Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesepakatan Kerja Sama
“Adikku, kenapa selama ini kamu begitu dalam menyembunyikan kemampuanmu?” tanya Putri Agung.
Xuan Hao tersenyum. “Putri Agung, sebenarnya aku tidak pernah menyembunyikan apa yang aku miliki. Hanya saja selama ini aku terpuruk begitu dalam, terpuruk karena merasa hidupku sudah tidak berguna bagi siapa-siapa, tetapi belum lama ini ingatan tentang Ibunda Su Yulan yang rela berkorban nyawa demi melahirkan aku ke dunia ini kembali membangkitkan semangatku, membuatku akhirnya bisa bangkit dari keterpurukan dan jadilah aku seperti sekarang ini,” ucap Xuan Hao, dimana sebagian besar ucapannya benar, tapi ia tak menceritakan tentang keberadaan Sistem.
“Bagus kamu sudah sadar, dan berubah menjadi sosok yang jauh lebih baik,” ungkap Putri Agung.
Kembali Xuan Hao tersenyum, dan setelahnya obrolan mereka terus berlanjut, tapi kini obrolan mereka terasa jauh lebih santai dari sebelumnya.
Setelah menghabiskan waktu hampir dua kali pembakaran dupa, Xuan Hao pamit meninggalkan Paviliun tempat tinggal Putri Agung, tapi sebelum pergi ia sempat membuka topeng perak yang menutupi sebagian wajahnya, menunjukkan wajahnya secara langsung pada Putri Agung dan Putri Yan Yueling, membuat keduanya tertegun begitu lama, sampai akhirnya sosok Xuan Hao menghilang dari pandangan mereka.
“Hah, kalau saja aku orang luar, pasti aku menginginkan dia sebagai suamiku!” ungkap Putri Agung.
“Bukannya tidak ada larangan bagi Putri Agung ini jika ingin menikahinya?” ujar Yan Yueling.
“Memang tidak ada larangan, tapi rasanya pasti sangat canggung baginya jika menikah denganku,” ucap Putri Agung.
Yan Yueling menganggukkan kepala mengerti, “aku penasaran siapa kiranya yang akan menjadi jodohnya,” ucapnya.
“Eh, bukannya ayahmu mengatur pernikahanmu dengan salah satu putra Pamanku?! Apa kamu sudah tau siapa diantara putra Paman yang akan mendampingi hidupmu?” tanya Putri Agung.
“Aku belum menerima kabar apapun dari Ayahanda, tapi mengingat aku yang hanya Putri seorang Selir rendahan, sepertinya Putri Agung sudah bisa menebak siapa yang akan dikirim keluarga Jenderal Agung untuk menikah denganku!” ungkap Putri Yan Yueling.
Seketika itu juga Putri Agung tersenyum, “kamu benar, aku langsung bisa menyimpulkan siapa yang akan dikirim keluarga Paman untuk menikah denganmu, dan aku sangat setuju kalau dia yang menikah denganmu!” ucapnya.
Setrika sama-sama terdiam selama beberapa waktu, keduanya tersenyum, tapi di balik senyuman Putri Agung, ia sedikit merasa iri dengan Putri Yan Yueling, tapi itu bukan rasa iri yang berlebihan, dimana rasa iri yang berlebihan bisa saja merusak pertemanan mereka, apalagi hidup sang Putri Agung di masa lalu sudah dua kali diselamatkan oleh Putri Yan Yueling, bahkan belum lama ini ia diselamatkan oleh pria yang diyakininya akan menjadi pendamping Putri Yan Yueling.
Sementara itu di tempat berbeda~
Xuan Hao yang telah meninggalkan Paviliun milik Putri Agung, ia sengaja pergi ke sebuah tempat makan tiga lantai, menyelinap masuk ke lantai tiga, tepatnya ke sebuah ruangan pribadi yang disewa oleh Xuan Mingyu dan Xuan Zifeng.
‘Hm, mereka benar-benar ada di dalam sana, padahal seharusnya mereka masih menjalani hukuman,’ batin Xuan Hao, dan dari sini ia semakin yakin sejauh mana perbedaan perlakuan ayahnya diantara ketiga putranya.
“Kalau aku yang salah dan sedang menjalani hukuman kurungan. Sejengkal saja meninggalkan Paviliun Qingfeng, yang ada masa hukumanku pasti akan ditambah!” gumamnya lirih, lalu ia menunjukkan sebuah senyuman, senyuman yang dipenuhi kegetiran.
[Ding!]
[Terdeteksi pemilik Sistem lainnya.]
