Diana, harus menelan pil pahit, saat ia di keluarkan dari sekolah,akibat kesalahan yang tidak pernah ia buat. hampir setiap hari ia di buly oleh teman-teman sekolahnya, terutama Rehan. lelaki Tampan yang kerap kali membuly Diana, hingga muncul kebencian di dalam hati Diana untuk pria itu.
Akibat ulah Rehan, kehidupan Diana hancur, bahkan ia harus kehilangan ibunya. dan di usir dari rumah kontrakannya, kebencian Dian semakin mendalam sampai ke tulang. hingga ia memutuskan pergi merantau dengan adiknya.
suatu hari Diana dan Rehan ketemu secara tidak sengaja.....
bagaimana kelanjutan kisah mereka.
yuk Baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeiNova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku membencinya
" sudah puas kamu membuat keluarga kita malu?setelah ini keluarga Brata akan jadi bahan gunjingan semua orang!" bentak Lina pada anaknya setelah mereka sampai di rumah.
Rehan menatap tajam ke arah mamanya, lalu menyunggingkan senyum.
" sejak awal,aku sudah menolak perjodohan ini. Bukan salahku jika aku menolak lebih keras lagi, sekarang saja mama sudah menipu ku," sahut Rehan yang berani menjawab mamanya.
" Yang mama lakukan semua demi kebaikan kamu, Eka anak yang cantik dan baik. Mama tahu betul keluarga mereka."
" Terbaik untuk mama, belum tentu baik untukku karena aku yang menjalani." sahut Rehan lagi.
" apa yang di katakan Rehan benar, terbaik untuk mama tapi belum tentu untuk Rehan sendiri. Jangan mengatur jodoh anakmu, kau kau Tidak berhak" ucap pak Brata yang buka suara.
" papa belain Rehan?"
" Oh tentu, kenapa tidak? Ma, temanmu itu kelihatannya hanya ingin memanfaatkan keluarga kita saja."
" jangan menuduh orang lain sembarangan, pa. Sera tidak seperti itu, mama tau betul bagaimana sifat Sera."
" Mama membela dia, daripada anak sendiri?!" tanya pak Brata dengan nada tinggi.
" Jika iya, maka segera angkat kaki dari rumah ini, lalu pindah ke rumah Sera!" usir pak Brata dengan nada emosi.
Sejak awal pak Brata hanya diam tidak ingin ikut campur, apapun tentang kemauan istrinya karena ia melihat Rehan tidak menolak perjodohan ini. tapi sekarang ia berani bicara setelah anaknya sendiri menolak perjodohan ini.
" Menipu anak sendiri, demi ambisi perjodohan. jika mama terus memaksa Rehan untuk menikahi gadis itu, papa tidak akan segan-segan menceraikan mama!"ancam pak Brata membuat Rehan bersorak menang dalam hati.
" Papa mengancam mama?"
" loh, iya. Kenapa? Di luar sana masih banyak perempuan yang baik hati dan tidak memaksa kehendaknya." jawab pak Brata lalu kemudian berlalu pergi begitu pula dengan Rehan.
Lina hanya diam mematung di tempat, setelah ia di gertak dan di ancam oleh suaminya. Selama ini apapun yang ia lakukan suaminya tidak pernah marah atau mengancam seperti tadi, segala sesuatu di rumah ini di aturnya sendiri, terkadang ia melakukan sesuatu sesuka hati tanpa meminta pendapat suaminya.
*********
Hingga keesokan harinya, Lina bertemu dengan Sera di salah satu taman, tempat biasa mereka bertemu. Sera menyampaikan kekecewaannya, rasa amarahnya yang tetap memaksa Lina untuk tetap melanjutkan perjodohan Rehan dan Eka.
" Maaf Sera, aku tidak bisa melanjutkan perjodohan ini. Dengan sangat terpaksa, aku harus membatalkannya"ucap Lina yang merasa tidak enak hati.
" Kenapa? Lin, kau sudah berjanji padaku"
" Suamiku mengancam akan menceraikan aku, jika aku terus memaksakan perjodohan ini"jawab Lina, membuat sera tercengang mendengarnya.
" Lin, jadi selama ini suamimu tidak menyetujuinya?" tanya Sera lagi
Lina hanya menjawab dengan anggukan.
" Kau tahu sendiri yang kaya raya itu suamiku, bukan Aku. mana bisa aku menentang ucapannya, Brata memang pendiam dan penurut tapi jika sudah bersuara, ucapannya tidak bisa dibantah"
" Oh, Lin. Kenapa kau bodoh sekali? Bukankah selama ini kau sudah membuat suamimu tunduk padamu? hanya masalah perjodohan ini pun kau tidak bisa mengusahakannya."
" Lagian kau sendiri memiliki ide seperti ini, apa kau lupa jika dulu kau yang memaksaku berjanji, kenapa sekarang aku Yang kau salahkan secara sepihak."
