NovelToon NovelToon
Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Xiao, seorang Supreme Alchemist dan petarung tingkat Dewa di "Alam Kayangan", dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya demi merebut "Kitab Keabadian". Ia meledakkan jiwanya sendiri, tetapi bukannya musnah, ia bereinkarnasi 500 tahun kemudian ke tubuh seorang tuan muda yang dianggap sampah di sebuah kota kecil di Benua Bawah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Kini, hanya ada Lin Xiao dan panci air panas di dalam kamar. Dia menatap bahan-bahan herbal di atas meja. Kualitasnya rendah—sangat rendah dibandingkan dengan Rumput Roh Dewa yang biasa ia gunakan di Alam Kayangan. Tapi untuk tahap awal di dunia fana ini, ini sudah cukup.

"Baiklah, mari kita mulai," gumam Lin Xiao.

Dia tidak memiliki Api Alkimia (Qi Fire), jadi dia harus menggunakan metode manual. Dia memasukkan Rumput Darah Merah ke dalam air mendidih. Air berubah menjadi merah muda.

"Sekarang, Akar Jahe Besi."

Bubuk itu dimasukkan. Air mendesis, uap panas berbau tajam memenuhi ruangan.

Lin Xiao memejamkan mata, indranya yang tajam menghitung detik demi detik. Alkimia bukan hanya tentang mencampur bahan, tapi tentang waktu yang presisi.

"Tiga... dua... satu. Sekarang!"

Dia meneteskan Empedu Ular Tanah.

Serrr!

Cairan di dalam panci bergejolak hebat, berubah warna dari merah menjadi hitam pekat, lalu perlahan menjadi bening seperti kristal cair namun memancarkan hawa panas yang mengerikan.

Ini bukan sekadar obat. Ini adalah versi sederhana dari "Cairan Penempa Tulang Naga". Fungsinya brutal: menghancurkan sumbatan di dalam tubuh dengan paksa menggunakan energi Yang ekstrem.

Tanpa ragu, Lin Xiao menuangkan cairan panas itu ke dalam mangkuk besar. Dia mengambil jarum perak, menusuk ujung jarinya sendiri, dan meneteskan tiga tetes darah segar ke dalam ramuan itu sebagai katalis.

"Tubuh ini lemah. Jika aku gagal menahan rasa sakitnya, aku akan mati karena pembuluh darah pecah," batinnya. "Tapi jika aku tidak melakukannya, aku akan mati sebagai sampah."

Dia mengangkat mangkuk itu ke bibirnya dan menenggaknya sekaligus.

Glek.

Hening sesaat.

Lalu—

"ARGGHHH!"

Lin Xiao menahan teriakannya, menggigit bibir hingga berdarah. Rasanya seperti menelan bara api cair. Cairan itu tidak masuk ke lambung, melainkan langsung menyebar ke seluruh pembuluh darahnya seperti ular api yang mengamuk.

Tubuhnya kejang-kejang di atas tempat tidur. Kulitnya memerah seperti udang rebus. Keringat bercampur kotoran hitam berbau busuk mulai merembes keluar dari pori-porinya.

Di dalam tubuhnya, terjadi perang besar.

Energi dari ramuan itu, dipandu oleh keinginan kuat Lin Xiao, menyerbu ke arah sembilan meridian utama yang tersumbat oleh "Lumpur Dingin".

Bum! Bum! Bum!

Setiap benturan terasa seperti palu godam menghantam tulangnya.

"Bertahanlah! Gunakan Teknik Naga Surga Purba!" teriak batinnya.

Lin Xiao memaksa pikirannya fokus. Di dalam lautan kesadarannya, halaman Kitab Keabadian bersinar terang. Mantra kuno mulai bergema di benaknya, mengatur aliran energi liar dari obat itu menjadi bentuk naga kecil yang berenang di dalam darahnya.

Naga api itu meraung tanpa suara, menabrak sumbatan di meridian pertamanya.

KREK!

Sakit yang luar biasa menusuk dada Lin Xiao. Sumbatan pertama hancur!

Aliran hangat seketika mengalir lancar, tapi itu belum selesai. Masih ada delapan lagi.

"Lagi!"

Lin Xiao tidak berhenti. Dia mengarahkan energi itu ke meridian kedua, ketiga, dan keempat. Rasa sakitnya berlipat ganda setiap kali satu sumbatan jebol. Kesadarannya mulai kabur. Dia merasa seperti sedang dibakar hidup-hidup dan diremukkan secara bersamaan.

Di luar kamar, Xiao Yun mendengar erangan tertahan tuannya dan menggigit jarinya karena cemas. Lin Hai yang menunggu di halaman paviliun mondar-mandir dengan gelisah, tangannya terkepal erat. Dia merasakan fluktuasi energi yang aneh dari dalam kamar putranya—panas, liar, namun teratur.

Kembali ke dalam kamar.

Dua jam telah berlalu. Tubuh Lin Xiao kini terbungkus lapisan kotoran hitam tebal yang berbau amis. Itu adalah racun dan kotoran yang telah mengendap di tubuhnya selama 16 tahun.

