Mei Lian putri dari kerjaan Cheng yang menikah dengan Kaisar perang dari kerjaan Yan , karena perjodohan .
Mei Lian sangatlah bahagia dengan pernikahan nya itu , karena memang sudah lama ia mengagumi sosok Kaisar perang yang sangat hebat dari kerjaan Yan , tapi tak disangka ternyata Kaisar dari kerjaan Yan tidak lah menyukai Mei Lian , Kaisar yang terkenal dengan kehebatannya di dunia perang itu seketika berubah menjadi kejam dan sering menyiksa Mei Lian di dalam istananya .
apa yang membuat Kaisar tidak menyukai Mei Lian. ?
dan apa kah Mei Lian sanggup bertahan dengan perlakuan kasar suaminya , atau justru ia menyerah dan memberikan raganya kepada seseorang yang menginginkan kehidupan kedua . ?
seperti apa kisah nya 😅🤭 yang penasaran mampir ya guysss hehehee .... 🥰🥰🤗 .
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjalankan Hukuman
.
.
Liu Che tersenyum miring mendengar jawaban dari wanita itu
" kau melanggar dua langkah Mei Lian ... dan kau akan mendapatkan hukuman cambuk dua ratus kali " ucap Liu Che tanpa perasaan kasihan sedikitpun
Mei Lian mengangkat kepalanya memberanikan diri menatap Liu Che yang menatap datar kepadanya , mata wanita cantik itu berkaca-kaca .
" dua ratus kali....? Liu Che apa kau tidak mempunyai perasaan kasihan sedikitpun kepadaku? " ucap Mei Lian meminta sedikit blas kasihan kepada Liu Che yang selama satu tahun ini selalu memperlakukan nya dengan buruk .
Liu Che justru tersenyum smirk mendengar apa yang di katakan oleh Mei Lian , perlahan ia mendekat kearah Mei Lian dengan tatapan nya yang sangat tajam .
Mei Lian ia memundurkan langkah nya dengan mata yang berkaca-kaca " aku lelah ... aku lelah Liu Che ... Aku lelah dengan semua perlakuan mu kepadaku ... aku bisa saja mengatakan kepada ibunda dan ayah handa ku tentang perlakuan buruk mu kepadaku selama satu tahun ini .. Tapi aku tidak melakukan itu karena aku .... Aku mencintaimu " ucap Mei Lian wanita itu berkata dengan bibir yang bergetar menahan isak tangis nya , dadah nya sangat lah sesak melihat orang yang selama ini ia cintai memperlakukan nya dengan buruk , bahkan tega mengurungnya di dalam istana kekaisaran selama satu tahun ini .
Mei Lian bagaikan burung dalam sangkar yang di beri makan tapi tidak di biarkan berkeliaran , meskipun ada acara penting di istana raja , Mei Lian tidak pernah di izinkan hadir .
Ia sudah lelah dengan perlakuan buruk Liu Che kepadanya dan kata-kata makian yang diberikan pria itu kepadanya , ia tidak tahu kesalahan apa yang sudah ia perbuat sehingga Liu Che selalu mengatakan jika ia seorang pembunuh .
Liu Che terus menatap Mei Lian yang berjalan mundur hingga tubuh mungil wanita cantik itu membentur dinding , Mei Lian tidak bisa melakukan apapun lagi ia hanya bisa pasrah dengan apa yang akan di lakukan Liu Che selanjutnya , bahkan ia sudah siap menerima hukuman cambukan dua ratus kali dari pria itu .
Liu Che ia menggenggam dagu Mei Lian dengan kuat , Mei Lian mendongak menatap pria tampan yang menatap nya dengan tatapan tajam , tidak ada rasa kasihan sedikitpun dari tatapan mata Liu Che kepadanya hanya ada tatapan kebencian .
" dengar baik-baik Mei Lian ..... Sampai kapan pun bahkan sampai tetesan darah terakhir ku , aku tidak akan pernah mencintai wanita pembunuh seperti mu .... Lebih baik kau diam dan jalankan hukuman mu " ucap Liu Che dengan tegas setelah nya ia melepaskan genggaman tangan nya itu dengan kasar dan melangkah keluar dari kamar Mei Lian dengan langkah lebar nya
Mei Lian ia menjatuhkan dirinya di atas lantai ia menangis , Jia Li datang dengan menangis ia sangat sedih melihat nasib nyonya nya yang malang itu , Jia Li ia langsung memeluk Mei Lian , kedua wanita itu berpelukan seraya menangis .
" aku lelah Jia Li ... Aku lelah .... hiks ... Hiks . . " ucap Mei Lian dengan menangis
" sabar nyonya .... Apa nyonya ingin kembali ke kerajaan Cheng ... Saya akan mengirimkan pesan kepada raja dan ratu " ucap Jia Li , ia juga sudah tidak kuat melihat nyonya nya yang di perlukan seperti ini.
