Sebuah kisah yang menceritakan tentang seorang gadis cantik yang tidak pernah di anggap oleh keluarganya.
Hingga Asyila menemukan seorang pria yang mau menjadi suaminya dan Asyila pun sangat mencintai nya. Tapi lagi dan lagi Asyila harus kecewa karna pria yang Dia cintai ternyata ada maksud tertentu padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 7
"Syilaaaaaa" teriak Kenzi sambil berjalan ke arah Syila yang masih sibuk dengan cucian nya.
"Ada apa Kenzi?" tanya Asyila kaget
Kenzi melemparkan sebuah gaun tepat mengenai wajah Asyila.
"Kau bisa bekerja tidak si? Lihat baju kesayangan ku kenapa bisa seperti ini" teriak Kenzi emosi
Asyila mengambil gaun warna putih itu dan ternyata memang benar di gaun putih itu terdapat noda hitam yang cukup banyak.
"Tapi aku selalu menelitinya setelah selasai mencuci dan tidak mungkin jika kotor aku berikan pada Pak Hendro" kata Syila membela dirinya
Plakk
"Kau memang tidak tahu diri ya, mana mungkin aku sengaja mengotori bajuku sendiri" teriak Kenzi
Asyila memegangi pipinya yang terasa panas. Yang tadi pagi saja belum sembuh sudah di tambah lagi di sebelahnya. Hingga kini kedua pipi Asyila terlihat membengkak.
"Ada apa ini"
Kenzo yang baru pulang dari kantornya langsung menuju ke belakang karna mendengar teriakan adiknya.
"Kaka lihatlah apa yang wanita ini lakukan pada baju kesayanganku" kata Kenzi manja
"Dia melakukan apa?" tanya Kenzo sudah terlihat marah dari tatapan matanya
Kenzi menarik kasar bajunya yang sedang di pengang oleh Syila dan Kenzi menunjukan noda yang terdapat di gaun putih miliknya itu pada Kenzo.
"Lihatlah baju kesayangan ku sampai terkena noda seperti ini" kata Kenzi
Kenzo berjalan menghampiri Asyila "Kau memang tidak berguna"
Plakk
Satu tamparan kembali mendarat di pipinya yang sudah membengkak itu. Kali ini tamparan nya lebih keras hingga membuat sudut bibir Asyila mengeluarkan darah segar. Asyila hanya bisa menangis dan meringis menahan perih di pipinya.
"Mulai saat ini kerjalah yang benar, jika tidak kau akan mendapat hukuman lebih dari ini" kata Kenzo dingin dan langsung pergi dengan menarik tangan adiknya agar mengikutinya.
Setelah mereka pergi tangis Asyila pun pecah. Dia menangis sejadi jadinya dengan tangan meremas pakaian milik Kenzi tadi.
'Tuhan kenapa sepahit ini kehidupan ku? Kenapa ? Ku ingin Bahagia Tuhan'
Asyila hanya bisa meratapi nasibnya, tidak ada yang bisa Dia mintai tolong untuk meloloskan nya dari istana yang seperti neraka ini. Keluarganya pun tidak akan peduli, mereka akan sangat bahagia jika tahu kehidupan nya di rumah Kenzo saat ini.
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
Pagi ini Kayra berjalan memasuki perusahaan Wll.Group dengan penuh percaya diri. Dia berjalan ke arah resepsionis.
"Maaf ada yang bisa saya bantu Nona "
"Saya mau menemui kepala HRD perusahaan ini. Saya kemarin dapat telpon untuk melakukan interview" jelas Kayra pada resepsonis itu
"Baiklah, mari saya antar Nona"
Kayra pun mengikuti langkah resepsionis itu. Saking bahagianya Kayra melihat ke sekeliling lobi perusahaan ini. Sampai Kayra tidak fokus pada jalanan di depan nya hingga Dia menabrak seseorang.
Brukk
"Ahh maaf maaf, maafkan saya"
Kayra bangun sambil mengusap ngusap hidung nya yang terasa sakit.