Naga api di dalam tubuhnya sudah mulai mengecil, kehabisan tenaga. Masih ada satu meridian terakhir. Meridian utama yang menghubungkan tubuh ke Dantian. Gerbang menuju dunia kultivasi.

"Jangan berhenti sekarang... Hancurkan!"

Lin Xiao mengumpulkan sisa-sisa tekad terakhirnya. Dia memadatkan sisa energi obat menjadi satu titik jarum yang tajam, lalu menusukkannya sekuat tenaga ke gerbang terakhir.

BOOOM!

Suara ledakan tumpul terdengar dari dalam tubuhnya.

Seketika, rasa sakit itu lenyap.

Digantikan oleh perasaan yang sangat ringan. Seolah-olah beban ribuan kilo diangkat dari pundaknya. Udara di sekitarnya tiba-tiba terasa berbeda. Dia bisa merasakannya—partikel-partikel kecil cahaya yang melayang di udara. Itu adalah Qi.

Pori-pori tubuhnya terbuka lebar, menyedot Qi di sekitarnya dengan rakus seperti orang yang kehausan di padang pasir. Qi itu mengalir lancar melalui sembilan meridian yang kini bersih dan lebar, lalu bermuara di Dantian-nya, membentuk kabut tipis berwarna putih susu.

Lin Xiao membuka matanya.

Sinar kemerahan memancar sesaat dari matanya sebelum kembali normal. Dia mengangkat tangannya, mengepalkan tinju. Kekuatan! Meskipun kecil dibandingkan kekuatan masa lalunya, ini adalah kekuatan murni.

Dia turun dari tempat tidur. Gerakannya ringan dan gesit. Luka-luka memar akibat pukulan Wang Lei kemarin sudah sembuh total, hanya menyisakan keropeng tipis yang rontok saat disentuh.

"Ranah Pengumpulan Qi, Tingkat 1," gumam Lin Xiao, senyum puas terukir di wajahnya yang tertutup kotoran. "Dan bukan hanya itu... berkat Teknik Naga Surga Purba, kualitas Qi-ku dua kali lebih padat daripada kultivator biasa."

Dia menarik napas panjang, lalu mengendusnya.

"Ugh, baunya busuk sekali." Dia baru sadar tubuhnya penuh lendir hitam.

Lin Xiao mengambil sisa air panas di panci, membasahi kain lap, dan mulai membersihkan tubuhnya. Saat lapisan kotoran itu hilang, kulit di bawahnya tampak putih bersih, halus seperti bayi, namun di balik kehalusan itu tersembunyi otot-otot yang liat dan penuh energi eksplosif.

Dia mengenakan jubah bersih, lalu membuka pintu kamar.

Cahaya fajar mulai menyingsing di ufuk timur.

Xiao Yun yang tertidur sambil duduk di depan pintu terlonjak kaget. Lin Hai yang masih berdiri di halaman langsung menoleh.

Mata Lin Hai membelalak saat melihat putranya keluar. Lin Xiao tampak... berbeda. Lebih tinggi? Lebih tegap? Dan aura di sekitarnya...

Lin Hai, sebagai ahli Ranah Pengumpulan Qi Tingkat 9, bisa merasakannya dengan jelas. Ada getaran energi spiritual samar yang memancar dari tubuh putranya.

"Xiao'er... kau..." Suara Lin Hai tercekat. "Kau berhasil masuk ke Ranah Pengumpulan Qi?"

Lin Xiao berjalan menuruni tangga paviliun, lalu membungkuk hormat pada ayahnya.

"Benar, Ayah. Tingkat 1."

Lin Hai terpaku. Dia butuh waktu satu tahun penuh untuk mencapai tingkat 1 saat seusia Lin Xiao. Tapi putranya? Dalam satu malam? Dengan herbal sampah?

"Bagaimana mungkin..." Lin Hai bergumam, setengah tak percaya, setengah sangat gembira.

"Ayah," Lin Xiao menatap lurus ke arah ayahnya, senyum penuh arti tersungging di bibirnya. "Simpan uang dan surat rekomendasi itu. Kita tidak akan pergi ke mana-mana."

Dia menoleh ke arah matahari terbit yang mulai menyinari Kota Batu Hijau.

"Sebaliknya, persiapkan gudang senjata. Dalam satu bulan, aku butuh pedang yang layak untuk memotong beberapa kepala anjing sombong di turnamen nanti."

Kebangkitan Kaisar Naga baru saja dimulai. Dan langkah pertamanya telah menembus batas kemustahilan.

1
Op L
lanjutkan tor
Yuu Li
gas
Yuu Li
oke
Yuu Li
makinnnn seruuuu👍
Lucy Sandy
makin seru👍👍👍
Lucy Sandy
lanjutkan sampai tamat
Roy Kkk
ceritanya menarik
Roy Kkk
bagus👍👍👍👍👍
Roy Kkk
matap bangat karyamu
King Salman
bagus
Jinan 2
cepat update
Raikuu 1
bagus
Rayhan Purwanto
lanjutkan
Lamia Dante
semangat namatin
Lamia Dante
bagus ceritanya👍👍👍
Jake King
luar biasa ceritanya
Jake King
makin sery👍
Op L
ceritannya seru
Op L
makin seru lanjutkan
Andre
sejauh ini ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!