NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Salah Paham

"Stop! Berhenti! Jangan sekali-kali menghina orangku! Kau tahu siapa yang kau hadapi saat ini? Kau sudah menyinggungku!"

Karina menaikkan satu alisnya dengan terkekeh. "Siapa dirimu memangnya aku peduli? Aku bahkan tidak peduli sama sekali. Kau maupun Liana sama-sama manusia munafik! Kalian memang pasangan yang serasi. Laki-lakinya bucin, sedangkan perempuannya amit-amit."

"Karina! Keterpaduan sekali kau itu. Apa kau sudah merasa terhormat sampai tak menyadari siapa pria yang kau hina ini? Dia ini direktur utama perusahaan Pratama tempat suamimu bekerja, dan kau malah menghinanya. Benar-benar cari masalah kau itu!"

Karina mengerutkan keningnya dengan ekor matanya melirik ke arah Reynan. Ditatapnya pemuda itu dari ujung rambut hingga ujung kaki, memang tampan dan juga rapi, tapi ia tak percaya bahwa pria itu pemilik perusahaan Pratama Grup.

"Liana! Selain penipu kau juga pandai berbohong rupanya. Jangan karena aku tidak mengenal direktur perusahaan Pratama aku akan percaya bahwa pria itu direktur utama perusahaan Pratama. Kau memang benar-benar sudah gila jabatan. Pengemis pun bakal kau akui sebagai direktur. Menjijikan sekali kau ini. Bisa-bisanya kau menyinggung Tuan Pratama. Kalau sampai beliau dengar, apa jadinya kalian berdua. Lebih baik kau suruh pria ini minta maaf padaku, mungkin aku akan berbaik hati untuk mengampuninya!"

Reynan menarik nafas panjang. Begitu jengkelnya dia tidak sabar ingin membuatnya malu karena sudah berani menyinggungnya. Dia merogoh sakunya dan menghubungi orang kepercayaannya.

("Halo Doni, suruh David datang ke mall. Di sini istrinya tengah membuat kegaduhan.")

("Baik Tuan.")

"Mommy, kenapa wanita itu begitu jahat? Memangnya kita punya salah apa sama dia?" tanya Kenzie. Mereka yang masih bocah saja dibuat geram oleh ulahnya. Seumur hidupnya baru kali ini didapati orang sekejam itu. Bahkan tanpa memiliki bukti dia berani menyebarkan fitnah dan mempermalukannya.

"Kita nggak ada salah sama dia sayang, dia aja yang lagi gabut, fitnah sana fitnah sini biar bisa viral. Mungkin dia memiliki keinginan untuk menjadi terkenal seperti konten kreator. Dia berpikir dengan berceloteh sana sini bisa membuatnya dikenal oleh masyarakat luas, tapi sayangnya tujuannya nggak baik, niatnya ingin terkenal tapi malah membuat  orang ilfeel," jawab Liana.

"Kurang kerjaan aja! Mendingan waktunya digunakan untuk menebar kebaikan, bukan malah digunakan untuk memfitnah orang sana sini. Apa dia pikir sudah terlalu baik hingga menganggap orang lain begitu buruk di matanya. Kenapa nggak dilaporin aja biar ditangkap, dia kan udah fitnah kita mom," celetuk Kenzo.

Reynan mendekat dan merangkul pundak dua bocah itu. "Kalian tenang saja sayang, sebentar lagi dia bakalan meringkuk di tahanan. Dia sudah berani menyinggungku, maka lihat saja apa yang akan kulakukan pada keluarganya."

Liana menoleh. "Bapak kalau ada masalah sama satu orang jangan melibatkan keluarganya juga, pak! Kasihan orang tuanya. Mereka nggak tahu apa-apa dan harus ikut menanggung akibatnya."

Meskipun tidak diinginkan oleh keluarganya, tapi tak membuatnya benci. Apalagi Chandra sudah berjuang keras untuk merawat dan membiayainya hingga tumbuh dewasa. Mana mungkin ia tega melihat kehidupan orang tua  angkatnya menderita. Jika harus memberikan pelajaran cukup David dan Karina saja, tidak harus menghukum orang tuanya.

"Kamu tenang saja, Liana! Selama mereka tidak membuatku kesal, aku masih bisa memaafkan, tapi tidak dengan wanita itu. Dia sudah mengataiku begitu buruk. Dia juga sudah memfitnah kalian, aku tidak bisa menerimanya. Barang siapa menabur kejahatan maka sudah sepantasnya menerima apa yang diperbuatnya. Bukan aku yang akan menghukum mereka, tapi perlakuan mereka sendiri yang akan berbalik menyerang dirinya sendiri."

