NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti CEO Arogan

Pengantin Pengganti CEO Arogan

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:29.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asri Faris

Kusuma Pawening, gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA itu tiba-tiba harus menjadi seorang istri pria dewasa yang dingin dan arogan. Seno Ardiguna.

Semua itu terjadi lantaran harus menggantikan kakanya yang gagal menikah akibat sudah berbadan dua.

"Om, yakin tidak tertarik padaku?"

"Jangan coba-coba menggodaku, dasar bocah!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Wahyu segera turun dari mobil dan bergegas menuju toilet umum khusus wanita. Ia bingung sendiri hendak masuk, tetapi emang Wening lama. Bahkan hampir satu jam gadis itu belum nongol. Seno sampai turun dari mobil saking kesalnya, ia kembali menelpon Wahyu, namun hasilnya sama. Anak itu belum keluar dari toilet.

"Ke mana sih tuh anak, ngilang mulu!" geram Seno merasa dipermainkan. Baru pertama kali ini dia harus menunggu seorang wanita.

Sialnya Seno tidak bisa menghubungi ponselnya sebab tidak punya nomornya. Mau minta ke mama, jelas bukan solusi yang ada begitu kentara kalau ia sedang tidak bersama, dan mama bisa saja berpikiran kalau dirinya suami yang nggak peka'an.

"Awas aja nanti kalau nongol, aku bikin rujak. Berani bener bikin orang repot!" geram Seno menyorot nyalang.

"Jangan-jangan kabur lagi, aku biarin aja kali ya? Ditinggalin salah siapa lama. Eh, tapi kalau sampai rumah mama nanyain gimana?" gumam Seno resah sendiri.

Sementara yang dicari-cari tengah mengantri jajan membeli boba. Gadis itu melenggang asyik tanpa ragu menuju mobil milik suaminya yang masih terparkir rapih di tempat semula. Sayangnya tidak ada penghuninya sama sekali.

"Ke mana tuh duo om-om? Haish ... katanya jangan lama-lama, kenapa jadi aku yang nunggu." Gadis itu kembali meminum bobanya seraya duduk di kap mobil depan dengan santai.

Seno yang datang bersama Wahyu dibuat melongo melihat gadis yang baru saja ia cari sudah berada di tempatnya dengan begitu santai. Terlihat cekikikan sambil vidio callan dengan seseorang.

"Iya Ma, kita sudah di jalan kok, itu lihat anak Mama lagi ke sini, Mama mau ngobrol?"

"Boleh sayang, boleh!" ujar Bu Yasmin terlihat sumringah.

Seno berjalan cepat menghampiri gadis berstatus istrinya itu dengan muka jengkel. Matanya menyala-nyala seakan menumpahkan kekesalannya begitu saja. Ia seperti tengah menertawakannya dari kejauhan. Seno akan menyeretnya dan memberi perhitungan atas apa yang ia rasakan hari ini. Rasa kesal atas peristiwa kemarin tentang pernikahannya saja masih membuat dirinya sakit hati. Ditambah sikap Wening yang begitu menjengkelkan, jelas membuat Seno marah.

Muka kusut dan tangan yang mengepal kuat perlahan memudar seiring wajah mamanya terlihat jelas di tampilan layar. Rupanya anak setan itu tengah bertelepon ria dengan ibunya. Kalau tidak sudah habis dia kena marah, kalau sudah seperti ini tentu saja Seno yang terkenal baik hati dan cukup arogan itu harus berakting di depan mama. Sungguh scene yang menjengkelkan.

"Iya Ma, iya," jawab Seno patuh ketika mendapat wejangan dari sang bunda.

Pria itu menutup teleponnya begitu obrolan selesai. Sebelum mengembalikan ponsel gadis itu, Seno lebih dulu mengambil nomornya.

"Ke mana aja sih! Nggak tahu orang nungguin lama, bikin susah aja!" bentak Seno begitu murka.

"Eh, kok malah marah-marah. Udah tua nggak sabaran lagi, orang dari tadi pamitnya ke toilet ya ke sana. Cuma baliknya beli ini dulu, haus!" jawab Wening santai sambil menunjuk minuman cup di tangannya.

Seno menatap garang pada perempuan belasan tahun itu. Bisa-bisanya sudah salah malah ngatain tua. Benar-benar bocah!

"Kamu tuh nyusahin, ngrepotin, buang-buang waktuku aja."

"Kenapa jadi marah-marah, siapa juga yang mau ikut, dipaksa-paksa. Kalau nggak suka, udah tinggalin aja, gampang kan," tantang Wening ikut kesal.

"Kamu!" tekan Seno geram sendiri.

