NovelToon NovelToon
Dan Akhirnya Aku Pergi

Dan Akhirnya Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Cinta Lansia / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yulianti Azis

Sofia Amara, wanita dewasa berusia 48 tahun yang hanya dipandang sebelah mata oleh suami dan anak-anaknya hanya karena dirinya seorang ibu rumah tangga.

Tepat di hari pernikahan dirinya dan Robin sang suami yang ke-22 tahun. Sofia menemukan fakta jika sang suami telah mendua selama puluhan tahun, bahkan anak-anaknya juga lebih memilih wanita selingkuhan sang ayah.

Tanpa berbalik lagi, Sofia akhirnya pergi dan membuktikan jika dirinya bisa sukses di usianya yang sudah senja.

Di saat Sofia mencoba bangkit, dirinya bertemu Riven Vex, CEO terkemuka. Seorang pria paruh baya yang merupakan masa lalu Sofia dan pertemuan itu membuka sebuah rahasia masa lalu.

Yuk silahkan baca! Yang tidak suka, tidak perlu memberikan rating buruk

INGAT! DOSA DITANGGUNG MASING-MASING JIKA MEMBERIKAN RATING BURUK TANPA ALASAN.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DAAP 13

Sofia baru saja akan membuka pintu mobil ketika tiba-tiba sebuah tangan kuat menariknya ke belakang.

Dengan reflek, Sofia menyentakkan tangannya dengan keras, membuat orang itu sedikit terhuyung ke belakang. Saat ia menoleh, wajahnya tetap datar melihat siapa yang telah menahannya.

Dan pria itu adalah Robin.

Mata lelaki itu menatapnya dengan ekspresi dingin. Ada sesuatu dalam sorot matanya, bukan hanya kemarahan, tapi juga sesuatu yang lain.

"Kau pikir pengadilan akan begitu saja mengabulkan gugatan cerai ini hanya karena kau lelah dengan urusan rumah tangga?" suara Robin terdengar rendah namun penuh tekanan.

Sofia tidak menjawab. Ia hanya menatap pria itu tanpa emosi.

Robin melanjutkan, "Dan ingat ini baik-baik, Sofia. Jika kau melangkah pergi dari rumah ini, jangan pernah memohon untuk kembali."

Dari belakang, Mikaila dan Reno ikut bersuara.

"Kalau Mama pergi, jangan harap kami akan menganggap Mama sebagai ibu lagi!" Reno menatap Sofia dengan penuh kebencian.

"Benar! Sejak awal, Mama memang ibu yang egois! Pergilah! Kami tidak membutuhkan Mama!" Mikaila menimpali dengan suara tajam.

Vanessa yang berdiri di samping Robin tetap mempertahankan wajah tenangnya, namun dalam hati ia merasa geram. Sofia memang harus pergi.

Saskia, ibu mertua Sofia, menambahkan dengan nada mencemooh, "Sofia, kau sudah setengah abad! Bisa apa kau setelah pergi dari rumah ini? Tanpa Robin, kau bukan siapa-siapa!"

Sebenarnya, di balik semua kemarahan dan ancaman itu, ada sesuatu yang lebih besar yang mereka sembunyikan.

Robin dan Saskia tidak ingin Sofia pergi. Bukan karena mereka mencintainya. Tapi karena ada sesuatu yang mereka takutkan akan terbongkar.

Namun, meskipun semua orang menyerangnya dengan kata-kata kasar dan ancaman, ekspresi Sofia tetap tidak berubah.

Dengan suara yang tenang dan penuh keyakinan, ia berkata, "Pengadilan akan mengabulkan permintaanku."

Robin mendengus. "Aku akan mengajukan keberatan pada pengadilan. Aku punya kenalan di sana. Kau pikir kau bisa menang melawan aku?"

Sofia tiba-tiba tersenyum tipis. Dengan langkah tenang, ia mendekati Robin dan Vanessa yang berdiri di sampingnya.

