NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Aku

Kenapa Harus Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Wanita Karir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Romansa / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vanillastrawberry

Meski tidak di awali dengan baik, bahkan sangat jauh dari pernikahan impian nya. sejak kalimat akad di lantunkan, saat itu ia bersumpah untuk mencintai suami nya, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun.
Tanpa Arina tau kalau detik itu juga ia dengan sadar membakar hidup nya, dunia nya bahkan cinta nya dengan perihnya api neraka pernikahan .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanillastrawberry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kapal pecah

Masih kurang tiga puluh menit sebelum acara, Arina pun sudah selesai di rias, sekarang ia tengah bersama Ayah nya di dalam kamar, karena tak memiliki saudara, mbak sarah lah yang menghandle tamu di luar.

Arina mencoba melebarkan senyum, saat di rasa matanya memanas, ia segera mendongak agar air matanya tidak jatuh. Arina tersenyum getir melihat ayahnya bersimbah air mata, genggaman tangannya begitu kuat seakan tidak rela jika ia melanjutkan acara ini.

Kalau ia masih tidak tau apa-apa, ia mungkin akan berpikir jika ayah nya terlalu berat melepaskan nya karena ia adalah anak satu-satunya. Tapi, lebih dari itu, Ayahnya tengah mengkhawatirkan keselamatan nya.

" Ayah jangan menangis, Arina pasti akan bahagia kok dengan pernikahan ini, nanti Arina akan sering-sering menjenguk Ayah." Arina mengusap air mata Ayahnya lalu kembali mendongak saat pandangan nya mengabur.

" Rin, ayo kita turun, penghulu nya sudah datang." mbak Sarah dan bang Diki muncul dari balik pintu, mendengar kata penghulu, tubuhnya bergetar seketika, Salivanya begitu sulit ia telan, pandangannya beralih pada ayah nya saat merasa remasan tangannya semakin menguat, airmata nya semakin mengucur deras.

" lihat lah bapak, Rin. Dia terharu karena putri satu-satunya akan segera menempuh hidup baru." mbak sarah mengusap air mata Ayahnya." bapak jangan sedih, ada Sarah dan bang Diki yang bersedia merawat bapak." tutur nya lembut. Arina hampir menitikkan air matanya, setidaknya meskipun ia akan menderita setelah ini, ada yang akan menggantikan nya merawat ayah nya sepenuh hati.

" sudah ayo, kita turun sekarang." bang Diki memegang kursi roda Ayahnya, sedang mbak Sarah menuntunnya keluar.

" mereka serasi banget ya, Alvian ganteng istrinya cantik banget, Riska mah lewat."

Tak sengaja ia mendengar selentingan bisikan dari salah satu tamu undangan, memang seluruh tamu undangan yang hadir hari ini adalah tamu Alvian, ia sama sekali tidak diijinkan mengundang siapapun dari pihak nya kecuali Ayah, mbak Sarah dan suami. Karena itu ia tidak tau suara siapa yang mampir ke pendengaran nya barusan.

penampilannya dan juga Alvian malam ini memang sangat mencuri perhatian, Alvian yang sangat gagah dan tampan dengan tuxedo abu-abunya, di sandingkan dengan dirinya yang tampak seperti seorang ratu dengan gaun panjang tanpa lengan yang memamerkan punggung mulus nya.

Andai pernikahan ini pernikahan normal, di bangun dengan cinta dan di dasari oleh kasih sayang, mungkin ini masih termasuk dalam kategori pernikahan impian nya, walau hanya di adakan di rumah.

Tapi, siapa Riska? Apakah kekasih Alvian?

Suara hening seketika saat penghulu memulai acara, dan sama seperti sebelumnya, kali ini Alvian juga bisa melafalkannya dengan sangat lancar.

Begitu kata 'sah' terdengar air matanya langsung menganak sungai di pipi nya, begitu juga dengan mbak Sarah dan bang Diki. Tapi, bedanya terletak pada perasaan mereka masing-masing. Kalau mbak Sarah dan bang Diki menangis karena terharu, justru ia dan Ayahnya menangis karena sedih.

Acara berjalan lancar, semua tamu undangan pun sudah pulang, begitu juga dengan pihak keluarganya, yang tersisa hanyalah rumah yang berantakan selepas acara.

Arina terkejut saat pintu kamar nya tiba-tiba di buka dengan kasar, gaun yang sudah melorot ke pinggang ia tarik lagi untuk menutupi tubuh nya.

