NovelToon NovelToon
DIHIANATI CALON SUAMI, DAPAT PRESDIR

DIHIANATI CALON SUAMI, DAPAT PRESDIR

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / One Night Stand / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: uutami

Amalia tak pernah menyangka, penghianatan dari calon suami dan sahabatnya sendiri, justru membawanya pada takdir yang tak terduga.

"Kau sudah tidur denganku, kau tidak akan bisa lepas dariku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

Di Vila Rahasia Bara

Malam menggantung sunyi di vila yang terletak jauh dari keramaian kota. Bara membuka pintu dengan kakinya, menggendong Lia seakan wanita itu terbuat dari kaca.

“Apa ini tempat persembunyianmu?” tanya Lia pelan.

“Tempat aman,” jawab Bara pendek. Ia menatap wajah Lia yang masih dilumuri sisa riasan. Tapi di balik itu, ia melihat samar bekas kebiruan di sudut bibir dan bawah mata Lia.

“Siapa yang memukulmu?” tanyanya dingin.

Lia hanya tersenyum kecil. “Sudah selesai. Kau sudah datang, kan?”

“Lia. Jawab aku.”

Lia mengalihkan pandangan. “Tebak saja siapa? Apa mungkin aku melukai diriku sendiri?”

Bara mendekapnya lebih erat, rahangnya mengeras.

“Aku mau mandi,” ucap Lia.

“Aku mandikan,” kata Bara langsung.

Namun Lia menggeleng, masih lembut. “Oh, dalam situasi begini pun kamu masih mau mencuri kesempatan."

"Kenapa? Kau istriku."

"Iya, iya, baiklah. Tapi aku benar-benar ingin mandi sendiri, Tuan Barra." Lia bersikeras . Bara hanya menatapnya.

"Umm, aku juga lapar," ucap Lia canggung ditatap seintens itu oleh Bara."Umm, kami berdua," sambungnya mengusap perut.

"Mereka membuat kalian kelaparan?"

Lia terkekeh, "Aku memang gampang lapar."

Bara mengangguk dan melangkah ke arah pintu kamar. “Makanan akan siap saat kau keluar.”

"Siap Tuan Bara, aku mau mandi dulu, bau!"

Begitu Lia menghilang ke kamar mandi, Bara segera mengambil ponselnya dan menekan tombol cepat. “Bebby.”

“Siap, Tuan Bara.”

“Cari tahu siapa yang menyentuh Lia. Aku ingin tahu semua.”

“Baik. Kau mencurigai siapa?”

“Banyak.” Bara mendesah. “Dan tak satu pun akan selamat.”

“Perintah?”

“Jika terbukti, hancurkan.”

Bebby paham.

"Dan aku inginkan dokter. Aku ingin tahu kondisi Lia. Termasuk kandungannya,” sambung Bara.

“Laksanakan.”

Bara menutup sambungan. Ia menatap pintu kamar mandi dengan pandangan yang sulit diartikan.

###

Bara menata meja makan sendiri. Daging panggang, sup hangat, buah segar. Ia bahkan menyiapkan teh herbal. Ketika Lia keluar dengan rambut masih basah, mengenakan gaun tidur putih yang disediakan, Bara langsung berdiri.

“Makan dulu,” katanya lembut.

“Wah... kau masak sendiri?” Lia tersenyum kecil.

“Kau meledek?"

Lia terkekeh.

"Makanlah, semua untukmu. Dan bayi kita.”

"Kau tidak makan?" tanya Lia yang melihat Bara hanya memperhatikannya.

"Aku... Mual...."

"Haah?"

Bara ngangkat tangannya lalu muncul seorang pelayan membawa ember. Bara berpaling sementara Lia malah terlihat bingung.

Huuueekkk!

Lia kaget.

"Bara?"

Huueekk!!

"Kau baik-baik, saja?"

Pelayan pergi dengan membawa ember. Bara mengusap bibirnya.

"Iya, aku hanya mual."

Lia tertawa, "Astaga...."

"Kau senang?"

"Lucu saja, tuan Bara bisa mual. Bagaimana rasanya ngidam."

"Tidak enak," jawab Bara hambar dan dingin. Tapi Lia masih tertawa. Dan Bara suka.

"Kau senang?"

"Iya, iya, maaf. Aku makan lagi boleh, ya?"

Mereka makan dalam diam, tapi hangat. Seolah badai di luar tak pernah terjadi. Tatapan Bara terus mengawasi Lia, sesekali memerhatikan perutnya yang masih rata.

Tak lama, bel pintu berbunyi.

“Dokter sudah datang,” ujar Bara.

"Dokter? Kamu memanggil dokter?"

Bara mengangguk.

Dokter muda berwajah tampan masuk, membawa tas medis. Tapi wajah Bara justru masam.

"Kau....!" katanya dengan suara tertahan. "Kenapa kau yang datang?"

