NovelToon NovelToon
AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:23.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Senja, seorang Arsitek berbakat dengan karier gemilang di Bali, memilih melepaskan proyektor dan penggarisnya demi sebuah janji suci. Ia jatuh cinta pada Rangga, mantan pengamen jalanan yang ia temui di tikungan parkir kantornya.

Demi "merajakan" sang suami, Senja resign dari firma arsitek, menguras tabungan untuk memodali karier Rangga menjadi DJ, hingga rela belajar memasak demi memanjakan lidah suaminya. Bagi Senja, rumah pribadinya adalah istana tempat ia mengabdi sepenuhnya.

​Namun, saat Rangga mulai sukses dan dipuja banyak orang, dia lupa siapa yang membangun panggungnya. Rumah hanya dijadikan tempat "numpang makan" dan ganti baju, sementara hatinya jajan di kamar hotel setiap luar kota.

Senja tidak akan menangis bombay. Jika Rangga hanya butuh pelayanan gratis tanpa kesetiaan, dia salah alamat. Senja siap menendang benalu itu dari rumahnya!

​"Aku istrimu, Mas. Bukan Warteg tempatmu numpang makan saat lapar, lalu kau tinggalkan setelah kenyang!"

Jam update:07:00-12:00-20:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Cakrawala Baru

Jakarta di malam hari dari lantai 35 sebuah apartemen di kawasan SCBD terlihat seperti hamparan berlian yang tumpah di atas beludru hitam. Senja Amara berdiri di balkonnya, membiarkan angin malam menyentuh lembut wajahnya yang kini tampak jauh lebih segar dan bercahaya. Tidak ada lagi sisa-sisa daster atau aroma bumbu dapur yang menempel di pori-porinya. Senja yang sekarang adalah perpaduan antara keanggunan dan kecerdasan yang tajam.

​Sudah hampir 2 tahun ia menetap di Jakarta. Keputusannya untuk menerima tawaran menjadi Associate Director di salah satu firma arsitektur internasional terbesar di Indonesia adalah langkah terbaik yang pernah ia ambil. Di sini, tidak ada yang mengenalnya sebagai " mantan istri DJ Rangga" atau "korban perselingkuhan". Di sini, dia adalah Senja Amara, sang Arsitek Visioner.

​Ponselnya berdenting di atas meja marmer. Sebuah pesan masuk dari sekretarisnya.

​"Bu Senja, konfirmasi untuk pertemuan besok pagi dengan CEO Artha Group sudah beres. Jam 9 di kantor mereka. Mereka sangat antusias melihat konsep 'Green Skyscraper' yang Ibu tawarkan."

​Senja tersenyum tipis. Ia meletakkan gelas teh kamomilnya dan masuk ke dalam. Ruang tamunya didominasi warna krem dan sentuhan kayu gelap, cerminan dari seleranya yang timeless dan tenang. Tidak ada lagi foto pernikahan, tidak ada lagi barang-barang pria yang berserakan. Ruangan ini adalah kuil pribadinya.

​Keesokan paginya, Senja melangkah masuk ke lobi gedung Artha Group dengan sangat percaya diri. Ia mengenakan setelan power suit berwarna biru navy dengan sepatu hak tinggi berwarna senada. Setiap pasang mata yang dilewatinya seolah memberikan penghormatan secara tak langsung pada aura yang ia pancarkan.

​Di ruang rapat utama yang berdinding kaca, seorang pria berdiri membelakanginya, menatap ke arah luar jendela. Begitu Senja masuk, pria itu berbalik.

​"Selamat pagi, Ibu Senja. Saya sudah mendengar banyak hal tentang 'tangan dingin' Anda dalam merancang bangunan," ucap pria itu sambil mengulurkan tangan.

​Pria itu adalah Aditya Artha, CEO muda yang baru saja mengambil alih imperium properti keluarganya. Usianya mungkin sedikit di atas Senja, namun tatapan matanya menunjukkan kematangan yang jauh melampaui usianya.

​Senja menjabat tangan Aditya dengan mantap. "Terima kasih, Pak Aditya. Tapi saya lebih suka jika kita membiarkan desain saya yang berbicara nanti."

​Rapat itu berlangsung selama dua jam. Senja memukau semua orang dengan presentasinya. Ia tidak hanya bicara soal beton dan baja, ia bicara soal bagaimana sebuah bangunan harus bisa menjadi "rumah" bagi jiwa-jiwa yang tinggal di dalamnya.

​"Luar biasa," puji Aditya setelah ruangan rapat mulai kosong. "Anda bukan hanya seorang arsitek, Senja. Anda adalah seorang penutur cerita melalui ruang. Saya ingin proyek ini segera dimulai."

​"Saya senang Anda menyukainya, Pak Aditya," jawab Senja sambil merapikan tabletnya.

​"Panggil saja Aditya jika kita sedang tidak di depan dewan direksi," ucap Aditya dengan nada yang lebih santai namun tetap sopan. "Dan sebagai tanda kerja sama kita, apakah Anda keberatan jika saya mengundang Anda makan malam nanti? Ada sebuah tempat yang desainnya cukup menarik, saya ingin mendengar pendapat profesional Anda—atau pendapat pribadi Anda."

​Senja terdiam sejenak. Sudah lama sekali sejak terakhir kali ada seorang pria yang mengajaknya makan malam dengan cara yang begitu terhormat. Bukan dengan cara merayu, tapi dengan cara menghargai profesinya.