Lalu, Sofia berbisik pelan yang hanya cukup untuk didengar oleh Robin dan Vanessa.

"Kalau kau mempersulit perceraianku, maka video perselingkuhanmu dan Vanessa akan tersebar."

"Bayangkan apa yang akan terjadi jika video itu keluar ke publik. Reputasimu sebagai dosen terkenal akan hancur. Dan Vanessa? Nama besarnya sebagai desainer akan runtuh dalam sekejap."

Deg!

Robin langsung menegang. Mata Vanessa juga melebar penuh keterkejutan.

Mereka pikir mereka telah menutupi semuanya selama puluhan tahun.

Mereka pikir Sofia tidak tahu apa-apa. Tapi ternyata Sofia tahu. Selama ini, ia hanya diam dan menunggu saat yang tepat.

Saskia, Mikaila, dan Reno yang melihat perubahan ekspresi Robin dan Vanessa mulai merasa curiga.

"Apa yang Mama bisikkan tadi?" Mikaila bertanya dengan nada tajam.

"Iya, apa yang kau katakan?" Reno ikut bertanya.

Tapi Sofia hanya tersenyum tipis. Ia tidak perlu menjelaskan apa pun kepada mereka.

Robin akhirnya menarik napas panjang, lalu menatap Sofia dengan ekspresi dingin.

"Baiklah. Kau boleh pergi. Tapi jangan pernah kembali. Dan jangan bawa satu pun barang berharga dari rumah ini!"

Sofia mengangkat dagunya sedikit. "Aku tidak membutuhkan barang dari rumah ini. Aku sudah mengembalikan semuanya. Bahkan perhiasan-perhiasan juga masih utuh di lemari."

Robin terdiam menahan malu.

Sofia menatap mereka satu per satu, lalu berkata dengan suara tenang, "Selamat tinggal."

Setelah itu, Sofia masuk ke dalam mobil dan pergi tanpa pernah menoleh ke belakang lagi.

Sofia menghela napas panjang saat mobil melaju menjauh dari rumah yang telah ia tinggali selama lebih dari dua puluh tahun.

Tak ada lagi air mata kesedihan.

Tak ada penyesalan yang bersarang di hatinya. Yang ada hanya tekad yang semakin kuat.

Dulu, Sofia selalu berpikir bahwa cinta bisa ditumbuhkan. Ia meyakini bahwa jika ia cukup sabar, cukup berjuang, maka suatu hari Robin akan mencintainya.

Sofia berpikir bisa meluluhkan hati suaminya yang beku karena perjodohan mereka. Tapi ternyata itu hanya ilusi yang ia buat sendiri.

Robin tidak pernah mencintainya. Dari awal, ia sudah kalah.

Sofia mengorbankan segalanya untuk sebuah pernikahan yang ternyata hanya satu sisi. Ia menahan sakit, pengkhianatan, dan penghinaan dengan harapan suatu hari Robin akan melihatnya.

Tapi sekarang semuanya jelas. Robin tidak pernah melihatnya.

Mikaila dan Reno hanya menganggapnya sebagai pelayan, bukan ibu mereka.

Dan kini, Sofia tidak ingin membuang lebih banyak waktu untuk orang-orang yang tidak pernah menginginkannya.

Tanpa sadar, Sofia mengepalkan tangannya. Sekarang, ia hanya akan hidup untuk dirinya sendiri. Karena terlalu larut dalam pikirannya, ia tidak menyadari bahwa mobil telah berhenti.

Sopir yang mengantarnya berdehem pelan. "Nyonya, kita sudah sampai."

Sofia tersentak dari lamunannya. Ia menoleh ke luar jendela dan melihat gedung apartemen yang berdiri menjulang di depannya.

Ini rumah barunya.

Tanpa ragu, Sofia membuka pintu mobil dan turun. Dengan penuh percaya diri, ia melangkah ke dalam gedung, melewati lobi yang bersih dan elegan, lalu masuk ke dalam lift.