"Kau tidak papa Nona?" tanya Kenzo yang di jawab anggukan oleh Kayra
Kenzo seperti tidak asing dengan wajah wanita di depan nya ini. Dia mencoba mengingat ngingat sampai Dia ingat siapa wanita di depan nya ini.
"Maaf apa anda saudara angkat dari Asyila?" tanya Kenzo hati hati
Kayra langsung mengangkat wajahnya dan betapa kagetnya Dia kalau ternyata yang Dia tabrak adalah Kenzo pemilik perusahaan ini.
"Eh iya Tuan, saya Kayra kaka angkatnya Asyila" jawab Kayra
Kenzo mengulurkan tangan nya "Senang bertemu dengan mu"
Kayra dengan senang hati menjabat tangan Kenzo "Terimakasih Tuan"
"Oh ya kau mau apa datang ke sini?" tanya Kayra
"Saya mau melakukan interview Tuan" jawab Kayra
"Oh ya, kau salah satu yang terpilih sebagai calon sekertarisku" kata Kenzo
Kayra hanya mengangguk.
"Tuan saatnya kita pergi" kata Ferdi yang dari tadi hanya diam memperhatikan interaksi keduanya
"Oh Baiklah, Kayra kalau begitu saya permisi dulu karna masih ada miting" pamit Kenzo yang di jawab anggukan oleh Kayra
'Yesss akhirnya satu rencana telah terlaksana' Kayra
Kini Kenzo telah berada di dalam mobil dengan Ferdi yang menyetir. Ferdi adalah kaki tangan Kenzo sehingga semua orang juga menghormatinya seperti menghormati Tuan Kenzo.
"Ferdi"
"Iya Tuan" Ferdi menatap Kenzo dari sepion di atas
"Tolong kau hubungi bagian HRD agar menerima Kayra untuk menjadi sekertaris kita" jelas Kenzo
"Baik Tuan"
Ferdi pun segera menelpon pihak HRD menggunakan airphone karna Dia sedang menyetir agar tidak membahayakan keselamatan mereka.
"Semuanya sudah beres Tuan" kata Ferdi datar
"Bagus" Kenzo menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil sambil memejamkan matanya
"Apa kau lelah Tuan?" tanya Ferdi
"Hmmm"
"Apa kita batalkan saja miting nya Tuan?" tanya Ferdi lagi
"Tak perlu, ini kerjasama kita yang sangat kita nantikan. Kita akan bekerja sama dengan Sanjaya Grop" masih dengan mata terpejam tapi terlihat senyuman licik di bibir Kenzo
'Saat nya memulai dengan menghancurkan perusahaan mu Nandi Sanjaya setelah anak kandung mu aku sakiti'
Ferdi menghentikan mobilnya di parkiran perusahaan Sanjaya Group. Mereka turun dan berjalan masuk ke dalam ruangan. Ternyata kedatangan nya sudah ditunggu oleh asisten Nandi. Mereka pun langsung menuju ruang miting untuk membahas kerja sama nya.
"Selamat datang Tuan Kenzo Williams dan Tuan Ferdi" kata Nandi sinis
Kenzo tersenyum sinis "Kau menyambutku dengan sangat baik Tuan Nandi Sanjaya. Sunggu kami sangat merasa terhormat "
Cih
"Baiklah silahkan duduk Tuan" kata Nandi
Mereka pun duduk dan memulai miting tentang kerjasama perusahaan mereka. Setelah semuanya selesai dan Nandi pun telah setuju dengan kerja sama ini mereka pun masih mengobrol dengan senyuman dan tawa palsu dari keduanya.
"Kenapa kau tidak ingin melihat putri mu? Kau tahu sekarang Dia punya pekerjaan baru sebagai pelayan di rumah ku" kata Kenzo sinis
'Hahahaha, aku ingin tertawa saat ini. Dia fikir aku akan marah gitu mendengar itu. Bahkan di rumah ku saja Dia sudah menjadi pelayan.Hahah' Nandi
"Kenapa kau melakukan itu pada putri kesayangan ku Hah?" teriak Nandi
'Baiklah aku harus memerankan peranku saat ini' Nandi
Bersambung
Lanjut kak
Lanjut kak
lanjut kak