NovelToon NovelToon
TAHANAN OBSESI

TAHANAN OBSESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Misteri / Psikopat / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:921
Nilai: 5
Nama Author: Celyzia Putri

seorang gadis bernama kayla diculik oleh orang misterius saat sedang bereda di club malam bersama teman temannya. pria misterius itu lalu mengurung kayla di sebuah ruangan yang gelap bagaikan penjara. kayla bertanya tanya siapa pria yang menculiknya.

apa yang akan dilakukan oleh penculik itu kepada kayla yuk baca kelanjutan kisah dari tahanan obsesi.

mencari ide itu sulit gusy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Celyzia Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALI DI BIUS

Kegelapan di dalam ruangan itu terasa begitu padat, seolah-olah udara pun berhenti mengalir saat pintu baja itu terbuka. Kayla mencengkeram pemotong baut kecil yang baru saja ia temukan di balik robekan foto, telapak tangannya basah oleh keringat dingin. Ia mencoba mengatur napasnya agar tidak terdengar, namun suara jantungnya sendiri yang berdegup kencang terasa seperti gendang di telinganya.

Langkah kaki itu semakin mendekat. Aroma bahan kimia yang tajam—campuran antara antiseptik dan bau anyir—mulai memenuhi indra penciumannya. Pria itu tidak membawa lampu, ia seolah sudah hafal dengan setiap jengkal ruangan itu meski dalam kondisi buta total.

Saat bayangan gelap pria itu berdiri tepat di hadapannya, Kayla mengerahkan seluruh sisa tenaganya. Ia melompat dari lantai dan mengayunkan pemotong baut itu ke arah yang ia duga sebagai kepala pria tersebut.

Srett!

Logam dingin itu hanya mengenai udara kosong. Pria bertopeng itu bergerak dengan kecepatan yang mengerikan, seolah-olah dia bisa melihat dalam gelap. Sebelum Kayla sempat mengayunkan alat itu untuk kedua kalinya, sebuah tangan besar yang kuat mencengkeram pergelangan tangannya hingga terdengar bunyi tulang yang berderak.

"Argh!" Kayla menjerit kesakitan, pemotong baut itu jatuh berdenting ke lantai.

Pria itu tidak mengeluarkan suara. Dengan gerakan kasar, ia memutar tubuh Kayla dan menekannya ke dinding beton yang dingin. Wajah Kayla terhimpit pada tembok, sementara tangan pria itu mengunci kedua lengannya di belakang punggung dengan satu tangan saja. Kayla meronta, menendang-nendang dengan kakinya yang masih dirantai, namun pria itu tetap berdiri kokoh seperti batu karang.

Tiba-tiba, Kayla merasakan tekanan lutut pria itu di punggung bawahnya, membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali. Dalam posisi terjepit dan tak berdaya itu, ia merasakan jari-jari dingin pria itu meraba lehernya, mencari pembuluh darah.

"Lepasin! Bunuh aja gue kalau gitu! Jangan siksa gue terus!" teriak Kayla parau, air matanya membasahi dinding beton.

Pria itu mengabaikan teriakannya. Ia merogoh saku jasnya, dan dalam cahaya merah redup yang tiba-tiba menyala dari sensor di pergelangan tangan pria itu, Kayla melihat kilatan jarum suntik. Ini bukan suntikan biasa; cairan di dalamnya berwarna kuning pekat yang tampak kental.

Tanpa ragu, pria itu menghunjamkan jarum itu ke otot lengan atas Kayla.

Jleb!

Kayla tersentak, rasa panas yang menyengat langsung menjalar dari titik suntikan itu ke seluruh sistem sarafnya. Kali ini, efeknya berbeda. Ia tidak langsung pingsan. Sebaliknya, seluruh ototnya terasa kaku dan lumpuh seketika, namun kesadarannya tetap terjaga. Ia bisa merasakan setiap detik saat pria itu melepaskan sekapannya dan membiarkan tubuh Kayla yang kaku jatuh perlahan ke lantai seperti selembar kain.

Pria bertopeng itu berjongkok di samping Kayla yang tidak bisa menggerakkan bahkan ujung jarinya sekalipun. Ia meraih dagu Kayla, memaksanya menatap ke arah lubang mata di balik topeng hitam yang kosong itu.

Lewat gerakan tangan yang lambat di depan wajah Kayla, pria itu membuat isyarat: ia menyentuh dadanya sendiri, lalu menunjuk ke arah Kayla, dan berakhir dengan gerakan mengunci mulutnya. Pesannya jelas: Kamu milikku, dan tidak akan ada lagi suara yang keluar darimu.

Pria itu kemudian berdiri, menarik rantai di kaki Kayla dengan kasar menuju ke arah pintu yang terbuka, menyeret tubuh Kayla yang kaku keluar dari ruangan itu menuju lorong yang lebih gelap, tempat "jamuan" berikutnya telah disiapkan.

1
Agus Barri matande
semangat thor
Thecel Put
omg saya sangat suka cerita dengan genre seperti ini❤️‍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!