Sofia menekan tombol lantai 25. Saat pintu lift tertutup dan naik ke atas, Sofia menatap pantulan dirinya di cermin lift.

Wanita berusia 48 tahun itu masih tampak anggun, dengan tatapan mata yang tidak lagi dipenuhi kesedihan, melainkan keteguhan.

Ini adalah awal yang baru.

Dan Sofia bersumpah, ia akan menjalani hidupnya dengan cara yang berbeda.

*****

Setelah kepergian Sofia, keheningan yang mencekam menyelimuti rumah keluarga Rahardian.

Robin berdiri di depan pintu, tatapannya kosong menatap jalanan tempat mobil Sofia menghilang.

"Pulanglah dulu, Van," kata Robin datar.

Vanessa tersentak kecil, tangannya mengepal karena baru kali ini Robin mengusirnya meski secara halus. Namun, dengan cepat Vanessa menguasai wajahnya.

Vanessa menyentuh lengan Robin dengan lembut. “Baik. Aku pulang dulu,” katanya dengan suara pelan.

Robin hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa. Ia terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri.

Vanessa masuk ke mobilnya dan pergi, meninggalkan Robin dengan keluarganya yang masih diliputi keterkejutan.

Tanpa banyak bicara, Robin melangkah masuk ke dalam rumah, diikuti oleh Saskia, Mikaila, dan Reno.

Begitu pintu tertutup, suasana menjadi semakin tegang.

Saskia segera menarik lengan Robin, menuntunnya ke dalam kamar.

"Kita harus bicara!" seru Saskia. Mikaila dan Reno hanya menatap nenek dan ayahnya, lalu masuk ke kamar masing-masing.

Di dalam kamar Saskia, wanita paruh baya itu menatap putranya dengan ekspresi marah sekaligus cemas.

“Kenapa kau membiarkan Sofia pergi begitu saja?” suara Saskia penuh tuntutan.

Robin, yang masih berdiri di samping tempat tidur, mengusap wajahnya dengan kasar.

“Apa aku harus menahannya, Bu?” jawabnya dingin.

Saskia mendengus. “Tentu saja! Kita tidak bisa membiarkannya pergi begitu saja! Bagaimana kalau orang itu tahu?”

Robin menatap ibunya, tatapannya tajam.

“Sudah puluhan tahun, Bu. Orang itu pasti sudah punya kehidupannya sendiri. Dia bahkan mungkin sudah melupakan semuanya.”

Saskia tampak tidak yakin. Ia berjalan mondar-mandir di dalam kamar dengan gelisah.

“Kau yakin? Bagaimana kalau dia belum melupakan? Bagaimana kalau dia masih mencari?”

Robin menghela napas panjang, berusaha menenangkan diri. “Itu hanya ketakutan Ibu saja. Jangan terlalu paranoid.”

Namun, jauh di dalam hatinya, ada kegelisahan yang mengusik pikirannya.

Karena jika Sofia tahu perselingkuhannya dengan Vanessa maka bukan tidak mungkin, suatu hari nanti, rahasia yang lebih besar juga akan terungkap.

