padamu!" ucap Freya yang menatap Abi nyalang.
karena tidak ingin membuat keributan Abi pun melangkah kan kaki nya keluar tapi sebelum itu itu dia kembali bersuara.
"aku akan kembali dan akan sering -sering ke sini." setelah itu Abi melanjut kan langkah nya. Sama dengan Arsil Abi juga memarkir kan mobil nya di samping kontrakan Freya. .
Saat Abi ingin masuk ke dalam mobil nya, Arsil yang berada di dalam mobil yang tidak jauh dari Abi langsung mengklakson mobil nya.
"ingat lagu bang Roma bang?" kata Arsil yang mengejek Abang nya sambil tertawa setelah itu Arsil langsung meninggalkan Abi yang menatap nya marah.
Emang apasih Arsil lagu nya bang Roma?🤔
Para readers ada yang tau ngak? ☺️☺️🤗