Kurang lebih sepuluh menit akhirnya David tiba di sebuah mall. Di situ dia menghubungi istrinya. Dia datang dengan api kemarahan. Sebelumnya dia sudah diberi peringatan oleh  bosnya agar bisa mendidik istrinya dengan baik, dan kini istrinya malah membuat ulah di tempat umum.

("Karina! Di mana kamu?!")

("Mas David, kebetulan kamu menelfonku. Ini ada orang yang mengaku sebagai direktur perusahaan Pratama. Dia berniat untuk melaporkanku. Tolong kemarilah, aku kesal berurusan dengan orang seperti itu. Di sini juga ada Liana si wanita murahan. Dia datang ke sini bersama anak haramnya. Ayo bantu aku! Mereka ingin menyerang ku!")

("Tunjukkan di mana posisimu sekarang!")

("Baik. Aku akan sharlok.")

Karina tersenyum sinis dengan melirik ke arah Liana. Dia kembali memasukkan handphonenya ke dalam tas selempangnya. "Sebentar lagi suamiku akan segera datang. Dia bakalan bertindak tegas terhadap kalian yang sudah berani menyinggung direktur Pratama.

Reynan menaikkan ujung bibirnya. "Oh ya? Aku tunggu kedatangannya."

Karina berdecih. "Nyalimu lumayan besar juga rupanya. Kau bahkan tidak takut akan kemarahan suamiku!"

"Untuk apa aku takut pada suamimu?! Selama aku nggak bersalah aku nggak bakalan takut. Kau seharusnya sadar diri. Kau itu cuma istrinya manager, tapi kesombonganmu sudah seperti nyonya besar. Entah apa jadinya jika kau sampai memiliki kedudukan sebagai istri seorang pemimpin, pasti kepalamu bakalan segede toren air."

Hahahaha... "Itu benar sekali." Kenzo dan Kenzie melepas tawanya. "Tapi yang aku tahu penyihir jahat itu tidak akan mudah mendapatkan kepercayaan. Mungkin sekarang masih ada yang peduli padanya, tapi saat kebohongannya terbongkar semua orang bakalan ilfeel padanya."

Hahahaha.... Reynan terkekeh dengan mengacak rambut mereka gemas. "Benar sekali apa yang kau katakan itu boy! Di saat kebohongannya diketahui oleh banyak orang, maka semua yang awalnya peduli berbalik ilfeel padanya. Kita lihat saja nanti, siapa yang akan malu di sini."

"Oke! Kita lihat saja nanti siapa yang bakalan malu di sini. Suamiku tentu akan membuktikan kebohonganmu pria bodoh! Kau sudah mengaku sebagai direktur utama perusahaan Pratama, tapi kalau kau tidak bisa membuktikannya, habislah kau! Kau bakalan dipenjara karena sudah berani menyinggungnya."

"Karina!"

Perdebatan mereka terhenti kala seorang pria berbadan jangkung dengan melangkah tegas memasuki toko tersebut. Dilihatnya sang istri tengah berdebat dengan beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu.

"Mas David! Akhirnya kau datang juga! Aku tak sabar menunggu kedatanganmu."

"Kenapa kau ada di sini? Bukankah aku menyuruhmu untuk pulang. Jangan keluar sebelum aku pulang kerja. Kenapa kau tak mau mendengar nasehatku!"

Karina meraih tangan suaminya dengan mencebik. "Sayang, dengarkan dulu penjelasanku. Sebenarnya tadi niatku ingin pulang, tapi berhubung aku sudah janji untuk mengambil baju di sini kuputuskan untuk kemari, tapi siapa sangka, saat aku berada di sini ketemu sama Liana dan juga anak haramnya. Aku yakin sekali kedatangannya ke sini buat nyuri barang-barang yang ada di sini. Dan satu lagi yang, pria yang bersamanya itu mengaku-ngaku sebagai direktur utama di perusahaan Pratama Grup. Dia mengaku sebagai bosmu! Keterpaduan dia! Kau harus harus mengadukannya pada pak Pratama, biar dia mendapatkan hukuman karena sudah berani menyinggungnya!"

David mengalihkan pandangannya ke arah pria yang dimaksud. Begitu terkejutnya dia mendapati keberadaan bosnya. "Bapak, maafkan istri saya. Ini hanya salah paham."

1
Dwi Agustin N Muftie
lah padahal kan tdi sudah ngobrol sama Dion. sengaja ya
Dwi Agustin N Muftie
nah kan akhirnya kepleset juga. Antra nama Dion dan doni😄😄
Ryn
lanjut thor
Anita Rahayu
buat karina dan suami kena karma😈😈😈😈
Ryn
lanjut thor
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!