NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:474.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di kota asing

Shanghai.

Kota paling makmur di Tiongkok, sekaligus kota yang menarik perhatian wisatawan dari seluruh dunia, termasuk Elina.

Elina memilih kota ini untuk menenangkan pikirannya, menjauh sejenak dari hiruk-pikuk pekerjaan dan drama rumah tangga yang baru saja ia tinggalkan.

Ia berdiri di tengah kerumunan orang yang berlalu-lalang, menatap sekililing. Tak satu pun yang ia kenal. Dan memang, itulah yang ia inginkan.

Elina tersenyum tipis.

"Elina, nikmati masa single kamu di kota Shanghai ini," gumamnya pelan.

Elina menarik napas panjang, lalu melangkah masuk ke arus manusia yang tak pernah benar-benar berhenti di kota itu. Lampu-lampu gedung menjulang, papan reklame menyala terang, dan suara percakapan asing bercampur dengan klakson kendaraan, semuanya terasa hidup, riuh, namun entah menenangkan.

"Baiklah," gumam Elina sambil mengeluarkan ponselnya. "Agenda hari ini, tersesat dengan bahagia."

Ia berhenti di sebuah gerai street food. Aroma daging panggang dan rempah-rempah langsung menggoda inderanya.

Elina menunjuk menu sambil tersenyum canggung. “One of this… and one of that,” katanya pada penjual.

Tak lama, seporsi jajanan hangat tersaji di tangannya. Elina mencicipinya, lalu matanya sedikit membesar.

“Enak,” ucapnya pelan, nyaris tak percaya. “Ternyata hidup masih punya rasa begini.”

Ia melanjutkan langkah, menyusuri trotoar panjang. Kamera ponselnya sesekali terangkat, memotret gedung-gedung tinggi, lampion merah yang bergantungan, hingga sudut jalan kecil yang terasa hangat meski asing.

“Elina,” katanya pada pantulan wajahnya di layar ponsel, “kamu nggak perlu kuat hari ini. Cukup jujur pada diri sendiri.”

Di sebuah kafe kecil, ia duduk sendirian dekat jendela. Secangkir kopi mengepul di hadapannya.

“Sendirian juga nggak buruk,” gumamnya sambil tersenyum tipis. “Setidaknya, nggak ada yang harus kamu jelaskan.”

Ia mengangkat ponsel, mengambil satu foto dirinya sendiri, tanpa pose berlebihan, tanpa senyum sempurna.

"Buat kenangan," katanya pelan. "Hari pertama Elina... sebagai Elina."

Saat matahari mulai mencondong ke arah barat, Elina kembali berjalan, membiarkan kota Shanghai menelannya perlahan.

Tak ada masa lalu yang mengejar.

Tak ada nama harus ia pertahankan.

Hanya langkah kaki, cahaya kota, dan hati yang perlahan belajar bernapas lagi.

♡♡

Di apartemen Dewa, berkas-berkas bertumpuk tanpa aturan. Lembaran kerja berserakan di meja dan lantai, beberapa laptop menyala bersamaan, menampilkan grafik, laporan keuangan, dan data perusahaan.

Selama Elina cuti, Dewa mengambil alih perusahaan, meski tetap bekerja di balik layar.

Dring! Dring!

Dewa menoleh ke arah ponselnya, lalu segera meraih dan menerima panggilan itu.

"Ada apa, Dewa?" tanya Lusi.

"Dewa, beberapa laporan harus kamu cek. Sepertinya ada masalah sedikit. Saya sudah kirim ke email kamu," jawab Lusi.

"Baiklah, saya akan cek."

Tut!

Panggilan terputus.

Baru saja Dewa hendak kembali ke kursinya, ponselnya kembali berdering. Kali ini, nama Luna tertera di layar.

“Ada apa, Lun?”

“Dewa, saya sudah mendapatkan seseorang yang ingin membeli rumah Nona Elina. Saya ingin menelepon Nona Elina, tapi saya nggak ingin mengganggu liburan beliau. Bagaimana menurut kamu?” tanya Luna.

“Jangan ganggu dulu Nona Elina,” jawab Dewa tegas. “Suruh pembeli itu menunggu satu bulan. Kalau dia tidak ingin menunggu, cari pembeli lain. Ingat, saat ini ketenangan Nona Elina nomor satu.”