Mei Lian ia menggelengkan kepalanya dan peluka mereka terlepas " tidak Jia Li , jika aku kembali ke kerajaan Cheng dan mengatakan semua perlakuan buruk Kaisar kepada ayah handa dan ibundaku , maka mereka akan marah dan perang besar akan terjadi .... Aku tidak ingin kerjaan Cheng dan kerajaan Yan saling bermusuhan hanya karena hubungan ku dengan Kaisar " jelas Mei Lian , wanita itu menatap lurus ke depan , ia bisa saja melakukan ini semua tapi ia masih mempunyai pikiran jika ia melaporkan perlakuan buruk Liu Che kepada ayah handa dan ibunda nya tentu saja kedua orang tuanya akan marah besar .
Mengingat ia seorang putri raja dari kerjaan Cheng yang di Jodohkan dengan Liu Che putra ke dua dari kerajaan Yan , dan memegang tahta sebagai kaisar perang.
Perjodohan ini tidak bisa di tolak karena keputusan ini sudah di putuskan oleh raja sebelum nya tak lain adalah kakek mereka , dan ini sudah menjadi amanah besar yang harus kedua kerjaan itu lakukan .
" tapi nyonya ... Kaisar sud__"
" maaf Putri , kami di perintahkan oleh kaisar untuk membawa anda menjalankan hukuman " dua orang pria berpakaian serba hitam masuk kedalam kamar Mei Lian , mereka berdua menunduk hormat di hadapan Mei Lian , mengingat Mei Lian adalah istri dari tuan mereka dan juga putri dari kerajaan Cheng .
Mei Lian ia menyeka air matanya dengan tersenyum tipis perlahan ia beranjak berdiri , Jia Li yang melihat nyonya nya itu berdiri wajahnya memucat . " nyonya jangan pergi .... biar saya saja yang menggantikan nyonya " ucap Jia Li ia menarik kaki nyonya nya dan bersimpuh di bawa kaki Mei Lian , gadis pelayan itu menangis.
ia tidak lah kuat melihat Mei Lian di hukum cambuk seperti ini , dan hukuman ini bukan hanya satu kali atau dua kali saja tapi sudah berkali-kali .
Mei Lian yang ingin melangkah pergi itu menunduk ia melihat pelayan setianya bersimpuh di bawa kakinya dengan menangis .
Mei Lian tersenyum ia kembali berjongkok di hadapan Jia Li memegang kedua pundak Jia Li dengan tersenyum manis seperti seorang wanita yang memendam luka yang sangat dalam " aku tidak apa-apa Jia Li .... Aku sudah biasa menerima hukuman ini .... Dan aku minta kepada mu jangan sekalipun kau mengatakan ini kepada ayah handa dan ibundaku .... Aku akan menjalankan hukuman ini anggap saja hukuman cambuk dua ratus kali ini sebagai bukti cinta ku kepada Kaisar " jelas Mei Lian ucapan nya sangat tulus
" tidak nyonya .... hukuman ini bisa saja merenggut nyawa anda .... Saya akan menyalakan diri saya sendiri jika terjadi sesuatu kepada anda " jelas Jia Li menggelengkan kepalanya menatap nyonya nya itu
" aku akan baik-baik saja ...." setelah nya Mei Lian berdiri dan melangkah keluar dari kamarnya di ikuti oleh dua anak buah Liu Che yang mengikuti nya dari belakang .
" tidak nyonya ... " ucap Jia Li dan dengan cepat wanita pelayan itu berdiri ia harus mencari Liu Che dan memohon kepada tuan nya itu untuk tidak menghukum Mei Lian , ia harus menyelamatkan sang nyonya dari hukuman cambuk dua ratus kali ini .
sedangkan Mei Lian kini sudah berdiri di tengah istana Kekaisaran angin malam yang dingin terus berhembus menerpa kulit putih nya dan meniup rambut panjang nya di bawa rembulan malam yang bersinar terang di langit gelap yang di penuhi dengan bintang .
Alat yang biasa di gunakan anak buah Liu Che untuk menghukum nya sudah berada di hadapan nya . Senyuman Mei Lian kembali terukir di sudut bibir nya .
" berjongkok lah Putri " ucap salah satu dari anak buah Liu Che yang kini sudah memegang cambuk di tangan nya
Mei Lian menatap kearah bulan purnama yang bersinar terang , senyuman nya terukir indah " jika hukuman ini merenggut nyawaku maka aku akan terus mencintai Liu Che sampai napas terakhir ku " gumam Mei Lian .
.
.
.
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