" ada apa?" tanya nya terkejut, kedepannya ia harus menyiapkan mentalnya, karena hal ini pasti akan terus terjadi, sepanjang ia menyandang nama Jayanto di belakang namanya.

jika kebanyakan pria akan terpana melihat tubuh mulusnya. Tapi tidak dengan Alvian, laki-laki itu memancarkan aura permusuhan, wajah nya begitu kaku seperti balok es, mata elang nya menatap penuh kebencian kearahnya.

Arina menghela napas panjang, apa yang ia harapkan, pria itu menikahi nya hanya untuk balas dendam. Tak mau membuat Alvian semakin senang karena melihat nya ketakutan, meski hal itu yang ia rasa. Arina mengangkat wajah nya, menatap Alvian sama tajamnya.

" kau tidak bisa mengetuk pintu? Tangan mu kaku setelah menyalami para tamu yang tidak seberapa itu?" hardik nya kesal.

" cepat keluar dan bereskan kekacauan di luar, aku mau semuanya kembali seperti semula."

" hah?" Arina sepertinya salah dengar, kenapa Alvian tidak membayar orang saja untuk membereskan sisa pesta.

" kamu tuli? Cepat ganti pakaian mu dan bekerjalah!" setelah itu Alvian keluar dari kamar nya setelah kembali membanting pintu.

Arina mengelus dadanya, meskipun ia sudah menduga kalau pintu itu akan di banting lagi, tapi tetap saja ia sangat terkejut.

Dari kecil ia terbiasa hidup di tengah-tengah keluarga cemara, orang tuanya sangat lemah lembut, jangankan membanting dan menggebrak pintu, menaikkan suara nya saat ia salah saja tidak pernah. Mungkin karena itu ia sangat baper mendapat perlakuan baru yang sangat menakutkan ini.

Arina mengusap air matanya, sebelum keluar dari kamar. Ia tidak mau Alvian berpikir kalau dirinya gadis yang gampang di tindas.

Setelah berganti dengan daster selutut, dengan karet di pinggang atas nya, memamerkan buah dadanya yang cukup sintal. Arina keluar dari kamarnya, bukan karena ia ingin menggoda Alvian, ia tak sudi melakukan itu, meskipun hanya niat di dalam hati. Tapi karena rata-rata baju nya seperti itu jika di rumah.

Arina menatap horor ke setiap sudut rumah yang seperti kapal pecah, dimana para pelayan yang Alvian sewa untuk menjamu para tamu tadi? Seperti nya Alvian memang sengaja membuat pesta besar-besaran untuk mengerjainya.

Ia memang terbiasa dengan pekerjaan rumah, tapi rumah sebesar ini dengan kekacauan yang sangat luar biasa ini, ia tidak yakin besok bisa masuk kerja karena pasti ia akan kelelahan.

" nyonya maaf, saya di larang membantu nyonya sama tuan Alvian." Arina terlonjak ketika tiba-tiba desi muncul dari belakang nya. Sialan! Tidak tuan nya tidak pembokat nya sama saja, sama-sama suka membuat orang jantungan.

" Astaga des, kamu ngagetin aja." Arina mengelus dadanya, namun di saat yang bersamaan. Otak cerdasnya bekerja cepat.

" em des, Alvian dimana?"

Desi menggeleng." mungkin di ruang kerja nya nyonya, tuan pantang masuk ke kamar jam segini, beliau tipe orang yang gila kerja."

Arina menyeringai saat Desi mengedarkan pandangannya, menatap miris pada kekacauan sekitar.

" ruang kerja nya dimana? Em, aku akan membuatkan suami ku kopi, kasian dia sudah kelelahan karena acara tadi yang sehari full, tapi masih harus kerja." ralat nya cepat saat melihat desi mengerutkan kening.

Namun di luar dugaan, desi malah tersenyum absurd." tuan tidak suka kopi nyonya, tapi dia sangat menyukai coklat panas."

" oke, kalau gitu aku akan membuatkan nya."

" biar saya saja, nya. Nanti nyonya yang antarkan." Arina mengangguk cepat agar rencananya cepat terlaksana. Begitu desi selesai membuat nya, Arinya berjalan menuju ruang kerja Alvian setelah di beritahu oleh desi.

Benar saja apa yang dikatakan desi, pria itu sangat gila kerja, meski sudah kelelahan seharian, dia masih berkutat dengan pekerjaan kantor nya. Terlihat dari laptop nya yang menyala.

Seperti nya keberuntungan sedang berada di pihak nya, Alvian sedang mandi karena ia mendengar gemericik air dari salah satu pintu di sudut ruangan. Setelah meletakkan sesuatu di minuman itu, Arina bergegas bersembunyi di balik meja.