“Baiklah, Dewa. Saya mengerti.”

Tut!

Panggilan berakhir. Dewa menghela napas berat, lalu kembali menatap layar laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya.

Namun baru beberapa menit ia mencoba fokus, suara bel dari luar apartemen terdengar.

Dewa menggerutu pelan, tapi tetap melangkah membuka pintu.

Begitu pintu terbuka, Dewa langsung mematung.

Albert berdiri tepat di hadapannya.

“Tuan Albert… silakan masuk, Tuan,” ucap Dewa dengan sopan.

Albert mengangguk, lalu melangkah masuk ke dalam apartemen Dewa. Seperti biasa, ruangan itu dipenuhi berkas dan dokumen di mana-mana.

“Pekerjaan kamu tambah banyak, Dewa…” ucap Albert sambil menatap sekeliling.

“Tidak apa-apa, Tuan. Saya sudah biasa dengan hal seperti ini,” jawab Dewa sambil mempersilakan Albert duduk. “Tuan mau minum apa?”

“Tidak usah, Dewa. Saya hanya sebentar,” kata Albert. “Coba cek ini.”

Albert menyerahkan sebuah map pada Dewa.

Dewa langsung menerimanya dan membaca isinya dengan seksama. Alisnya sedikit terangkat.

“Ini perusahaan Ares?” ucap Dewa.

“Iya. Ternyata diam-diam dia membangun perusahaan tanpa sepengetahuan putri saya,” ucap Albert dengan nada dingin. Lalu tatapannya tertuju kepada Dewa. “Kamu tahu, kan, apa yang harus kamu lakukan?”

Dewa mengangguk pelan. Senyum misterius terbit di sudut bibirnya.

“Hancurkan!”