[Tuan tenang saja, Sistem milik orang itu sama sekali bukan kekuatan yang bisa menyentuh Tuan!]
[Bagaimanapun juga, kemampuan Sistem itu hanya sebanding dengan satu persen kekuatanku.]
----
Sesaat Xuan Hao khawatir setelah mendengar informasi Sistem, tapi setelahnya ia bernapas lega begitu mengetahui kebenarannya.
“Apa diantara mereka berdua ada yang memiliki Sistem?”'tanya Xuan Hao.
[Ding!]
[Bukan mereka berdua, tapi orang itu ada di hadapan mereka.]
[Orang itu adalah Pangeran Kedua Kekaisaran Yan Zhou, Pangeran Yan Tianze.]
[Selain memiki Sistem, dia juga merupakan seorang reinkarnator, seseorang yang terlahir kembali di dunia ini dengan membawa seluruh ingatan di kehidupan sebelumnya.]
[Dia berbahaya bagi orang lain, tapi bagi Tuan dia cuma sekedar butiran debu.]
----
Lagi-lagi Xuan Hao mendapatkan informasi yang mengejutkan, membuatnya tetap mewaspadai seseorang yang akan menjadi Kakak Iparnya di masa depan, meski Sistem telah menyampaikan padanya kalau orang itu bukan sesuatu yang bisa membuatnya berada dalam situasi berbahaya.
Dengan sikap waspada pada sosok Yan Tianze. Xuan Hao berdiri tenang di tempat persembunyiannya, mencuri dengar pembicaraan tiga orang di dalam ruangan yang tampaknya sangat akrab, menunjukkan hubungan sangat baik diantara mereka.
“Jadi kalian menemuiku untuk meminta bantuan, bantuan untuk membuat menderita hidup saudara kalian sendiri yang akan menikah dengan Yan Yueling?” tanya Yan Tianze.
Xuan Mingyu dan Xuan Zifeng sama-sama menganggukkan kepala.
“Bukan sekedar menderita, kalau perlu buat dia mati setelah menjalani hari-hari penuh penderitaan!” ucap Xuan Zifeng.
“Hm, baiklah, aku akan melakukannya, tapi apa imbalan yang bisa kalian berikan padaku? Jujur saja aku bukan orang yang akan melakukan itu tanpa imbalan!” ujar Yan Tianze.
“Kami akan memberikan salinan kitab jurus tombak milik ayah kami, sebuah kitab jurus yang sudah lama kamu incar!” jawab tegas Xuan Mingyu.
“Kalau begitu kita sepakat, dan satu bulan setelah ia menikah dengan Yan Yueling, aku akan mengirimnya kembali ke Kekaisaran Tian Yuan dengan keadaan sudah berada di dalam peti mayat!” ucap Yan Tianze bersemangat.
“Saat itu terjadi, kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan!” balas Xuan Mingyu, dan cepat saja terjadi kesepakatan diantara mereka.
“Cih, mereka ini terlalu menganggap remeh keberadaanku!” ucap Xuan Hao pelan, lalu cepat ia menghilang dari tempatnya, tapi sebelum pergi ia menggunakan kekuatan elemen api untuk memulai sebuah kebakaran, dimana ia berencana membakar tempat makan tiga lantai yang merupakan salah satu usaha milik Shen Ruyue, sang Nyonya rumah keluarga Pangeran Xuan Lie.
Tak begitu lama setelah kepergian Xuan Hao, api mulai berkobar di lantai ketiga rumah makan, dan dalam waktu singkat api membesar karena banyaknya barang-barang mudah terbakar, termasuk bangunan rumah makan yang seluruhnya terbuat dari kayu.
Puluhan orang berupaya memadamkan api, tapi upaya mereka berakhir sia-sia, sebab api sudah terlalu besar, dan pada akhirnya seluruh bangunan terbakar, beruntung api tidak menyebar ke bangunan lain, tapi kerugian karena peristiwa kebakaran sangatlah besar, membuat Shen Ruyue yang baru saja mendengar apa yang terjadi pada tempat makan miliknya langsung kehilangan kesadaran.
Ditambah dua Pangeran diantarkan pulang dalam keadaan mengalami luka bakar, meski itu hanya luka bakar ringan, sama sekali tidak membuat hidup mereka dalam bahaya.
Disaat di Istana Pangeran Xuan Lie dilanda kepanikan dengan banyaknya orang yang perlu diperiksa tabib. Di Paviliun Qingfeng suasananya justru dipenuhi gelak tawa seluruh penghuni paviliun, dimana Xuan Hao dan yang lainnya sedang asik menikmati makan siang.