Alice Seraphia joy adalah siswi SMA kelas 12 yang bar bar,riang,dan suka menolong.
ia juga terkenal sebagai siswi yang suka bolos, terlambat dan suka membuat masalah yang jadi langganan guru BK dan OSIS juga menjadi langganan berdiri di depan bendera merah putih.
namun di balik itu dia juga siswi yang berprestasi dan memiliki banyak bakat non-akademik.
suatu hari dia membuat masalah dengan anak kepala sekolah yang membuat masalah dengannya yang membuat dia harus di hukum menghormati bendera lagi.
namun kali ini malah mengantarnya ke dunia lain di dalam novel yang baru selesai dia baca semalam dan parahnya dia masuk ke tubuh putri antagonis yang berakhir tragis karena mencelakai tokoh utama wanita yang di cintai Duke.
bagaimana kah perjalanan Alice di dunia novel untuk mempertahankan hidupnya?akankah Alice kembali ke dunia nyata atau malah.....
mari kita ikuti kisahnya.
jangan lupa like, coment, subscribe and beri penilaian.
love sekebooooonnnn buattt kalian semua🌳🌲🌴❤️❤️🌴❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R3C2YMYFMYME, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
"bapak berada di posisi sekarang karena pendidikan tetapi di manakah pendidikan bapak itu??hanya keangkuhan dan kebodohan saja yang saya lihat"ucap Alice dingin.
"kau berani sekali kamu,sudah kebetulan juga pemilik yayasan berada di sini kita akan bicarakan pengeluarannya dari sekolah ini"ucap kepala sekolah
"hah??a-apa tadi??ke-kepala yayasan??"ucap Alice tergagap.
"huh kenapa emang kamu takut??ibu Irma bawa dia kita ke ruang pemilik sekolah"ucap kepala sekolah.
"eehehe gini deh pak,bu,tolong deh gak usah sampe ke pemilik sekolah selesai kan ana di sini.lagipula anak bapa sih yang duluan cari masalah sama saya, sampe-sampe nyiram saya sama kuah bakso,kalo bapak dan ibu tidak percaya cek aja CCTV"ucap Alice yang mencoba bernegoisasi dengan mereka.
"gak ada alasan,kita pokoknya ke ruang kepala yayasan"ucap ibu irma.
"yaahh jangan deh bu"ucap Alice.
"ketahuan kan pak,bu dia yang salah"ucap cila.
"eehhh mulut mu yah ku sumpal pake bola basket"ucap Alice.
"sesuai dengan yang kau katakan,kita akan lihat cctv langsung di ruang kepala yayasan"ucap kepala sekolah.
"yahh pakk"ucap Alice.
-
-
-
kepala yayasan sedang sibuk dengan pekerjaannya mengenai persiapan peningkatan sekolah itu agar berstandar internasional.
Tok
Tok
"ya silakan masuk"ucap kepala yayasan.
cklek.
"permisi pak,saya izin meminta waktu bapak sebentar dulu untuk membicarakan perkara tentang siswi yang benar-benar tidak bisa dipertahankan di sekolah ini"ucap kepala sekolah.
"oohhh iya,iya silakan masuk"ucap kepala yayasan meski pada pertamanya ia mengerutkan keningnya bingung.
kepala sekolah, ibu Irma masuk sambil menyeret Alice masuk ke ruangan itu.
sedangkan kepala yayasan yang tak lain adalah papanya Alice hanya mengangkat kedua alisnya saat melihat Alice masuk bersama kepala sekolah,dua entek rose dan guru itu.
saat Alice masuk ia langsung mengode kepada papanya untuk tidak memberitahukan siapa dirinya.
"silakan duduk, biar kita bisa nyaman untuk membicarakannya"ucap papa alice.
"jadi siswi yang mana yang membuat masalah sehingga tidak bisa dipertahankan lagi di sekolah ini??"ucap papa Alice.
"dia pak,dia telah merusak fasilitas sekolah, melakukan kekerasan fisik yang membuat putri saya harus masuk rumah sakit karena tubuhnya di guyur dengan kuah bakso"ucap kepala sekolah.
"dan mereka berdua ini adalah saksi yang melihat semua yang dilakukan oleh dia"ucap ibu irma.
sedangkan Alice hanya diam duduk dengan santai di sofa tunggal.
"boleh ceritakan kronologinya??"ucap kepala sekolah.
"itu pak, waktu kami di WC tiba-tiba Alice datang dan marah-marah pada kami serta mengusir kami dari WC, tahu-tahu habis itu dia merusak pintu wc. kami ingin memberitahukan kepada guru BK, tapi Rose mengatakan kepada kami untuk tidak memberitahukan kepada guru BK karena dia mengasihi dia"ucap Cila.
"tapi kami tidak menyangka bahwa inilah balasan Alice kepada Rose, dengan tega-teganya dia mengguyur secebok kuah bakso yang masih sangat panas ke tubuh Alice"ucap mila.
sedangkan Alice hanya memutar bola matanya saat mendengar apa yang telah diceritakan oleh Mila dan Cila.
"pak, ini sudah masuk pada kekerasan, kita tidak bisa mempertahankan siswi ini untuk tinggal di sekolah ini sama dengan mencoreng nama baik sekolah kita"ucap kepala sekolah.
"benar pak kita langsung keluarkan saja siswi ini, jangan kasih toleransi lagi pak"ucap ibu irma.
bukannya menjawab ataupun mengiyakan apa yang telah diutarakan oleh kepala sekolah dan ibu Irma, papa Alice menatap ke arah Alice.
"nak Alice kenapa diam?? apakah semua pernyataan yang mereka katakan itu benar??"ucap papa Alice.
TBC