••••●●●●••••●●●●••••

1
dome🌬️🌀🌀🌀
sadar Buu Amel... ingat umur sudah tua sudah keriput jangan makin dibanyakin dosanya. kalaupun kau punya uang satu dunia ga akan bisa dibawa mati
dome🌬️🌀🌀🌀
kalau jadi manusia punya penyakit kronis iri dan dengki . daaahh laahhh ga ada obatnya. hanya azab dari Allah aja nanti yg menyembuhkannya
dome🌬️🌀🌀🌀
mayaaa.. kalo kamu punya sahabat yg sudah sayang sama kamu bahkan sudah seperti saudara sendiri padahal kamu yg biasa biasa saja tapi bisa bergaul dan disayang seseorang yg kelas ekonomi crazy jangan malah kau Injak kepala mereka. yg ada pancungan malah menantimu
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini mimpi apa gimana yaa.. emangnya nama besar Anderson itu dan seluruh kekayannya dibangun atas apa??
apakah dr mimpi siang bolong langsung tetiba jadi kaya raya lalu perusahaan nya JD maju JD besar.
helloooooo... jangan samakan otak cetek kalian dengan otak pebisnis kluarga Anderson yaaa.. kalau kalian kesuksesan dibangun karna mimpi siang bolong. kalau Anderson suksenya dibangun karna otak cerdas berbisnis. si bapak ojol sianak supir siemak buruh cuci tapi mimpinya nyampe bisa ngalahin kerak neraka🤣🤣🤣
astagaaaaa ..... ksian banget siihhh mereka, ketololan yg hakiki tapi masih betah dipelihara 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
manusia serakah penghianat 😈😈😈
dome🌬️🌀🌀🌀
dah ceritain aja sama bapakmu El, kelamaan proses kamu mah. biar bapakmu yg langsung turun tangan. biar cepet kelar
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh... tak bisa lagi ku tuk berkata kata akan ketidak tahu dirian si Ares ini
dasar muka badak
dome🌬️🌀🌀🌀
astagaaaa.. lama lama kesel bangeettt... ngapa ga langsung tendang aja dr rumah dr perusahan dan dr kehidupan kamu Elina si Ares itu. kok yaa lama lama kesel banget sama orng ga tau diri seperti mereka 😤😤😤
kalo kamu lama prosesnya, sini kasih foto mereka kirim ke aku biar nanti aku santet mereka El El....🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
makanya yaa Besti mencari pasangan harus banyak banyak pertimbangan. dipikir ulang matang matang. jangan asal yang katanya sudah cinta sudah klop sudah cocok langsung gasss aja. padahal kebanyakan rata2 sifat asli seseorang akan muncul kepermukaan disaat kita sudah hidup berdua setiap hari 24 jam full. mau sifat terburuknya pun akan ditunjukkan. jadiiiiii...... 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
heraannnn banget yaaa.. sama manusia manusia kardus itu. kok yaa senengnya mau rebut harta orng sihhhh... jual diri kalau mau banyak duit tapi ga mau kerja keras. upsss Maya kan emang udah jual diri sama Ares yaq 🤣🤣🤣 Zong kau may... may.. ternyata si Ares dl cuma sopir
wkwkwkwkwkwk
dome🌬️🌀🌀🌀
ada satu hal yg aku malas dari para FL dinovel. sudah tau dikhianatin ditipu sama pasangannya dan kluarga nya, tapi ga mau cerita dengan orng tua dia tentang permasalahan yg dia hadapin. setidaknya kalau ortunya tau bisa saling handle dr pihak ortunya si Elina disana biar bisa antisipasi. jangan sok gayaan bisa handle sendiri tanpa orang tuanya tau. oke lah kuat cerdas, tapi setidaknya disana bisa mengantisipasi masalah yg tiba tiba datang yg semisal Elina ga tau.
dome🌬️🌀🌀🌀
itu si Bayu emang beneran suruhan Ares apa dipihak Elina yaa... JD deh deg an deh
dome🌬️🌀🌀🌀
ngaca woyyy.. ngaca.. noh comberan tetangga lagi item itemnya pake coba buat ngaca mukamu. sapa tau JD sadar dr kesurupan.. perempuan murahan kok yaa ga nyadar🤣🤣. apaan sih lu may kalo gila yaa diem diem aja jangan kita kita disini pada tau🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini nganggep Elina apa coba. jauhhhhh sebelum kau bermain permainan amatiran seperti ini Elina dan kluarganya sudah biasa memainkan nya. disaat kau LG bermain comberan Elina sudah belajar tentang bisnis dan sebagainya..
wkwkwkwkwkwkwkwk...
berasa dia sudah cerdas apa yyaaa🤣🤣🤣
masuk lah kau kelubang buaya dan mati disana dengan mengenaskan ares😈
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhh... Mak lampir. kalau anakmu si resres itu mampu pintar dan bisa diandalkan. ga mungkinn kalian hidup susah. dia cuma pintar cari mangsa kaya lalu morotin hartanya tapi dengan otak bodohnya coba coba selingkuh. udah lah laki mokondo ga guna pula. enaknya buang kecomberan nih kluarga ares
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares bukan bermimpi setinggi langit El. tapi bermimpi di siang bolong. ngarep aja terus si Bambang. ga tau apa bentar lagi bakalan ditendang 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dihh gila nya udah level akut Ares dan kluarga nya. mau kaya usaha dongggg... kerja keras banting tulang. buka ngerebut hartanya orng lain.. ngepet kek kalian Maya sama emakmu jaga lilin kau dan bapakmu yg keliling ngepet cari mangsa🤣🤣🤣
gedeg sumpah sama modelan lintah darat macam mereka
dome🌬️🌀🌀🌀
bagussss... gercep El singkirin para benalu ga tau malu... kalau bisa goreng mereka sampe krispi😈😈😈
mereka kejam kau harus lebih kejam el😈
dome🌬️🌀🌀🌀
idihhhh... aresss.. aress.. Siti amnesia kah. emang kau dan kluarga kauu kan emang numpang 🤣🤣🤣
kok jadi geli yaa dengernya dia ngerasa seolah2 numpang hidup sama istrinya 🤣🤣. lah itu kan kenyataannya 🤣

yoookkkk ketawain Ares berjamaah atas penyakit gilanya. karna gila mau rebut harta orng lain.. gak tau diri lu res... res
dome🌬️🌀🌀🌀
eehh.. eehh.. eehh.. siapa yaa anda anda ini. hidup aja masih numpang, makan aja masih dikasih. dah lah gitu ga punya apa apa. heelloooo Situ pada stres yaa karna kelamaan hidup susah pas diangkat derajatnya dan hidupnya jadi enak, lali berubah jadi kadal beracun yaa. harta orang mai dikuasain.....🤣🤣🤣 coba kalian pada berobat dl minta obat sama dokter jiwa siapa tau kalian ada penyakit gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!