NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Desa : Triplet Dan Suami Tampan Menungguku

Transmigrasi Ke Desa : Triplet Dan Suami Tampan Menungguku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Ibu Tiri / Ruang Ajaib / Romansa pedesaan
Popularitas:24.1k
Nilai: 5
Nama Author: ICHA Lauren

Akibat ledakan di laboratorium, Jenara terbangun menjadi ibu tiri jahat di sebuah desa kerajaan Campa. Ia adalah wanita yang dibenci warga, ditakuti tiga anak tiri, dan akan ditinggalkan oleh suaminya.

Jenara menolak akhir itu.

Dengan pengetahuan sebagai peneliti bahan pangan sekaligus kemampuan memasaknya, Jenara membuat anak-anak dan para orang tua menjadi lebih sehat.

Perlahan, warga yang membencinya mulai bergantung padanya.

Tiga anak tiri yang ketakutan mulai memanggilnya Ibu.

Dan, saat kemampuannya menarik perhatian istana, rahasia terbesar pun terbongkar. Suami tampan yang selalu menjaga jarak itu bukanlah peternak desa biasa, melainkan sosok yang tak ia sangka.

Mampukah Jenara mengubah takdir ibu tiri jahat menjadi akhir bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ICHA Lauren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suamiku Paling Tampan

Tangan pria itu mendadak membungkam mulut Jenara.

“Mmmph!”

Jeritan Jenara teredam di telapak tangan yang hangat dan keras itu. Matanya membelalak, jantungnya hampir meloncat keluar dari dada.

Jenara berusaha meronta, tetapi tubuhnya terkungkung oleh sosok tinggi di depannya. Dalam jarak sedekat itu, Jenara terpaksa menatap wajah pria tersebut.

Tak disangka, di balik keremangan cahaya, paras pria ini terlihat tampan. Bukan tampan lembut yang menenangkan, melainkan bentuk wajahnya mampu membuat orang tanpa sadar menahan napas.

Rahangnya tegas dengan garis maskulin yang jelas, hidungnya lurus, dan bibirnya tipis. Alis tebalnya menaungi sepasang mata gelap yang dalam dan tajam.

Walau hanya mengenakan pakaian sederhana, tubuhnya tetap kelihatan gagah. Bahunya lebar, dadanya bidang, dan lengan yang kini membungkam mulut Jenara terlihat kokoh.

Namun, kekaguman itu hanya berlangsung sepersekian detik. Jenara sadar bahwa setampan apa pun pria di hadapannya ini, tetap saja dia adalah penjahat yang patut diwaspadai.

Tanpa ragu, Jenara pun menggigit telapak tangan pria itu sekuat tenaga.

“Ugh!”

Refleks, pria itu menarik tangannya. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan Jenara. Dengan napas memburu dan mata menyala, ia memukul tangan sang pria sekeras yang ia bisa.

Kemudian, dengan gerakan secepat kilat, Jenara meraih botol minyak urut dan hendak mengayunkannya ke arah pria itu. Namun sebelum tangannya terangkat sempurna, pergelangannya sudah dicekal lebih dulu.

“Lepaskan aku!” Jenara menggeram marah.

Jari-jari besar pria itu membelit pergelangan Jenara, membuatnya sulit bergerak.

Dalam kondisi terjepit, Jenara berusaha memutar otak. Kalau tangan tidak bisa bergerak, ia masih bisa menggunakan kaki.

Tanpa pikir panjang, Jenara lekas mengangkat kakinya dan menendang paha pria itu sekuat tenaga.

DUG!

Pria itu terkejut. Cengkeramannya terlepas, tubuhnya terhuyung dan jatuh ke atas tempat tidur kayu dengan suara berderak keras.

Jenara tidak membuang waktu. Ketika pria itu masih mengerang kesakitan, ia langsung meloncat dan menindih pria itu. Kedua tangan Jenara kini berganti mencekal pergelangan sang pria di sisi tempat tidur.

“Dasar penjahat! Beraninya kau masuk rumahku,” umpat Jenara, dengan napas terengah.

“Kau pasti pria cabul yang suka mengendap ke kamar wanita! Aku akan mengikatmu lalu menyeretmu ke kepala desa!” ancam Jenara.

Sayangnya, pria itu bukan orang lemah. Dalam satu gerakan tiba-tiba, ia melepaskan salah satu tangannya lalu berguling.

Detik berikutnya, posisi mereka terbalik. Kini Jenara-lah yang terbaring di bawah kungkungan pria itu. Punggungnya menekan alas keras, sementara pria itu mengunci pergerakannya.

Satu tangannya mencekal pergelangan Jenara di sisi kepala, tangan lainnya menahan berat tubuhnya agar tidak sepenuhnya menindih.

Napas Jenara tercekat kala pria itu menatapnya lekat, sorot matanya gelap dan dingin.

“Karena aku sudah lama tidak pulang, lalu kau lupa padaku?”

Jenara membeku. "S-siapa kau? Aku tidak mengenalmu."

“Aku Seran, Suamimu. Atau mungkin, di kepalamu sekarang sudah ada pria lain?" ucapnya dengan nada rendah.

Ketika nama "Seran" muncul, darah Jenara terasa berdesir lebih cepat. Terlebih, Seran menyinggung adanya pria idaman lain.

Tak ayal, pikiran Jenara langsung tertuju pada pria bernama Kusala. Di salah satu bab novel disebutkan bahwa Kusala adalah mantan kekasih Jenara asli, sekaligus pacar gelapnya hingga saat ini.

