NovelToon NovelToon
Perfect Lies

Perfect Lies

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Perasaan Kaylee Lumiere didasari oleh kasih sayang yang begitu besar sehingga ia rela menomorduakan kebahagiaannya sendiri.
Ia lebih memilih mendengarkan cerita cinta Atlas Theodore dengan wanita lain daripada mengambil risiko menyatakan cinta dan kehilangan kehadiran Atlas selamanya. Baginya, "memiliki Atlas sebagai sahabat" jauh lebih baik daripada "kehilangan Atlas karena cinta yang ditolak."

Kaylee Sudah ahli Menekan rasa cemburu, sesak napas, dan teriakan di dalam hati yang ingin mengatakan, "Seharusnya aku yang ada di posisi itu."

Kaylee merasa seperti berdiri di balik kaca bening. Ia bisa melihat Atlas dengan sangat jelas, menyentuhnya, dan mengetahui setiap rahasia terkecilnya, namun ada penghalang tak kasat mata yang mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Ia adalah orang paling dekat, sekaligus orang paling jauh dari hati Atlas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan yang Mengubah Suasana

Malam itu, mansion keluarga Lumiere terasa sangat sunyi, hanya suara derak perapian dan desis salju yang menghantam kaca jendela besar di ruang tengah. Setelah menyantap Lohikeitto (sup salmon khas Finlandia) buatan Atlas, mereka kini meringkuk di sofa Velvet yang empuk.

Atlas, dengan sifat jahilnya, sengaja memilih film horor klasik. Ia tahu betul bahwa Kaylee adalah pengecut terbesar jika berurusan dengan hantu, tapi bagi Atlas, itu adalah kesempatan untuk menggodanya.

"Atlas, ganti nggak! Gue nggak mau tidur pakai lampu nyala seminggu!" protes Kaylee sambil menenggelamkan wajahnya di bantal.

Atlas hanya tertawa rendah, suara tawanya bergetar di dada yang kini menjadi sandaran kepala Kaylee. "Tenang, Kay. Ada gue. Kalau setannya muncul, gue yang pukul duluan."

Kaylee akhirnya menyerah. Ia meringkuk di sisi Atlas, kedua tangannya memeluk lengan kekar pria itu pria itu dengan erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Atlas setiap kali musik latar film berubah mencekam. Atlas sendiri tampak santai, tangan kirinya melingkar di bahu Kaylee, sesekali mengusap lengan gadis itu untuk menenangkan.

Tiba-tiba, ponsel Atlas yang tergeletak di meja kayu bergetar hebat. Nama Clarissa❤ muncul di layar.

Atlas meraih ponselnya tanpa mengubah posisi duduknya sedikit pun. Kaylee masih memeluk pinggangnya dengan erat, terlalu takut untuk melepas pegangannya karena di layar televisi sedang muncul adegan menegangkan.

"Hei, Clar," sapa Atlas santai, suaranya tetap rendah.

"Kamu lagi apa? Kok suaranya sepi banget?" tanya Clarissa di seberang sana. Suaranya terdengar sedikit menuntut.

"Lagi nonton film horor sama Kaylee. Dia ketakutan parah sampai nggak mau lepasin gue," jawab Atlas sambil terkekeh, lalu ia mengecup pelipis Kaylee sekilas tanpa sadar, sebuah refleks protektif yang sudah mendarah daging.

"Beneran? Aku pengen lihat wajah takutnya Kaylee. Nyalain kameranya dong, aku mau video call!" seru Clarissa.

Atlas, yang merasa tidak punya rahasia apa pun, langsung menekan tombol Switch to Video Call. Layar ponselnya kini menampilkan wajah Clarissa yang baru selesai maskeran, namun ekspresi ceria Clarissa langsung membeku dalam hitungan detik.

Di layar ponsel itu, Clarissa melihat pemandangan yang sanggup merobek hatinya, Atlas duduk bersandar dengan nyaman, sementara Kaylee benar-benar menempel pada tubuh kekasihnya. Tangan Kaylee melingkar di perut Atlas, dan wajah Kaylee bersandar di bahu pria itu dengan helai rambut yang berantakan. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang menikmati malam Minggu yang intim, bukan sekadar sahabat.

"Hai, Clar..." sapa Kaylee dengan suara parau, ia mencoba sedikit merenggangkan pelukannya karena merasa tidak enak, namun Atlas justru menahan bahunya.

"Jangan dilepas dulu, Kay, itu hantunya mau muncul lagi," cegah Atlas pada Kaylee, lalu kembali menatap layar ponsel. "Lihat kan, Clar? Dia pucat banget. Kayak dia yang habis ketemu hantunya."

Clarissa terdiam di seberang sana. Matanya terpaku pada tangan Atlas yang masih mengusap bahu Kaylee dengan sangat lembut, gerakan yang sangat intuitif dan penuh kasih sayang.

"Oh... iya," suara Clarissa terdengar dingin dan bergetar. "Kalian... kelihatannya nyaman banget ya. Kaylee, kamu nggak apa-apa meluk pacar orang seerat itu?"

Pertanyaan itu membuat suasana seketika membeku, lebih dingin daripada musim dingin di luar mansion.

Atlas mengerutkan kening, merasa ada yang salah dengan nada bicara pacarnya. "Clar, ini kan Kaylee. Kenapa lo jadi..."

"Aku tutup dulu ya. Ngantuk."

Pip.

Sambungan terputus. Atlas menatap layar ponselnya dengan bingung, sementara Kaylee perlahan melepaskan pelukannya dan menjauh, menyisakan ruang kosong yang terasa sangat canggung di antara mereka.

"At... kayaknya dia marah," bisik Kaylee, hatinya perih karena tahu bahwa kebahagiaan sesaatnya tadi baru saja menghancurkan sesuatu.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear😍

1
falea sezi
uda end kahh
falea sezi
bagus np sepi like
falea sezi
baguss
falea sezi
berarti uda nganu belom kok Bianca gini
falea sezi
mending pergi jauh lah ngapain masih di situ
falea sezi
dih kucing di kasih ikan jelas di embat laki. kayak gini g ccok di jadiin suami
Desti31
Izin mampir Thor😍🙏
Ridwani
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!