Tak berselang lama Alvian keluar dari kamar mandi, dari posisinya, ia bisa melihat dengan jelas tubuh Alvian dengan Absnya yang sangat menonjol karena dia hanya menggunakan handuk untuk menutupi aset bawahnya.

sial! Umpatnya dalam hati, merutuki reaksi tubuh nya yang berlebihan. tidak mau berlama-lama menodai matanya, ia menutup matanya dengan cepat. Berharap Alvian segera meminum minuman yang dia siapkan agar ia bisa cepat memulai rencananya.

ia menghela napas lega, menyandarkan tubuh nya pada sisi meja setelah alvian memasuki sebuah ruangan yang ia yakini sebagai kamar pribadi di dalam ruang kerjanya. Ia tak bisa keluar dari sini sebelum memastikan Alvian meminum coklat panas nya.

Tak berselang lama Alvian keluar dari ruangan itu dan melangkah menuju mejanya, jantung Arina berdegup kencang, kalau Alvian duduk di kursinya, sudah pasti ia akan ketahuan. ia tidak tau hukuman seperti apa yang menantinya saat ia beneran ketahuan nanti.

Mulut nya sibuk merapal kan doa, berharap dirinya benar-benar dalam keberuntungan. Langkah Alvian semakin dekat dan berhenti tepat di depan meja.

Ia tidak bisa menyembunyikan senyumnya saat mendengar suara gelas dan alasnya yang beradu. Lalu terdengar suara khas orang yang sedang menenggak air minum.

Namun, kebahagiaan nya lenyap seketika saat Alvian duduk dan kakinya menyenggol dirinya." Arinaaaaaa!"

Teriaknya sarat akan kemarahan, ia langsung berdiri hingga kursinya tergeser jauh ke belakang." keluar!"

Arina tersenyum absurd seraya keluar dari meja, ia sudah menguatkan hatinya karena pasti Alvian akan memaki-maki nya.

" apa yang kamu lakukan Arina! Mau mengintip saya!" teriaknya membuat telinga Arina sakit, Arina melirik cangkir coklat panas yang isinya sudah berkurang setengah. Berharap obat nya cepat bereaksi sebelum Alvian melakukan KDRT padanya.

" jawab!" teriaknya berang karena melihat Arina seperti tak fokus pada kemarahan nya.

Arina terlonjak, meski begitu ia tak takut menyebikan bibir nya di depan Alvian." iya iya, bisa nggak, nggak usah teriak-teriak, aku nggak budek!" ujar nya bersungut-sungut, membuat Alvian kehilangan kesabarannya.

Pria itu sudah akan membuka suara guntur nya kembali, tapi tubuh nya memberi reaksi aneh, Arina bersorak kegirangan dalam hatinya.

" cepat keluar! Dan jangan ulangi lagi!" usir nya , Arina lantas keluar dari ruangan itu dengan perasaan yang membuncah, ia yakin jika tidak karena efek obat itu, Alvian sudah pasti akan memaki-maki nya hingga pagi.

Ia berlari menuju kamar nya, mengambil hp lalu menghubungi pusat tenaga kebersihan yang kapan hari sempat mempromosikan jasa pada nya.

Setelah mendapatkan balasan kalau perusahaan itu menyanggupi orderannya, ia segera menghempaskan tubuh nya ke atas tempat tidur, karena kelelahan yang menderanya, dalam waktu singkat ia sudah terlelap di buai mimpi

1
Tulisan_nic
hmmmm sakit hati banget sih🥹
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
kan baru dibilangin
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
awas loh.. nanti ada yang mikir aneh²🙏🤭
j_ryuka
bagus
Mentariz
Good girl! Kusuka gayamu 😄
Mentariz
Idih sok beralasan luuu kelaut aja lu sono
Panda%Sya🐼
Habislah kalau di suruh nikah😆
Panda%Sya🐼
Lumrah manusia ini. Setiap kali ada hal darurat, pasti ponselnya lowbet atau gak ada jaringan
Blueberry Solenne
Bener, semua harus ke handle, dan harus mengutamakan pekerjaan utama, semangat ya Arina!
Blueberry Solenne
Ya ampun gemesnya yang lagi kasmaran, cuit cuit... 😁
HOPEN
😢😢
Kim Umai
wajar sih gak mau ketemu
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
paling benci sama cowok selingkuh
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
bukan kesalahan kamu Arina jangan merasa bersalah
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
waalaikumsalam
j_ryuka
kamu gak salah, tapi waktu yang membuatnya ini harus terjadi
Tulisan_nic
Aduh, tapi ya gimana ya. Sebagai posisi korban aku rasa juga wajar kalau begitu
Tulisan_nic
banyak juga kornanya
Tulisan_nic: korban🥲
total 1 replies
Panda%Sya🐼
Yang sabar Rin/Sob/
Panda%Sya🐼
Hmm selingkuh lagi ini/Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!