Memang benar pria itu kerap kali menemui Jenara selama Seran pergi. Setiap bertemu, Kusala selalu meminta uang dengan iming-iming sebuah ciuman. Padahal uang tersebut hanya digunakan untuk berjudi. Itulah sebabnya Jenara asli nekat menjual harta milik suaminya hanya untuk menyenangkan Kusala.

Jenara menelan ludah, dadanya naik turun cepat.

“Kau… kau benar-benar Seran,” ucapnya ragu, suaranya bergetar, “atau sebenarnya kau hantu?”

Seran mendengus pelan, nyaris terdengar seperti tawa kecil yang ditahan. “Apa perlu kujelaskan?”

Ia sedikit mencondongkan tubuh, membuat jarak mereka kembali menipis. “Kau kira hantu bisa memegangimu seperti ini?”

"Tapi, pintunya sudah aku tutup dengan palang kayu. Bagaimana kau bisa masuk?" tukas Jenara masih belum percaya.

“Aku pemilik rumah ini. Tentu saja aku tahu bagaimana caranya masuk," lanjut Seran datar, seolah menjelaskan hal sepele.

Tatapan pria itu kemudian menajam. “Sekarang pakai bajumu. Jangan berulah lagi.”

Kalimat terakhir terdengar seperti perintah yang tak terbiasa dibantah.

Seran pun melepaskan cekalannya.

Begitu bebas, Jenara buru-buru meraih pakaian atasannya yang tergeletak di sisi tempat tidur. Tangannya sedikit gemetar saat ia hendak mengenakannya, wajahnya masih panas oleh sisa adrenalin.

Namun baru saja kain itu terangkat, Seran tiba-tiba mendekat dari belakang. Langkahnya nyaris tak bersuara. Tubuh Seran begitu dekat, hingga Jenara bisa merasakan kehangatan dada pria itu di punggungnya.

Jenara merinding. Bulu kuduknya berdiri, dan jantungnya kembali berdegup tak karuan.

Seran menunduk sedikit, pandangannya jatuh pada punggung Jenara yang belum sepenuhnya tertutup kain.

“Kenapa punggungmu sampai memar begini?” tanyanya merendahkan suara.

Belum sempat Jenara menyusun jawaban—

Tok! Tok! Tok!

Ketukan pelan terdengar dari arah pintu belakang, disusul suara bisikan yang terdengar lembut dan intim.

“Sayang… Jenara, aku datang. Cepat buka pintunya, aku ingin bertemu denganmu.”

Mata Jenara terbelalak. Kepalanya mendadak kosong.

Siapa lagi ini? Kenapa ada pria yang tiba-tiba memanggilnya dengan nada merayu? Apakah dia adalah Kusala?

“Itu pasti kekasih gelapmu.”

Jenara merasakan tangan di pergelangannya mengencang.

“Jadi, ini yang kau lakukan setiap malam selama aku tidak ada?" lanjut Seran, nada suaranya mengandung kemarahan yang tertahan.

Ia mendengus pelan. “Mungkin ini saatnya aku memberinya pelajaran.”

Seran bergerak, seolah hendak melewati Jenara menuju pintu belakang.

“Tidak!” Jenara spontan menghalanginya.

Ia berbalik cepat, berdiri tepat di depan Seran dengan kedua tangan terangkat. “Jangan! Tolong… kau jangan keluar.”

Seran menatapnya tajam. “Kenapa?”

Jenara menggeleng cepat. “Aku belum pernah bertemu dia. Sungguh. Aku tidak tahu siapa orang itu.”

Ia menarik napas dalam-dalam, lalu berkata tergesa, “Tolong tetap di sini. Aku yang akan mengusirnya pergi.”

Seran memandangnya lama, seakan menimbang kebenaran kata-katanya. Wajahnya keras, sorot matanya dingin dan waspada.

Jenara tak berani menunggu lebih lama. Dengan tangan gemetar, ia segera mengenakan pakaian, menarik kain itu menutupi tubuh bagian atas dengan rapi. Tanpa menoleh lagi, Jenara bergegas menuju arah belakang rumah, ke pintu yang masih diketuk pelan hingga detik ini.

1
Amriati Plg
Biasanya ruang dimensi ini ada nama baru ruang wiji😄
Hary Nengsih
lanjut
Lala Kusumah
semangat Jenara 👍👍💪💪
Azura75
mana lanjutannya. kok nggak bs scroll ke atas lagi? ☺
@Mita🥰
lanjut 😍😍
@Mita🥰
lanjut
Lala Kusumah
semoga mereka langgeng dan bahagia, tidak berpisah ya 🙏🙏🙏
Wulan Sari: iya betul say biyar bahagia walau ada kerikil2 tajam tetap bersama 👍❤️
total 1 replies
Hary Nengsih
lanjut
SENJA
laaaah lu kenapa yah jadi provokator banget 😶
SENJA
wah wah wah 😶
SENJA
buseh tukang nyiksa anak, tukang judi waduh 🤣
@Mita🥰
semangat jenara
Lala Kusumah
good job Jenara 👍👍👍
Lala Kusumah
kemana ya anak-anak Jenara 🤔🤔🤔
@Mita🥰
seperti nya di bawa si cewek yang suka sama seran
Wulan Sari
lhaaa pada ke mana tu anak2 3G, membuat panik sj semoga cepat ketemu yaaaa ayo Thor lanjut critanya terimakasih semangat 💪 salam ❤️
Hary Nengsih
wah kemana ya
@Mita🥰
emang gak bisa ya sekali jentik kan jari langsung hilang semuanya 🤭🤭
Hary Nengsih
lanjut
Lala Kusumah
wow kereeeeeennn 👍👍👍
mau punya ruang Wiji juga lah 🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!