Sera mendadak hening, apa yang dikatakan Lina memang benar. jika dulu ialah yang sudah memaksa Lina berjanji menjodohkan anak-anak mereka. selama ini Sera selalu mengatakan jika Lina lah yang telah membuat janji terlebih dahulu.
Lina pun pamit pergi lebih dulu, sebelum pulang ia mampir ke restoran untuk makan siang sama sopirnya. restoran harum hijau, tempat di mana Diana bekerja. bahkan orang yang melayani Lina adalah Diana sendiri, tapi gadis ini tidak tahu jika yang ia layani adalah ibunya Rehan.
" Cantik sekali, kenapa kerja jadi pelayan? harusnya kamu jadi artis,"ucap Lina pada Diana.
" yang penting halal, Bu."jawab Diana lalu tersenyum.
" ah, bener juga. Apa kau sudah menikah?"tanya Lina yang iseng.
" Belum, Bu," jawab Diana singkat.
sambil memilih menu ia mengajak dia mengobrol.
" semoga kamu mendapatkan jodoh yang baik dan kaya raya, biar nggak capek kerja lagi. Sayang loh, cantik-cantik begini kerja menjadi pelayan,"
Sekali lagi,Diana hanya menanggapi dengan senyum,ia tidak memasukkan ke dalam hatimu. Lina pun menyebut menu yang ia pilih perlu ditulis oleh Diana setelah itu ia pergi ke belakang untuk menyerahkan menu pelanggan.
" Itu kan mamanya Rehan." guman Arjuna. yang tanpa sengaja melihat Lina.
Sejak Diana bekerja di tempat ini, Arjuna sering datang ke restoran omnya ini.
" Mamanya Rehan makan siang di sini? Diana pasti tidak tahu jika yang ia layani adalah mamanya Rehan." ucap Arjuna yang begitu yakin.
Tidak mungkin Arjuna memberitahu Diana, yang akan menambah kebenciannya kepada Rehan. meskipun dalam hati Arjuna berharap suatu hari nanti Rehan dan Diana berbaikan. selama ibunya Rehan masih berada di restoran ini, Arjuna lebih memilih untuk menghindar. setelah ibunya Rehan keluar barulah Arjuna hampiri Diana. Untung saja restoran sepi karena menjelang sore.
" Besok hari Minggu, ayo pergi jalan-jalan. ajak Vera sekalian."ucap Arjuna pada Dian.
" Besok aku tetap masuk bekerja,"ujarDiana yang tidak bisa menerima ajakan Arjuna.
" loh, bukannya besok restoran tutup dua hari?"ujar Arjuna.
" Eh, iya kah? kenapa tutup?"tanya Diana yang merasa heran, karena ia belum mendapatkan kabar apa-apa.
" anak bungsu Om Adi akan sunat,jadi tukang masak restoran ini dipindahkan ke rumah. memasak makanan untuk para tamu, kamu tidak tahu?"
" Tidak, aku belum diberitahu."jawab Diana
" kalau seperti itu, bolehlah kita pergi besok."
Arjuna tersenyum senang, semoga saja acara jalan-jalan berjalan dengan lancar biasanya selalu gagal.
" Diana, apa kau mau tahu sesuatu?"
" Apa itu?"
" katanya,Rehan sudah ditipu di acara pesta yang dibuat oleh tante mu, dan tadi malam acara itu dibuat kacau sama Rehan."
Meskipun enggan mendengar nama Rehan, tapi diana tetap saja merasa penasaran.
" pasti Eka sedang menangis di rumah, secara mereka terlalu memanjakan Eka apapun yang diinginkan oleh Eka selalu dituruti oleh orang tuanya."
Arjuna menanggapi dengan tertawa.
" itu artinya tadi malam ayahku pasti ada di sana."ucap Diana.
" bisa jadi, karena aku dan Kevin tidak diundang."
mendadak Diana merasa penasaran dengan suasana di rumah omnya. pasti keluarga itu sedang gelisah apalagi dulu Diana sering mendengar pembicaraan yang selalu memuji, calon suami Eka berasal dari kalangan orang kaya raya. dan bisa membuat keluarga mereka ikutan terpandang.
" Semisalnya, kau yang menikah dengan Rehan. sudah pasti Om dan tantemu akan terkejut, ku tak bisa membayangkan ekspresi mereka,"
Diana tertawa, apa yang Arjuna katakan hanya terdengar seperti bualan yang tidak akan pernah terjadi.
" Menikah dengan Rehan itu ibarat aku memasukkan diriku ke dalam neraka tanpa api."ucap Diana.
" Dia akan menyiksamu,begitu maksudmu?"
" Entahlah," seru Diana.
" Aku membencinya sampai ke tulang. Kelak, semoga aku mendapatkan jodoh yang baik, lemah lembut dan bisa menghargai orang lain."ucap Diana penuh harap
" Amin,"jawab Arjuna mengaminkan harapan Diana. ia juga berharap agar Diana bisa hidup bahagia suatu hari Nanti.
" Arjuna, tolong mulai sekarang berhentilah membicarakan dia di depanku." pinta Diana.
nanti bener bener diwujudkan omongan Pak Brata.