​"Sebagai rekan bisnis, atau...?" Senja sengaja menggantung kalimatnya.

​Aditya tersenyum, senyuman yang terlihat sangat tulus. "Sebagai seseorang yang sangat mengagumi karya Anda, dan ingin mengenal lebih dekat wanita di balik desain hebat itu."

​Senja membalas senyuman itu. "Baiklah, Aditya. Saya rasa satu malam untuk mendiskusikan arsitektur tidak akan merusak jadwal saya."

​Malam itu, di sebuah restoran fine dining di Menteng, Senja merasakan sesuatu yang sudah lama hilang dari hidupnya: kenyamanan dalam berbicara. Aditya adalah lawan bicara yang seimbang. Ia cerdas, memiliki selera seni yang tinggi, dan yang paling penting, ia sangat menghargai privasi.

​Aditya sama sekali tidak menanyakan masa lalu Senja di Semarang atau Bali. Baginya, Senja Amara dimulai dari saat mereka bersalaman di ruang rapat tadi pagi.

​"Kamu tahu, Senja? Kebanyakan orang membangun gedung untuk menunjukkan kekuasaan. Tapi saya merasa kamu membangun untuk menunjukkan ketenangan," ucap Aditya sambil menyesap kopinya.

​Senja menatap Aditya, merasa sedikit terkejut dengan ketajaman analisis pria itu. "Mungkin karena saya pernah kehilangan ketenangan itu, Adit. Jadi saya tahu seberapa berharganya sebuah ruang yang bisa memberikan rasa aman."

​"Setuju. Dan saya senang Anda menemukannya kembali. Terlihat dari cara Anda berjalan dan berbicara. Anda terlihat seperti wanita yang sudah selesai dengan masa lalunya."

​Senja tersenyum lebih lebar. Ia teringat kembali pada masa-masa kelam di lantai dapur rumah mewahnya. Masa itu terasa seperti ribuan tahun yang lalu. Ia teringat pada Rangga dan Sinta, yang sekarang mungkin sedang bergelut dengan lumpur yang mereka buat sendiri. Namun, ingatan itu tidak lagi menyakitkan. Ingatan itu kini hanyalah sebuah "sketsa kasar" yang sudah dibuang karena desain akhirnya jauh lebih indah.

​Selesai makan malam, Aditya mengantarkan Senja sampai ke lobi apartemennya.

​"Terima kasih untuk malam ini, Senja. Saya sangat menikmati waktu kita," ucap Aditya tulus.

​"Sama-sama, Adit. Terima kasih juga untuk rekomendasinya."

​Sebelum Senja keluar dari mobil, Aditya berkata lagi, "Senja... saya tahu kita baru mulai bekerja sama. Tapi saya harap, ini bukan makan malam terakhir kita."

​Senja tidak memberikan janji, namun sorot matanya memberikan harapan. Ia melangkah keluar dari mobil dan masuk ke dalam lobi dengan hati yang ringan.

...----------------...

​Di atas, di dalam apartemennya, Senja berdiri di jendela kaca besar. Ia melihat pantulan dirinya sendiri. Wanita di cermin itu terlihat kuat, berkelas, dan sangat dicintai oleh dirinya sendiri.

​Ia mengambil tabletnya, lalu membuka sebuah draf desain baru. Bukan untuk klien, tapi untuk dirinya sendiri. Sebuah desain taman yang ia beri judul "Cakrawala". Di taman itu, ada sebuah bangku kosong yang menghadap matahari terbit.

​"Masa lalu sudah selesai ditulis," bisik Senja pada dirinya sendiri. "Sekarang, aku yang memegang penanya."

​Senja Amara telah menemukan dunianya kembali. Dunia di mana tidak ada lintah yang menghisapnya, tidak ada teman yang mengkhianatinya karena iri. Hanya ada dia, karyanya, dan cakrawala baru yang kini membentang indah di depannya.

​Dan entah kenapa, malam ini, bintang-bintang di atas Jakarta terlihat jauh lebih terang dari biasanya.

1
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
semoga kamu bahagia iya senja🤗
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
harusnya suruh rangga usaha dlu baru nikah
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
kayanya udah direncana deh pertemuan mereka🤭
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
inget nasihat ibumu senja, harus hati"
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Senja ayo terima saja Axel dia pria yang selalu membantu masalah kamu
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Axel Senja bakal baik baik saja asal kamu jadi tameng dia
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Axel akan memastikan hidup Rangga seperti di neraka kalau Rangga masih ganggu Senja
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
udah ga ketolong si sinta mah😭
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
dari sini harusnya sinta sadar rangga tak sebaik diliatnya
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
demi mas dj kau korbanin emas peninggalan orang tuamu sin, parah
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
sinta padahal udah tau msh mau bertahan
awas jangan smpai nyesel iya
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
itu baru didompet udah berani ambil tanpa bilang loh
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
mau nolong liat" dlu orangnya sinta
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
doni p3ngen aku ulek mulutnya lemes banget dia
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
ga usah diurus senja
rangga udah keterlaluan
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
wow semua yg nanggung senja🤔
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
rangga ga malu apa astaga memutar balikan fakta
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
wkwkw rasain cuma dimanfaatin smaa cewe matre wkwkkw kurma nya langsung ini🤭
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
wah banyak juga yang udah diberikan ke serangga 🤔
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
nah betul
bawa semua bukti" nya kalau rangga itu ga baik biar segera diproses
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!