"Apa? Sana pulang sendiri, eh berdua ding sama Om yang setidaknya nggak ikut nyalah-nyalahin. Sana tinggalin aja, aku mau putar balik. Males banget, belum apa-apa udah dibentak-bentak, yang kaya gitu kok jadi suami. Mbak Rara nih, salah milih pasangan jadinya aku yang apes!" dumel gadis itu cukup terang tertangkap di telinga Seno.

"Heh, seharusnya aku yang apes, harus nikahin bocil macam kamu."

"Aku bukan bocil, umurku mau delapan belas tahun sebentar lagi. Dasar Om aja yang ketuaan, mimpi apa coba harus nikah sama om-om galak, tua lagi. Mana apes pisan hidupku!"

Beberapa kali dikata-katain membuat kuping Seno memanas, hatinya jelas meradang. Pria itu menyeret tangan gadis itu membawanya masuk ke jok belakang dengan sedikit kasar. Menghempaskan perempuan itu ke jok begitu saja. Lalu mengungkungnya dengan geram.

"Aww ... sakittt, sabar dong om, jangan di mobil juga, ini tempat umum!" pekik Wening gagal paham. Tetiba Seno berusaha menakuti gadis di depannya agar diam. Ia ingin balas mengerjainya dengan caranya sendiri.

"Emangnya kenapa kalau tempat umum? Ada yang salah, kita kan suami istri?"

"Nggak salah sih, cuma ... ada Om Wahyu, nanti ngintipin kita gimana?" ujarnya terlihat kalem. Padahal dalam hati takut luar biasa, apalagi sorot matanya yang tajam, seakan merontokkan jiwa-jiwa lembutnya.

Wening menanggapi dengan santai dan sengaja membiarkan semua itu terjadi. Toh ia merasa aman karena sedang datang bulan, jadi tidak mungkin orang waras akan mengajaknya hahahihu, sekalipun itu suaminya.

"Kamu kira kita mau ngapain?"

1
Hediana Br Hutagalung
jgn terlalu dikekang Seno,nanti ngamuk LG istrimu
Hediana Br Hutagalung
jgn LG km macam2 ya Seno,Wening udah banyak berkorban buat km
Hediana Br Hutagalung
memang susah buat keputusan Wening tp kt perempuan yg harus mengalah,q pernah diposisi ini demi suami tinggalkan pekerjaan
Hediana Br Hutagalung
mantap Wening,udah berkorban banyak malah ngak dihargai Seno,LBH baik menjauh
Hediana Br Hutagalung
rata2 laki2 memang gitu,klu dah pergi baru kaya orang sakit jiwa nyarinya
Hediana Br Hutagalung
jgn gampang luluh Wening,kerjain dl baru kasih kesempatan
Hediana Br Hutagalung
kasihan Wening,giliran dekat dgn laki2 lain dilarang tp Seno bisa suka2nya
Hediana Br Hutagalung
senonya LBH dewasa dr PD istrinya,tp kok harus istrinya yg harus mengerti buat hubungan mereka,itu namanya egois Seno,klu memang masih ragu lepaskan aja Wening itu,karena dr awal dia udah minta cerai
Hediana Br Hutagalung
kopi hitam aja bikin jgn pake gula biar makin hitam asap yg keluar dr mulut seno🤣
mom syam
kakak atay mba manggilnya nih🤭
Herlina Anggana
kepikiran orang kalo udah skit kritis gitu drop naik turun kalo keluarganya religius dan penyayang pas waktu sholat pasti di tuntun sholat kan ya... Rara sudah menebus kesalahannya dengan sakit berbulan2 pasca melahirkan smoga gak lagi menjalani siksaan di alam kubur... aku kok baper mikirnya jauh bgt
Herlina Anggana
Halah ngomong apaan sih gak jelas... panjang lebar asli gak jlas laki2 labil emang gak tegas
Herlina Anggana
dah males denger gombalan kuno.. prettt
Herlina Anggana
terlalu rindu gimana waktu di rumah senggang ja di cuwekin malah mikirin omongan Afnan emang knapa KLO Rara masih cinta sama kamu sen,... yg jadi istri kamu kan Wening bukan Rara
Herlina Anggana
gamon ya sen
Herlina Anggana
interaksi mereka tu lucu
Herlina Anggana
dapet daun muda bucin akut
Heryta Herman
klo sdh di tinggal begini baru terasa kau seno..makanya jadi laki" jngn suka seenaknya..semua hal yg kamu buat harus memaksa..klo masih terpaku pada masa lalu,jngn coba"untuk memulai hubungan yg baru...kasihan wening..
Anonymous
Ceritanya muter2 di tempat, rara hamil gk mau jasih tau siapa, seni sama istrinya gk bs akur capek bacanya, maaf ya thour gk di lanjuti bacanya🙏🏼
Eny Lestari
Aamiin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!