1
Siti Iatifah
itu semua adalah ajab
Siti Iatifah
buktikan bawah kamu bisa hidup tanpanya
Siti Iatifah
bagus sofia buat pelajaran
Anisah SH
lanjutannya bagaimana ?
Anisah SH
suka banget ceritanya, ke lu harga yg betul2 harmonis
Anisah SH
mendengar berita dan kenyataan yg di ulit diterima seseorang pasti kaget, bingung dan hancur rasanya
mahira
terima kasih atas ceritanya kk
Sorah aku
novel ke 2 yg aku baca sedah bikin aku penasaran baru baca bab awal selama semingguan ini, semoga kelanjutannya ga boring lagi🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
Athe indra
/Rose//Rose//Rose/
Srihandayani
maaf Thor...
terlalu sering menggunakan kata elegan
Nor Azlin
thor ada tidak season dua nya bagai mana kisah Elleanor sama si xander yah penasaran ni pasti ada kan😂😂sukses selalu thor
Nor Azlin
Alhamdulillah syukur akhirnya tamat juga aku baca nya sangat Keren ...thor cerita mu banyak pengajaran buat kita semua yah ...semoga dengan membaca cerita ini kita bisa memperbaiki & belajar banyak pengajaran dari cerita mu 👍👍👍semoga ketemu di lain novel mu yang lain yah thor😂😂😂lanjutkan thor
Yeni Yeni: dapat pelajaran berharga dari novel ini, seperti menasehati anak remaja.. dan lain-lain
total 1 replies
Nur Janah
aku kasih kopi Thor semangat 💪💪
Nor Azlin
bisa lagi hamil tu yah mereka ada peluang buat hamil lagi jangan risau deh pasti ada adik kecil buat Elleanor juga Edward nya yah ...semoga mereka di kurniakan anak lagi kerana umur seperti kalian masa h bisa menimang anak kecil lagi tu😂😂...setelah pulang bulan madu nya sudah ada adik bayi yah thor ... lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu kira si Elleanor itu orang miskin dasar bodoh & kamu kira Elleanor itu seperti Mikaila juga Rani yang bisa2 nya merebut pacar teman nya sendiri gitu kamu itu salah bahkan Elleanor itu lebih mampan dari keluarga mu yah ...pria kayak kamu tidak pantas seujung kuku pun buat Elleanor tau😂😂😂 semoga kalian pergi jauh2 yah kalau kakak nyasi Edward itutau mampus kamu belum lagi papa nya yah ...semoga kamu selamat dari amukan keduanya yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
jalang yang takut miskin sudah habis uwang bagian nya sudah tentu lah mau mengambil kesempatan yah mama tau hasil nya dapat kali ini yah😂😂😂 kenapa juga tidak di hapuskan dari muka bumi ini yah para pelakor nya😂😂😆😆semoga tidak terjadi apa-apa pada Sofia lagi yah ...jalang satu lagi sufldah pergi datang lagi jalang tidak Sadar diri lagi yah CK CK CK semoga si Riven menempatkan orang-orang nya untuk melindungi Sofia sama Elleanor deh ...lanjutkan thor
Nor Azlin
bukan nya sama proses seperti dia lakukan oleh Riven pada Sofia mereka juga membuat proses seperti itu juga deh itu satu nya yah & satu nya yang aku tau juga yah mereka senyawakan dulu di dalam tabung persenyawaan lepas itu mereka masukan benih2 yang sudah jadi 😂😂😂bagi orang kayak Robin kan gampang bagi nya kerana waktu banyak uwang bisa buat apa ada nya yah ...butuh uwangkan jual aja anak mu itu kan bisa 😏😏mau menefaatkan Sofia lagi dasar gila ni
Nor Azlin
Reno pasti menghamili anak orang ni kelihatan nya dia panik amat ni pasti berkaitan dengan perempuan juga tu ...kedua anak mu sudah hancur total di tangan ibu sambung Alias ibu kandung nya 😂😂😂kalian sudah hancur sehancurnya deh ...lihat hasil dari didikan mu vanessa kedua anak mu yang Sofia tatang bagai minyak yang penuh kamu cemari dengan trik jalang mu jadi lah mereka bermasalah sungguh miris sekali kamu menanam kan kebencian pada mereka untuk membenci Sofia namun kamu lebih menjerumuskan mereka pada lembah yang paling hina mengikuti lah kalian berdua yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
Malaikat hamil tu didikan ibu vanessa nya kan dapat hasil nya 🤣🤣🤣cucu kalian dapat yah Robin vanessa nya 🤣🤣🤣😂😂anak yang Sofia jaga kamu rusakan mindanya menjadi gadis liar sama kayak kamu vanessa nya 😆😆😆buah jatuh tidak jauh dari pohon nya yah karma mu sudah sampai kaila karma Reno aja lagi kini kesemuanya mendapat karma nya tersendiri sayang kakek kalian sudah keot deh😂😂lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!