"Bebby memanggilku," kata dokter muda itu santai, sambil berjalan masuk.

Ya, Bara kesal, karena dokter muda itu juga salah satu temannya. Bahkan dialah yang dulu memeriksa saat Bara ngidam, tapi mengatakan dirinya baik-baik saja.

"Halo!" sapa dokter itu ramah.

Lia menyapa balik, "Ah, hai, dokter..."

"Morgan! Dokter Morgan."

"Ah, iya, dokter Morgan. Terima kasih sudah datang, dokter."

"Jangan sungkan, aku masih temannya," kata dokter Morgan sambil menunjuk Bara.

Lia melirik Bara yang wajahnya sudah masam itu. Ia hanya tersenyum kaku.

"Baiklah, bisa kita mulai pemeriksaannya?"

"Tentu saja."

Dokter Morgan mulai memeriksa Lia.

“Kau tau ada cerita lucu?” kata dokter sambil memeriksa tekanan darah.

"Apa?"

"Beberapa hari yang lalu, ada yang mengamuk karena aku pemeriksaanku tidak seperti yang dia harapkan. Semua di tubuhnya normal, tapi dia merasa mual dan lemas. Tidak ada makanan yang masuk ke perutnya, aku sarankan suntik saja, tapi dia takut jarum suntik."

"Benarkah?"

"Iya, dan aku tau apa sebabnya sekarang."

"Apa?"

"Karena kamu hamil."

Lia manggut-manggut. "Ooohh..."

Bara menyipitkan mata. “Kau datang untuk memeriksa, bukan menggoda.”

Dokter Morgan tertawa. Lia menggeleng.

Bara berdiri, menyilangkan tangan. “Sudah selesai? Atau kau mau menginap sekalian?”

Morgan tertawa lagi sambil merapikan alatnya. “Baiklah. Ini hasilnya: kondisi Lia dan janinnya stabil. Tapi dia butuh istirahat, makanan bergizi, dan... suami yang lebih sabar.”

Bara menunjuk pintu. “Keluar.”

Dokter melambai santai. “Senang melihat kau cemburu. Jarang-jarang bisa melihat Bara yang biasanya dingin berubah jadi... manusia.”

Setelah dokter pergi, Lia tersenyum. “Kau cemburu?”

Bara hanya menarik napas dan duduk di samping Lia. “Kenapa? Kau keberatan?”

"dia dokter dan sudah disumpah. Kenapa bisa cemburu pada dokter."

"dia mengodamu."

"ayolah, dia bukan menggoda ku tapi kamu karena cemburuan."

Bara menarik Lia sampai jatuh ke pelukan. "sudah selesai makan? Aku sudah sangat lapar."

Lia tersenyum menggoda. "ada banyak makanan di meja."

"yang aku inginkan kamu."

"kau mau menyantapku?"

"boleh?"

Lia terkekeh, tau-tau, bibir Bara sudah menyentuh bibirnya.

1
Sulis Tiyeas
Ada pesta kok keluarga bara tdk tau. crtnya hilang. mama, rama dan kimy hilang.
PM
cerita nya bagus. sudah baca ulang cuma ya alurnya kenapa ya' Lia gak pulang ke rumahnya. padahal katanya saling cinta. malah terpisah sampai 6 tahun eeeheee dunia halu.
Anonymous
👍
Sri Wuryanti
kenapa kok gak bisa baca
Sri Wuryanti
lanjut bosku💪
Hartini Donk
q k bingung dikit ya.diawal susi itu ibunya Rama dan Bara.lah sekarang malah brubah lagi jatuhnya kaya orang yg saingan...benere pye toh???
SHLDC’s Company
Luar biasa
Tri Tampubolon
salah kamar🤭
sambua
ikut degdegan semoga lia & kandungan nya baik² aja,,,ayo bara buruan selamat kan lia & anak mu
sambua
ikut khawatir sama rmh tangga mereka kalo ada pelakor kyak gini
sambua
semoga bara gak tergoda sama pelakor2 ya
sambua
keren lia👍👍buat pelakor mundur alon2 lgsung nyungsruk🤣
sambua
😂😂😂
sambua
calon bibit2 pelakor ini kayaknya
Kamiem sag
benar benar botol ternyata Lia
gak mungkinkan dia gak ingat nope Bara atau Baby
sembinyi segitu lama
gak logis jadinya saat Raga dan Maya bisa main ke pusat kota
LIXX
ide bagus beb🤭
Kamiem sag
Kimmy kemana thor
Kamiem sag
Rikaaaa... sebenarnyahidup enak nyaman mapan itu tdk harus dgn menyingkirkan saudara tirimu
Kamiem sag
bukan main cintanya Bara
Kamiem sag
untuk apa kau meneteskan air mata Silva!??? nikmati saja cintanya Basukibusuk dan kasihsayangnys Rika ular belufak itu!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!